Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Tidak Menyukai Rasa Ini


__ADS_3

Meili mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat makanan berada, dan ia bisa melihat itu berada di salah satu sudut ruangan.


Ia langsung saja menuju ke sana, langkahnya yang anggun membuat tidak sedikit yang menatap ke arahnya.


Malam ini ia benar-benar berbeda, ia seperti bukan Meili yang kecentilan seperti biasanya.


Seperti tujuan awalnya, ia mengambil salah satu minuman yang telah tersedia di sana.


Ketika ia akan kembali untuk menemui Jessy, dari tempatnya sekarang terlihat sahabatnya itu sedang berbicara dengan Tasya yang tak lama Nathan pun hadir di sana di susul dengan teman-temannya.


"Kayaknya aku ganggu deh kalau ke sana!" gumamnya. Hingga ia memutuskan untuk tetap berada di tempatnya.


Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ternyata acara malam ini cukup menyenangkan bagi anak muda seperti dirinya.


Karena malam ini guru membebaskan tema apa yang akan di buat muridnya, asalkan itu dalam batas wajar.


Terbukti di sana tidak adanya minuman beralkohol atau semacam lainnya.


"Hai!" Seseorang mengagetkan nya dari belakang, membuat Meili seketika menoleh. Matanya membulat melihat kehadiran orang itu yang tidak di sangkanya. "Kak Rian!" pekik Meili.

__ADS_1


Laki-laki tertawa melihat raut wajah Meili yang terkejut, kemudian lambat laut tawa itu memudar kala menyadari penampilan Meili yang terlihat berbeda. Dan tentu saja gadis itu terlihat semakin cantik.


"Kak Rian kenapa bisa di sini?" Setahu Meili ini hanya untuk murid di tempat ia sekolah.


Namun lelaki itu masih terdiam, matanya masih tidak lepas memandangi wajah ayu Meili.


"Kak Rian!" Meili memukul lengan Rian karena tak kunjung tersadar dari lamunannya.


"Oh!" Rian tergagap. Ia segera mengalihkan pikirannya. "Gue dapat kerjaan," beritahu nya.


"Kerja apa?" Meili merasa heran. Pasalnya ia tidak pernah tahu jika lelaki di depannya itu bekerja, yang ia ketahui Rian hanya anak kuliahan.


"Nanti juga tau," jawab Rian. Dan itu membuat Meili memutar bola matanya malas.


Mata Meili mendelik. "Aku cuma ambil segelas minum kak, ini pun belum habis." Ia menunjukkan gelasnya dengan raut wajah kesal.


"Lagian, udah cantik-cantik masih makan melulu." Rian tetap menggodanya.


Wajah Meili yang tadinya kesal langsung berubah sumringah ketika mendengar Rian menyebutnya cantik. "Bener aku cantik?" tanya nya tidak percaya, tentu saja dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Rian menganggukkan kepalanya. "Cantik," katanya. "Tapi bo'ong," lanjutnya. Tawa renyah langsung saja keluar dari mulutnya.


Meili kembali kesal mendengar itu. Ia langsung mengalihkan perhatiannya dari pada melihat wajah Rian yang menyebalkan menurutnya.


Dan di detik kemudian ia tak sengaja melihat kehadiran Raka yang tak jauh darinya.


Deg.


Lagi-lagi ia tak menyukai rasa ini, rasa yang pernah membuatnya sakit hingga memutuskan untuk mundur mengejar Raka.


Tapi pada kenyataannya hingga kini ia tidak berhasil menggeser Raka yang sudah menempati sudut hatinya.


Lihatlah Raka sekarang sedang bersama Tasya, dengan gadis itu yang menangis di hadapannya.


Meskipun Raka tidak melakukan apapun terhadap Tasya, namun Meili tidak suka melihat itu.


Hingga kemudian tatapan Raka akhirnya bertemu dengan mata indahnya.


Untuk beberapa saat pandangan mereka terkunci, dan akhirnya Meili lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


...----------------...


...Sedikit dulu gengs, kalau maksa banyak takutnya gak keburu waktunya. Pengalaman beberapa kali up di atas jam sebelas malam malah tayangnya besok siang. ...


__ADS_2