Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Pernikahan


__ADS_3

Sekarang Raka tidak tau harus melakukan apa, rasa amarah itu tentu saja masih ada dalam dirinya. Tapi penyebab dari semuanya ini sudah tidak ada lagi di dunia ini, jika saja orang itu masih ada! Tentu Raka akan membuat perhitungan terhadapnya tidak peduli dia itu perempuan.


Kesalahan yang di buat Rosi sungguh sangat fatal, mengakibatkan nyawa orang lain melayang. Dan nyawa Meili dan Irfan uang juga hampir melayang karena nya.


Hingga dirinya pun harus meregang nyawa karena perbuatannya sendiri.


"Sekarang lebih baik lo fokus dengan kesembuhan Meili," Nathan menepuk bahu Raka. "Karena Rosi sudah meninggal, hukum tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghukumnya."


Nathan mencoba membesarkan hati Raka untuk melepaskan semua amarahnya, meskipun ia yakin tidak akan mudah. Tapi bagaimana lagi, untuk saat ini tidak ada yang bisa di lakukan selain ikhlas menerima semuanya.


Belum sempat Raka menjawab, terlihat seorang suster berjalan tergesa menghampirinya. "Keluarga Bapak Irfan, di mohon segera ke ruang ICU."


*


*


Setelah sampai di ICU dan menggunakan pakaian khusus, Raka berjalan menghampiri di mana Irfan berada.


Lelaki paruh baya itu terbaring tak berdaya, terlihat beberapa luka yang cukup banyak di tubuhnya. Bukan hanya kakinya yang patah seperti Meili, namun ia juga harus mengalami gagar otak karena terkena benturan yang cukup hebat. Itu semua karena ia berusaha keras melindungi sang putri.


Irfan telah sadar beberapa saat lalu, dan keadaannya masih cukup lemah.


"Nak... !" Irfan memanggil lirih, bahkan nyaris tak terdengar.

__ADS_1


Raka lebih mendekatkan dirinya kepada Irfan, agar tau apa yang sedang di bicarakan.


"Bagaimana keadaan Meili?" Hal pertama yang ia ingat adalah keadaan putrinya.


"Meili baik-baik saja Om," dusta Raka. Ia tidak mungkin menjelaskan yang sebenarnya. "Meili hanya butuh istirahat."


Ada rasa lega di hati Irfan. "Nak, apa Om boleh meminta sesuatu?" Yang segera mendapat anggukan dari Raka.


"Om ingin melihat kalian menikah, Om tidak tau akan bertahan atau tidak." Irfan merasakan jika dirinya tidak akan bertahan lama.


"Jangan bicara seperti itu, Om pasti akan baik-baik saja."


Setelah berunding dengan semua pihak keluarga, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pernikahan yang di inginkan Irfan.


Pernikahan yang sama sekali tidak ada dalam bayangan siapapun, pernikahan yang akan di laksanakan di ruang ICU.


Di luar ruangan, nampak Nathan dan Jessy yang juga akan menyaksikan pernikahan itu dari balik jendela kaca.


"Apa pernikahan ini bisa kita mulai?" Pak penghulu menginterupsi. Ia akan mewakili Irfan untuk menikahkan Meili.


"Kita mulai sekarang," meskipun ini adalah pernikahan dadakan namun terlihat Raka yang begitu yakin.


"Baik kalau begitu ikuti perkataan saya," Penghulu kemudian menjabat tangan Raka.

__ADS_1


Dengan tarikan nafas dalam, penghulu akhirnya mengucapkan ijab qobul. Dan kemudian Raka juga melakukan hal yang sama, mengajarkan ijab qobul dengan lantang tanpa ragu.


"Sah!!"


Para saksi pun bersamaan mengucapkan kata sederhana itu namun begitu bermakna.


"Alhamdulillah," kata pak penghulu yang ikut merasakan lega atas berjalan lancarnya pernikahan itu. Hingga akhirnya terdengarlah lantunan doa yang di ucapkan pak penghulu, mendoakan agar mempelai pengantin bisa menjalani hidup rumah tangga sakina, mawadah dan warohma.


Setelah doa itu berakhir, Raka segera menggapai tangan Irfan untuk ia cium. Yang mulai detik ini juga menjadi orang tuanya.


"Jaga Meili baik-baik, Nak." pesan Irfan. "Buatlah Meili bahagia, karena setelah ini kamu yang akan bertanggung jawab atas putri Papa." Air matanya begitu saja mengalir. "Papa mohon jangan pernah sakiti Meili, karena jika itu terjadi. Papa takut setelah ini tidak akan bisa memeluknya."


"Jangan bicara seperti itu Pa, Raka janji akan sebisa mungkin menjaga Meili." Janji Raka.


Seulas senyum tipis terlihat pada bibir Irfan. Hingga di detik berikutnya, layar monitor yang terhubung ke tubuhnya menunjukkan pergerakan yang tak biasa.


"Pa!" panggil Raka, saat merasakan tangan Irfan dengan perlahan mulai mengendur di genggamannya. Namun mertuanya itu semakin lama semakin menutup kedua matanya.


"Silahkan kalian semua keluar," Dokter menginterupsi. Ia akan melakukan tindakan.


Mau tidak mau, semua orang akhirnya keluar.


Di luar ruangan semua orang hanya bisa berdoa dan berharap untuk keselamatan Irfan.

__ADS_1


...----------------...


...Maaf gengs, ijab qobul nya nggak bisa begitu detail. Karna udah searching tapi masih belum paham 🤭. ...


__ADS_2