
Bab 109
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Mohon maaf, untuk nilai GFR ginjal nyonya Minah hasil nya 15mg/dl, sedang kam ginjal yang normal memilki GFR di atas 60 ml/dl.
Tenggorokan Ana terasa tercekat, dia pun tidak mampu untuk berkata-kata, hanya bisa menggeleng kan kepala nya, dengan air mata yang meluncur bebas membasahi pipi nya.
"J..jadi maksud dokter, ibu saya mengalami gagal ginjal..??"Tanya Ana dengan suara bergetar, menahan sesak di dada nya.
Hati nya kembali sangat lara, mengetahui jika ibu kandung yang baru saja di ketahui nya, harus menderita gagal ginjal.
"Sayang.."Fidy segera merangkul pundak Ana, membawa nya ke dalam pelukan nya.
"Jangan sedih sayang, kita akan hadapi ini bersama.."Ucap Fidy lagi, sambil mengelus lembut pundak Ana, mencoba memberikan kekuatan.
Sedang kan, Dokter hanya mampu menatap Fidy dan Ana bergantian.
"Apa masih ada harapan dok..?"Tanya Fidy, dengan tatapan penuh harap.
"Tentu saja tuan, jika ada pendonor ginjal untuk nyonya Minah.."Jawab dokter.
"Tapi, kalau memang belum ada donor ginjal yang cocok, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan cuci darah, biasa nya di lakukan 2-3 kali seminggu, selama 4-5 jam sekali tindakan.."Dokter, memberikan penjelasan.
"Kalau begitu, saya akan mendonor kan ginjal untuk ibu saya dok.."Ana berkata dengan penuh harapan, dan langsung melepaskan diri dari pelukan Fidy.
"Sayang.."Panggil Fidy, dia sangat kaget dengan ucapan Ana.
"Apa seseorang bisa hidup normal, hanya dengan satu ginjal dok..??"Tanya Ana, dengan tatapan penuh tanya.
"Betul nyonya, tapi dengan catatan jika ginjal itu dalam keadaan sehat, karena satu ginjal yang sehat cukup untuk menyaring darah agar tetap bersih."Jelas Dokter.
"Kalau begitu, silah kan cek ginjal saya dok."Ana berkata lagi, dengan penuh antusias.
"Sayang, tenang dulu.."Fidy mengusap lembut punggung Ana.
"Saya putri kandung nya, pasti ginjal saya cocok dengan ibu.."Ana berkata, tanpa menghiraukan ucapan Fidy.
Fidy dan dokter hanya saling tatap.
"Baik lah, tapi kami harus melakukan serangkaian pemeriksaan dan golongan darah dulu.."Jawab dokter.
"Dokter, juga bisa mengecek ginjal saya.."Ucap Fidy, yang mendapat tatapan penuh tanya dari Ana.
"Kenapa.??"semua orang bisa mendonorkan ginjal nya, walaupun kamu putri kandung nya, belum tentu ginjal kalian cocok.."Fidy berkata, dengan santai.
"Iya benar, kecocokkan ginjal tidak harus mempunyai hubungan darah.."Dokter, membenarkan perkataan Fidy.
__ADS_1
"Terimakasih mas."Ana berkata sambil tersenyum, dan menggenggam tangan Fidy.
"Sama-sama sayang, sudah aku bilang ibu mu ibu aku juga.."Fidy membalas senyuman Ana, sambil mengelus lembut rambut Ana.
"Apa pengecekan nya bisa di lakukan sekarang dok..??"Tanya Ana tak sabar.
"Bisa nyonya, tapi sebelum nya kami cek dulu golongan darah dan kesehatan dari tuan dan nyonya.."Jawab dokter.
"Siap dok.."Jawab Fidy, yang terus merangkul pundak Ana.
"Kalau begitu mari kita lakukan pemeriksaan dulu."Dokter berkata, sambil bangkit dari duduk nya, mengajak Ana dan Fidy melakukan serangkaian pemeriksaan.
Mereka pun keluar dari ruangan dokter menuju ruang pengecekan, dan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan dan golongan darah.
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mereka melakukan serangkaian pemeriksaan.
Sampai akhir nya Fidy dan Ana, berada kembali di ruangan dokter, dan terlihat dokter yang bernama Richard itu, sedang mengamati semua hasil pemeriksaan kesehatan mereka.
Ana terlihat gelisah dan gugup. Jantung nya terasa berdetak kencang, pikiran dan hati nya benar-benar bercampur aduk, ketakutan dan kekhawatiran tampak terlihat jelas di wajah cantik nya.
Fidy mencoba menenangkan Ana, dengan mengelus lembut punggung Ana yang berada di samping nya.
"Bagaimana, hasil nya dok..??"Ginjal siapa yang cocok untuk di donor kan ke bu Minah .??"Tanya Fidy, karena melihat kegelisahan di wajah Ana.
"Mohon maaf tuan dan nyonya, ginjal kalian tidak ada cocok dengan nyonya Minah.."Ucap dokter, sambil terus memperhatikan test kesehatan yang berada di tangan nya.
"Sayang, biar kan dokter memberikan penjelasan nya lebih dulu.."Ucap Fidy, berusaha menarik tubuh Ana, tapi Ana menolak dengan kasar.
"Saya putri nya dok, tidak mungkin ginjal kami tidak cocok.."Suara Ana, terdengar lebih kencang.
"Betul nyonya, anda memang putri nya, golongan darah kalian juga sama, dan dari aspek kesehatan semua terlihat bagus.."Jawab dokter.
"Lalu tunggu apa lagi, kita lakukan transplantasi nya sekarang.."Ucap Ana tak sabar.
"Mohon maaf nyonya Ana, tapi kandungan protein yang berada di dalam urine nyonya, kurang dari batas minimal untuk jadi pendonor..."Jelas dokter.
Ana hanya terdiam, sedang kan Fidy terus mencoba menenangkan Ana.
"Kalau hasil saya, bagaimana dok..??"Tanya Fidy, yang berusaha setenang mungkin melihat kepanikan Ana.
"Mohon maaaf tuan, golongan darah anda dan nyonya Minah berbeda."Terang dokter.
Fidy menarik napas dan membuang nya berlahan, sedang kan Ana, sudah terdengar isakan tangis nya.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan dok, untuk kesembuhan ibu kami.??"Tanya Fidy, sambil mengelus lembut rambut Ana, yang sedang menangis.
"Sambil menunggu pendonor ginjal yang cocok, sementara ini nyonya Minah harus melakukan cuci darah, seperti yang sudah saya jelas kan.."Jawab dokter.
__ADS_1
"Apa nyonya Minah, mempunyai anak atau kerabat lain..??"Tanya dokter, menatap bergantian Fidy dan Ana.
Ana yang sedang menunduk dan menangis, langsung mengangkat wajah, seketika ada secercah harapan di mata nya.
"Ada dok, saya mempunyai kakak kandung.."Ucap Ana, sambil menyeka air mata nya.
"Baik lah, kita akan segera melakukan pemeriksaan kepada kakak nyonya.."Ucap dokter, sambil tersenyum.
"Tapi dia baru saja menyelesaikan operasi pengangkatan peluru dari mata kaki nya, apa bisa untuk mendonor kan ginjal nya..??"Tanya Fidy, terlihat ke khawatiran di wajah nya.
Perkataan Fidy seketika membuat Ana terdiam, dia membenarkan apa yang di katakan Fidy, tapi entah tiba-tiba ada ketidak relaan di hati nya, saat Fidy mengkhawatirkan Laura.
"Ayo lah Ana, jangan berpikir yang aneh-aneh, fokus pada kesembuhan ibu mu, bagaimana pun Laura itu kakak kandung mu.."Ucap Ana dalam hati, mencoba berdamai pada diri nya sendiri.
"Tidak masalah tuan, jika memang dia memenuhi syarat-syarat untuk pendonoran ginjal.."Jawab dokter.
"Baik kah dok, kalian bisa langsung melakukan pemeriksaan, di saat kondisi nya sudah pulih dari operasi, untuk sementara biar ibu kami melakukan cuci darah dulu.."Keputusan Fidy.
Ana tidak menjawab, dia hanya terdiam, perasaan sedih, khawatir, panik dan cemburu jadi satu di pikiran nya.
**********
Maaf banget baru up
Note \= GFR adalah Glomerular Filtration Rate atau laju
filtrasi glomerulus adalah laju rata-rata
penyaringan darah dalam glomerulus. GFR juga
merupakan cara terbaik untuk menentukan
tingkat fungsi ginjal serta untuk menentukan
tingkat keparahan bagi penderita penyakit ginjal
( Maaf kalau salah).
Apakah ginjal Laura, cocok dengan ginjal bi Minah.
Bagaimana kelanjutan hubungan Fidy, Ana, dan Laura.?
Ikuti terus kisah kehidupan mereka.
Jangan lupa mampir ke novel author dua ini 👇
__ADS_1