Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Menginap


__ADS_3

Di ruang tengah apartemen Raka yang dulunya sepi, akhir-akhir ini sedikit terlihat ramai. Semenjak Meili sering mengunjunginya.


Di atas meja terlihat laptop yang masih menyala juga beberapa buku yang berantakan.


Meili yang melihat itu sedikit merapikan buku-buku itu dan menaruhnya di pinggir meja agar memberikan ruang untuk makanan yang ia bawa tadi.


Sedangkan Raka, ia mengambil dua piring juga perlengkapan lainnya dan tidak lupa beberapa botol minuman dingin lalu ia bawa di mana Meili sekarang berada.


"Kakak yang tadi kelihatannya sering berdiri di depan pintu unit Kakak deh." ujar Meili di sela-sela makan mereka.


"Rosi?" sahut Raka.


"Hm." Meili menganggukkan kepalanya. "Aku beberapa kali melihatnya waktu ke sini." jelasnya.


Raka terdiam, pasalnya ia tidak pernah berpikir sejauh itu. Tapi ia juga menyadari jika ia sering berpapasan dengan Rosi, namun ia menganggapnya kejadian yang tidak di sengaja. "Mungkin dia sedang menunggu temannya yang akan main ke unitnya," ia mencoba mengalihkan perhatian Meili.


"Tapi tetap saja kelihatannya aneh," meskipun ia tidak pernah berselisih dengan Rosi. Tapi dengan melihat gelagatnya membuatnya sedikit waspada.


"Jangan di pikirkan!" Raka mengusap kepala Meili. "Lagi pula aku juga tidak pernah mengobrol lama dengannya."


"Hm... " sahut Meili.


Mereka akhirnya meneruskan makan malam mereka tanpa membahas tentang Rosi kembali.

__ADS_1


Setelah selesai, Raka kembali meneruskan untuk mengerjakan tugasnya. Mengambil jurusan kedokteran tidak bisa membuatnya santai seperti yang lainnya.


Sedangkan Meili, ia melihat drama kesukaannya melalui ponselnya. Sembari menunggu Raka selesai mengerjakan tugas kuliahnya.


Hingga pukul sepuluh malam, Raka akhirnya baru selesai dengan tugasnya. Sejenak ia meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk.


Bahkan ia tidak menyadari jika Meili sudah terlelap di sofa dengan ponsel yang masih menyala.


Ia mendekat ke arah Meili, mengambil ponsel gadis itu untuk ia matikan. Ia menatap lekat wajah kekasihnya, semakin lama kekasihnya itu semakin bertambah dewasa dalam bersikap. Jauh sekali jika di bandingkan ketika SMA.


Mungkin karena kehidupan yang di jalani nya sekarang, membuatnya menjadi dewasa dengan sendirinya. Dimana ia harus meneruskan usaha Meriam di barengi dengan kuliah.


"Maaf karena tidak punya banyak waktu." Raka merapikan anak rambut Meili yang berantakan. Meskipun sekarang waktu menjadi kendala bagi hubungan mereka, tapi masih ada jalan lain untuk memperbaiki nya.


Dengan perlahan, Raka menggendong tubuh Meili. Ia berjalan ke arah kamar yang dulu pernah di tempati Meili, kamar itu tetap tertata rapi.


Sejenak Raka memandang wajah ayu kekasihnya, dan tatapan matanya tertuju pada bibir pink yang selalu menggodanya. Namun ia sekuat tenaga untuk menahannya agar tetap berada dalam kesadarannya.


Sejak kejadian waktu itu, ia tidak berani untuk mencobanya kembali. Ada ketakutan dalam dirinya jika sampai ia tidak bisa mengontrol sesuatu yang mungkin saja akan membuatnya bertindak lebih. Dan nantinya pasti akan menyakiti Meili.


*


*

__ADS_1


Pagi harinya, Meili begitu terkejut ketika ia membuka matanya ternyata ia berada di kamar yang ia tahu adalah di apartemen Raka.


Ia membuka gorden jendelanya, tampak matahari sudah begitu bersinar. "Ya ampun kesiangan."


Ia lalu membersihkan dirinya di kamar mandi, kemudian keluar kamar untuk mencari keberadaan Raka. Begitu pintu kamarnya terbuka, aroma wangi masakan begitu saja tercium oleh indra penciuman nya.


Sontak saja ia menuju dapur. Benar saja, di sana terlihat Raka yang sedang memasak.


"Maaf aku kesiangan!" Meili merasa tidak enak hati.


Raka sekilas menoleh ke arah Meili sebelum melanjutkan memasaknya. "Tidak apa-apa, aku juga tidak tega membangunkan."


Meili mendekat ke arah Raka, hingga kini ia berdiri di sampingnya. "Kemarin Kakak tidak membangunkan aku?"


"Tidak, karena melihatmu tidur begitu lelap. Bukankah hari ini rumah makan juga tutup?"


"Iya."


"Baguslah kalau begitu, habis ini kita keluar setelah makan."


"Kemana?"


"Nanti kamu juga tau."

__ADS_1


...----------------...


...Nah lo, mau di ajak kemana nih?...


__ADS_2