Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Daftar Kuliah


__ADS_3

Meili mulai menyiapkan apa saja persyaratan yang di butuhkannya untuk mendaftar kuliah, besok pagi akan ia serahkan kepada Rian.


Tadi ia sudah menghubunginya, dan lelaki itu dengan senang hati membantunya untuk mendaftar kuliah.


*


*


Pagi harinya Meili sudah rapi, ia hanya menunggu kedatangan Rian.


Benar saja tidak lama terdengar suara mesin motor yang Meili kanali itu milik Rian.


"Sudah siap?" Begitu pemuda itu membuka helmnya.


Meili menganggukkan kepalanya. "Hm," jawabnya. "Berangkat sekarang?"


"Iya," Rian kemudian memberikan satu helm yang sebelumnya sudah ia bawa untuk Meili.


Jalan pagi itu lumayan ramai, karena memang bertepatan orang pergi bekerja dan murid yang berangkat sekolah.


Tidak membutuhkan waktu lama, Meili dan Rian sudah sampai di kampus.


Kedatangan mereka tentu saja menjadi pusat perhatian bagi beberapa mahasiswa. Di kampus, Rian rupanya menjadi salah satu mahasiwa populer.


Meili yang tahu ada banyak mata yang mengarah padanya seketika mendekat ke arah Rian, ia lalu meraih ujung jaket yang Rian pakai untuk ia pegang. Jika di lihat ia seperti anak kecil yang sedang merajuk kepada ibunya.


Ia merasa tidak nyaman dengan situasi ini, mungkin lain cerita jika ia bersama dengan para mahasiswa baru seperti dirinya.

__ADS_1


Rian yang mengetahui tindakan Meili kemudian menoleh ke arah gadis itu. "Ada apa?"


"Banyak yang liatin," jawab Meili berbisik.


Rian mengarahkan arah pandangnya ke semua mahasiswa yang berada di sekitar sana, benar saja apa yang di ucapkan Meili. Banyak yang memperhatikannya.


"Tidak apa-apa, jangan di hiraukan." kata Rian.


"Tapi aku nggak nyaman!"


"Ya udah jangan di lihat."


"Tapi kelihatan mereka nya."


"Lo merem aja, nanti juga nggak keliatan."


"Nanti gue gandeng." jawab Rian.


Meili mencebikkan bibir nya mendengar itu.


"Ya udah ayo." Rian begitu saja menggandeng tangan Meili mengajaknya ke ruangan yang akan mengurus pendaftarannya.


Di sepanjang koridor, tak sedikit yang menggoda mereka. Karena baru kali ini Rian menggandeng seorang gadis, biasanya lelaki itu selalu bersama dengan sahabatnya yang kebanyakan dari mereka adalah laki-laki, dan yang perempuan bisa di hitung dengan jari.


"Widih, dapet cewek dari mana nih?"


"Ternyata ini cewek lo?"

__ADS_1


"Boleh dong kenalin ke kita-kita."


Begitu celotehan para sahabat Rian, saat Rian melewati mereka.


Rian hanya tersenyum simpul tanpa mau membalas ucapan mereka, sedangkan Meili semakin bersembunyi di balik punggung Rian.


Mereka berdua berhenti setelah sampai di ruang yang di maksudkan oleh Rian. "Lo tunggu di sini dulu," Rian menyuruh Meili untuk duduk di kursi yang berada di depan ruangan. "Gue masuk sebentar." katanya, kemudian ia masuk sembari membawa berkas Meili.


Meili yang seperti orang asing di sana hanya bisa duduk terdiam, sesekali ia melihat di sekitarnya.


Dari kejauhan, terlihat dua gadis yang ternyata sedari tadi juga memeperhatikan Meili. Apalagi kadatangan Meili yang membuat heboh beberapa mahasiswa.


"Kayaknya gue pernah lihat dia deh! Tapi di mana ya?" Salah satu gadis mencoba mengingat tentang Meili.


"Benarkah?" tanya satunya lagi.


"Hm, tapi gue lupa."


Dua gadis itu yang tak lain adalah Rosi dan sahabatnya yang waktu itu pernah bertemu Meili di mall.


Tidak lama kemudian Rian keluar. "Masuk lah, tinggal tanda tangan saja."


"Iya," setelah itu Meili ikut masuk bersama Rian untuk menanda tangani formulir dan beberapa berkas lainnya.


...----------------...


...Maaf gengs, beberapa hari nggak up. Biasa emak" rempong kalau lebaran gini 🤭...

__ADS_1


__ADS_2