Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Kopi Spesial


__ADS_3

Bab 51


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Wira menatap nanar Fidy dan Ana yang saling melambaikan tangan, dan saling melempar senyum penuh kebahagiaan.


Dengan menghela napas dan wajah sendu, Wira memutar tubuh nya melangkah pergi menuju taman.


Bi Minah yang dari tadi memperhatikan Wira hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan membuang nya kasar, kemudian melangkah ke taman dengan secangkir kopi dan biskuit, langsung menuju taman menghampiri Wira.


Terihat Wira sedang memotong tangkai bunga yang kering, dengan pikiran yang entah berkelana kemana


"Wira, ini kopi mu bibi taruh di meja.."Ucap bi Minah saat sudah dekat dengan Wira, sambil menunjuk ke arah meja yang terletak dekat taman.


Wira tersentak kaget dengan kehadiran bi Minah yang dia tidak sadari kehadiran nya.


Bi Minah hanya menggeleng kan kepala nya melihat Wira.


"T..terimakasih banyak bi.."Jawab Wira gugup, sambil melihat ke arah meja, terlihat secangkir kopi yang masih mengepul kan asap dan sekaleng biskuit.


"Minum lah selagi panas, biskuit nya juga di makan jangan hanya kopi, tidak baik untuk lambung mu.."Bi Minah berkata sambil menatap nanar Wira.


"Bibi mau buat nasi goreng dulu buat sarapan, nanti kamu ambil saja ke dapur...."Ucap bi Minah.


"Baik bi...."Jawab Wira.


Bi Minah mengangguk.


"Jangan terlalu banyak begadang, tidak baik untuk kesehatan mu juga.."Bi Minah berkata sambil menepuk pelan pundak Wira, kemudian berlalu meninggalkan Wira.


Wira membalas nasehat bi Minah dengan sebuah anggukan.


Bi Minah menghentikan langkah nya.


"Dan satu lagi Wira, jangan pernah menatap wanita yang berstatus istri orang, apa lagi dia istri majikan mu.."Bi Minah berkata sambil berlalu meninggalkan Wira yang terpaku dengan ucapan nya.


.


Wira hanya diam mematung, menatap punggung bi Minah yang menuju arah dapur.


.


Tatapan nya begitu nanar, tampak raut kesedihan di wajah nya,, dengan langkah gontai Wira menuju meja di mana bi Minah meletakkan kopi untuk nya.


Sambil menyesap kopi, Wira menatap langit yang sudah terlihat cerah, padahal jam baru menunjukkan pukul 6 pagi

__ADS_1


Wira mengambil ponsel dan membuka galery, menatap lekat foto seorang wanita cantik di satu album, dan satu wanita cantik bersama seorang pria, wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah foto wanita yang satu lagi.


Wira menghela napas, sambil melanjutkan kembali menikmati kopi buatan bi Minah.


***********


Fidy sampai di Mansion mewah keluarga Aksa, tampak Aksa dan Laura sudah menunggu kedatangan Fidy.


"Mas, aku senang sekali kamu bisa datang, aku rindu..."Ucap Laura menghampiri Fidy dan bergelayut manja di lengan kekar Fidy yang terbungkus jas berwarna coklat.


"Kita berangkat sekarang..."Ucap Fidy tanpa menatap Laura, tatapan nya begitu dingin dan tajam menatap Aksa.


Aksa tidak menjawab, hanya membalas dengan senyuman sinis, dan segera melangkah kan kaki nya menuju mobil mewah nya.


Fidy pun ikut melangkah kan kaki nya dengan posisi lengan yang terus di peluk Laura, menuju mobil yang sudah di tunggu mang Ujang.


Sambil mengangguk hormat,nMang Ujang pun membuka kan pintu mobil untuk Fidy dan Laura, dan mobil mereka pun melaju membelah jalan raya.


"Mas, aku sangat merindukanmu.."Laura berkata sambil menyandarkan kepala nya di pundak Fidy, dengan tangan yang masih bergelayut manja di lengan Fidy.


"Tidak perlu banyak drama Laura, cukup di depan umum saja, bukan di saat kita berduaan..."Ucap Fidy datar dan dingin tanpa menoleh sedikit pun pada Laura.


Sebenarnya dada dan hati Laura sangat sakit dengan perlakuan dan perkataan Fidy, tapi rasa cinta nya jauh lebih besar dari sakit hati.


Laura semakin mempererat pelukannya di lenga n Fidy, mang Ujang tidak berani sedikit pun melirik ke arah mereka.


Tak lama sampai lah mereka di bandara, masih ada cukup waktu mereka ngobrol sebentar dengan tuan Huong sebelum penerbangan tiba.


Mereka bertemu di coffe shop yang berada di area bandara.


Saat mereka sampai di Coffe shop, tuan Huong dan dua orang anak buah nya sudah berada di sana, dan menyambut kedatangan mereka.


"Hallo tuan Fidy, suatu kehormatan anda bisa datang untuk mengantar kepulangan saya..."Tuan Huong berkata sambil menjabat tangan Fidy.


"Maaf tuan Huong, saya baru ada waktu menemui tuan Hong lagi...Ucap Fidy penuh hormat.


"Tidak apa-apa tuan Fidy, saya sangat mengerti dengan kesibukan anda..."Jawab tuan Huong.


"Hai, wanita cantik ini pasti istri tuan Fidy, menantu keluarga besar Aksa Sakti..."Tuan Huong berkata sambil memberikan tangan kepada Laura, dan menatap kagum Laura dari ujung rambut sampai ujung kaki


"Hallo tuan Huong, senang berjumpa dengan anda..."Ucap Laura ramah, sambil membalas jabatan tangan tuan Huong dengan tangan kanan nya, karena tangan kiri nya masih bergelayut di lengan Fidy.


"Anda benar-benar wanita yang sempurna nyonya Laura..."Tuan Huong berkata dengan penuh kekaguman menatap wajah Laura.


Laura hanya tersenyum manis mendengar pujian tuan Huong.

__ADS_1


Laura sudah terbiasa mendapat kan pujian dari lelaki seperti tuan Huong.


Sedangkan Fidy, lelaki yang sudah menikahi nya selama tiga tahun tidak pernah memuji nya sedikit pun.


"Tuan Fidy, anda laki-laki yang beruntung bisa mendapatkan wanita secantik dan sesempurna ini..."Ucap tuan Huong, yang terus menatap Laura.


Fidy hanya tersenyum tipis, Laura merasa sesak, karena Fidy sama sekali tidak menanggapi dan terpengaruh dengan pujian tuan Huong pada diri nya.


"Apa kita harus berdiri terus seperti ini.??"Ucap Aksa sinis, yang kesal dengan ucapan dan tatapan tuan Huong kepada Laura, tentu lebih kesal kepada Fidy yang tidak beusaha melindungi Laura, dari kekaguman laki-laki lain.


"Oh maaf, silahkan duduk..."Ucap tuan Huong menunjuk kursi di depan nya.


Mereka ber empat duduk dengan saling berhadapan.


"Mau pesan kopi...??"Tanya tuan Huong, menatap bergantian Fidy, Laura dan Aksa.


"Saya air mineral saja..."Jawab Fidy datar


Semua menatap Fidy heran, terutama Aksa,dia menatap Fidy dengan tatapan semakin sinis.


"Anda tidak suka kopi tuan Fidy...."Tanya tuan Huong sambil menautkan kedua alis nya.


"Saya sangat menyukai kopi tuan Huong..."Ucap Fidy sambil tersenyum, mengingatkan nya kembali dengan kopi buatan Ana tadi.


Bagi nya kopi buatan Ana kopi yang paling nikmat, yang pernah dia rasakan.


"Tapi tadi pagi, saya sudah minum kopi yang sangat spesial..."Ucap Fidy lagi.


"Oh ya... saya tebak jika kopi yang tadi anda minum adalah buatan orang yang sangat spesial pasti nya...."Ucap tuan Huong, dengan senyum dan wajah menggoda, sambil mencuri pandang ke wajah Laura.


Laura kaget dengan pernyataan Fidy, tapi dia buru-buru menguasai diri nya, dan dengan senyum kepalsuan menghiasi wajah nya.


"Betul tuan Huong, kopi buatan dari orang yang spesial.."Jawab Fidy dengan wajah dan mata berbinar bahagia.


Sedangkan Laura, sudah terlihat gurat kesedihan di wajah dan mata nya sudah mulai berkaca-kaca.


*******


Segini dulu ya up nya.


Semoga besok bisa up lagi.


Jangan lupa mampir ke novel author yang pertama "Darah Daging Yang Di Benci". di jamin seru lho.


He..he..

__ADS_1


__ADS_2