Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu
Terbongkar


__ADS_3

Raka memeluk tubuh istrinya dengan erat, padahal Meili sedang terlelap. Setelah olah raga ranjang yang menguras tenaga, membuat tubuhnya lemas.


Apalagi karena meraka melakukannya lebih dari sekali, dan itu semua karena Raka yang masih terpengaruh obat.


Ia melirik ke arah meja di mana satu gelas masih utuh dengan isinya, ia yakin jika minuman itu sama dengan miliknya.


Iya, Raka menyadari jika dirinya terpengaruh obat pe rangsang. Meskipun ia awalnya juga terpengaruh dengan film yang ia tonton, tapi ia menyadari jika lonjakan gairahnya naik drastis setelah meminun minuman itu.


Sebagai mahasiswa kedokteran tentu ia tau, tentang obat itu dan bagaimana gejalanya.


Ia kembali menoleh pada istrinya. "Maaf," lirih nya.


*


*


Pintu lift baru saja terbuka, dan di dalamnya terlihat ada Anita. Ia kemudian keluar dengan cara mengendap-endap.


Ia seperti seseorang yang akan mencuri, padahal ia hanya akan pergi ke depan kamar putranya. Dan itu sudah ia lakukan beberapa kali.


Lihatlah penampilannya sekarang, memakai masker hitam, kacamata hitam, serta topi pantai yang cukup lebar.


Setelah berada di depan kamar Raka, ia kembali mengedarkan pandangannya memastikan jika di sana tidak ada orang. Setelah di rasa aman, ia menempelkan telinganya pada pintu.


Mencoba mendengar apa yang terjadi di dalam sana.


"Apa terlalu banyak ya, aku mencampurkan obatnya?" Anita menggumam. Ia tidak mendengar apapun, dan mengira jika putra dan menantunya itu masih bertempur.


Karena hingga hampir malam tiba ia tidak melihat mereka berdua.


"Astaga!" Anita terkejut ketika ponsel yang di bawanya tiba-tiba berdering. "Kenapa kamu mengagetkan saja." gerutunya pada.


Terlihat di layar ponsel tertera nama Raja. "Iya Pa!" Anita menjawab dengan berbisik.


("")

__ADS_1


"Iya, Mama sebentar lagi akan kembali. Mama pergi sebentar cuma beli es oyen." dusta nya. "Ya sudah, Mama akan kembali sekarang."


Hingga kemudian panggilan berakhir.


*


*


Meili menggeliat dalam tidurnya, rasa dingin begitu ia rasakan. Matanya perlahan terbuka, dan mendapati suasana kamar dalam keadaan temaram.


Ia mendesis saat merasakan pusat intinya yang terasa begitu perih, hingga perlahan bayangan tadi siang melintas di ingatannya.


Ia yang telah menunaikan kewajibannya sebagai istri untuk yang pertama kalinya.


Pipinya merona membayangkan itu, rasa yang tidak pernah ia bayangkan. Rasa sakit dan bercampur perih ketika suaminya berhasil mengambil apa yang selama ini ia jaga dan memang akan ia berikan untuk suaminya.


Dan Raka lah yang telah mendapatkannya, namun setelah melawati rasa sakit itu ada rasa yang tidak bisa ia umpama kan. Bahkan saat suaminya meminta untuk yang ke dua kalinya dirinya pun tidak menolak.


Tapi di mana kini suaminya itu berada? Di ranjang hanya ada ia seorang dan dalam keadaan tanpa busana.


Pintu kamar mandi terbuka, Raka tampak selesai membersihkan diri. Terlihat dari sisa tetesan air yang masih memenuhi tubuhnya.


Ia melihat ke arah istrinya yang sudah terbangun. "Mau mandi? Sudah aku siapkan air panas untuk berendam."


Seketika Meili mengalihkan pandangannya, melihat tampilan suaminya seperti itu membuatnya panas dingin. "Hm..." sahutnya.


Namun ia bingung bagaimana caranya ia menuju kamar mandi, bathrobe terakhir ia pakai juga tidak tau menghilang kemana.


Ia akhirnya mendudukkan dirinya dengan menggulung selimut untuk membungkus tubuhnya.


Sejenak ia memejamkan mata, ia merasakan kurang nyaman di pusat intinya seperti ada sesuatu yang mengganjal. Dan rasa perih juga mendominasi.


"Apa bisa berjalan?" Raka menghampiri.


"Iya, tentu aku bisa." Meili kemudian bangkit, ia memegangi erat selimutnya agar tidak melorot. Saat pertama kali melangkah tentu itu terasa luar biasa, dan ia berusaha terlihat seperti biasa.

__ADS_1


Raka yang melihatnya hanya menghembuskan nafasnya pelan, ia menyadari itu semua karena perbuatannya.


"Kak!!" Meili terkejut karena suaminya tiba-tiba menggendongnya.


"Kenapa tidak minta tolong saja," kata Raka yang berjalan ke arah kamar mandi. Ia lalu mendudukkan istrinya di kloset. "Nanti kalau sudah selesai panggil saja."


Membuat Meili langsung menatapnya, lalu ia menganggukkan kepala.


Raka meninggalkan Meili untuk berendam sendiri, ia menyadari jika mereka masih sama-sama canggung setelah kejadian tadi siang.


Meskipun mereka sudah mengetahui satu sama lainnya, tapi mereka masih di fase menyesuaikan diri. Apalagi sikap Raka yang tidak semanis seperti di tokoh-tokoh novel.


*


*


Meili dan Raka memutuskan untuk makan malam di restoran yang ada di hotel mereka menginap.


Ketika sedang menunggu pesanan mereka datang, mata Raka memicing melihat kehadiran seseorang yang baru memasuki restoran.


Ia semakin menatapnya lekat, memastikan jika apa yang di lihatnya tidaklah salah.


Raka menghembuskan nafasnya kasar ketika apa yang lihatnya benar-benar kedua orang tuanya.


Sekarang ia mengerti tentang keanehan yang menimpa dirinya.


Apalagi melihat Anita yang seketika menyembunyikan diri ketika mata mereka saling bertabrakan.


"Mama kenapa?" Raja melihat kelakuan aneh istrinya. Ia lalu melihat ke arah pandang di mana sempat Anita melihatnya, ia menghela nafasnya pelan. Mengetahui keberadaan putra dan menantunya berada.


Kini ia mengetahui kenapa istrinya ngotot sekali ingin liburan dan menginap di hotel itu. "Ma..." Raja menatap istrinya yang hanya tersenyum kaku.


"Hanya kebetulan, Pa." ujar Anita.


...----------------...

__ADS_1


...Baru selesai kerja gengs, jadi baru sempat up 🥰...


__ADS_2