
Meili berlari begitu mengetahui jika Rian akan keluar dari toilet.
Tadi sebenarnya ia berniat akan ke toilet, namun tak di sangka justru ia mendengar hal yang begitu menyakitkan hati.
Meili tau jika kedua gadis itu tidak menyukai nya, dari cara Rosi yang selalu mengalihkan pandangannya jika berpapasan dengannya juga Mila yang selalu menatapnya dengan sinis.
Tapi ia tak mempersalahkannya, karena ia tidak bisa mengatur hati semua orang agar menyukainya. Tapi ia tidak menyangka jika mereka tega sampai melakukan itu terhadapnya.
Malam harinya, ia akan pergi ke apartemen Raka. Seperti biasanya, ia membawa beberapa makanan untuk ia makan bersama Raka.
Ia masih tidak menceritakan kejadian tadi pagi pada Raka, ia menunggu waktu yang tepat. Apalagi Rosi adalah tetangga apartemennya.
Setelah ia keluar dari lift, di mana ia telah sampai di tingkat unit Raka.
Ia melihat jika Raka sepertinya sedang bersitegang dengan Rosi dan Mila, mungkin kekasihnya itu sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Dan ketika langkahnya semakin dekat, benar saja. Mereka telah membahas berita itu.
Ia akhirnya berjalan ke arah mereka dengan keadaan setenang mungkin. Toh, dirinya sudah mengetahui kebenarannya.
Namun kejadian tak di sangka, di tengah obrolan ya dengan Rosi dan Mila ternyata orang tua Raka berada di sana. Hingga kemudian terjadi kesalahpahaman.
__ADS_1
*
*
Kini kedua anak manusia itu duduk di sofa dengan diam. Di depannya sudah terdapat Raja dan Anita yang bersiap mengintrogasi.
Jika orang tua biasanya akan marah bila melihat anaknya berbuat kesalahan, apalagi jika tentang kehamilan di luar pernikahan.
Tapi tidak dengan Anita, ia sepertinya sangat senang mendengar sepotong ucapan Meili tadi. Namun suaminya menyuruhnya untuk diam dahulu, karena ia yang akan mulai bertanya lebih dahulu.
"Raka sebenarnya apa yang terjadi?" Raja tidak mau gegabah dalam bertindak, ia tahu jika kedua putranya bukan laki-laki breng sek. Tapi yang tidak habis pikir putranya itu terlibat dengan tiga gadis sekaligus.
"Semuanya salah paham Pa, ini tidak seperti yang kalian pikirkan." Raka membela diri.
Tapi ketika ia sampai di rumah tadi, nyatanya putranya itu tidak ada. Hingga langsung mengunjunginya ke apartemen
"Mama!" tegur Raja. Namun Anita masih saja tersenyum bahagia.
Raka hanya memutar bola matanya malas. Sedangkan Meili, jangan ditanya lagi, sejak tadi ia tidak berani menatap kedua orang tua Raka. Ia hanya menundukkan wajahnya dan meremas tangannya yang saling bertautan.
"Tadi hanya ada masalah saja Pa!" Raka berujar. Kemudian mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, hingga kata hamil itu kemudian keluar dari mulut Meili.
__ADS_1
Raja menghembuskan nafasnya kasar, ternyata putra bungsunya itu menjadi rebutan para gadis.
"Yah... !" Anita dengan wajah kecewa, ia menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa. "Jadi beneran, nggak jadi hamil?" dan mendapat gelengan kepala dari Raka.
Sedangkan Raja memijat pangkal hidungnya karena kelakuan istrinya.
Anita kemudian beranjak dan duduk di samping Meili, ia menggenggam tangan gadis itu. "Sayang, bagaimana kalau setelah ini kamu buatkan saja kami cucu!" kata Anita dengan mata berbinar.
"Ha!" Meili seketika mengangkat pandangannya.
"Ma!" Raka dan Raja menginterupsi bersamaan.
"Oh, maaf salah. Maksudnya kalian setelah ini menikah saja, agar tidak ada lagi berita hoax itu. Dan Mama akan mendapatkan putri serta cucu," Anita berseloroh.
Ia merasa jika rencananya sangat cemerlang.
Tapi tidak dengan dua sejoli yang hanya bisa saling pandang.
...----------------...
...Nah lo! Jadi beleber ke mana-mana ðŸ¤...
__ADS_1
...Mamanya Raka nggak sabar banget punya cucu 😅...