Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Rencana Reza Dan Ariel


__ADS_3

"Mau pergi keluar?" Raka menawari.


Setelah tiba di hotel, mereka kemudian beristirahat dan menikmati sarapan pagi dengan menu yang di sediakan.


"Kemana?" tanya Meili.


"Mungkin jalan-jalan ke sekitar sini, sepertinya pemandangan di sekitar sini bagus."


Setelah Meili berpikir, mungkin memang lebih baik mereka keluar dan jalan-jalan. Dari pada hanya di dalam kamar dan tidak tau harus melakukan apa.


*


*


Di luar hotel mereka kemudian berjalan menelusuri jalan, ternyata memang benar. Tak jauh dari hotel mereka menginap ada sebuah taman yang cukup luas, mungkin bisa di bilang alun-alun di kota tersebut.


Tapi tentu saja alun-alun yang ada berbeda dengan di kota.


"Kak ayo ke sana," Meili dengan antusias menggandeng tangan suaminya. Dan Raka hanya bisa mengikuti kemauan istrinya.


Di sana terdapat banyak wahana permainan untuk anak-anak, lalu tidak sedikit pula berbagai makanan yang menggodanya.


Meili memutuskan untuk menikmati jajanan yang di jual di sana, mulai dari cemilan dan minuman yang ia beli.


Setelah mendapatkan yang ia mau, ia dan Raka duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana.


"Uhm... enak," Begitu makanan yang ia makan lumer di mulutnya. Meili bahkan memejamkan matanya untuk merasakan betapa lezatnya makanan yang berada di mulutnya.


Raka tersenyum tipis melihat itu, ia memang begitu beruntung mendapatkan istri seperti Meili. Dalam hal sederhana pun bisa membuatnya bahagia.


"Kak Raka mau?" Meili menyadari jika hanya dirinya yang makan.


"Boleh," sahut Raka.


Tentu saja Meili langsung memberikan makanan yang masih berada di kantung plastik, karena tadi ia membeli dua.


Namun Raka justru menarik tangan Meili yang memegang makanan yang tadi sudah di makan oleh istrinya, tanpa ragu ia lalu memakannya.


Meili tertegun melihat kelakuan suaminya, di kasih yang baru malah memakan bekas miliknya.


"Memang enak," kata Raka.


Di lain tempat, sepasang pengantin muda juga sedang menikmati kebersamaannya. Setelah semalam mereka begadang, karena putra mereka tidak mau tidur. Hingga Shubuh menjelang putranya baru terlelap. Siapa lagi kalau bukan jika Nathan dan Jessy.


Itu semua di karenakan Al yang terbiasa tidur dengan nenek juga kakeknya, tapi kedua orang tua Nathan harus pergi mengunjungi Oma juga Mariam.


...Area 21+ ya gengs...


"Sayang..." Jessy yang hampir saja terlelap, tapi ia harus terbangun karena merasakan sebuah tangan menelusup di balik kaosnya.


"Aku belum mendapatkan jatah nina bobo," Nathan berbisik.


Jessy merasakan tubuhnya meremang.

__ADS_1


Tangan kekar itu terus merambat naik hingga berhenti di kedua bukitnya.


Nathan tau apa yang harus ia lakukan agar istrinya itu kembali membuka matanya. Ia meremas salah satu bulatan milik Jessy, dan tidak lupa ia mulai mencumbu telinga hingga ke leher mulus Jessy.


"Sayang... " Nafas Jessy tersengal, ia mulai merasakan tubuhnya sedikit memanas.


Nathan tersenyum, ternyata tidak terlalu sulit untuk menggoda istrinya. Ia lalu beranjak, kemudian mengungkung tubuh istrinya.


Wajah cantik istrinya sama sekali tidak pernah berubah meski mereka sekarang sudah memiliki putra. "I love you, Mom." ucapnya sebelum ia mendaratkan bibirnya tepat di bibir istrinya.


Merasakan rasa manis yang memang selalu ia rasakan.


Entah siapa yang memulainya, kini mereka berdua telah polos tanpa sehelai benang.


Dahi Jessy sudah di basahi keringat, nafasnya tak beraturan. Matanya mulai sayu menandakan dia sudah di puncak gairah.


Meskipun begitu, matanya sesekali melirik ke arah box bayi di mana putranya terlelap. Ia takut jika putranya terbangun gara-gara terganggu oleh mereka.


"Ungh... " Tubuhnya melengkung saat merasakan Nathan menerobos pusat intinya begitu saja.


Rasa yang selalu memabukkan, membuat ia melupakan segala hal.


"Kamu sangat cantik sayang," puji Nathan di sela-sela kegiatannya. Dirinya kini mulai menghentak, mencari kenikmatan yang tidak bisa ia bandingkan dengan apapun.


Ia pun tak tinggal diam, ia mulai menyesap sumber asi milik putranya.


Tok.


Tok.


Tok.


Hal itu menarik kesadaran Jessy kembali.


"Sayang, ada yang datang." Suara Jessy bahkan tersengal.


Namun Nathan bergeming, ia sepertinya tidak peduli.


"Ada Den Reza, dan Den Ariel." Beritahu kembali oleh bibi.


"Sayang... !" Jessy menyadarkan suaminya yang kini terus berpacu di atasnya.


"Aku tidak peduli," sahut Nathan.


Jessy tidak bisa berbuat apa-apa jika begini. "Suruh tunggu sebentar Bi," teriak Jessy. Kemudian sudah tidak terdengar lagi suara Bibi.


Adegan panas itu kemudian berlanjut, hingga Nathan dan Jessy sudah tak mampu lagi menahan pertahanan mereka.


"Arrghh," Begitu pelepasan menghantam keduanya.


*


*

__ADS_1


Nathan yang sudah membersihkan diri kini terlihat lebih segar, meskipun ia masih belum tidur sama sekali.


Sebelum keluar dari kamarnya, ia melirik ke arah istrinya yang masih polos bergulung di bawah selimut. Jessy terlelap setelah olahraga pagi yang tadi ia lakukan.


Nathan tersenyum melihatnya, setelah itu ia keluar untuk menemui para sahabatnya yang bertamu tidak tau waktu itu.


Saat di ruang tamu Nathan melihat kedua sahabatnya yang sedang membicarakan suatu hal, kemudian tertawa setelahnya.


Ariel dan Reza yang menyadari kehadiran Nathan, terlihat berubah kesal.


"Kata Bibi suruh tunggu sebentar, tapi ini sudah hampir satu jam." Ariel mendengus.


Dan Nathan seperti biasanya, tidak mendengarkan ocehan Ariel. "Salah sendiri, pagi-pagi sudah di rumah orang."


Ucapan Nathan membuat Ariel juga Reza memutar bola matanya malas.


Tapi kemudian mereka ingat dengan tujuan mereka yang sebenarnya datang ke rumah Nathan. "Lo tau--"


"Nggak," jawab Nathan cepat.


"Kampret, gue belum selesai." Reza yang mengumpat. "Lo tau! Raka sama bininya bulan madu?" Reza bercerita dengan antusias.


Ariel juga menganggukkan kepalanya, tanda jika ia juga mengetahuinya.


Sebelum ke rumah Nathan, ternyata mereka tadi sudah ke rumah Raka. Tapi ternyata sahabatnya itu tidak ada, lalu Anita berkata jika putra dan menantunya sedang berbulan madu.


"Lalu?" Nathan terlihat biasa.


"Ck," Raka dan Ariel berdecak kesal. "Lo nggak penasaran? lo nggak kepingin tau?"


"Nggak," jawab Nathan. "Lagi pula gue udah tau," imbuh nya ambigu.


Memangnya kenapa ia harus penasaran dengan bulan madu sahabatnya, ia sendiri sudah tau bahkan rasanya juga ia sudah merasakannya.


Ariel dan Reza di buat menganga oleh jawaban sahabatnya.


Nathan kemudian beranjak. "Ya sudah, gue mau tidur dulu." Ia lalu pergi dari sana.


"Whoi, ini udah pagi." teriak Ariel. Namun Nathan tetap berjalan menuju kamarnya.


"Terus gimana?" tanya Reza.


"Ya sudahlah kita di sini saja."


Mereka berdua memutuskan untuk tetap di sana meskipun sang tuan rumah kembali tidur. Mereka melanjutkan rencana yang tadi tertunda.


Mereka terkikik membayangkan jika rencana mereka nanti berhasil.


...----------------...


...Hayo upin ipin mau ngapain? ...


...Meskipun sudah tamat, tapi jangan lupa dukungannya ya gengs 🥰...

__ADS_1


__ADS_2