Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Teman Cerita


__ADS_3

Mobil Raka tiba saat hari sudah hampir tengah malam, setelah tadi mereka menghabiskan waktu di pantai.


Meili mengajaknya pulang saat di rasa hatinya sudah lebih baik.


Tapi kali ini Meili tidak pulang ke rumah Nenek Mariam, melainkan rumah mewah kediaman Nathan. Tadi Raka menyarankan untuk pulang ke rumah sahabatnya, karena di sana ada Jessy yang sudah kembali.


Ia tau jika di saat seperti ini kekasihnya itu butuh seseorang yang nyaman untuk bercerita, dan itu adalah Jessy.


Meskipun ia adalah kekasihnya, tapi ia tau akan ada tempat ternyaman sendiri jika Meili bertemu dengan Jessy. Tadi pun ia sudah menghubungi Nathan, dan sahabatnya itu mengizinkannya.


"Sayang!" Mami Nilam yang menyambut kedatangan Meili begitu gadis itu turun dari Mobil. Ia sudah tau apa yang sedang di alami gadis itu.


"Tante!" Meili lalu memeluk wanita paruh baya itu. Seseorang yang tidak ada hubungan darah dengannya namun juga begitu hangat terhadapnya seperti pada putrinya sendiri.


*


*


Di dalam kamar yang di tempati Meili, terlihat Jessy sedang berada di sana.


"Lo udah tau siapa pelakunya?" Jessy juga merasa marah saat ada seseorang yang menyakiti sahabatnya, tapi ia tidak bisa menolongnya.


Meili menggelengkan kepalanya. "Aku nggak ingin tau, pasti rasanya akan bertambah sakit jika mengetahuinya." Ia seakan sudah lelah mengalami permasalahan hidupnya, hingga tidak mau menambahnya lagi.

__ADS_1


"Ck," Jessy berdecak kesal melihat Meili. "Seharusnya itu lo cari tau, kalau udah ketemu lo tendang itu kepalanya biar otaknya bener." sungutnya. Ibu hamil itu terkadang tidak bisa mengontrol emosinya.


Meili mendelik. "Ya ampun Jessy! Kenapa kamu jadi sadis begini." Ia bergidik ngeri.


"Gue bukan sadis, tapi biar tuh orang nggak berani macem-macem lagi."


"Tapi nggak gitu juga."


"Halah, lo aja yang kurang garang!" Jessy mencibir.


Meili memutar bola matanya malas.


Kemudian Jessy teringat sesuatu. "Lo sering nginep di apartemen Raka?" Rasa keinginan taunya mulai muncul.


Jessy tersenyum penuh arti. "Berlnarkah?"


Meili mendengus mendengarnya.


"Gue kira kalian udah--" Jessy tidak meneruakan ucapannya ketika suara Meili melengking di udara.


"JESSY!!!" teriak Meili. Membuat wanita hamil itu tertawa seketika.


"Jangankan begituan, aku aja belum pernah ngerasain namanya ci pokan." kata Meili tanpa sadar.

__ADS_1


Tawa Jessy seketika berhenti. "Serius?" tak percayanya, dan Meili mengangguk. Setelah itu tawa Jessy menyembur lebih keras dari sebelumnya.


Tidak lama pintu kamar itu terbuka, terlihat Nathan di ambang pintu. Membuat Jessy dan Meili menoleh ke arahnya.


"Sayang!" Nathan memanggil istrinya. Tersirat suatu kode dalam matanya.


"Iya, sebentar lagi." sahut Jessy.


Sedangkan Meili hanya diam menyaksikan.


"Ok!" Nathan kemudian berlalu dari sana.


"Kak Nathan kenapa?" tanya Meili.


"Biasa, mau minum susu dulu sebelum tidur. Ya udah gue juga mau tidur dulu," Jessy beranjak dari ranjang.


"Kenapa nggak di buatin bibi aja?" ujar Meili.


Jessy yang hampir sampai di ambang pintu itu kemudian berhenti. "Bukan susu itu Meili, tapi susu cap nona." Ia kemudian pergi dari kamar Meili.


"Susu cap nona?" Meili membeo. "Perasaan belum pernah dengar merek itu." Meili yang tidak mengerti maksud Jessy.


Di apartemen, Raka masih terus berkutat dengan laptopnya. Mencoba mencari tau siapa sebenarnya dalang dari semuanya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2