Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
PROLOG ( Revisi )


__ADS_3

LOS ANGELES , CALIFORNIA


Desiran angin yang kencang, hamparan laut lepas , dan pemandangan indah di sepanjang jalan Los Angeles , California membuat Pemuda tampan, tinggi, dan bertubuh atletis ini terkesima dan berdecak kagum akan keindahan yang telah Tuhan cipatakan .


" Wow, aku tidak menyangka Vin , kalo LA seindah ini " ucap Pemuda tampan itu sambil menghentikan mobil mewah miliknya di bahu jalan .


" Kau terlalu sibuk dengan urusan bisnis Ayahmu ,hingga Kau seperti orang di Gua yang hanya mengetahui kegelapan " ucap Kevin sambil membuka pintu mobil.


" Sialan ! apa kau bilang tadi ? orang di Gua ? " timpal Pemuda tampan itu sambil melebarkan senyumnya.


" Ayolah Ken, Bangunlah .. sampai kapan Kau harus berada dalam kegelapan " ucap Kevin yang ekspresi wajahnya berubah menjadi agak kacau.


Pemuda Tampan itu turun dari mobil , dan membuka kaca mata hitam yang dikenakannya itu ( LA panas, butuh Kacamata Hitam wkwkw )


dan ..


Wajah tampan, mata yang indah, hidung yang mancung, Bibir seksi dan tubuh yang kekar, dialah Kendrick Rafandra Bachtiar ( Akrab disapa KEN ).



" Hei Brother, Kau tidak perlu sekhawatir itu terhadapku . Kau tenang saja, Aku sudah merencanakan masa depan dengan baik " balas Ken sambil melingkarkan tangan di pundak Sahabatnya tersebut .


" MERENCANAKAN MASA DEPAN ? Cih, jelas sekali kebohonganmu . " bantah Kevin dengan lantang.


Ken yang mendengar ucapan Kevin, seketika tertawa karena mungkin Ia faham bahwa tidak ada yang bisa mengerti dirinya selain Kevin ( Sahabat terdekatnya, bahkan seperti saudara )


Kendrick dan Kevin bersahabat sejak masa Kuliah di Amerika Serikat, persahabatan mereka semakin dekat sejak Ayah Kendrick menjalin kerja sama bisnis dengan Perusahaan Ayah Kevin. Mereka sekarang menjadi Peng-Handle Perusahaan Ayahnya , untuk menjaga dan menjalin hubungan Internasional Perusahaan , Kendrick dan Kevin pun Tinggal di California .


saat mereka sedang canda tawa ,

__ADS_1


tringgg tringg tringgg..


Ponsel Ken berdering


" Ayah " ucap Ken saat tahu yang menelfon dirinya adalah Sang Ayah , Ken pun menekan tombol Hijau pada ponselnya.


" Iyah Ayah ada apa ? "


" Kembalilah ke sini, ada hal penting "


" Iyah , Aku akan pulang bulan depan "


" Jangan bodoh ! jika Ayah menelfonmu sekarang, berarti kau harus secepat mungkin disini bukan Bulan Depan " tegas Sang Ayah .


" Baiklah, Kapan Aku harus pulang ? " jawab Ken dengan santainya .


Mendengar pernyataan Ayahnya, Ken terkejut


" Apa ? Lusa ? kenapa begitu mendadak? "


" Tidak usah membantah , persiapkan semuanya lalu pulanglah " Ucap tegas sang Ayah.


Ken hanya bisa menghela nafas mendengar pernyataan Ayahnya.


" Baiklah Ayah "


Ken pun mematikan telfonnya .


Kevin yang mendengar pembicaraan mereka pun langsung bereaksi .

__ADS_1


" Lihatlah , apa yang bisa Kau lakukan ? tidak ada Ken, semua di doktrin oleh Ayahmu, bahkan Hidupmu sekalipun " ucap Kevin dengan nada kesal .


" Untuk sekarang, Aku tidak bisa melakukan apapun, mungkin suatu saat Aku akan melakukan apa yang Aku mau, percayalah.. " balas Ken dengan nada rendah .


" Ken, Kau terlalu di kekang oleh Ayahmu, hidupmu terlalu diatur dan terus menerus bergulat dengan ambisi Ayahmu , Kau dituntut untuk selalu sempurna dalam bisnis, harus berhasil dalam memenangkan Tender- Tender besar, bahkan Kau dikirim ke Amerika untuk berlatih menembak dengan Tentara disini kan ? " tutur Kevin yang merasa kesal atas perlakuan Ayah sahabatnya .


" Kau ini bicara apa. " balas Ken dengan ekspresi wajah datar namun tampak mendalami setiap perkataan Kevin .


" Aku bahkan tidak habis fikir, hubungan Bisnis dengan Menembak itu sangatlah jauh, tapi untuk apa Ayahmu menyuruh dirimu berlatih menembak ? Oh Iyah, agar Kau tidak punya kesempatan dan waktu untuk BERSAMA WANITA ! " decak Kevin seraya berfikir keras .


" Wanita ? Apa Kau lupa ? di Tanah Air ada Wanitaku, Kau tenang saja " canda Ken , seakan seperti menenangkan Kevin.


" Dia WANITA PILIHAN AYAHMU ! bukan Wanita mu ! Yah .. Aku beruntung pada diriku sendiri, Ayah membebaskanku walaupun Dia juga sama Pembisnis, tapi perbedaannya .. Aku memegang kendali atas diri dan hidupku sendiri , juga semampuku dalam urusan bisnis. Jadi Aku tidak terlalu pusing memikirkan Tender, karena Aku lebih suka Memikirkan Wanita .." penjabaran Kevin dengan begitu panjangnya.


" Terserah Kau saja , Kau suka memikirkan Wanita kan ? "balas Ken untuk mengalihkan pembicaraan.


" Tentu. Mereka adalah Hadiah Tuhan " ucap Kevin sambil membayangkan Wanita cantik nan Sexy .


" AYO KITA KE BAR ! " bisik Ken ke telinga Kevin.


" GO !!!!! " jawab Kevin dengan begitu semangat seraya berjalan ke mobil dan mengambil alih kemudi .


" Mudah saja untuk membungkam Petuahnya " gumam Ken sambil menahan Tawanya .


.....................


Btw, ini pertama kali aku nulis, please , dont judge .


Aku butuh saran & kritik 😘

__ADS_1


__ADS_2