Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Ajakan Fidy


__ADS_3

Bab 39


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Fidy dengan santai nya menutup telepon, dia tidak menyadari kehadiran Ana di belakangnya.


Saat Fidy menoleh, dia langsung terkejut melihat Ana sudah berdiri tepat di belakangnya dengan jarak yang cukup dekat, Fidy yakin jika Ana mendengar pembicaraan nya, apa lagi Ana menatap tajam ke arah nya dengan penuh selidik.


"Hai, sejak kapan kamu ada di sini..??"Pasti kamu menguping pembicaraan aku ya..??"


Tanya Fidy dengan mata melotot, untuk menghindari pertanyaan dari Ana.


"Fidy Eka Sakti, kenapa kamu jadi takut dengan gadis kecil seperti dia..??"Di mana kharisma mu sebagai CEO muda yang penuh kesuksesan..??"Tanya Fidy dalam hati merasa kesal dengan diri nya, kenapa takut sekali jika Ana mengetahui jika dia berbohong.


"Siapa yang menguping...??"Aku juga tidak tahu apa yang sedang tuan bicarakan..!!"Jawab Ana ketus membalas tatapan mata Fidy dengan sorot mata tajam.


"Hmmm.."Fidy mendengus kesal


"Aku sudah lapar jam berapa ini..???"Tanya Fidy sambil melirik jam tangan branded nya"


"Begini cara mu sebagai istri melayani suami...??!!"Fidy bertanya lagi sambil membalas tajam tatapan Ana.


Deg..


"Suami.."Gumam Ana pelan nyaris tak di di dengar


Berlahan Fidy mendekati Ana.


Ana pun mundur beberapa langkah ke belakang.


"J..justru aku datang ke sini mau mengajak tuan sarapan, tapi tuan malah menuduh yang tidak - tidak.." Jawab Ana gugup dengan wajah yang sudah mulai memerah, sambil menggigit bibir bawah nya.


"Tidak perlu menggigit bibir mu...!!"Bentak Fidy saat jarak mereka yang sangat dekat.


Ana langsung tersentak kaget, begitu juga dengan bi Minah, mang Ujang,pak Tarjo dan Wira.


Tapi mereka buru-buru menunduk saat Fidy melotot ke arah mereka, seakan tidak tahu dan tidak mendengar apa yang terjadi pada tuan dan nyonya mereka.


"Si*l, kenapa mereka tidak ada yang menolong ku sie..??"Umpat Ana kesal.


"Oh ya, mereka Khan anak buah laki-laki sombong dan aneh ini.."Gerutu Ana dalam hati, masih dengan mode menggigit bibir bawah.


"Wihana Maharani, aku suami mu sudah lapar..!!"Teriak Fidy dengan penuh penekanan.


"Hah..!!"Ucap Ana dengan mulut yang langsung menganga tak percaya dengan ucapan Fidy.


Begitu juga dengan para anak buah nya yang ada di taman, mereka yang awal nya menunduk, mengangkat wajah mereka menatap tak percaya dengan ucapan Fidy.


"Berani-berani nya kalian menatap aku seperti itu..??"Apa kalian sudah bosan kerja..!!!"Teriak Fidy dengan tangan terlipat di dada, menatap tajam ke arah anak buah nya.

__ADS_1


"M..maaf tuan.."Teriak pak Tarjo dengan gugup.


Fidy langsung menarik tangan Ana mendekati bi Minah,pak Tarjo, mang Ujang dan Wira.


Mereka yang tadi nya asyik makan, langsung meletakkan mangkok bakso mereka dan langsung berdiri, saat Fidy melangkah ke arah mereka sambil menarik tangan Ana.


"Berani sekali kamu teriak-teriak, apa kamu sudah bosan kerja..??"Tanya Fidy sinis saat sudah berdiri di depan mereka berempat.


"M..maaf tuan.."Ucap Pak Tarjo sambil menunduk.


"Jelas saja pak Tarjo berkata sambil teriak, karena jarak antara beliau dan tuan khan jauh..!!"Ucap Ana kesal sambil menatap Fidy dari samping.


Fidy yang sedang menatap ke arah pak Tarjo pun, memalingkan wajah nya menatap Ana.


"Tuan sendiri saja bicara dengan saya berteriak, padahal jelas sekali jika saya berada di hadapan tuan..."Ucap Ana lagi dengan tegas membalas tatapan Fidy, dengan jantung berdetak kencang.


"Nyonya Ana.."Bi Minah berkata sambil menatap Ana


"Saya sudah bilang sama Nyonya untuk bersikap sopan pada tuan Fidy, apa lagi dia suami Nyonya..."Bi Minah berkata lagi sambil menatap teduh mata Ana.


Lagi-lagi Ana seperti terhipnotis dengan kata-kata bi Minah, seperti seorang ibu yang sedang menasehati putri nya.


"Maaf.."Ucap Ana menunduk.


"Stop..!!"Jangan di gigit..??"Ucap Fidy tiba-tiba saat Ana akan kembali menggigit bibir bawah nya.


Lagi-lagi semua orang yang ada di taman pun terkejut.


Bi Minah hanya tersenyum simpul melihat kelakuan tuan nya.


"Nyonya Ana kamu benar-benar hebat, mampu membuat seorang Fidy Eka Sakti, laki-laki angkuh sedingin es, menjadi laki-laki pemaaf.."Bi Minah berkata dalam hati dengan penuh rasa syukur.


Semenjak kejadian memilukan yang menimpa nya di masa lalu, Fidy terkenal laki-laki yang pendiam, angkuh, arogan dan kejam.


Bi Minah yakin jika Ana bisa merubah kepribadian Fidy, bahkan dia juga yakin jika Ana bisa menjadi pendamai dari benci dan dendam di masa lalu.


"Apa nyonya dan tuan ingin sarapan di taman...??"Biar saya siap kan semua..."Tanya bi Minah.


"Kalian terus kan makan, biar kami sarapan di meja makan saja.."Fidy berkata dengan wajah di buat sedatar mungkin sambil menarik kembali tangan Ana.


Bi Minah, Pak Tarjo dan mang Ujang tersenyum melihat kelakuan Fidy, kecuali Wira yang terlihat guratan kesedihan di wajah nya.


Bi Minah menghela napas melihat wajah Wira.


"Teruskan makan mu Wir.."Ucap bi Minah sambil memberikan mangkok bakso Wira yang belum habis.


"Iya bi,, terimakasih banyak.."Jawab Wira sambil mengambil mangkok bakso nya, dan memakan nya dengan wajah yang muram.


******

__ADS_1


Sementara saat Ana dan Fidy memasuki rumah.


"Maaf tuan, saya bisa jalan sendiri, jadi tidak perlu di tarik seperti ini.."Protes Ana saat mereka memasuki rumah.


Fidy tidak menghiraukan ucapan Ana, dia terus menarik Ana hingga sampai di meja makan.


Saat sampai di meja makan Fidy berhenti, Ana yang sedang di tarik Fidy tepat berada di belakang Fidy pun menabrak punggung Fidy yang kekar.


"Auw.."Teriak Ana sambil memegang dan mengusap kening nya dengan tangan kiri nya.


Fidy tidak menjawab, hanya menatap wajah Ana penuh arti.


Ana yang awal nya tidak mengerti, akhirnya tahu maksud dari sang CEO dingin.


"Bagaimana aku bisa melayani mu, jika tangan ku tidak mau tuan lepas kan .."Ana berkata dengan wajah kesal.


Fidy tersenyum tipis nyaris tidak terlihat, kemudian melepaskan tangan nya.


Dengan cekatan Ana menarik kursi yang akan di duduki tuan rumah sekaligus suami nya.


Ana segera meracik bakso yang sudah di siapkan oleh bi Minah di atas meja makan.


Fidy menatap gerak gerik tangan Ana yang begitu lihai dalam meracik bakso sehingga menyajikan semangkok bakso yang nikmat, tercium dari aroma nya


"Silahkan tuan.."Ana berkata dengan tersenyum sambil meletakkan mangkok yang berisi bakso dengan pelengkap nya di depan meja Fidy.


"Temani aku makan..."Fidy berkata sambil mengaduk kuah bakso di mangkok.


"I.. iya."Ana berkata sambil menyiapkan bakso untuk dirinya sendiri.


Kemudian dia duduk d hadapan Fidy.


Saat Fidy mencicipi kuah bakso,,dia merasakan kuah yang benar-benar enak dan lezat, sesuatu yang amazing bagi nya


Ana tersenyum bahagia, melihat Fidy memakan bakso nya dengan lahap,sampai sekarang sudah mangkok ke dua.


"Nanti malam aku akan mengajak mu makan malam di luar.."Ucap Fidy santai sambil menikmati bakso nya.


Sedangkan Ana langsung tersentak kaget tak percaya dengan ucapan Fidy.


******


Dengan mengajak makan malam Ana, apakah itu pertanda jika Fidy ingin jujur dengan perasaan nya..--??


Ikuti dan dukung terus novel author.


Maaf ya seperti nya jarang up nie,karena hp author susah untuk ngetik ( maklum bikin cerita nya langsung ngetik di hp, ga punya laptop ..he..he


Jangan lupa mampir ke karya Author yg lagi promosi sendiri

__ADS_1



__ADS_2