Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Keluarga Aksa Sakti


__ADS_3

Bab 14


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Laura hanya terpaku menatap punggung Fidy yang hilang di balik lift.


Mata nya mulai terasa panas dan buliran bening pun meluncur bebas membasahi pipi nya.


Laura merasakan sakit yang teramat sangat, dengan langkah gontai,,dia pun menuju lift lantai 2 di mana letak kamar nya.


Di lantai 2 ada 4 kamar,,kamar yang paling besar kamar Aksa Sakti ayah Fidy Eka Sakti,,kamar Febi Ema Sakti adik perempuan dari Fidy yang sedang berkuliah di Jerman,,dan kamar adik bungsu laki-laki Fidy yang bernama Bramantyo Sakti,, yang lebih tidak memilih meneruskan pendidikan kuliah nya,, karena dia lebih memilih menekuni hobi nya sebagai seorang pelukis di Bali.


Tentu saja satu lagi kamar yang di tempati Laura,,Aksa sebagai ayah Fidy tidak mempermasalahkan jika Laura dan Fidy tidak tidur satu kamar.


Dia tak pernah peduli dengan urusan rumah tangga anak nya,,termasuk anak perempuannya Febi dan anak lelaki nya yang tidak mau meneruskan pendidikan formal.


Setelah lulus SMA,,Aksa akan memberikan kebebasan kepada anak-anak nya mau di bawa kemana masa depan mereka,, karena bagi nya,,usia itu adalah usia dewasa yang bisa menentukan arah dan masa depan mereka.


Aksa tidak akan mau ikut campur,, karena yang terjadi kepada mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri.


Di lantai 3 hanya ada 3 kamar,,kamar utama yang paling besar dan mewah pasti nya kamar dari Fidy Eka Sakti,,di sebelah nya kamar yang di jadikan ruang kerja nya,,dan kamar yang satu nya adalah kamar Ana.


Ana tidak mengetahui itu semua jika di lantai 3 hanya kamar dia dan Fidy,,apa lagi tentang hubungan Fidy yang tidak sekamar dengan Laura.


Sedangkan di lantai 1 terdapat 3 kamar tamu yang cukup besar,,ruang tengah ,,ruang keluarga dan dapur berada di lantai itu.


Sedangkan kamar pelayan dan kamar pekerja yang lain,, mempunyai rumah khusus untuk mereka tempati di sebelah rumah utama.


Tapi untuk pelayan yang mempunyai tugas khusus seperti Ayu yang selalu melayani Ana,, pasti akan tidur di salah satu kamar tamu.


Sedangkan di kamar tamu,, tampak Ayu masih terus menyuapi Ana.


"Sudah Yu cukup,,perut saya sudah mau meledak.."Ucap Ana menghindar dari tangan Ayu yang akan menyuapi nya lagi.


"Tapi Nyonya baru menghabiskan daging ini seperempat nya.."Ucap Ayu kembali berusaha menyuapi Ana.


"Ayu.."Bentak Ana dengan melotot.


Ayu kaget mendengar Ana membentak nya.


"M.. maafkan saya saya Nyonya.."Jawab Ayu menunduk.


"Saya juga minta maaf,,saya tidak bermaksud membentak kamu.."Ana berkata sambil menggenggam tangan Ayu,,dia sangat menyesal.


Seumur-umur dia belum pernah membentak orang,,tapi kenyataan pahit membuat nya menjadi temperamental.

__ADS_1


Ana teringat saat dia sangat marah,,berkata kasar dan membentak bahkan tidak mau memandang sedikit pun wajah kedua orang yang sudah membesarkan dan merawat nya dari bayi,, matanya mulai berkaca-kaca.


"Nyonya baik-baik saja..??"Tanya Ayu khawatir sambil memegang pundak Ana.


"Saya baik-baik saja Yu.."Ana berkata sambil segera menghapus air mata yang akan lolos dari sudut matanya.


"Tapi kenapa Nyonya menangis...???. Maafkan saya Nyonya..."Ucap Ayu lirih.


"Sudah saya bilang ini bukan salah kamu,,justru saya yang minta maaf telah membentak mu.."Ana berkata dengan tersenyum.


"Apa Nyonya merindukan seseorang..??"Tanya Ayu menatap dalam mata Ana,,dia melihat ada kerinduan di sana.


Ana menghela napas.


"Aku merindukan semua Yu.."Ucap Ana yang menatap langit-langit yang sangat indah interior desain nya,, kemudian Ana tersenyum kecut.


Dia dan Satria sama-sama mengambil kuliah jurusan arsitektur interior di universitas ternama di Jakarta.


Beda nya mereka kuliah dengan cara yang berbeda,,Satria Pramudya kuliah dari hasil prestasi nya.


Sedangkan Ana dari kecil bisa mendapatkan sekolah apa pun yang di inginkan nya, walaupun melalui seleksi yang super ketat.


Ana tergolong gadis yang cukup pintar,,tapi Ana tahu jika banyak nilai yang berada di atas nya,, dan pasti nya bisa menggeser kan nilai-nilai nya.


Dengan maksud menikah kan dia dengan putra Nya,, bahkan putra nya pun meminta imbalan rahim dan kesucian nya.


Lagi-lagi Ana menghela napas.


"Aku merindukan mereka Yu.."Ana dengan tatapan nanar ke wajah Ayu.


Ayu melihat mata Ana yang penuh kesedihan dan kerinduan.


"Kalau Nyonya mau,,selain menjadi pelayan Nyonya,,saya bisa ko jadi teman curhat Nyonya.."Ucap Ayu dengan semangat dan sambil tersenyum manis.


"Tenang Nyonya saya tidak ember,,bisa di percaya ko.."Ucap Ayu lagi sambil tertawa kecil.


Ana tersenyum pada Ayu.


"Saya merindukan seseorang yang sudah merawat dan membesarkan saya.."Ucap Ana kembali merasakan kepedihan yang teramat sangat di hati nya.


"Apa Nyonya merindukan orang tua Nyonya...?"Ucap Ayu sambil menatap dalam mata Ana.


"Apa yang kamu lakukan ,,Seandainya dari bayi sampai dewasa kamu tahu ternyata orang yang telah merawat dan membesarkan mu dengan penuh kasih sayang,, ternyata mereka bukan orang tua kandung mu....??"Tanya Ana membalas tatapan Ayu.


"Dan mereka tiba-tiba memisahkan mu dari orang yang sangat kamu cintai mu dan menjodohkan mu dengan orang yang tidak kamu kenal.."Tanya Ana lagi dengan tatapan masih menatap Ayu.

__ADS_1


"Kalau saya akan mencari tahu dulu,,kenapa mereka berdua melakukan itu..."Jawab Ayu.


"Karena orang tua tahu apa yang terbaik untuk anak nya walaupun hanya anak angkat.."Ucap Ayu lembut sambil tersenyum.


Ana kali ini menarik napas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya kasar.


"Lalu bagaimana dengan hati mu???"Tanya Ana.


"Setelah 10 tahun menjalin kasih dan yakin dengan pasangan mu,,tapi ternyata kamu di jodohkan dengan orang lain."Ucap Ana dengan tatapan tajam.


"Maaf Nyonya saya memang bukan di posisi Nyonya,,tapi saya yakin Tuan Fidy itu sangat baik dan lembut.."Ucap Ayu.


Ana mengerutkan keningnya.


"Maksud nya Tuan Fidy yang menikahi saya..??"Tanya Ana menatap heran Ayu.


"Ya iyalah Nyonya,,siapa lagi.."Ayu berkata dalam hati


"Ga salah apa yu,,muji-muji lelaki seperti itu...


!!??"Ucap Ana dengan ketus.


"Dengan berjalannya waktu,Nyonya akan merasakan betapa baik dan lembut nya tuan Fidy.."Ucap Ayu sambil meraih piring yang berisi potongan buah.


"Oh iya...!!"Ucap Ana sambil memicingkan mata nya.


"Heran si Ayu ini seperti nya kayak tersihir dengan pesona pria Sombong itu.


******


Sementara di kamar Fidy., tampak dia sedang menatap layar ponselnya,. mendengarkan dan memperhatikan dua wanita yang sedang bicara.,, ternyata kamar tamu yang sudah di peruntukan untuk Ana sudah di pasang CCTV tersembunyi oleh Fidy.


"Hmmm,, ternyata kamu masih mencintai laki-laki itu.."Ucap Fidy sambil mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


*********


Apa yang sebenarnya yang terjadi di balik semua ini..??


Maaf ya baru Up,,lagi sibuk daftar online anak sekolah.


Maaf kalau tulisan ada salah,, author ngetik sambil nguantukk..he..he


Selamat istirahat.


"

__ADS_1


__ADS_2