
Bab 44
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Dengan penuh semangat dan cekatan Ana menyelesaikan semua masakan dan berbagai macam cup cake yang di buat nya.
"Perfect.."Ucap Ana dengan tersenyum puas melihat masakan nya yang sudah terhidang rapi di meja makan, tampak lezat dan menggugah selera.
Begitu juga dengan cup cake yang di buat nya begitu cantik,dan tidak lupa puding mangga juga sudah tersaji dengan manis nya di meja makan.
Melihat cup cake dengan berbagai rasa dan model yang cantik mengingat kan Ana pada Satria,,dia ingat jika Satria sangat menyukai cup cake buatan nya.
Ana teringat kata-kata Satria saat itu, Satria selalu memuji nya dengan mengatakan,,jika urusan kue terutama cup cake lebih enak buatan Ana dari pada buatan ibu nya sendiri Mirna.
Kembali Ana terbayang kenangan manis saat-saat kebersamaan mereka, kenangan yang mampu membuat Ana tersenyum.
Kemudian pandangan Ana pun beralih ke berbagai macam lauk yang di hidangkan nya,rendang ayam,tumis daun singkong dan sambal cabai hijau,serta puding mangga itu adalah salah satu menu favorit Fidy.
"Kenapa hasil berkarya kali ini menghasilkan menu kesukaan dari dua orang yang berbeda..??"Tanya Ana pada diri sendiri sambil menautkan alis nya.
Tanpa Ana sadari,hari ini dia mengolah menu yang di sukai oleh dua lelaki yang berbeda,yang sama-sama hadir dalam hidup nya, Satria cinta pertama nya,dan Fidy lelaki baru genap sebulan menikahi nya,dan pernikahan mereka hanya pernikahan siri.
Sambil menghela napas,Ana menarik kursi dan langsung menjatuhkan bokong nya di kursi itu, dengan melipat kedua tangannya di bawah dagu dan menatap semua hidangan yang tersedia di meja makan.
"Satria,,apa kabar mu sekarang..??"Pasti kamu sedang meraih mimpi-mimpi mu.."Ucap Ana dalam hati sambil kembali menghela napas,dada nya selalu terasa sesak jika mengingat masa lalu nya.
"Apa diri ku masih menjadi impian dan tujuan hidup mu Satria..??"Ana bertanya dalam hati dengan dada yang penuh gemuruh kesedihan.
Wajah Adrian dan Rima pun hadir di pelupuk mata nya,tidak mungkin Ana melupakan kedua orang yang sudah merawat serta menjaga nya dari bayi dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Ana menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar, mencoba melupakan semua kenangan yang sudah menemaninya selama 22 tahun.
Dia harus melihat ke depan dan dia juga bertekad harus mencari tahu masa lalu orang-orang di sekitar nya sekarang, sehingga diri nya menjadi korban dari masa lalu mereka.
"Nyonya, sebentar lagi tuan Fidy pulang,dari pada melamun lebih baik Nyonya membersihkan diri untuk menyambut kepulangan tuan..."Ucap bi Minah yang tiba-tiba berada di samping Ana,sontak membuat Ana yang sedang melamun tersentak kaget.
"Apa dia mau makan siang di rumah..??"Tanya Ana sambil mengerutkan dahi nya dan menatap tajam bi Minah.
"Bukan dia tapi tuan Fidy suami Nyonya.."Ucap bi Minah mengingatkan.
Ana menghela napas.
"Suami...??"Tanya Ana menatap bi Minah.
Bi Minah tidak menjawab,dia hanya membalas ucapan Ana dengan senyuman.
__ADS_1
"Oke,, sampai sekarang kami masih suami istri,,tapi jika 3 bulan berturut-turut dia tidak memberikan nafkah lahir dan batin aku sudah bukan istri nya lagi bi..!!!"Ana berkata dengan suara sedikit lebih tinggi dan penuh penekanan.
"Nyonya..."Ucap bi Minah kaget dengan ucapan Ana.
"Lagian pernikahan kami hanya pernikahan siri,,jadi mudah sekali untuk kami berpisah..."Ana berkata sambil bangkit dari duduknya dan melangkah kan kaki nya meninggalkan ruang makan.
Bi Minah tidak percaya dengan ucapan Ana,dia hanya bengong menatap punggung Ana yang sudah menghilang dari ruang makan.
Sedangkan Fidy yang mendengar kan apa yang Ana bicarakan dari CCTV yang terhubung ke ponsel nya,membuat nya menggeram marah dan mengepalkan tangannya.
"Oh,,jadi kamu menginginkan hak mu Ana..??-"Fidy berkata dengan wajah yang mulai menegang.
"Oke, hari ini aku akan menjalankan kewajiban ku sebagai seorang suami.."Ucap Fidy lagi dengan senyum licik nya.
Tiba-tiba Fidy teringat Laura.
"Aku dengan Laura sudah menikah hampir 4 tahun,dan aku hanya memberikan nya nafkah lahir, seharusnya Laura sudah bisa menuntut cerai..??"Tanya Fidy sendiri sambil berpikir.
"Pasti jawabannya karena cinta..."Jawab Fidy pada diri sendiri lagi sambil menghela napas.
"Ana,,wanita ini berani-berani nya mengambil keputusan sepihak..!!"Ucap Fidy lagi saat teringat dengan perkataan Ana pada bi Minah.
"Tunggu aku suami mu Wihana Maharani..!!"Ucap Fidy dengan senyum menyeringai licik dan langsung melangkah meninggalkan ruangan kantor nya.
Saat Fidy ingin keluar dari ruangan, tiba-tiba sekertaris nya menghampiri nya.
"Oh ya saya sampai lupa.."Fidy berkata sambil memijit kening nya.
"Tolong kamu minta tuan Aksa untuk menghandle meeting nanti,saya sedang ada urusan urgent.."Ucap Fidy yang berniat melangkah pergi.
"Tapi tuan.."Belum sempat sekertaris berkata,Fidy sudah berlalu dengan langkah tergesa, meninggalkan sekertaris nya yang terbengong menatap punggung Fidy yang hilang saat memasuki lift.
Sekertaris itu hanya menarik napas dan menggelengkan kepalanya.
"Aku harus berkata apa ya pada tuan Aksa..??"Tanya sekertaris pada diri sendiri sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Lebih baik aku katakan yang sejujurnya saja dech.."Ucap sekertaris sambil melangkah kan kaki nya menuju ruangan Aksa.
Tok..tok..
"Masuk..!!"Seru suara bariton laki-laki yang berada dalam ruangan.
Sekertaris pun membuka pintu,tampak Aksa sedang duduk di kursi nya dengan 2 bodyguard yang selalu berada di samping nya.
"Ada apa..??"Tanya Aksa saat sekertaris Fidy sudah di hadapan nya.
__ADS_1
"20 menit lagi ada meeting dengan perusahaan Central Group.."Jawab sekertaris Fidy yang tidak berani menatap wajah Aksa yang menurut nya lebih menakutkan dari Fidy.
"Dia menyuruh aku yang menghandle meeting itu...!!"Seru Aksa yang tahu kemana arah pembicaraan sekertaris itu.
"I..iya tuan.."Ucap sekertaris itu dengan terbata.
"Pasti ingin menemui wanita itu..??"Anak si***n..!!"Geram Aksa marah.
"Aku akan siap-siap dulu,keluar lah..!!!"Perintah Aksa dengan wajah mulai merah padam.
"Baik tuan.."Ucap sekertaris sambil mengangguk dan segera pergi meninggalkan ruangan Aksa.
Aksa menarik napas nya dan membuangnya kasar.
"Fidy Eka Sakti,lihat saja akan ku buat kau menyesal.."Geram Aksa sambil menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran nya dan sedikit melonggarkan dasi nya karena merasa sesak dengan amarah yang memuncak di hati nya.
*************
Sementara itu Fidy sudah tiba di kediaman nya.
Saat masuk ke dalam rumah, kedatangan nya langsung di sambut oleh bi Minah.
"Nyonya sedang mandi dan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tuan.."Ucap bi Minah sambil menunduk hormat.
"Iya bi,biar saya langsung ke kamar nya saja.."Fidy berkata sambil melangkah menuju kamar Ana.
Fidy membuka pintu kamar Ana tanpa mengetuk nya lebih dulu, seumur hidup nya baru Ana lah wanita yang di temui nya di dalam kamar, dan tanpa rasa ragu dia pun masuk dan menutup pintu nya kembali.
Tampak terdengar suara gemericik air dari kamar mandi,Fidy tersenyum penuh arti.
Dia pun merebahkan tubuh nya di ranjang Ana,dia mencium aroma Ana di kasur dan di bantal, dengan tersenyum bahagia Fidy memeluk salah satu guling yang Pasti nya selalu di gunakan Ana, terbukti dengan tercium nya aroma harum Ana di guling itu,sambil memeluk guling Fidy membayangkan jika diri nya sedang memeluk Ana, sampai akhirnya tanpa sadar dia pun terlelap.
Tak lama berselang,Ana pun keluar dari kamar mandi,Ana keluar hanya berbalut handuk, karena dia tidak tahu jika ada orang lain di kamar nya.
Saat Ana akan menuju ke lemari,dia menemukan seorang laki-laki yang sedang tidur di ranjang nya,dan.......
********
Dan apa ayo...???
Kepo ya..??he..he..
Maka nya jangan lewatkan setiap bab nya,di jamin semakin seru.
Jangan lewatkan juga novel author yang ceritanya tidak kalah seru,pasti nya sudah tamat dong.
__ADS_1
Yuk Mampir dan beri dukungan untuk karya-karya author.