Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Pernyataan Raka


__ADS_3

Hari ini sebenarnya jam kuliah Raka adalah pagi, namun kedua sahabatnya itu mengajaknya untuk pergi bersama setelah Ariel juga Reza menyelesaikan kuliahnya.


Dan menjelang sore itu membuat Raka kembali ke kampus karena tadi Ariel memberitahunya jika ban mobilnya bocor, kebetulan ia tidak membawa ban serep nya.


Setelah sampai di kampus, Raka berniat untuk menuju saja ke kelas sahabatnya yang kebetulan Ariel dan Reza satu jurusan.


Tapi ketika di koridor pandangannya tidak sengaja melihat Meili dan Rian yang duduk di bangku taman.


Jaraknya yang tidak terlalu jauh bisa membuatnya mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan lihatlah gadis itu bisa tertawa begitu lepas di dekat Rian.


Tak terasa tangannya mengepal begitu saja.


Marah?


Entahlah.


"Hei!" Kedua sahabatnya yang menghampiri.


Tapi Raka hanya diam saja, pandangannya masih terkunci di mana Meili berada.


Ariel dan Reza juga bingung dengan sikap Raka yang seperti itu. Lalu mereka juga mengarahkan pandangannya ke tempat yang membuat Raka tidak meresponnya.


Setelah tau situasi apa yang terjadi, Ariel dan Reza saling pandang. Di kepala mereka seperti ada bel yang berbunyi seperti ada suatu rencana yang harus mereka lakukan untuk membantu sahabatnya.


"Waduh ada yang curi start sama dedek gemes," Reza melirik kepada Ariel. Ia ingin menciptakan suasana semakin panas, agar bisa menjadi bom waktu untuk Raka.


"Kalau begitu sudah tidak ada kesempatan lagi kalau Meili benar-benar menerimanya." Ariel semakin membuatnya panas.


Mereka bisa mendengar apa yang di ucapkan Rian, meskipun belum mendengar Rian menyatakan cintanya, tapi sesama lelaki mereka tau akan menuju kemana arah pembicaraan itu.


"Iya, apalagi jika hubungan mereka benar-benar serius bisa saja mereka jika akan melanjutkan ke jenjang pernikahan." Reza menimpali.

__ADS_1


Keduanya menahan tawa ketika melihat raut wajah Raka yang semakin lama, semakin tidak bersahabat.


Mereka yakin jika Raka sudah termakan dengan ucapan mereka.


Di detik berikutnya, dengan langkah tegap Raka berjalan menuju ke arah Meili juga Rian.


Tanpa basa basi dan tanpa permisi, ia begitu saja menarik tangan Meili hingga gadis itu berdiri dari duduknya. "Ikut gue." Ia bahkan tidak memperdulikan wajah keterkejutan gadis itu.


"Tunggu!" cegah Rian. Ia jelas saja sedikit tidak Terima melihat Raka yang tiba-tiba datang yang akan mengajak Meili pergi. Padahal ia saja belum sempat berbicara sesuatu pada gadis itu. "Gue belum selesai bicara dengan Meili."


Raka kemudian menatap Rian, tapi pandangannya jelas memperlihatkan ketidkasukaanya. "Gue ada perlu sama Meili." tanpa melepaskan genggamannya.


Meili mulai merasa tidak nyaman.


"Tapi gue --"


"Kak Rian, nanti kita sambung lagi." sela Meili. Ia merasakan genggaman Raka semakin erat pada tangannya.


Setelah mengatakan itu Raka benar-benar membawa Meili pergi dari sana.


*


*


Di sinilah mereka sekarang, di sudut koridor kampus yang tidak terlalu ramai.


"Kak Raka mau bicara apa?" tanya Meili. Beberapa menit berada di sana Raka belum juga membuka suara.


Tanpa di sadari mereka Ariel juga Reza sedari tadi mengikuti mereka. Kali ini mereka yakin jika sahabatnya itu akan menyatakan perasaannya, mereka tidak mau kehilangan momen langkah yang akan terjadi.


Di balik tembok koridor menjadi persembunyian mereka.

__ADS_1


Raka menatap lekat Meili, ia seolah mengunci pandangan gadis itu hingga hanya ada dirinya saja yang bisa gadis itu lihat.


Rasa amarah yang tadi sempat menyelimuti hatinya kini sirnah sudah, di gantikan oleh rasa gugup yang tiba-tiba melanda.


Sungguh untuk sekarang, rasanya benar-benar berbeda dengan ia menyatakan cinta kepada Tasya dulu.


"Gue... " Raka menjeda kalimatnya. Kemudian menghirup udara dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Gue suka sama lo." Akhirnya kata itu keluar dari mulutnya.


Meili yang mendengar itu seketika terkejut.


Ariel dan Reza juga akhirnya merasa legah, akhirnya sahabatnya bisa mengungkapkan perasaannya. Meskipun tidak tau akan di terima oleh Meili atau tidak.


Tapi di detik berikutnya, mereka tercengang dengan apa yang di ucapkan Raka.


"Oleh sebab itu lo harus jadi pacar gue!" Raka mengakhiri penyataan nya.


Baru kali ini ada seseorang yang menyatakan cinta tetapi tidak memberikan pilihan.


"Ha!" Meili yang kembali terkejut.


"Astagah!" Ariel dan Reza yang benar-benar merasakan frustasi oleh sikap datar Raka.


Belum juga Meili menjawab, seseorang hadir di antara mereka.


"Ikut gue!"


Tangan Meili di genggam begitu saja dan akan mengajaknya pergi dari sana.


...----------------...


...Lah kok gitu 🤭...

__ADS_1


...Jangan-jangan ini karma Bang Raka karena udah gangguin acaranya Rian. Tapi kira-kira siapa ya? 🤭😁...


__ADS_2