
Di dalam mobil Meili hanya diam saja, tidak seperti biasanya ia akan berceloteh di sepanjang jalan.
Hingga mereka sampai di kampus pun, Meili masih diam.
"Ada apa?" sergah Raka begitu Meili akan keluar dari mobil.
Meili menggelengkan kepala sembari tersenyum tipis. "Tidak ada apa-apa," jawabnya. "Aku duluan." pamitnya.
"Apa masih tentang semalam?" Raka masih menahan kekasihnya.
"Ti--"
Belum sempat Meili menjawab, ponsel yang berada di sakunya berdering. Terlihat di layar ponselnya tertera nama sahabatnya Jessy. "Halo!" sahutnya begitu sambungan telepon tersambung.
("")
"What!" Meili begitu terkejut mendengar berita dari Jessy. "Kenapa tidak mengabari ku dari semalam?" katanya.
Padahal dirinya sendiri semalam sedang ada masalah.
Raka yang berada di sampingnya hanya diam sembari menunggu kekasihnya itu ber telepon. Terlihat wajah Meili sedikit berubah setelah menerima panggilan dari Jessy, dia terlihat lebih ceria.
("")
"Benarkah!" Meili tertawa mendengar penuturan Jessy. "Kalau begitu nanti sepulang kuliah aku akan ke sana."
("")
"Baiklah, baiklah."
Kemudian panggilan berakhir.
Senyum yang menghiasi bibirnya seketika sirna saat pandangannya tidak sengaja melihat Raka yang ternyata memperhatikannya. "Ehem," ia mencoba melegakan tenggorokannya lalu bersikap seperti semula. "Jessy semalam sudah melahirkan, nanti pulang kuliah aku mau menjenguknya. Apa Kakak mau ikut?"
"Hm!" sahut Raka.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu," Meili lalu keluar dari mobil dan pergi dari sana.
Raka melihat punggung Meili yang semakin menjauh. Ia masih merasa jika kekasihnya menyembunyikan sesuatu.
*
*
Seperti rencana sebelum nya, Meili langsung menuju ke parkiran begitu jam kuliahnya selesai. Namun ternyata Raka masih belum ada di sana.
"Hei!" Rian yang menghampiri.
"Kak Rian," balas sapa Meili.
Dari wajah Rian terlihat ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
"Kakak juga sudah pulang?" tanya Meili.
Rian hanya menganggukkan kepalanya. "Baru saja." jawabnya. "Oh iya, soal berita yang waktu itu?"
"Sudah jangan di bahas!" potong Meili.
Meili menganggukkan kepalanya, bahkan masih terlihat senyum cantiknya.
"Lo nggak marah?"
"Siapa yang tidak marah jika kita di jahati orang? Tapi ya sudahlah. Mungkin mereka memang tidak suka denganku." tutur Meili.
"Maaf aku terlambat," Raka yang baru tiba. Ia lalu berdiri di samping Meili, dari sorot matanya terlihat jika ia tidak menyukai keberadaan Rian di sana. "Apa mau berangkat sekarang?" tanya nya pada Meili.
"Oh, iya." Meili menyetujui. Ia kemudian menolah ke arah Rian. "Kak Rian, aku pergi dulu ya!" pamitnya.
*
*
__ADS_1
Di dalam mobil, Meili sama seperti sebelumnya. Ia hanya diam, pandangan matanya memperhatikan jalanan yang ia lewati.
Mobil Raka berhenti di pelataran toko yang menjual perlengkapan bayi, tadi ketika baru berangkat Meili mengatakan jika ingin membelikan buah tangan untuk bayi Jessy.
Saat pasangan itu masuk, sontak saja mereka menjadi pusat perhatian.
Jelas saja mereka mengira jika Meili dan Raka adalah calon orang tua baru. Jika di lihat mereka adalah pasangan sempurna, di mana yang laki-laki tampan dan yang perempuan cantik.
Tanpa di suruh, Raka mengambil troli untuk menampung belanjaan mereka nanti. Ia berjalan mengikuti langkah Meili yang mulai melihat barang-barang perlengkapan bayi.
Barang pertama yang mencuri perhatian Meili adalah baju bayi.
"Wah... lucu!" Matanya berbinar. Senyumnya begitu saja mengembang, ia rasanya gemas sekali dengan baju bayi itu. Ia kemudian menoleh kepada Raka. "Bagaimana dengan yang ini?"
"Bagus!" jawab Raka.
Hingga kemudian Meili mulai memasukkan barang belanjaannya ke dalam troli. Mulai baju, sepatu, kaos kaki, hingga perlengkapan makan. Dan semuanya di dominasi warna biru.
Setelah menyelesaikan pembayaran, Meili dan Raka kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah sakit di mana Jessy melahirkan.
*
*
"Jessy!" teriak Meili begitu ia masuk ke dalam ruang rawat Jessy. Ia langsung memeluk sahabatnya yang berbaring di ranjang. "Selamat ya jadi Mommy!" Terlihat jelas jika ia juga ikut merasakan bahagia.
"Oleh-oleh nya mana?" Bukannya membalas sapaan Meili, Jessy justru menanyakan buah tangan Meili.
"Ck," Meili melepas pelukannya dan berdecak kesal melihat itu.
Belum juga menjawab, ternyata Raka masuk dengan satu paperbag besar di tangannya.
"Tuh... oleh-oleh nya," tunjuk Meili. "Lalu ponakan ku mana?"
"Sebentar lagi di bawa suster ke sini, tadi habis di mandikan." beritahu Jessy.
__ADS_1
...----------------...
...Kira-kira Bang Raka mau juga nggak ya kalau lihat bayinya Jessy🤭...