
Semakin mendekati hari pernikahan, Meili semakin di buat gelisah. Setelah menghabiskan waktu bersama Papa nya, kini ia di dalam kamar tidak bisa untuk tidur.
Sudah beberapa kali ia mencoba memejamkan mata, namun itu tidak berhasil.
Ia lalu mengambil ponselnya, mogotak atik yang sebenarnya ia sendiri tidak tau apa yang ia inginkan.
Hingga kemudian ponselnya berdering, tertera di layar ponselnya nama Raka di sana.
Wajah Raka menghiasi layar ponselnya begitu ia menerima panggilan itu.
"Kenapa belum tidur?" tanya Raka dari seberang sana.
"Entahlah, aku... hanya tidak bisa tidur."
"Apa kamu gugup untuk pernikahan kita besok?"
"Ehm... sepertinya begitu. Tapi aku merasa ada hal lain yang mengganjal, tapi aku tidak tau."
Kemudian mereka berdua terdiam.
Karena sebenarnya Raka pun merasakan hal yang sama, hanya saja ia tidak mau menceritakannya.
Meili kemudian menatap lekat wajah Raka, matanya seakan enggan untuk berpaling. Seolah ia tidak akan pernah melihatnya. "Kak!" katanya. Membuat Raka juga ikut menatapnya. "Apa tidak bisa kita menikah sekarang saja?" ucapnya tiba-tiba.
Raka di sebrang sana mengulas senyum. "Apa kamu tidak sabar?"
Pipi Meili merona di buatnya. "Aku hanya saja... " Ia tak dapat menjelaskan apa yang ia rasakan.
__ADS_1
"Apa?"
Tapi Meili menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa." katanya.
*
*
Di lain tempat, tampak seorang gadis begitu kacau. Lihatlah, wajah cantiknya bahkan begitu menyedihkan. Rambut panjangnya begitu berantakan.
Rasa sakit dalam hatinya menjadi penyebab ia seperti itu, sakit melihat orang yang ia cintai sebentar lagi akan menikah.
Rosi, gadis itu merasakan di mana puncak dari rasa patah hatinya.
"Gue harus bagaimana?"
Dentuman musik yang memekakkan telinga bahkan sama sekali tidak mempengaruhinya.
Sesekali ia menangis, dan sedetik kemudian ia tertawa. Di saat ponselnya berdering, ia pun tidak memperdulikan nya. Padahal terlihat nama sahabat baiknya tertera di sana.
"Gue udah bela-belain pergi dari apartemen buat lupain elo, tapi semakin gue jauh dari lo semakin besar rasa cinta gue."
Sejak kejadian malam itu, Rosi memutuskan untuk pindah dari apartemen. Berusaha untuk menyembuhkan luka hatinya, tapi sayangnya semua itu tidak berhasil.
"Raka..." hanya nama itu yang sekarang berada dalam pikirannya.
"Nona, lebih baik anda berhenti minum. Anda sudah terlalu mabuk." Bartender yang sedari tadi memperhatikan Rosi mengingatkan.
__ADS_1
"Diamlah!" sentak Rosi. "Gue nggak mabuk."
Hingga pagi hari tiba, mulai terlihat kesibukan di rumah Meili. Meskipun acara pernikahan akan dilakukan di hotel, namun tetap saja masih ada beberapa hal yang harus di bawah dari rumah.
Dan di kamar Meili, gadis itu sedang di rias oleh MUA yang di persiapkan oleh ibu mertuanya.
Rencananya acara ijab qobul mereka akan di mulai pukul delapan pagi, di salah satu hotel ibu kota.
"Meili, gue nggak sabar!" Terdengar suara Jessy yang begitu antusias. Mereka sedang melakukan VC, Jessy tidak bisa datang ke rumah Meili. Dan nanti ia berencana akan langsung datang ke hotel.
Meili yang sedang di rias hanya mencebikkan bibirnya. "Jessy kenapa kamu yang jadi tidak sabar?" katanya.
"Gue nggak sabar nunggu cerita malam pertama lo!" Jessy rasanya tidak memperdulikan jika obrolan ya di dengar orang lain.
Mata Meili membulat, ia bisa melihat dari cermin jika perempuan yang sedang meriasnya sedang menahan senyum. "Jessy!!"
Namun, sahabatnya itu justru tertawa dari seberang sana. Hingga di detik berikutnya Jessy menatap serius ke arah Meili setelah tawanya mereda. "Gue ikut bahagia Meili."
Ucapan Jessy terdengar begitu tulus, bahkan terlihat dari matanya yang sekarang sedikit berair. Meskipun hubungan mereka hanya sebatas sahabat, tapi kasih sayang mereka sudah seperti saudara.
Meili yang tadinya sempat kesal, kini juga ikut merasa terharu. "Jessy... " rengeknya. "Jangan buat aku sedih di hari bahagiaku." pinta nya. Tapi tetap saja, matanya mulai berair.
"Meili, semoga setelah ini kita akan selalu bahagia." Doa Jessy.
"Amin."
...----------------...
__ADS_1
...Selamat malam gengs, maaf beberapa hari menghilang. Sebelumnya memang di ropotkan oleh acara sekolah anak, dan yang terakhir aku sendiri mengalami kecelakaan. Semoga setelah ini bisa lancar up nya 😊...