Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Sebelum Di Rumah Sakit


__ADS_3

Flashback On.


Sebelum tidur, seperti biasanya Meili dan Raka akan terlibat obrolan ringan. Raka yang akan bertanya kegiatan apa saja yang di lakukan istrinya seharian di rumah, karena Meili sudah memulai cutinya bekerja. Namun tak jarang Meili akan tetap bekerja dari rumah, sekedar membaca laporan yang di berikan oleh Rani yang datang ke rumah dan menandatangani beberapa berkas.


Meili sendiri menceritakan apa saja yang ia kerjakan di rumah, meskipun kegiatan yang paling sering ia lakukan hanya makan, menonton televisi, juga memasak di saat ia ingin melakukannya. Juga menceritakan pergerakan anak mereka yang ada di dalam perut, bayi mereka yang mulai berkurang pergerakannya. Tapi itu semua normal, ketika bayi akan mendekati kelahiran.


"Kak, besok jadi jemput Mama sama Papa?" Meili mengingatkan suaminya, besok mertuanya akan datang.


Mertuanya itu beberapa minggu yang lalu harus kembali ke Singapura, katanya ada urusan penting.


"Aku masih belum tau, kamu tau sendiri terkadang ada panggilan darurat." jawab Raka sembari tangannya mengusap perut buncit istrinya yang sesekali merasakan tendangan kecil.


"Mudah-mudahan saja besok kosong jadwalnya." Mengingat besok adalah hari minggu.


"Uhm... apa dia tidak merindukan Papanya?" Raka mengalihkan pembicaraan. Ia lebih mendekat ke arah istrinya.

__ADS_1


Meili mulai merasa geli, apalagi nafas suaminya yang menerpa kulit lehernya. Membuat sensasi aneh dalam dirinya mulai bergejolak. "Kak!" Ia mulai menggeram.


"Bukankah kata Dokter kandungannya lebih sering aku mengunjungi nya maka akan lebih baik." Tangan Raka mulai merayap, yang tadinya ia mengusap perut buncit istrinya kini mulai merayap ke atas. Mencari dua bulatan yang kini ukurannya semakin membesar, dan ia menyukainya.


Meili sudah merasakan gelisah, seperti yang sudah-sudah ia akan selalu kalah jika suaminya sudah memulainya. Karena sebelum sebelumnya, Meili akan selalu menghindar jika suaminya ingin menyentuhnya.


Ia merasa tidak leluasa dengan keadaannya yang sekarang hingga membuatnya malas untuk melakukan itu.


"Uhm... " Tubuh Meili merespon begitu tangan kekar suaminya sudah mencapai kedua asetnya.


Apalagi ia yang memang tidak memakai dalam an ketika tidur, semakin memudahkan aksi suaminya untuk melancatkan aksinya.


Hingga beberapa saat Raka berganti posisi, sekarang ia berada di atas tubuh Meili. Ia menopang tubuh dengan kedua tangannya, agar tidak menekan perust istrinya.


Raka tersenyum melihat reaksi istrinya yang sekarang, nafas memburu dengan sedikit keringat menghiasi kening Meili. Menandakan jika Meili juga menginginkan apa yang di inginkan Raka.

__ADS_1


"Setiap hari, jam, menit hingga detik. Kamu selalu bisa mengisi seluruh duniaku, sayang." Raka menatap ke dalam mata Meili yang sekarang juga menatapnya.


Terlihat pipi istrinya kini tengah merona, hingga bibir merah mudanya tertarik membentuk sebuah senyuman.


Ungkapan kecil yang selalu mempunyai membuat Meili berbunga-bunga, hingga ia merasa jika ia perempuan yang paling beruntung mendapatkan Raka sebagai suaminya.


"Terima kasih untuk semuanya, semua yang kamu lakukan untukku. Menjadi istri terbaik, dan menjadi calon ibu dari anakku."


Tidak ada sahutan dari Meili, namun dari matanya yang berkaca-kaca sudah tersirat jika apa yang di rasakan suaminya juga ia rasakan.


Raka memberi kecupan di kening Meili, yang kemudian di kedua kelopak mata istrinya. Hingga kemudian ia labuhkan bibirnya ke bibir Meili, yang di sambut penuh kasih.


Raka merasakan bibir manis istrinya yang tidak pernah berubah mulai dari pertama kali ia rasakan dulu hingga sekarang, rasanya tetap manis.


...----------------...

__ADS_1


...Maaf ya gengs libur lama 🙏...


...ini flasback nya belum selesai ya 👌...


__ADS_2