
Layar ponsel Nathan di penuhi oleh wajah Jessy yang merajuk, sejak semalam istrinya itu menginginkan sesuatu.
"Sayang!" kata Jessy. Yang tadinya ia merajuk dengan rengekan kini mulai berubah mulai sedikit kesal pada suaminya. "Sekarang kan kamu udah selesai jam kuliahnya, jadi cepetan."
Akhir pekan memang waktunya Nathan untuk pergi ke Bogor, dan itu di gunakan Jessy untuk memesan sesuatu.
"Baiklah-baiklah," Nathan yang akhirnya mengalah.
Tentu saja jawaban dari Nathan membuat Jessy merasa senang. "Terima kasih," ucapnya girang.
Dan panggilan pun berakhir.
Nathan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Semalam ketika menghubungi istrinya, Jessy tiba-tiba menginginkan seblak yang tidak pedas.
Memang mudah jika hanya menginginkan seblak yang tidak pedas, karena penjual seblak di sana juga banyak. Tinggal beli semuanya pun beres.
Tapi yang membuatnya susah adalah, Jessy menginginkan seblak yang di buat oleh sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Meili, dan itu harus di buat di depan matanya. Itu artinya Nathan harus membawa Meili ke Bogor.
Dan Nathan sendiri juga tidak enak jika harus menyusahkan Meili, ia tau jika gadis itu sekarang sedang sibuk. Selain kuliah juga mengurus rumah makan milik nenek istrinya.
Nathan yang kebetulan tau Meili memiliki jam kuliah yang sama dengannya, kemudian ia segera menuju kelas Meili.
Ia terpaksa harus merepotkan gadis itu, dari pada ia harus berpuasa untuk mengambil jatahnya nanti malam.
Tapi di saat ia berjalan di koridor, tanpa sengaja ia melihat kelakuan aneh dari kedua sahabatnya. Mereka sedang mengintip sesuatu.
"Ada apa sih?" Kedatangan Nathan jelas mengejutkan Ariel dan Reza.
"Ck," Mereka berdua berdecak kesal pada Nathan, tapi sahabatnya itu tidak peduli.
__ADS_1
"Oh ya, kalian lihat Meili?" tanya Nathan. Siapa tau gadis itu sudah keluar dari kelasnya.
Dengan polosnya Reza mengedikkan dagunya ke arah Meili dan Raka.
"Ya udah," Nathan langsung meninggalkan mereka dan menghampiri Meili.
"Hei tunggu!!" Ariel dan Reza beniat mencegah, namun terlambat. Sahabatnya itu sudah hadir di antara dua sejoli.
"Ikut gue!" Nathan berniat mengajak Meili pergi, tapi tindakannya itu jelas saja di hentikan oleh Raka.
"Gue lagi perlu Meili." kata Nathan.
"Gue belum selesai bicara!" Raka tidak membiarkan Nathan membawa pergi Meili. Bahkan sejujurnya ia sedikit kesal karena melihat tangan Nathan begitu saja menggandeng tangan Meili.
"Lusa aja lo sambung lagi," Nathan dengan entengnya.
Tidak tahukah, jika Raka sudah berusaha keras untuk menyatakan perasaannya. Dan sekarang sahabatnya itu dengan enaknya untuk melanjutkannya lusa.
Akhirnya terjadi sedikit perdebatan di antara dua lelaki itu, aa lagi tidak lama dua sahabat mereka juga ikut bergabung.
Meili.
Tentu gadis itu rasanya masih bingung dengan keadaannya yang menimpanya secara tiba-tiba.
Mulai dari Raka yang membawanya pergi dari Rian, dan menyatakan perasaan terhadapnya. Sekarang Nathan yang tiba-tiba muncul ingin mengajaknya pergi.
Setelah Nathan menjelaskan apa yang terjadi, mereka berempat akhirnya ikut Nathan pergi ke Bogor.
*
__ADS_1
*
Di hari yang hampir petang itu, akhirnya mereka sampai di rumah yang terlihat asri. Di samping rumah yang terdapat perkebunan teh, membuat suasana di sana semakin nyaman.
Jessy yang melihat suaminya sudah datang seketika keluar dari rumah, senyumnya mengembang melihat kehadiran sahabatnya. "Meili, akhirnya datang juga." Ia lalu memeluk Meili.
"Kenapa tidak bilang langsung, kalau tahu pasti aku langsung datang." kata Meili setelah pelukan mereka berakhir.
"Mana tega gue lihat lo datang sendiri ke sini, makanya gue minta Nathan bawa sekalian lo ke sini."
Jessy lalu beralih pada suaminya, tanpa rasa malu ia memberikan kecupan singkat di bibir Nathan. "Terima kasih sayang." Ia memeluknya erat.
"Semuanya demi kalian," Nathan balas nya memeluk Jessy.
Ariel dan Reza hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pasutri yang tidak tahu tempat itu.
Mata Meili membulat melihat adegan di depan matanya itu, ia segera mengalihkan pandangannya. Namun justru pandangannya tidak sengaja bertemu dengan Raka yang juga terarah kepadannya.
Hingga beberapa detik, mereka berdua lalu menoleh ke arah lain. Tanpa terasa, pipi keduannya memanas begitu saja.
"Loh kalian datang juga?" Jessy baru menyadari. Ia melihat ke arah Ariel dan Reza.
"Iya sekalian liburan," sahut Ariel.
"Boleh, rumah juga tambah ramai." Jessy senang dengan kedatangan mereka. Ia lalu melihat ke arah Raka yang menatapnya sedikit aneh. "Kenapa sih?"
...----------------...
...Lhoala, ternyata Papi sama Mommy yang jadi biang kerok ðŸ¤....
__ADS_1
...Bang Raka mau lewat nih gengs 🥰...