
Di dalam perjalanan, tidak ada dari mereka yang memulai obrolan. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Pemandangan indah yang mereka lewati pun rasanya tak berarti apa-apa.
*
*
Ternyata di vila, mobil Ariel lebih dulu sampai. Ia berangkat bersama Reza. Hingga beberapa saat kemudian mobil Nathan juga sampai di vila.
"Loh Meili mana!" Begitu turun dari mobil, Jessy langsung menanyakan keberadaan sahabatnya yang di kira di jemput oleh kedua sahabat suaminya itu.
Ariel dan Reza saling pandang karena merasa heran. "Meili juga ikut?" tanya mereka berdua karena tidak tau.
Mata Jessy melotot mendengar jawaban mereka berdua, ia lalu menoleh ke arah suaminya yang baru keluar dari mobil. "Sayang Meili ma--"
Belum sempat Jessy bertanya, sudah ada mobil yang memasuki halaman vila dan Jessy tau siapa pemilik mobil itu. Ia yang tadinya khawatir seketika mengulum bibirnya, ia menoleh kembali ke arah suaminya yang sekarang sedang tersenyum tipis ke arahnya lalu Nathan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Setelah semua selesai merapikan barang ke dalam kamar masing-masing, kini mereka bersantai di halaman belakang dengan menghadap kolam renang.
Hanya Reza dan Ariel yang sedang berenang, itu saja dengan syarat harus menggunakan kaos dan boxer. Tentu itu semua ulah Nathan, karena ia tidak mau sampai mata istrinya itu melihat bentuk tubuh kedua sahabatnya. Padahal jika di lihat bentuk tubuhnya jauh lebih bagus, tapi entahlah ia tidak suka saja melihat mereka bertel*njang dada.
Sedangkan ia sendiri dan Raka hanya duduk di samping kolam tanpa berniat untuk ikut berenang.
"Jessy, kenapa kamu tidak bisa berenang? Nggak coba belajar gitu?" Meili tau jika sahabatnya itu tidak bisa berenang, tapi ia heran kenapa Jessy tidak belajar saja.
"Entahlah, aku hanya tidak suka berenang." jawab Jessy enteng.
"Oh... "
Sontak itu membuat Meili tersedak seketika. Ia bahkan harus memegang tenggorokannya karena terasa sedikit sakit, ia lalu menyambar gelas yang di sodorkan seseorang. Tanpa menunggu lama ia menenggaknya hingga tinggal setengah.
"Ahh," ketika tenggorokannya sudah terasa lebih baik. "Terima kasih ..." Suara Meili semakin lirih ketika ia tahu ternyata yang menyodorkan minum adalah Raka.
Ia kemudian mengalihkan pandangannya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Jessy aku ke kamar dulu," pamitnya dan dengan jurus seribu langkah ia kabur dari sana.
__ADS_1
Jessy hanya menatapnya dengan tatapan curiga melihat tingkah Meili yang aneh.
Setelah makan malam usai mereka langsung sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang yang sibuk berjalan-jalan, ada juga yang sibuk menyendiri.
Tapi tidak sepasang pengantin muda itu, mereka hanya berdiam di dalam kamar.
Semakin malam, udara di vila itu semakin dingin.
Meili yang tadi ingin menikmati malam di balkon kamarnya, seketika membuatnya lebih memilih untuk berdiam di kamar saja.
Kamar yang ia tempati sekarang, persis di sisi kanan kamar Jessy.
Sedangkan kamar Raka berada di sisi kiri kamar Jessy.
Hingga tak lama, mata Meili perlahan mulai mulai terpejam. Rasanya gadis itu mulai di dera rasa kantuk.
Namun baru saja ia akan mengarungi alam mimpi, tiba-tiba telinganya mendengar suara suara aneh dari kamar sebelah.
__ADS_1
...----------------...
...Nah, aku udah double up. Setelah aku di demo 🤭. Berarti boleh dong kirim hadiahnya 😁🤭...