Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Febi Ema Sakti


__ADS_3

Bab 92


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Ana yang sedang berkutat dengan alat-alat masak, terperanjat kaget mendengar suara nyaring seorang wanita yang memanggil nya kakak ipar.


Sontak Ana pun menoleh ke arah sumber suara, dia kembali kaget, saat melilhat sosok wanita cantik dengan rambut pirang, yang dia lihat saat di teras tadi sedang berpelukan dengan Fidy dan dokter Jimmy.


Tampak di belakang wanita itu, ada bi Minah, Fidy dan pasti nya dokter Jimmy.


Ana pun langsung mematikan kompor.


Ana mengerutkan kening nya, saat wanita berambut pirang itu, memeluk hangat lengan bi Minah, tampak keakraban di antara mereka.


"Hai, kakak ipar..."Wanita berambut pirang itu kembali memanggil Ana dengan sebutan kakak ipar, tentu saja itu membuat Ana semakin bingung.


Saat Ana sedang bingung, Fidy menghampiri nya, kemudian mencium pipi nya.


Cup...


"Akhhh.."Teriak Ana, langsung melotot ke arah Fidy, sambil memegang pipi yang baru saja di cium Fidy dengan tangan nya.


Mereka bertiga pun kaget dengan perlakuan Fidy ke Ana.


Mereka tidak menyangka jika seorang Fidy Eka Sakti,bisa bersikap mesra kepada wanita, apa lagi di depan orang lain.


"Ternyata, Mamas ku yang sedingin kulkas ini, bisa bucin juga..."Cibir wanita berambut pirang, dengan senyum mengejek ke arah Fidy.


"Aku juga bucin banget sama kamu Feb.."Sambar dokter Jimmy tiba-tiba, sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah wanita berambut pirang, yang sering di panggil nya dengan sebutan Feb.


Wanita itu hanya mengerucutkan bibir mungil nya, yang berwarna merah.


"Aku sudah bilang dari dulu, aku tidak mau punya adik ipar seperti mu.."Ucap Fidy melotot ke arah dokter Jimmy, sambil mengerat kan pelukan nya di pinggang Ana.


"Tunggu, wanita ini..??"Tanya Ana, sambil menoleh ke arah Fidy.


Fidy hanya tersenyum, dan mencium kening Ana.


"Ish..."Protes Ana, yang langsung memalingkan wajah nya.


Ana sudah tidak tahu bagaimana rona wajah nya sekarang.


"Kenapa laki-laki ini tiba-tiba jadi mesum sie...??"Tanya Ana dalam hati.


Sedangkan bi Minah hanya tersenyum melihat kelakuan Fidy, Dokter Jimmy dan wanita yang di panggil Feb itu hanya menggeleng kan kepala mereka, karena tidak percaya jika Fidy bisa bersikap alay seperti ini.


"Kenal kan kakak ipar, nama ku Febi Ema Sakti bisa di panggil Febi atau Ema, adik perempuan dari laki-laki yang dulu seperti gunung es, tapi sekarang jadi alay karena bucin..."Ucap wanita berambut pirang itu, yang ternyata adik perempuan Fidy, sambil mengulurkan tangan nya kepada Ana.

__ADS_1


Seketika Fidy melotot ke arah Febi, tapi Febi terlihat cuek, bahkan tersenyum bahagia melihat kedongkolan Fidy.


Ana pun terkesiap, dia tidak menyangka jika wanita cantik di depan nya ini, adalah adik dari suami siri nya, yang berarti adik ipar nya.


"Aku panggil Ema saja ya..?" kenal kan nama aku Ana.."Ucap Ana sambil tersenyum, dan membalas uluran tangan Febi.


"Betul sekali An, panggil Ema saja, karena Febi itu panggilan kesayangan ku.."Ucap dokter Jimmy, yang langsung merangkul pundak Febi.


"Hai, lepas kan tangan mu dari pundak adik ku.."Fidy berkata, dengan tatapan tak suka ke arah dokter Jimmy.


"Cuma rangkul aja, pelit banget sie lo, adik lo juga khan butuh cowok..."Dokter Jimmy berkata sambil memain kan rambut pirang Febi.


"Ishh..."Febi menyikut keras perut dokter Jimmy.


Dokter Jimmy pun langsung melepaskan rangkulan nya.


"Aduh, sakit sweetie..." Erang dokter Jimmy, sambil memegang perut nya.


"Pokok nya, kalau nanti bertemu sama dia, mas Jimmy jangan aneh-aneh ya..."Ucap Febi penuh penekanan, terlihat tidak ada rasa bersalah di wajah nya, karena sudah menyikut kencang perut dokter Jimmy.


Jimmy tidak menjawab, dia hanya tersenyum penuh arti menatap bergantian Febi, Ana, dan Fidy .


"Kakak ipar, boleh aku bantu masak..??"Febi mendekati Ana, menghindari tatapan dokter Jimmy.


Fidy juga menatap tajam, adik perempuan satu-satunya, seandai nya tidak ada Ana, Fidy pasti sudah meng interogasi Febi tentang laki-laki yang sedang di sukai nya.


Ana tahu jika ada sesuatu di antara mereka bertiga.


"Hai, kakak ipar bilang mau panggil aku Ema, kenapa jadi nona..??"Protes Febi, dengan wajah pura-pura cemberut.


"I..iya, maaf..."Ana berkata sambil menyentuh tengkuk nya.


"Apa kakak memanggil suami kakak dengan sebutan tuan..?"Tanya Febi penuh selidik, menatap bergantian Fidy dan Ana.


"Anak kecil ga usah kepo, tidak perlu juga tanya macam-macam sama istri ku..!!"Hardik Fidy, sedikit melotot ke arah Fidy.


"Pokok nya kalau sampai si mamas ini, memperlakukan kakak ipar dengan tidak baik, langsung lapor saja ke aku.."Bisik Febi di telinga Ana.


Ana tersenyum penuh arti, sambil melirik ke arah Fidy.


"Cepat selesai kan masak mu sayang, aku sudah lapar..."Ucap Fidy lembut, sambil mencium puncak kepala Ana, dan tersenyum smirk ke arah Febi.


Lagi-lagi Febi menggeleng kan kepala nya, ternyata kakak nya yang dulu di takuti nya sebagai seorang yang mencintai sesama jenis, apa lagi dia tahu kalau Fidy sangat dekat dengan sepupu mereka almarhum Aryo, karena dia tahu sekali jika Aryo seorang bise**ual.


"Biar bibi menerus kan masak nya nyonya.."Ucap bi Minah.


"Tidak usah bi, biar saya saja, tinggal sedikit lagi ko.."Ana berkata sambil melanjutkan kegiatan masak nya.

__ADS_1


"Iya bibi lebih baik istirahat saja, biar aku saja yang bantu kakak ipar.."Febi berkata dengan tatapan dan senyum hangat ke arah bi Minah.


"Kalau begitu biar bibi ke depan saja ya, mau bantu mang Ujang sama pak Tarjo.."Balas bi Minah.


"Oke bi.."Jawab Febi, sambil membentuk huruf o pada jari nya.


Bi Minah pun tersenyum, dan melangkah pergi meninggalkan dapur.


"Kamu sangat dekat sekali dengan bi Minah.."Tanya Ana, yang dari tadi kepo dengan kedekatan bi Minah dan Febi.


"Kakak ipar tahu ga..??"Kalau bi Minah itu bukan hanya sekedar ART, tapi kami sudah menganggap dia seperti mamah kami.."Ucap Febi dengan mata berbinar.


"Wah, berarti bi Minah sudah lama bekerja di sini ya...??"Tanya Ana lagi.


"Dari Bramantyo lahir.."Ucap Febi santai, sambil membantu Ana memotong tomat.


"Bramantyo...???"Tanya Ana, sambil mengerutkan keningnya, dan menatap wajah cantik Febi yang berada di samping nya.


"Oo iya, mamas khan tidak pernah menceritakan kami ya.."Jawab Febi.


"Bramantyo itu adik kami yang paling kecil.."Jawab Febi.


"Oh ya.."Ucap Ana tak percaya.


Febi pun mengangguk kan kepala nya.


Sejenak Ana berpikir.


"Seperti nya Febi orang yang sangat terbuka, aku akan mencari informasi tentang keluarga Aksa kenapa sangat membenci keluarga ku.."Ana berkata dalam hati.


"Melalui Febi aku juga akan mencari informasi tentang orang tua ku.."Ana berkata dalam hati lagi, sambil tersenyum tipis, dia merasa akan ada titik terang dari rahasia dendam masa lalu.


"Kami tiga bersaudara kakak ipar, mamas adalah anak tertua dari keluarga Aksa Sakti, aku yang cantik ini anak kedua, sedang kan anak nakal itu si Bramantyo anak bungsu.."Jelas Febi.


Ana tersentak kaget dengan ucapan Febi, yang membuyar kan pikiran nya.


"Mm... kalau mamah kalian..??"Tanya Ana dengan hati-hati, sambil menatap lekat Febi.


Seketika Febi menarik napas, tampak wajah nya menjadi sendu, dan mata nya pun berkaca-kaca.


*************


Apa yang terjadi pada mamah nya Fidy..??


Bisa kah Ana mendapatkan informasi, tentang orang tua nya dan masa lalu yang di penuhi oleh rasa benci dan dendam..???


Jangan lewat kan di setiap bab nya.

__ADS_1


Author baru bisa buat tiga novel, ada yang masih baru banget lho 👇



__ADS_2