Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Berita


__ADS_3

Setelah jam kuliah selesai Meili langsung membereskan buku-bukunya, ia harus bergegas ke rumah makan. Tadi pagi ia tidak sempat mampir, karena jalanan macet. Bisa di pastikan ia akan terlambat jika harus mampir.


Sejenak ia mengambil ponselnya, rasanya tadi ada beberapa pesan masuk ketika ia ada di perjalanan menuju kampus. Tapi ia tidak sempat membukanya. "Yah, mati." Melihat ponselnya yang tidak bisa di nyalakan. "Gara-gara kemarin malam lupa cas."


Setelah bertelpon ria dengan Raka tadi malam, ia lupa mengisi daya karena matanya begitu saja terlelap setelah sambungan berakhir.


Sebelum beranjak, ia lagi-lagi di buat heran. Jika tadi pagi mahasiswa lain yang menatapnya aneh, sekarang teman sekelasnya juga melakukan hal yang sama. "Mereka kenapa sih?" gumamnya.


Tidak ambil pusing, ia lalu pergi dari kelas.


Dan di Koridor, Lagi-lagi hal itu terulang kembali. Meili bahkan melihat dirinya sendiri, ia takut jika ada yang salah dengan tampilannya. Namun semuanya baik-baik saja. "Nggak ada yang salah!"


Langkahnya kemudian ia lanjutkan, rasa curiga lalu muncul dalam dirinya ketika melewati beberapa orang sayup-sayup mendengar namanya di sebut.


Karena tidak mau penasaran, Meili memutuskan untuk menghampiri mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Tapi baru beberapa langkah, seseorang menarik tangannya. "Ikut gue," yang ternyata adalah Rian.

__ADS_1


"Kakak!" Meili sedikit terkejut dengan tindakan Rian, tapi ia akhirnya mengikuti Rian ketika ia di seret pergi dari sana.


*


*


Di taman belakang kampus, kini Meili dan Rian duduk di bangku yang tersedia di sana. Hal yang sudah lama tidak mereka lakukan, tepatnya setelah cinta Rian di tolak oleh Meili.


"Nggak bawa hape?" Rian bertanya.


"Hapenya mati, lupa di cas." jawab Meili dengan tersenyum kaku.


Meili cemberut mendengar itu. "Tadi Kakak telepon? Ada apa?" tanya Meili.


"Hm, ada sesuatu." Sejenak Rian terdiam dengan menatap ke arah wajah ayu Meili. Rian bisa menebak jika Meili belum tau apa yang sebenarnya terjadi, karena gadis itu masih terlihat ceria.


Lalu ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tidak mau jika menatap wajah Meili terlalu lama akan membuat perasaannya yang susah paya ia kubur akan bersemi kembali.

__ADS_1


"Apa?" Meili penasaran.


Rian menghembuskan nafasnya kasar. "Gue tau lo gadis yang baik, jadi gue yakin jika mereka membuat berita yang salah." Rian berbicara namun matanya fokus pada layar ponsel yang ia keluarkan dari sakunya.


Tadi pagi entah siapa yang menyebarkan berita tidak benar tentang Meili, bahwa Meili telah merebut Raka dari seseorang dengan menggunakan secara suka rela menyerahkan tubuhnya agar di tiduri oleh Raka.


Oleh karena itu Rian berniat untuk menghibur Meili, tapi kenyataannya gadis itu justru belum tau apa-apa.


"Kakak ngomong apaan sih!" Meili masih tidak mengerti, sepertinya Rian sedang ngelantur.


Dahi Rian berkerut, pesan yang berada di ponselnya tidak ada. Ia mencarinya lebih teliti lagi, namun pesan itu memang benar menghilang.


"Kak!" Meili mulai kesal karena Rian tidak menghiraukannya.


Rian terdiam, kini dirinya harus bagaimana? Jika ia tidak memberitahunya, pasti Meili akan tetap tahu berita itu tentang orang lain. Hal itu pasti akan lebih menyakitkan nantinya.


...----------------...

__ADS_1


...Sabar ya Meili, aku percaya padamu kok 🥺...


__ADS_2