Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Malaikat Kecil


__ADS_3

Mereka akhirnya berhasil membawa Meili ke rumah sakit setelah melewati beberapa drama di mana mereka harus menuruti beberapa keinginan Meili.


Seperti Meili yang tidak mau berangkat sebelum makan rujak buah, mampir beli es blewah ketika mereka sedang berada di jalan, dan terakhir Meili yang ingin duduk bersantai di area pom bensin karena merasa lelah. Padahal jarak rumah sakit tinggal beberapa meter saja.


*


*


Sekarang mereka sedang menunggu di luar ruang pemeriksaan, menantikan kabar bahagia yang mungkin saja sebentar lagi akan menjadi kenyataan.


"Mommy!" panggil Alex yang duduk di samping ibunya.


"Hm!" sahut Jessy.


"Apa Tante Meili sakit?" Alex berfikir jika orang yang datang ke rumah sakit pasti orang itu sedang sakit.


"Tidak, Tante Meili hanya mau lihat di perut ada dedek bayinya atau tidak."


"Kenapa bisa ada adik bayi nya?"


Jessy terdiam, ia mencari cara untuk menjelaskan kepada putranya. Dan saat itulah terdengar Ariel dan Reza terkikik melihat itu.

__ADS_1


"Semua orang yang sudah menikah, cepat atau lambat akan segera mempunyai bayi." Kini Nathan yang menjelaskan.


"Berarti Om Ariel dan Om Reza tidak akan punya bayi karena belum menikah!"


"Nah, betul itu." sahut Jessy sembari tertawa.


Ariel dan Reza mendengus, rupanya meskipun masih kecil nyatanya mulut Alex begitu pedas seperti mulut ibunya. Seandainya tidak ada orang tuanya, rasanya mereka ingin sekali menggetok kepala Alex.


Di dalam ruangan pemeriksaan, Raka tidak bisa berkata apa-apa. Kabar bahagia yang baru saja ia dengar memuatnya hanya terdiam, ia tak mampu untuk mengekspresikan nya. Karena apapun itu tak bisa menggambarkan bahagianya ia saat ini.


Matanya tak lepas dari monitor yang menampilkan di mana calon malaikat kecil mereka berada, meskipun masih berupa kantong janin tapi itu sungguh luar biasa.


"Dokter Raka dan Ibu, ini resep vitamin untuk kandungannya. Tolong di habiskan ya, agar janinnya berkembang dengan baik dan sehat. Untuk jadwal pemeriksaan bisa kembali satu bulan lagi, atau jika terjadi sesuatu yang tidak seperti biasanya bisa langsung datang kemari." Dokter perempuan yang bernama Sarah itu menjelaskan, dan ia yang jaga mengenali Raka.


Setelah itu mereka keluar dari ruangan.


Meili masih menggenggam tangan Raka erat, ia sendiri tidak menyangka jika kini di rahimnya sudah ada calon buah hati mereka. Setelah bertahun-tahun menunggu kehadirannya.


"Bagaimana?" Jessy seketika menghampiri begitu melihat Meili.


"Jessy!" Bibir Meili bergetar. Hingga kemudian ia melompat dan memeluk Jessy. "Aku hamil!" katanya.

__ADS_1


Mata Raka membulat melihat kelakuan istrinya. "Sayang kamu sedang hamil, kenapa malah lompat!"


Meili hanya tersenyum kaku. "Aku lupa Kak."


Mereka memutar bola matanya malas, kelakuan absurd Meili ternyata tidak hilang meskipun sedang hamil. Atau mungkin akan bertambah setelah hamil? Entahlah.


Di perjalan pulang, ternyata jalanan cukup macet di siang itu.


"Sayang aku bosan!" Kata Meili pada Raka. "Bagaimana--"


"No!" Semua serempak, kecuali Raka. Mereka tidak mau mendengar keinginan Meili yang mungkin saja akan lebih aneh dari pada sebelumnya.


"Ih... kalian kenapa sih?" Meili melihat semua menatapnya horor. "Aku kan cuma mau bilang ingin ke mall!" Ia mendengus.


"Ayo, ayo. Kita ke mall." Ternyata Alex menyetujui apa yang di inginkan Meili.


"Nah... pinter, memang cuma kamu yang paling mengerti tante." Ujar Meili.


...----------------...


...Alhamdulillah, udah hamil gengs. Tapi itu tandanya cerita ini akan benar-benar berakhir. ...

__ADS_1


__ADS_2