
Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia, kini berubah menjadi penuh duka.
Padahal semua tamu sudah di pastikan sudah datang di hotel tempat Raka akan mengucapkan ijab qobul, dan menyaksikan pengantin muda itu berbahagia.
Namun kini semua itu lenyap tak tersisa, sejak kabar mobil yang di tumpangi oleh Meili kecelakaan di jalan yang hampir sampai hotel.
Raka bahkan langsung lari meninggalkan semuanya, setelah mengetahui di mana Meili sekarang berada.
Raja yang meneriaki nya agar untuk berangkat bersama ke rumah sakit tidak ia hiraukan. Yang ada di pikirannya sekarang adalah ingin cepat bertemu dengan Meili, dan mengetahui keadaan calon istrinya.
Raka mengambil paksa kunci mobil pada supir ayah nya, ia tidak mau menunggu untuk lebih lama lagi.
Di jalan, Raka bahkan tidak menghiraukan orang-orang yang mengumpat padanya karena ia yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
"Semuanya pasti baik-baik saja," sedari tadi kata itu yang selalu keluar dari mulutnya. Ia mencoba menolak takdir buruk yang menimpa Meili, meskipun ia sebenarnya tau jika semuanya tidak baik-baik saja.
Setelah tiba di rumah sakit, ia lalu berlari masuk ke dalam rumah sakit. "Di mana korban kecelakaan yang di bawa ke mari?" ia bertanya kepada perawat yang melintas di hadapannya. "DI MANA!!!" teriaknya saat perawat itu tidak segera menjawab pertanyaannya.
"Di-di IGD," jawab perawat itu sedikit terkejut. Dan menunjukkan di mana ruangan itu berada.
__ADS_1
Raka begitu saja menerobos ke IGD setelah menemukan tempat itu, ia seperti orang yang kehilangan separuh kesadarannya. Mencari dengan gilanya di setiap ruangan yang hanya tertutup tirai.
Tidak di pungkiri, tangannya rasanya semakin bergetar hebat. Setiap kali melihat beberapa orang yang juga menjadi korban kecelakaan.
Hingga di detik berikutnya, ia membeku saat matanya menangkap seseorang yang di carinya.
Deg.
Jantungnya rasanya seakan berhenti berdetak di saat itu juga, ketika ia melihat seorang gadis terbaring memakai kebaya putih yang sekarang bercampur darah.
Dunianya benar-benar hancur di saat itu juga.
"Apa anda keluarga dari pasien?" Dokter mengulangi pertanyaannya.
"Ya, kami keluarganya." Raja yang baru sampai di sana.
"Kami memerlukan persetujuan keluarga untuk segera melakukan tindakan operasi, karena pasian mengalami patah tulang di bagian kaki." Jelas Dokter. "Dan untuk pasien satunya kami juga harus melakukan tindakan operasi karena mengalami gagar otak serius. "
"Lakukan saja yang terbaik Dok," Raja menyerahkan semuanya. Ia yakin Dokter akan melakukan yang terbaik untuk mereka.
__ADS_1
"Baik kalau begitu, silahkan anda ke bagian administrasi untuk menyelesaikan administrasinya." Setelah itu Dokter bersiap untuk melakukan tindakan operasi.
"Raka ayo keluar, Meili akan segera di operasi." Raja mengajak putranya untuk keluar dari ruangan IGD, namun dia hanya diam membeku. Pandangannya tidak sekalipun lepas dari Meili. "Ayo kita keluar, kita juga harus mendoakannya agar operasinya berjalan lancar."
Dengan berat hati, Raka meninggalkan Meili. Ia bahkan sama sekali tidak bisa mendekat untuk melihatnya dengan jelas, padahal ingin sekali ia mengucapkan jika semuanya pasti baik-baik saja, walaupun Meili takkan bisa mendengarnya.
Di luar, ternyata semua orang sudah berada di sana. Termasuk Nathan, Ariel, Reza, Anita, Tama, Dena dan juga suaminya.
"Sayang!" Anita begitu saja berhambur memeluk putranya. Ia tau seperti apa yang di rasakan nya sekarang.
Raka hanya diam, ia rasanya sudah tidak ada lagi tenaga sekedar untuk berbicara.
"Bagaimana keadaan Meili dan Irfan." Dena mendekat begitu melihat Raka dan Irfan. Dirinya sedari tadi juga hanya bisa menangis setelah mendengar kabar tentang putrinya.
"Dokter akan segera melakukan tindakan opersi." jawab Irfan. "Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka."
"Ya Tuhan.. " Tangis Dena semakin pecah.
...----------------...
__ADS_1
...Doa yang terbaik untuk Meili ðŸ˜...