Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Pulang


__ADS_3

Setelah beberapa hari menikmati indahnya bulan madu, kini giliran sepasang pengantin baru itu untuk pulang.


Wajah Raka terlihat begitu berseri, itu semua karena ia benar-benar menikmati indahnya surga dunia. Memang Abangnya tidak salah memilihkan hadiah untuk dirinya.


Dan semua itu terlihat berbanding terbalik dengan Meili, selesai bulan madu raut wajahnya tampak lesu. Ia merasakan tubuhnya benar-benar lelah, dan ia membutuhkan tidur untuk saat ini.


Karena selama ia bulan madu, Raka selalu saja mengajaknya hanya untuk di dalam kamar hotel. Tentu saja suaminya itu mengajaknya untuk bergelut di atas ranjang, menguras keringat demi mencapai kepuasan yang hakiki.


Raka menoleh ke arah istrinya yang sedang terlelap, tanpa sadar bibirnya membentuk sebuah senyuman. Beberapa ingatan berkelebat di ingatannya, di mana istrinya selalu saja menyerah di saat ia meminta hak nya sebagai suami meskipun untuk kesekian kalinya.


Beberapa saat kemudian, mobil yang di kenderai Raka akan tiba di kediaman Raja.


"Sayang!" Raka mengusap pipi Meili, mencoba membangunkannya. Istrinya itu rupanya benar-benar terlelap, terbukti sedari tadi tidur nyenyak walaupun posisi tidak begitu nyaman.


"Uhm..." Meili menggeliat, ia merasa tidurnya terusik dan ia tentu tau siapa pelakunya. Karena beberapa malam kemarin, ia tidak bisa merasakan tidur nyenyak.


"Kakak nanti saja," ucap Meili tanpa membuka matanya. "Aku ingin tidur sebentar, nanti janji dua ronde." tambahnya.

__ADS_1


Raka yang tadinya heran kini hampir saja ia menyemburkan tawanya. Ia tau apa yang di maksud istrinya.


Memang dirinya yang tidak tau waktu untuk mangajak istrinya untuk berolah raga di atas ranjang.


"Hey kita akan sampai di rumah," Raka menggenggam salah satu tangan Meili dan sedikit mengguncang nya.


Mendengar perkataan suaminya, Meili akhirnya perlahan membuka matanya. Ia mengamati jalan yang di lalui mobil mereka, dan benar saja mereka hampir sampai.


Mobil Raka mulai memasuki halaman rumah, dan ada yang berbeda di sana.


Dimana beberapa mobil terparkir di halaman rumahnya, dan mereka mengenali pemilik mobil itu.


"Entahlah, sebelumnya mereka tidak bilang jika akan datang ke rumah." jawab Raka.


Pengantin baru itu akhirnya turun dari mobil. Meili semakin bingung dibuatnya dengan ekspresi mereka, semua orang tersenyum ke arahnya juga Raka. Tapi senyum mereka terlihat aneh.


Apalagi Mama Anita, dia yang paling terlihat antusias. Ia lalu menghampiri menantunya dan memeluknya. "Sayang, selamat datang kembali."

__ADS_1


Meili yang masih bingung hanya membalas memeluk mertuanya.


"Mama senang akhirnya, kamu pulang." Anita terlihat mengarahkan pandangannya ke arah leher Meili seperti mencari tahu sesuatu.


Raka memutar bola matanya malas melihat kelakuan Mama nya, padahal Mama nya waktu itu juga berada di hotel yang sama dengannya meskipun hanya dua hari. Karena Mama Anita memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


"Ma!" Raka menarik istrinya dari dekapan Anita. "Sebenarnya ini ada apa?"


Anita hanya tersenyum kaku. "Mama mengundang mereka semua hanya untuk makan bersama saja, sekalian Abang kamu mau kembali malam ini." dustanya.


Padahal Anita menghubungi mereka semua agar menyambut kedatangan putra dan menantunya yang pulang dari bulan madu. Meskipun ia juga memang mengadakan acara untuk makan bersama, dan Dika yang memang akan kembali malam ini.


"Bang Dika mana?" Raka tidak melihat keberadaan Dika.


Anita mencebik. "Abang kamu itu tidak mau mengikuti ren--" Ia menghentikan ucapannya saat sadar sesuatu. "Ada di dalam," ucapnya kemudian dengan tersenyum kaku. "Ayo, ayo masuk kita makan sekarang saja." Ia menggiring semuanya untuk masuk kedalam rumah.


Tapi tidak dengan Raka yang memicingkan mata, ia tau seperti apa Mama nya.

__ADS_1


...----------------...


...Mama ada-ada aja deh 🤭...


__ADS_2