Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Tamat-Pesta Pernikahan.


__ADS_3

Bab 130


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Di sebuah telaga biru, terlihat sebuah pesta pernikahan yang bertema outdoor dan bernuansa putih.


Terlihat semua orang tersenyum penuh kebahagiaan.


Tampak Fidy tampil begitu memukau, dengan setelan jas putih nya, terlihat sangat sempurna dan Ana yang terlihat sangat cantik, dengan gaun elegan nya yang senada warna nya dengan jas yang di gunakan Fidy.


"Terimakasih An, kamu sudah mau menjadi istri ku.."Ucap Fidy dengan raut wajah bahagia, dan tatapan penuh cinta.


"Sama-sama mas, aku juga berterimakasih, karena sudah memilih ku sebagai istri mu.."Jawab Ana, sambil tersenyum, dengan kebahagiaan yang terus terpancar di wajah nya.


Netra mereka saling tatap, Fidy menyentuh lembut wajah Ana, dan semakin mendekat kan wajah nya.


"Hmmmm.."Sebuah deheman, mengagetkan mereka.


"Sabar dong, tunggu pesta nya bubar.."Bramantyo menggeleng kan kepala nya, menggoda Fidy.


Fidy mendengus kesal, Ana tersenyum dan mengelus kembut lengan Fidy.


"Kalau kamu sudah menikah, pasti kamu juga sudah tidak sabar Bram.."Jawab Fidy, yang membuat wajah Ana memerah.


"Iya, aku akan segera mencari nya.."Jawab Bramantyo malas.


"Enak saja, aku tidak akan pernah mau di langkahi, awas aja.."Ucap Febi tiba-tiba, yang datang sambil menggandeng tangan dokter Jimmy.


"Kalau begitu, setelah ini, cepat lah kamu menikah.."Jawab Bramantyo.


"Tentu Bram, kami akan segera menikah.."Ucap dokter Jimmy, sambil melepas kan tangan Febi.


Dokter Jimmy pun bersimpuh di hadapan Febi, sambil memegang jemari Febi, yang membuat wajah Febi merona.


Semua orang terkejut, melihat tingkah dokter Jimmy.


"Hari ini di hadapan semua orang, aku melamar mu, Febi Ema Sakti, mau kah kamu menjadi istri ku..??"Tanya dokter Jimmy, dengan tatapan penuh harap.


"Aku mau dan bersedia, menjadi istri dari dokter Jimmy .."Jawab Febi, sambil mengangguk dan tersenyum malu.


suara riuh tepuk tangan dan bahagia pun terdengar ramai.


"Terimakasih kasih sayang.."Dokter Jimmy mencium punggung tangan dan kening Febi, dan membawa je dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Kami juga akan menikah tuan.."Tiba-tiba sebuah suara terdengar, membuat mereka terdiam sesaat.


"Robert, Ayu.."Panggil Fidy.


"Kebersamaan kami membuat cinta tumbuh di antara kami, dan saya meminta ijin kepada tuan Fidy, tuan Bramantyo dan nona Febi, untuk menikahi Ayu.."Robert berkata, sambil menggenggam tangan Ayu.


Semua terhenyak, tapi senyum segera mengembang di wajah mereka.


"Tentu saja aku mengijinkan nya, maaf kan aku Yu, sebagai kakak aku tidak pernah tahu keberadaan mu.."Febi memeluk tubuh Ayu.


"Sayang, jangan terlalu erat memeluk Ayu, dada nya masih sakit karena luka tembak waktu itu.."Dokter Jimmy mengingat kan Febi, sambil mengelus lembut punggung Febi.


"Maaf kan aku Ayu.."Febi melepas kan pelukan nya.


"Luka ku sudah membaik kak, terimakasih sudah menerima ku sebagai adik.."Ayu berkata, dengan mata berkaca-kaca.


"Aku juga berterimakasih, karena kamu mau menerima kami sebagai saudara.."Ucap Febi.


"Lalu, apa rencana kalian..??"Tanya Fidy menatap bergantian Febi, dokter Jimmy, Bramantyo, Ayu dan Robert.


"Aku akan kembali ke Bali, menerus kan usaha galery lukisan ku.."Jawab Bramantyo.


"Kami akan kembali ke Jerman, dan menikah di sana.."Jawab Febi, sambil bergelayut manja di lengan dokter Jimmy, di balas dengan anggukan dan senyuman dari dokter Jimmy.


Fidy mengangguk.


"Rencana, kalian sendiri apa setelah ini .??"Tanya Febi, menatap Fidy dan Ana.


"Kami akan tinggal di sini, dan kami akan membangun usaha bersama.."Fidy berkata, sambil membawa Ana ke dalam pelukan nya, dan mencium lembut kening Ana.


"Iya, biar kami bisa menjaga ibu.."Jawab Ana.


"Ibu bahagia melihat kalian semua.."Sebuah suara lirih, mengagetkan mereka.


"Ibu.."Ayu langsung, menghambur ke pelukan bi Minah.


"Aku meminta restu ibu, untuk menikah.."Ucap Ayu, dengan tangis bahagia.


"Iya sayang, kamu berhak bahagia, Robert tolong jaga baik Ayu, ibu titip anak ibu kepada mu.."Pinta bi Minah menatap Robert.


"Iya bu, saya janji akan selalu menjaga dan melindungi Ayu.."Jawab Robert tegas.


"Aku juga meminta restu bibi.."Ucap Febi manja, ikut memeluk bi Minah.

__ADS_1


"Iya sayang, bibi percaya, jika dokter Jimmy bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk mu.."Ucap bi Minah membelai rambut Febi.


"Tentu saja bi, karena cinta ku kepada Febi, tidak terbatas oleh waktu.."Ucap dokter Jimmy, yang membuat semua orang tertawa.


"Aku juga meminta restu bi, biar aku dapat jodoh di Bali sana ."Bramantyo tidak mau kalah meminta restu, sambil mencium punggung tangan bi Minah.


"Tentu saja, bibi selalu memberikan do'a yang terbaik untuk tuan Bram.."Bi Minah berkata sambil tersenyum.


"Ish, jangan panggil dengan sebutan tuan, bibi khan sekarang sudah menjadi ibu mertua dari kakak ku yang super dingin ini, otomatis bibi juga orang tua ku.."Ucap Bramantyo.


"Hai, aku sudah tidak dingin lagi, karena ada seseorang yang selalu memberikan aku kehangatan.."Fidy berkata, sambil memeluk tubuh Ana. Membuat Ana tersentak kaget.


"Mas.." Wajah Ana kembali memerah.


"Maklum, pengantin baru.."Goda Pramudya, yang membuat semua orang tertawa.


Kebahagiaan, menghiasai hati mereka.


Ana menangkap selulit Satria, yang sedang menatap nya dengan tersenyum bahagia, kemudian selulit itu pun menghilang.


"Satria, terimakasih, atas semua yang sudah kamu berikan kepada ku, terimakasih untuk semua cinta dan pengorbanan mu.."Ucap Ana dalam hati.


Senyum bahagia mengembang di wajah cantik nya.


***************.


Tuhan tidak pernah salah memberikan jodoh kepada hamba Nya.


Yang bukan menjadi milik mu, seberapa kuat kamu menggenggam dan mempertahankan nya, dia akan pergi, begitu juga sebalik nya apa yang menjadi milik mu pasti akan kembali kepada mu.


Jangan pernah menyalahkan takdir, apa pun yang terjadi dalam hidup mu.


Alhamdulillah, novel "Jodoh Tak Pernah Salah Memilih" sudah tamat.


Mohon maaf, jika banyak kesalahan dalam penulisan maupun alur cerita.


Maaf juga, jika akhir cerita tidak sesuai dengan keinginan pembaca😁🙏.


Sekarang, fokus di novel ke 3 ku "Penyesalan Zaidan"



__ADS_1



__ADS_2