
Ketika Raka yang baru hadir di acara promnight bersama sahabatnya, ia seketika menghentikan langkah kakinya ketika mendengar beberapa siswa menyebut nama seseorang. Meili.
"Malam ini dia cantik banget ya!"
"Iya, malam ini dia beda."
"Kalau begini bikin gue nggak tahan!"
"Gak tahan apaan?"
"Buat bawa dia ke kamar!"
Beberapa siswa yang membicarakan Meili itu kemudian tertawa. Bagaimana mereka tidak tertarik jika di suguhkan pemandangan seindah itu.
Akhirnya Raka mengikuti arah pandang Mereka, di mana mereka menatap damba pada seseorang yang di bicarakan. Meili, gadis cantik yang begitu mempesona.
Tiba-tiba saja dada Raka bergemuruh, apalagi mengingat perkataan mereka yang berfantasi dengan Meili. Rahangnya mengetat begitu saja menyiratkan ketidaksukaan.
Langkah kakinya tanpa sadar menuntunnya di mana gadis itu berada.
Bruk.
Langkah Raka terhenti ketika seseorang tiba-tiba saja menabraknya. Ia melihat seseorang itu adalah Tasya.
Gadis itu dalam keadaan mata yang memerah, dan ia tau jika gadis itu sedang menahan tangis.
"Maaf," lirih Tasya.
Raka hanya diam, sebenarnya ia kasihan dengan gadis di depannya. Namun mengingat kejadian terakhir kali bersama Tasya, mengakibatkan ia harus berjauhan dengan seseorang.
Mengingat itu, Raka seketika mengalihkan pandangannya kembali pada Meili.
Tatapannya seketika menajam. Lihatlah, Meili sekarang sedang di dekati seorang laki-laki. Yang ia tau adalah laki-laki yang sama yang pernah ia temui di rumah makan Mariam.
Bahkan rasa kasihan yang tadi sempat ia rasakan untuk Tasya kini sudah terlupakan.
*
*
"Hei, malah ngelamun!" Rian mengibaskan tangannya di depan wajah Meili ketika gadis itu tidak bereaksi.
"A-apa!" Meili sedikit terkejut. Ia sendiri tidak menyadari jika sedang melamun.
"Gue dari tadi ngomong sendiri," jelas Rian. "Lagi ngelamun apaan sih?"
"Bu--"
Belum sempat Meili menjawab, terdengar suara pembawa acara menginterupsi. Sepertinya acara promnight sebentar lagi akan di mulai.
"Selamat malam semuanya!" Sapa sang pembawa acara, ia sepertinya salah satu murid kelas tiga. "Untuk sahabat-sahabat gue, selamat buat kita semua yang tahun ini lulus seratus persen."
Sambutan itu untuk beberapa saat terus berlangsung. Mereka mengingat di mana pertama kali bertemu untuk menjadi murid di sekolah itu.
"Semoga setelah lulus, persahabatan akan terus terjalin. Yang pacaran semoga langgeng, dan yang bertunangan segera menikah."
"Hhhuuuu," suara riuh terdengar begitu ramai setelah pembawa acara menyelesaikan ucapannya. Mereka tahu jika kalimat yang terakhir di tujukan untuk Nathan dan Jessy.
Tapi sepasang suami istri itu sudah menghilang dari acara yang baru di mulai.
"Langsung saja kita mulai acara malam ini, kita sambut! Bang Rian." Tunjuk pembawa acara di mana Rian berdiri sekarang.
Mata Meili melotot mendengar itu. Ia langsung menoleh ke arah Rian. "Maksudnya bagaimana?" Tanya nya lirih.
Tapi Rian hanya tersenyum. "Lo temenin gue!" Rian menggenggam tangan Meili, ia berniat untuk mengajaknya naik ke atas panggung yang akan ia gunakan untuk bernyanyi.
Rian bisa berada di sana karena ia menerima tawaran untuk bernyanyi di acara promnight. Ia biasanya bernyanyi untuk mengisi acara di cafe, sebagai penyanyi.
Meili menahan tangannya, ia kemudian menggelengkan kepalanya. "Nggak mau, malu!!" katanya.
Ia tidak bisa membayangkan akan di saksikan oleh semua teman-temannya.
"Ck," Rian berdecak mendengar itu. "Kenapa malunya baru sekarang, biasanya juga malu maluin."
Bibir Meili mencebik, enak saja Rian mengatai nya.
"Bang Rian nanti saja berdebat dengan pacarnya!" Lagi-lagi pembawa acara itu menginterupsi mereka karena Rian tak kunjung datang. "Tunggu-tunggu, pacar Bang Rian anak sekolah sini juga?" Yang mengenali jika gadis yang bersama Rian adalah Meili. "Wah ... kebetulan sekali."
Sontak saja semua yang berada di sana menatap ke arah Rian dan Meili.
Pipi Meili sekarang rasanya benar-benar memanas, bukannya ia tersipu. Justru ia merasakan malu yang rasanya sudah menembus ubun-ubunnya.
"Ayo!" Rian akhirnya menarik paksa Meili.
Di atas panggung Meili hanya bisa terdiam seribu bahasa, suara cempreng yang biasa keluar dari mulutnya sudah lenyap bagai di telan bumi.
"Selamat malam semuanya!" Sapa Rian setelah MC menyerahkan mic padanya. "Kali ini saya akan membawakan lagu dengan di temani seorang gadis yang begitu cantik malam ini." Rian menatap Meili yang berdiri di sampingnya.
Suara riuh kembali terdengar.
Sedangkan Meili, ia hanya bisa tersenyum kaku.
Rian mendekat ke arah Meili, membisikkan judul lagu yang akan mereka nyanyikan. "Bisa?" tanya Rian lirih.
Meili hanya terdiam, dengan ragu ia menganggukkan kepalanya. Entah akan menjadi apa penampilan yang tanpa persiapan ini.
"Baik, kalau begitu kita mulai." Rian mengambil salah satu gitar yang berada di sana, dan mulai memetiknya. Di bantu dengan beberapa orang yang memainkan alat musik lainnya.
^^^When you hold me in the street^^^
^^^And you kiss me on the dance floor^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't it be like that?^^^
^^^'Cause I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^We keep behind closed doors^^^
^^^Every time I see you, I die a little more^^^
^^^Stolen moments that we steal as the curtain falls^^^
^^^It'll never be enough^^^
__ADS_1
^^^ ^^^
^^^It's obvious you're meant for me^^^
^^^Every piece of you, it just fits perfectly^^^
^^^Every second, every thought, I'm in so deep^^^
^^^But I'll never show it on my face^^^
^^^ ^^^
^^^But we know this^^^
^^^We got a love that is hopeless^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't you hold me in the street?^^^
^^^Why can't I kiss you on the dance floor?^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't we be like that? Cause I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^When you're with him, do you call his name^^^
^^^Like you do when you're with me? Does it feel the same?^^^
^^^Would you leave if I was ready to settle down?^^^
^^^Or would you play it safe and stay?^^^
^^^ ^^^
^^^Girl you know this^^^
^^^We got a love that is hopeless^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't you hold me in the street?^^^
^^^Why can't I kiss you on the dance floor?^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't we be like that? Cause I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^And nobody knows I'm in love with someone's baby^^^
^^^I don't wanna hide us away^^^
^^^Tell the world about the love we making^^^
^^^I'm living for that day, someday^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't I kiss you on the dance floor?^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't we be like that? Cause I'm yours,^^^
^^^I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't you hold me in the street?^^^
^^^Why can't I kiss you on the dance floor?^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't we be like that? Cause I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't I say that I'm in love?^^^
^^^I wanna shout it from the rooftops^^^
^^^I wish that it could be like that^^^
^^^Why can't we be like that?^^^
^^^Cause I'm yours^^^
^^^ ^^^
^^^Why can't we be like that?^^^
^^^Wish we could be like that^^^
^^^ ^^^
^^^Saat kau menggenggam tanganku di jalan^^^
^^^Dan kau menciumku di lantai dansa^^^
^^^Aku berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu?^^^
^^^Padahal aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Kita tetap menyembunyikan hubungan kita^^^
^^^Tiap ku melihatmu, aku serasa tersiksa sedikit demi sedikit^^^
__ADS_1
^^^Momen-momen yang kita ‘curi’ dan sembunyikan^^^
^^^Tidak akan pernah cukup^^^
^^^ ^^^
^^^Sudah jelas kau tercipta untukku^^^
^^^Tiap bagian dirimu sangat cocok denganku^^^
^^^Tiap detik, tiap ku berpikir, semakin dalam rasaku padamu^^^
^^^Tapi ku takkan pernah menampakkannya di wajahku^^^
^^^ ^^^
^^^Tapi kita tahu ini^^^
^^^Cinta yang kita punya tak ada harapan^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa kau tak bisa menggenggam tanganku di jalan?^^^
^^^Kenapa aku tak bisa menciummu di lantai dansa?^^^
^^^Aku berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu? Padahal aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Saat kau bersamanya, apa kau menyebut namanya?^^^
^^^Seperti yang kau lakukan saat bersamaku? Apakah terasa sama?^^^
^^^Akankah kau meninggalkannya saat aku siap untuk bersama denganmu?^^^
^^^Atau kau akan bermain aman dan tetap begitu?^^^
^^^ ^^^
^^^Kau tahu ini^^^
^^^Cinta yang kita punya itu tidak ada harapan^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa kau tak bisa menggenggam tanganku di jalan?^^^
^^^Kenapa aku tak bisa menciummu di lantai dansa?^^^
^^^Aku berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tidak bisa seperti itu? Padahal aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Dan tak ada yang tahu aku sedang jatuh cinta pada pacar orang lain^^^
^^^Aku tak ingin menyembunyikannya^^^
^^^Katakan pada dunia tentang cinta yang kita punya^^^
^^^Aku hidup untuk hari itu, suatu saat nanti^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa aku tak bisa menggenggam tanganmu di jalan ^^^
^^^Kenapa aku tak bisa menciummu di lantai dansa?^^^
^^^Aku berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu? Padahal aku milikmu^^^
^^^Aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa kau tak bisa menggenggam tanganku di jalan?^^^
^^^Kenapa aku tak bisa menciummu di lantai dansa?^^^
^^^Aku berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu? Padahal aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa aku tak bisa mengatakan jika aku sedang jatuh cinta?^^^
^^^Aku ingin meneriakkannya dari atap gedung^^^
^^^Aku harap kita bisa seperti itu^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu?^^^
^^^Padahal aku milikmu^^^
^^^ ^^^
^^^Kenapa kita tak bisa seperti itu ^^^
^^^Berharap kita bisa seperti itu^^^
^^^By : Little Mix^^^
^^^Secret Love^^^
Di saat bernyanyi, entah kenapa pandangan Meili terkunci pada Raka yang juga sedang menatapnya. Ia melihat Raka sekarang yang hanya di temani oleh Reza dan Ariel.
"Bro nggak nyangka ya, dedek gemes cepet banget move-on nya," cetus Ariel. Namun matanya melirik ke arah Raka yang terpaku.
"Iya, kalau gini bakalan ada yang patah hati." Reza menimpali.
...----------------...
__ADS_1
...Nah kan, panas panas 🤭...