
Raka menatap wajah Meili yang masih terlelap. Hingga siang hari istrinya itu masih memejamkan mata. Dan ketakutannya sekarang semakin bertambah, ia tidak tahu bagaimana menjelaskan tentang Papa Irfan jika dia sadar nanti.
Pagi tadi adalah pagi yang benar-benar tidak akan ia lupakan seumur hidupnya. Di mana pernikahan dadakannya terjadi, dan di sana ia melihat ayah mertuanya yang hampir saja meninggal.
Meskipun selamat dari kematian, Papa Irfan di nyatakan koma akibat serangan yang di alami tadi.
Ia menggenggam erat tangan Meili, berharap ada kekuatan yang bisa menguatkannya menghadapi cobaan ini.
Raka tersentak kaget ketika merasakan ada pergerakan tangan dari Meili. Ia mencoba memperhatikannya lebih lekat, dan ternyata benar. Beberapa jari Meili menunjukkan sebuah pergerakan.
Tidak menunggu lama Raka segera memanggil Dokter.
Hingga beberapa saat kemudian, Dokter datang bersama beberapa perawat untuk melakukan pemeriksaan.
"Syukur lah, pasien mengalami perkembangan yang baik. Dan bisa di pastikan sebentar lagi akan siuman," Dokter menjelaskan.
Raka menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Semuanya yang berada di sana akhirnya menunggu Meili hingga benar-benar sadar.
Benar saja, mata Meili mulai berkedut. Hingga perlahan mata indah itu terbuka. "Pa... !" bibirnya yang pucat memanggil Irfan untuk pertama kalinya. Suaranya begitu lirih bahkan hampir tak terdengar.
"Sayang...!" Raka begitu saja merangsek lebih dekat.
Meili masih mencoba untuk melihat lebih jelas sosok yang berada di dekatnya. Dan beberapa saat kemudian, ia menyadari jika itu adalah Raka. "Kak... Papa?"
Di pikiran Meili di penuhi oleh bayangan kejadian yang menimpanya, dan ia ingat betapa Irfan kala itu memeluknya dengan erat karena takut putrinya itu akan terluka.
Air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia bendung.
__ADS_1
Raka mengangguk. "Tenanglah, Papa tidak apa-apa." Terpaksa ia harus berbohong, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.
"Kakak tidak bohong?"
"Tentu saja tidak."
Kemudian Dokter kembali memeriksa Meili, dan menanyakan beberapa pertanyaan apa saja yang gadis itu rasakan sekarang.
*
*
Beberapa hari berlalu, keadaan Meili sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Ia bahkan sekarang sudah menerima keadaannya, keadaan kakinya yang tidak seperti dulu.
Dokter dan semua orang membesarkan hatinya, jika ia rajin menjalankan terapi maka kakinya akan sembuh seperti sedia kala.
Namun yang tidak ia ketahui hingga sekarang adalah keadaan papanya, semua orang sepakat untuk tidak memberitahunya hingga keadaannya benar-benar pulih.
"Kak, aku ingin melihat keadaan papa!" Mulai kemarin, Meili sudah merengek ingin melihat keadaan Irfan. Namun Raka selalu mempunyai alasan untuk membujuknya.
"Iya, tapi nanti kalau kamu sudah sehat." kata Raka. "Kamu sendiri duduk saja masih tidak bisa lama." Karena Meili juga mengeluh jika punggungnya sakit jika di buat duduk lama.
Akhirnya Meili hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.
"Nanti kalau keadaan kamu sudah lebih baik, kita akan bertemu papa." bujuk Raka.
Meili seperti mendengar sesuatu hal yang baru, atau ia baru menyadarinya. "Papa?"
__ADS_1
Raka tersenyum tipis. "Iya, Papa. Papa kita," jelasnya.
Ada rasa haru di hati Meili mendengar Raka yang sekarang juga memanggil Irfan papa.
Raka lalu menggenggam tangan Meili dan menatapnya serius, mungkin ini sudah waktunya untuk memberitahu tentang pernikahannya. "Ada sesuatu yang harus kamu tau!"
Meili terdiam, tapi di dalam hatinya ia sedang menebak-nebak kelanjutan apa yang akan di sampai kan Raka.
"Aku harap kamu bisa menerimanya," kata Raka sebelum memberitahunya.
"Ada apa sih kak?" Meili mulai penasaran.
Raka membuang nafasnya kasar. "Sebenarnya kita sudah menikah."
Sontak membuat mata Meili membulat sempurna. "What!"
"Kapan?"
"Saat kamu tidak sadarkan diri, dan Papa Irfan meminta untuk kita menikah saat itu."
Rasanya tubuh Meili membeku, dan pikirannya yang berceceran ke mana-mana.
...----------------...
...Tuhkan papa Irfan selamat, aku sendiri juga nggak tega kalau harus di buat meninggal ðŸ¤. ...
...Oh ya aku mau kasih tau, kalau aku baru aja buat tiktok sama youtube tentang salah satu novel aku. Isinya tetap sama tulisan hanya saja aku tambah i lagu biar tambah enjoy bacanya ☺. ...
__ADS_1
...tiktok @auraauora84...
...Youtube auraaurora...