
Raka yang baru saja keluar dari apartemennya tidak sengaja melihat mobil yang ia kenali melaju kencang melewatinya.
Meili.
"Mau kemana?" Melihat jam pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi.
Ia yang awalnya berniat untuk pergi ke supermarket akhirnya memutuskan untuk mengikuti mobil Meili. Teringat kejadian terakhir kali yang di alami gadis itu membuatnya sedikit khawatir.
Hampir lima belas menit Raka mengikuti mobil Meili, namun gadis itu tidak juga berhenti. Bahkan kecepatan mobil yang di kendarai Meili semakin cepat.
Di dalam mobil Meili, gadis itu hanya melajukan mobilnya tanpa tujuan. Wajah cantiknya malam ini di hiasi oleh matanya yang sembab.
Andai saja ia masih punya keluarga lain, ia pasti sudah memilih pergi seperti sahabatnya. Namun ia sudah tidak mempunyai siapa pun selain Papa dan Mama nya.
Raka yang berada di belakang mobil Meili, kemudian memacu mobilnya dengan cepat agar bisa mendahului mobil Meili. Ia tadi sudah membunyikan klakson mobilnya agar mobil Meili berhenti, tapi gadis itu masih tetap saja melaju.
Raka langsung saja menghadang mobil Meili begitu ia berhasil mendahului nya.
Meili seketika menghentikan laju mobilnya begitu ada mobil lain yang secara mendadak berhenti di depannya, bahkan terdengar begitu jelas suara decitan dari ban mobil Meili.
Raka langsung keluar dari mobilnya, ia berjalan cepat ke arah mobil Meili. "Buka!" pintanya tegas.
Meili membuka pintu mobilnya dengan tangan bergetar, kejadian barusan bisa saja merenggut nyawanya jika sedikit saja ia terlambat menginjak rem.
__ADS_1
Dengan membuka pintu mobil sedikit lebar, Raka bisa melihat keadaan Meili yang tertegun. Ia lalu membuka sabuk pengaman yang di kenakan Meili, dan menarik tangan gadis itu agar keluar dari mobil.
Setelah sudah berada di luar, Raka baru bisa melihat wajah gadis cantik di hadapannya sedang tidak baik-baik saja. Niat hati yang tadinya akan memarahi Meili karena melajukan mobilnya dengan kencang seketika ia urungkan. "Ikut gue," Raka menarik Meili ke arah mobilnya. "Nanti gue suruh orang buat ambil mobilnya." ketika Meili sudah masuk.
Hingga beberapa saat, sebenarnya Raka sendiri tidak tau harus kemana. Tadi ia hanya tidak ingin melihat Meili sendirian, karena gadis itu terlihat tidak baik-baik saja.
Meili sendiri hanya diam sedari tadi. Ketika Raka memaksanya untuk ikut, ia pun tidak menolak. Pikirannya kosong entah melayang kemana.
*
*
Sinar matahari pagi membuat tidur Meili sedikit terganggu. Ia mengerjapkan matanya, samar-samar ia mendengar suara desiran ombak.
Pantai?
"Jaket?" heran Meili melihat jaket yang bukan miliknya melekat di tubuhnya. Ia lalu menoleh ke arah samping, yang ternyata Raka masih terlelap dengan bersendakap.
Meili mencoba memutar kembali ingatannya tadi malam, di mana ia hanya diam saja ketika Raka mengajaknya berbicara hingga Raka memutuskan untuk pergi ke pantai.
Setelah sampai, ternyata mereka hanya diam. Hingga lama-kelamaan Meili terlelap begitu saja.
Ia mengamati wajah tampan milik laki-laki yang sampai sekarang menempati hatinya, kenapa di saat ia rapuh selalu saja ia di pertemukan dengan Raka.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Raka mengerjapan matanya, hingga kemudian ia tersentak kaget mengetahui gadis yang bersamanya mulai tadi malam tidak ada di sampingnya. Bahkan jaket yang semalam ia pakaian pada Meili sekarang berpindah ke dirinya.
Ia segera keluar dari mobil, hingga ketika sudah di luar ia mendapati gadis itu yang sedang terduduk di pasir dengan menghadap ke laut lepas.
Tanpa banyak bicara, Raka menghampiri Meili dan duduk begitu saja di sampingnya. "Apa sekarang lebih baik?" tanya nya tanpa menoleh ke arah Meili.
Meili sedikit terkejut mengetahui Raka yang sudah duduk di sampingnya, sedari tadi pikirannya melayang jauh entah kemana. Ia menoleh ke arah Raka, kemudian kembali menatap ke arah laut. "Hm, terima kasih."
Wajah Meili pagi ini memang terlihat sedikit membaik di banding kan tadi malam, hanya mata yang masih terlihat sedikit sembab.
"Maaf jadi merepotkan kakak," kata Meili. Ia sebenarnya sudah tidak mau lagi menyusahkan Raka, namun takdir selalu membuat nya bertemu.
"Hm..." sahut Raka tanpa menoleh ke arah Meili.
Hingga beberapa saat hanya ada suasana hening di antara mereka.
"Jika ada suatu masalah jangan mengendarai mobil dalam keadaan emosi, akan fatal akibatnya jika tidak bisa mengendalikannya!" Raka membuka suara namun tanpa melihat ke arah Meili.
Meili sejenak melihat ke arah Raka sebelum kembali melihat pemandangan laut yang indah di depannya. "Hm...!"
...----------------...
...Seperti biasa ya, jangan lupa dukungannya 😁. Lope lope buat kalian semua 🥰...
__ADS_1