Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Keadaan Yang Menegangkan


__ADS_3

Alis Meili saling bertautan, ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Raka.


Hingga beberapa saat kemudian, Meili hanya diam dan mengikuti kemana Raka akan membawanya. Bahkan sekarang tangannya berada di genggaman Raka.


Senang?


Entahlah, tapi rasa penasaran sekarang lebih mendominasinya.


Meili kemudian berhenti, ketika Raka menghentikan langkahnya.


"Lihatlah!" Raka menunjuk di mana Jessy, Nathan, Tama berada.


Pandangan Meili lalu mengikuti ke arah yang di maksud Raka. Ia sedikit heran melihat keberadaan sahabatnya yang berada di sana, apalagi penampilan sahabatnya yang begitu lesuh dengan kepala yang di sandarkan di bahu suaminya. Tapi ia tidak melihat keberadaan Nenek. "Kenapa meraka berada di sa--"


Meili tidak meneruskan pertanyannya, saat pandangannya baru menyadari jika ruangan di depan Jessy adalah ICU. "Se-sebenarnya ada apa ini?" Ia melihat Raka yang menghela nafas kasar.


Pikiran gadis itu mulai membayangkan hal yang tidak-tidak.


Raka menggenggam lebih erat tangan Meili, sebelum memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Nenek terkena serangan jantung, dan sekarang berada di ruang ICU."


Sontak saja tubuh Meili rasanya membeku, kabar yang ia terima sungguh begitu menyakitkan. "Sejak kapan?" Matanya seketika memanas. Sekelebat bayangan kebersamaan terakhir kali bersama wanita tua itu berseliweran di ingatannya. Di mana Mariam begitu telaten merawatnya ketika di rumah.


"Sejak kalian di larikan ke rumah sakit." jawab Raka.

__ADS_1


Air mata itu begitu saja lolos dari matanya setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Berarti beberapa hari dirinya di rumah sakit, Nenek juga sedang berjuang hidup di ICU. Kenapa dirinya sama sekali tidak merasakan khawatir.


"Kenapa tidak ada yang memberitahuku?" Di sela-sela isak tangisnya.


Raka hanya diam tidak menjawab pertanyaan Meili. Tapi sedetik kemudian Raka membawa gadis itu kedalam pelukannya guna menenangkannya. "Tenanglah, Nenek pasti akan baik-baik saja. Jika lo sendiri nangis, nanti siapa yang akan menguatkan Jessy dan Nenek?"


Perlahan namun pasti, Meili akhirnya bisa menguasai emosi nya.


Raka lalu memberikan jarak di antara mereka. "Pergilah, hibur Jessy." Yang mendapat anggukan dari Meili.


Sebelum menghampiri Jessy, ia membersihkan sisa air matanya. Meskipun masih terlihat jelas matanya yang masih memerah.


"Jessy!" Meili langsung memeluk sahabatnya itu.


Meili menganggukkan kepalanya. "Iya," sahutnya. "Keadaan nenek?"


"Keadaan nenek baik-baik saja," jawab Jessy. Meskipun ada sedikit keraguan dalam dirinya.


"Iya, nenek pasti baik-baik saja." Meili mencoba menguatkan hati sahabatnya. Karena ia sendiri juga membuang rasa takut nya jauh-jauh kalau membayangkan hal buruk itu terjadi.


Dengan hadirnya Meili di sana setidaknya sedikit mengubah suasana hati Jessy yang selalu saja di liputi rasa takut.


Tapi tidak lama setelah itu, semua orang yang berada di sana seketika menghentikan obrolan lalu mendekat ke arah jendela. Mereka terkejut melihat Dokter dan perawat yang berlari menuju ranjang Mariam berada.

__ADS_1


Terlihat Dokter sedang melakukan tindakan terhadap Mariam.


Layar monitor yang menampilkan tanda detak jantung Mariam menunjukkan peningkatan drastis.


"Nek!" Lirih Meili. Ia tidak kalah takutnya dengan Jessy saat ini, apalagi melihat keadaan Mariam seperti itu.


Suasana semakin tegang ketika melihat Dokter yang menyiapkan alat pacu jantung, terlihat di monitor samping Mariam detak jantungnya sudah tidak terdeteksi.


Sedangkan di luar ruangan, Meili melihat sahabatnya yang begitu histeris. Di pelukan Nathan, Jessy meracau akan ketakutannya.


Sedikit banyaknya suasana itu membuat kepala Meili sedikit pusing, tubuhnya hampir saja ambruk jika saja Raka tidak menangkapnya.


"Tenanglah!" Kata Raka sembari menjaga keseimbangan tubuh Meili.


Meili tidak tau lagi harus bagaimana, hingga kemudian ia bisa melihat bagaimana sahabatnya itu yang akhirnya tidak sadarkan diri. "Jessy!" teriaknya.


...----------------...


...Oh ya, aku mau ngasih tau aja. Mungkin dari kalian ada yang kurang setuju sama alur yang aku buat. ...


...Kok ceritanya nggak fokus?...


...Kok ceritanya nggak cuma Meili sama Raka aja?...

__ADS_1


...Gini ya gengs, soalnya kalau aku buat alurnya cuma buat Meili sama Raka nanti takutnya monoton. Makannya aku masukin kisah tentang keluarga, persahabatan, tentunya juga asmara mereka. Udah gitu aja 🤭Terima Kasih 😘💕...


__ADS_2