Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Author Kembali, Yaura Ken


__ADS_3

" Aku rasa, Evelyn mampu menaikkan penjualan. " Yaura menggenggam tangan Evelyn seraya berfikir apakah Adik Iparnya itu sudah merelakan kematian Reino dan Hilya.


Di Dalam Perusahaan,


Semua Pegawai sibuk berwara-wiri melakukan tugasnya dengan baik. Walaupun baru dibangun, tetapi G&D tetaplah G&D yang menjadi primadona di semua kalangan. Interior dan Fasilitas yang sangat mewah menambah kemegahan hotel yang dibangun oleh Ken tersebut.


" Megah sekali hotelnya. Aku tidak bisa membayangkan kekayaan Nona Yaura dan Tuan Ken.. " puji Donna yang sedang berjalan beriringan dengan Sinta. matanya tak berkedip saat menyadari kemewahan G&D.


" Tidak perlu membayangkan. Kaya hasil dari warisan orang tua, tidak ada yang spesial. Kecuali Ken, Dia seorang Pengusaha. " saut Sinta seraya membayangkan wajah Yaura yang sangat cantik, namun ternyata hatinya tidak bisa menerima kesempurnaan Wanita yang menjadi Bosnya itu.


" Apa Kau gila? Coba Kau di posisi Nona Yaura, Kau juga akan sangat bersyukur. Aku tidak munafik, ingin sekali terlahir dari Keluarga Kaya Raya seperti dirinya.Lihatlah, Kita bekerja di perusahaan orang yang siap disuruh-suruh. Sungguh menjengkelkan. " tutur Donna.


" Tidur saja dengan Om-Om ,Aku yakin Kau tidak perlu bekerja dan bisa membangun perusahaan sendiri. " Sinta menarik sudut bibirnya dan tersenyum mengejek.


" AKU BUKAN KAU ! " Donna memutar bola matanya.


TAMAN G&D


Sesuai janjinya, Yaura belajar menjadi orang normal. Minta kesini, minta kesitu. Dan beruntung Sang Suami menuruti keinginannya.


Yaura mendaratkan bokongnya disebuah kursi panjang di tengah Taman Bunga yang indah tersebut. Matanya segar karena dimanjakan oleh warna-warni bunga dan hijaunya tanaman. Angin sepoi pun ikut merayakan kemenangan Yaura yang selama ini hidup sengsara.


" Kau pasti lelah berjalan kesana kemari. " Ken duduk di sebelah Istrinya seraya memberikan air mineral.


" Kau lupa Aku siapa? " senyum Yaura yang membuat Ken ikut melebarkan senyumnya.


" Siapa memangnya? " jail Ken, hatinya tak pernah berhenti bersyukur saat memandangi Yaura yang terlihat sangat bahagia.


" MARKONAH. " Yaura tersipu, lalu menenggak air mineral tersebut hingga habis.


Ken beranjak lalu memetik beberapa bunga darisana.


Disaat bersamaan, Yaura tiba-tiba ingat saat dimana Ken menyelamatkannya dari pohon yang hendak menimpa dirinya waktu kecil.


" Coba tebak, waktu kecil bunga mana yang Kau berikan padaku. " Ken mengelus pipi Sang Istri lalu kembali duduk disebelahnya.


Mata Yaura terarah pada rangkaian bunga yang Suaminya bawa.


" Mana mungkin Aku melupakan seseorang yang menyelamatkanku dari maut, ntah waktu kecil atau ... SEKARANG.. " senyum Yaura seraya mengambil bunga berwarna maroon keunguan.


" Bunga ini yang Aku berikan kepadamu waktu kecil. Benarkan? " sambungnya.


Ken tersenyum seraya menatap dalam bola mata Istrinya.


" KAU BENAR-BENAR MENGINGATKU.. "


" Berjanjilah.. apapun yang terjadi dikemudian hari, tetaplah berada disisiku, Aku sangat mencintaimu melebihi nyawaku sendiri.. Jangan pernah menghilang atau jauh dari sisiku.. Kau janji? " tanya Ken.


Percaya sepenuhnya kepada Sang Suami, tanpa ragu Yaura menganggukkan kepalanya.


" Janji.. ".


Mendengarnya,membuat Ken langsung memeluk Sang Istri dengan erat.


" Awas saja jika ingkar, Aku gigit lehernya. "


" Bukankah itu sudah biasa? " senyum Yaura.


" Aku gigit lebih keras nanti. " goda Ken sambil tertawa.


" Nanti berdarah, katanya tidak mau Aku terluka. " protes Yaura.


" Luka di leher kan beda." gemas Ken.


" Sayang.. " sambungnya.


" Humm? " saut Yaura seraya menikmati pelukan Ken yang sudah menjadi candu baginya.


" Nanti malam Kita keluar kota. Kau sudah siap kan menghadapi dunia bisnis? " Ken melepaskan pelukan.


Yaura menganggukkan kepalanya.


" Tapi Aku masih tidak ingin berbicara dengan orang lain. Kau saja.. " lirihnya.


" Tentu Sayang.. Aku juga tidak mau Kau berbicara dengan Pria lain. " jawab Ken.


" Tapi Kau sering bicara dengan Wanita Cantik. " Yaura membuang pandangannya hingga membuat Ken tersenyum.


" Wanita Cantik yang mana? Hanya Kau yang paling Cantik. " gombal Ken.


Yaura berdiri seraya menggenggam rangkaian bunga yang dipetik Suaminya.


" Sudahlah. Aku mau ke dalam. " Yaura berjalan, hatinya tiba-tiba badmood hingga membuat Ken tertawa.


" Siapa? Wanita Cantik mana yang Kau maksud? " tanya Ken kembali seraya mengikuti Istrinya.


" Saking banyaknya Wanita Cantik disekelilingmu hingga Kau sendiri tidak bisa menghitung. " gerutu Yaura tidak jelas hingga membuat Ken menahan tawanya.


" KAU KENAPA SAYANG ASTAGAA.. SUKA TIDAK JELAS BEGINI? ".


" Semua Kontak Ponselnya isinya asrama wanita. lalu masih bertanya Wanita Cantik yang mana? Dasar Buaya " gerutu Yaura dalam hati. entah kenapa Ia merasa kesal tidak jelas.


RITZ CARLTON HOTEL


Restaurant


Semalam mabuk dan berbicara melantur membuat Lisya malu tujuh keliling. terlebih lagi Alfin yang menemaninya semalaman hingga membuat Lisya semakin uring-uringan.


" Maaf jika Kau merepotkanmu. Sungguh Aku minta maaf.. " ucap Lisya,bibirnya gemetar.


" Keselamatanmu adalah tanggung jawabku, jadi lupakan kata maaf, Kau sama sekali tidak merepotkan. Sudah, makanlah. " cuek Alfin seraya menikmati hidangan makanan, Ia sangat lapar karena saat jam makan siang belum sempat makan.


Meskipun mabuk, namun ciuman itu masih berbekas dan terasa.


" Alfin menciumku semalam, Dia bilang bahwa Ia benar-benar melupakan Yaura. " batin Lisya. Ia berpura-pura tidak ingat soal ciuman semalam untuk mengurangi rasa canggung.


Sementara Alfin nampak melirik kearahnya,


" APA LISYA TIDAK INGAT KEJADIAN SEMALAM? "


" Sungguh Aku tidak mau Dia mengira Aku merendahkannya. " dilema Alfin dalam hati.


Rilex sejenak, mereka kembali diam seraya menikmati hidangan masing-masing.


Setelah beberapa menit kemudian,


" AKU TIDAK BERMAKSUD MERENDAHKANMU ATAU APAPUN,SUNGGUH AKU MINTA MAAF KARENA SEMALAM DILUAR KENDALI.. " celetuk Alfin tiba-tiba seraya menundukkan sedikit kepalanya. Jujur, Alfin bukan tipe orang yang merendahkan derajat Wanita. Ia sangat menghargai kehormatan wanita.


Lisya tersentak dan gelagapan, Ia seketika mati kutu seraya menggigit bibir bawahnya.


" A-a-aku yang salah. Maaf... lupakan pertanyaan semalam, tidak penting. " ucapnya.


" Lain kali jangan mabuk.. " Alfin berusaha menetralkan kembali suasana,karena Ia tahu bagaimana malunya berada diposisi Lisya.


Lisya mengulas senyum tipis seraya menggigit bibir bawahnya. Bagaimana bisa dirinya menikmati ciuman dengan seorang Pria yang tidak mencintainya.


" Harusnya Aku menolak..bukan malah menikmatinya. sangat menyakitkan dicium oleh seseorang tanpa rasa cinta.. " batin Lisya.


RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE


Meskipun terlambat dan terkesan belum siap beraktifitas, namun Nona Lee menjalankan kewajibannya mengelola Rumah Sakit. Kali ini, Ia ditemani dengan seorang Tentara Aktif, siapa lagi jika bukan David yang berseragam hitam lengkap. keduanya sadar habis minum-minuman di bar lalu hilang kesadaran.


" Jadi siapa yang menang? " goda David seraya memperhatikan Nona Lee yang sedang menandatangani beberapa berkas pasien di Kursi Direktur Utama.


" Tidak ada yang menang. dan jika boleh memuji, Aku yang menang karena lebih dulu sadar " tawa Nona Lee yang langsung diikuti senyum manis David.


" Aiiisshhh jadi Kau mengejekku karena terlambat sadar begitu? " tanya David seraya menatap Nona Lee dengan tatapan sexy.


" Tentu. Kau tidak sekuat yang Aku bayangkan. " ejek Nona Lee seraya berjalan melintasi David guna menaruh berkas tersebut ke lemari dokument.

__ADS_1


" Apa Kau bilang? " David tersenyum nakal hingga membuat Nona Lee mundur dan terhimpit tembok.


" Aku tidak bilang apapun. " senyum Nona Lee, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang berdekatan dengan David.


" AKU SEORANG TENTARA, KUAT DALAM APAPUN. DAN SEMALAM.. AKU HANYA PURA-PURA MENGALAH,AGAR KAU TIDAK MENDAPAT HUKUMAN.. KARENA HUKUMANKU AKAN MEMBUATMU TAHU APA ARTI KUAT.. " bisik David seraya menatap bibir Nona Lee yang sangat tebal sexy nan menggoda.


" JANGAN MEMBUAT ALASAN. " Nona Lee mendorong pelan tubuh David seraya melukiskan senyumnya. Jujur, Ia salah tingkah dan merasa berbunga jika didekat David.


" AKU AKAN MEMBUKTINYA NANTI..JANGAN MENYESAL.. " David tersenyum misterius.


" BUKTIKAN. WLE😜 " tantang Nona Lee seraya menjulurkan lidahnya. Ia sangat percaya diri bahwa David memang tidak kuat alkohol dan mudah melayang.


" Awas.. " sumpah David yang merasa sangat tertantang.


MALL


Karena Vino sibuk bersama Kevin dan Alex, maka Ken menyuruh Zayn menemani Adiknya Shopping.


" Astaga.. Kau mau berputar-putar berapa kali lagi Evelyn? " gerutu Zayn karena gaya shopping Evelyn yang sangat menjengkelkan. Jika belum memutari satu mall, maka tidak sempurna.


" Junedi,Kau sangat bawel. diam dan duduk saja. Kau tidak tahu apa dilema seorang Wanita memilih baju? " saut Evelyn yang membuat Zayn menghela nafas panjang.


" Baiklah, terserah Kau saja. " Zayn pasrah seraya mendudukkan bokongnya dikursi.


Para Pengawal dan Pelayan yang ikut dengan mereka pun menahan senyumnya,karena sungguh ekspresi wajah Zayn sangat lucu.


" Tuan Zayn, Nona Evelyn memang seperti itu. dan sepertinya, semua Wanita itu sama. Tuan juga pasti pernah menemani pacar Tuan belanja di Mall,dan sangat lama " ujar Pelayan Wanita seraya membungkukkan badannya.


" Apa Kau sedang mengejekku? Aku tidak memiliki pacar. " gerutu Zayn yang membuat Pelayan dan Pengawal menahan tawanya. memang benar, Pria akan sangat sensitiv dan kesal jika menemani Wanita berbelanja.


" Jangan mencari pacar,Tuan . mencari Istri saja, Tuan sudah sangat matang untuk menikah. " timpal Pengawal, Ia sangat enjoy Zayn karena pribadi Zayn yang humoris dan konyol.


" BAIKLAH. BESOK AKU AKAN MENIKAHI ISTRIMU. " celetuk Zayn yang seketika membuat wajah pengawalnya memucat.


" Ja-jangan Tuan. masa Istri saya. "


Melihat muka pucat pengawal,membuat Zayn tertawa.


Tak berselang lama, Ia dipanggil Evelyn.


" Aku memberikan dress untuk Wanita yang Kau bawa malam itu. Berikan kepadanya, dan bilang bahwa Grand Opening G&D Mall Aku mengundangnya secara khusus." ujar Evelyn. Wanita yang dimaksud adalah Wanita Sexy yang menemani Zayn saat di pesta Resepsi Tuan Rendy.


" Aku sudah bertaubat. tidak akan menemuinya. " tolak Zayn.


" Berikan saja.. lagipula Dia sepertinya Wanita yang asik dan baik, Aku menyukainya Junedd.. " rengek Evelyn.


" Baiklah. Tapi sekarang ayo pulang..kepalaku pusing melihatmu mondar-mandir.. " Zayn memijit pelipisnya yang memang sangat pening.


Evelyn tertawa terbahak-bahak.


************


MALAM HARI


Tak terasa, malam tiba.Nona Lee diantar oleh David setelah seharian menghabiskan waktu bersama di Rumah Sakit. Di Ruang Utama, Ia berpapasan dengan Donna dan Sinta,


" Selamat Malam,Nona.. " sapa Donna dan Sinta bersamaan.


" Malam.. Kalian tidak pulang? atau sepenuhnya bekerja di G&D ? " heran Nona Lee, Ia menyangka Donna dan Sinta hanya bekerja pada jam kantor namun ternyata mereka sepenuhnya bekerja untuk G&D. bukan tanpa alasan Donna dan Sinta dipekerjakan siang dan malam, karena CUKUP DUA ORANG SAJA YANG MEMASUKI AREA YAURA.


" Terlalu banyak orang baru akan berbahaya, Pak Agus dan Ken memang sangat pintar. " ujar Nona Lee dalam hati, Ia juga tidak suka jika banyak orang baru di Rumah Adiknya, apalagi menyentuh Yaura yang sangat rawan menjadi mangsa Para Penjahat.


" Baiklah. sekarang Aku butuh berkas Stephanie Lee Hospital, tolong ambilkan di Lemari Dokument. " perintah Nona Lee layaknya Bos memerintah Asistennya. setelah itu Ia melangkah ke kamar guna membersihkan diri.


Donna sigap menuruti perintah Nonanya,sementara Sinta kini berdiam diri dan mematung. matanya terus menyoroti interior dan kemewahan Rumah Yaura,


" Enak juga ternyata menjadi Orang Kaya. bisa mendapatkan Pria Kaya dan memerintah seenaknya. " ujar Sinta, entah siapa yang Ia maksud.


Tiba-tiba Lolly yang berpakaian santai datang seraya mengamati wajah Sinta yang terkesan tidak biasa saja.


" Apa ada yang salah Nona Sinta? "


Mendengarnya, Lolly hanya melukiskan senyum manis,tapi tidak munafik,matanya mengamati Cara Berpakaian Sinta yang sangat berlebihan dan terbuka.


" Apa Dia tidak malu dengan Kak Ken dan Yaura? Mereka Atasannya, harusnya menjaga kode etik berbusana. " ujar Lolly dalam hati.


" Aku menemuimu karena disuruh Kak Ken bahwa malam ini keluar kota, bersiaplah,Sinta.. dan semoga kerjaanmu berjalan dengan lancar. "sambung Lolly sambil melukiskan senyum imutnya.


Mata Sinta menatap ke arah kamar Bos nya,


" Apa Tuan Ken ada didalam? "


" Maksudmu? " Lolly menyipitkan matanya dan terheran dengan pertanyaan yang lolos dari mulut Sinta.


" Maksudku apa Tuan Ken sudah bersiap? " senyum Sinta.


" Dia bersama Istrinya, tentu ada yang menyiapkan dan pasti sudah bersiap. Maaf jika Aku lancang, saranku, Kau jangan sampai telat atau melupakan apa yang Kak Ken perintahkan. Dia tipe orang yang tidak bisa toleransi soal waktu.. baiklah Sinta, Aku kedepan dulu. " tutur Lolly kemudian berlalu begitu saja.


Tak mendengarkan apa saran Lolly, fikiran Sinta justru terpusat pada sesuatu yang tidak penting.


" Apa Nona Yaura ikut? "


" Ahh sial. disini tidak ada yang bisa diajak berkompromi " umpat Sinta dalam hati. matanya menyapu bersih seluruh ruangan guna mencari orang yang bisa Ia ajak bekerjasama dalam menggali informasi.


1 Jam kemudian


Nona Lee menemui Yaura. Mereka berbincang serius, termasuk Ken yang menyimak pembicaraan kedua Wanita itu.


" Aku tidak bisa melakukannya,Yaura. hanya Kau yang bisa,karena Kau adalah Keturunan Ayah Devano Malik. Aset Keluarga Malik tidak bisa dihitung oleh digit,sekarang ambil kembali Gedung ini dari tangan mereka " tutur Nona Lee seraya memegang berkas kepemilikan gedung Devano Malik.


Yaura menganilasi dan mengingat semua aset-aset Ayahnya. namun kali ini, Ia tidak ingat sama sekali karena memang kepemilikan gedung itu dibuat sebelum Yaura ada, dan Devano pun tidak pernah bercerita kepadanya.


" Aku tidak ingat. " ucap Yaura yang membuat Ken mendelik.


Ken dan Nona Lee sama-sama mengetahui seluk beluk gedung tersebut. sebuah Gedung Tua dengan lahan yang luas dan strategis membuat Ken berdiri lalu menatap surat kepemilikan,


" Nona Lee tidak bisa mencairkan aset gedung karena tidak ada hubungan darah dengan Ayah Devano. Jangan ragu, ambil dan urus. semakin banyak aset, maka PARA TIKUS semakin takluk."


saran Ken untuk Istrinya.


Seakan mengerti yang dimaksud Suaminya, Yaura mengambil surat itu dari tangan Nona Lee dan berkata bahwa Dia akan mengurusnya nanti. Nona Lee pun kembali menjelaskan panjang lebar kepada Yaura tentang Bisnis dan permainan di dalamnya. Bukan lagi berdiskusi senjata, mereka kini berdiskusi Bisnis dan pengaturan strategi penjualan. Yaura hanya diam namun menyimak, pikiran dan hatinya mulai torebsesi pada kejayaan G&D. Ia pun bersumpah akan membawa G&D ke tangga teratas Bisnis, dan mengalahkan kedudukan Pemerintah.


*


*


Awalnya diperintah seorang diri, namun ternyata ada Donna yang ikut hingga membuat Sinta tersenyum.


" Aku kira Kau tidak ikut. " ujar Sinta seraya melangkah keluar.


" Nona Lee tidak terlalu sibuk hingga Tuan Ken menyuruhku ikut denganmu. karena kabarnya, Nona Yaura menyuruh Kita untuk mengurus Aset Kepemilikan Gedung Ayahnya. " jawab Donna seraya berkaca dan memandangi make up nya yang terlihat sangat glamour.


" Dia ikut? " tanya Sinta seraya menengok ke belakang karena Ken belum juga keluar.


" Siapa? Nona Yaura? jika iyah, tentu Nona Yaura ikut. Kau bodoh atau bagaimana? kalau Nona Yaura tidak ikut,memangnya siapa yang menemani Tuan Ken tidur? " sinis Donna.


" Banyak. " tawa Sinta..


" Iyah, termasuk Kau. lihatlah, semakin malam,pakaianmu semakin menggoda. Dadamu hampir seluruhnya terlihat, memancing. " ujar Donna sambil memutar bola matanya.


" Aku tidak seburuk itu. " senyum Sinta seraya menarik sudut bibirnya.


30 menit kemudian, Ken lebih dulu keluar. terdengar, Ia sedang berbicara dengan Zayn melalui telefon. Ken menyuruh Zayn ikut dengannya karena ada hal penting dan membutuhkan bantuannya.


Terlihat banyak pengawal, sniper dan beberapa mobil khusus Tim GOD ikut hingga membuat Donna merinding. Ia berkata bahwa dirinya sangat terkagum dengan Pelayanan Keluarga Malik dan Bachtiar.


" Kita seperti Orang Penting, dikawal oleh Sniper. " girang Donna.


Bukannya mendengarkan, Sinta malah fokus menatap Ken yang terlihat sangat kharismatik nan tampan.

__ADS_1


" Beruntung sekali yang memiliki Dia seutuhnya. " pujinya.


Tak berselang lama, Yaura keluar dengan kaos sederhana dibalut blezer hitam yang biasa Ia pakai. Ken membukakan pintu untuk Sang Istri lalu mengambil posisi kemudi,rupanya Ia menyetir sendiri dan berdua dengan Istrinya.


Tidak menunjukkan jati diri sebagai Sniper, Albert memakai pakaian Sopir lalu masuk ke mobil Donna dan Sinta.


Melihat paras Sopir setampan dan seganteng Albert membuat Donna berbisik kepada Sinta.


" Bahkan Sopirnya pun lebih tampan dari Mark. "


" Dekati Dia. " saut Sinta. tatapannya matanya terarah keluar Jendela, Ia memandangi Ken yang sedang memutar setir mobilnya.


Tak menunggu waktu lama, rombongan pun berangkat ke Tempat tujuan.


Di dalam mobil, Ken tersenyum memandangi Istrinya yang sedang menatap luar jendela. Setelah sekian lama, akhirnya Ia bekerja ditemani Sang Istri dalam keadaan hati yang tulus dan kejujuran. tidak seperti dulu,penuh keterpaksaan dan kepalsuan serta sandiwara.


" Tidurlah.. " lirih Ken seraya menggenggam tangan Istrinya.


Yaura menoleh,


" Tidak. "


" Kenapa? Kau tidak bisa tidur tanpa pelukanku? baiklah,kemarilah.. " goda Ken hingga membuat pipi Yaura bersemu. tangannya merangkul Sang Istri dan bersender di pundaknya.


Gengsi, Yaura tetap bersikap cool dan melepaskan diri dari godaan Suaminya.


" Sama sekali tidak benar. Mobilnya tidak enak, benturannya terasa sekali. " alibi Yaura. Pecinta Mobil, membuat Ken bangun saat mobil barunya diejek Istrinya sendiri.


" HEI ! Aku bahkan membelinya baru untukmu. Kau bilang benturannya terasa ? yang benar saja. " omel Ken.


Ken mengomel,membuat Yaura semakin menjadi-jadi.


" Terima kenyataan. " ejek Yaura hingga membuat Suaminya cemberut dan jengkel.


" Iyah terima kenyataan,tapi sayang sekali yang Kau bicarakan ini sangat melantur. Jadi Mohon maaf Nona Yaura,Aku tidak bisa menerimanya. "jelas Ken yang tidak mau kalah dari Istrinya. Perkara mobil berbuntut panjang, mereka saling beradu argument. Iyah itulah Ken dan Yaura jika disatukan,ada saja peperangan. Pertengkaran mereka sangat lucu, Ken yang keras, dan Yaura yang suka memancing.


Menggunakan penyadap dan mendengar percakapan Bosnya membuat Albert tersenyum.


" Ternyata begini jika mereka sedang berdua. seperti Anak Kecil. " lirih Albert dalam hati.


Melihat dari spion,Sinta menangkap basah Albert yang sedang tersenyum hingga membuatnya terheran.


" Aneh sekali, kenapa Dia tersenyum? " gumam Sinta.


*


*


RUANG BAWAH TANAH


Dimana ada Yaura, disitu ada Pak Agus. terbiasa ikut dan menjaga Nonanya, kini Pak Agus diam bersantai seraya ditemani secangkir kopi dan senjata api.


" Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Nona Yaura ? Nona baru saja pulih." tanya Ketua GOD.


Pak Agus tersenyum sambil menatap ke arah monitor besar yang menampilkan rute perjalanan Yaura dan Ken.


" Mulai sekarang,biarkan mereka hidup normal. Keluar dan bertemu siapapun sesuka hati. Terkadang, musuh akan semakin pandai mengelabui jika sudah mengetahui kekuatan lawan. Mereka akan berganti peran menjadi orang baik, lalu perlahan membunuh Kita. Sebelum terbunuh, maka lebih baik KITA YANG MEMBUNUHNYA. Jangan terlalu ketat, dengan begitu KITA BISA LEBIH MUDA MELIHAT MUSUH SELANJUTNYA. " senyum Pak Agus. Ia sedang mengamati orang-orang yang mencoba menyerang Yaura kembali.


" SAAT YAURA TERANCAM DISAAT KITA TIDAK ADA, ITULAH YANG AKU MAKSUD. MUSUH BARU BISA DENGAN MUDAH KITA TEMUKAN. Kalian mengerti? " sambungnya.


" Cerdas sekali Tuan Besar. " senyum Ketua GOD.


*


*


HOTEL CITRA


Setelah 3 Jam, Ken memarkirkan mobilnya di Sebuah Hotel Bintang Lima yang dipilihnya untuk mengadakan pertemuan bisnis. Rombongan turun dari Mobil,


" Jangan khawatir, semuanya aman. " lirih Ken saat melihat Sang Istri sedang mengamati basement. bagaimanapun, Basement adalah saksi bisu dimana dirinya dan Yaura pernah beradu senjata.


Tiba-tiba Pria Tampan memakai kaos santai datang dari arah sana.


" Masuklah. Kau telat 30 menit, Clientmu sudah menunggu lama. " omel Zayn. Iyah, Zayn diminta Ken untuk ikut lalu menemaninya.


" Ajak Donna dan Sinta ke Kamarnya, lalu suruh mereka menumui Client. Aku urus Istriku dulu.. " entah apa yang akan dibahas, Wajah Ken dan Zayn sama-sama serius.


Ken mendekati Istrinya, dan Zayn berjalan ke arah Donna dan Sinta yang mematung di depan mobil.


" Ikut denganku. " perintah Zayn lalu berbalik badan dan melangkah.


" Baik,Tuan. " jawan Donna dan Sinta berbarengan.


Mereka masuk ke dalam Hotel, Ken memberikan topi hitam dan masker untuk menutupi wajah Istrinya. Ia memang tidak suka, wajah Istrinya dinikmati banyak orang. Staff dan beberapa pengunjung yang bertatapan dengan mereka berdecak kagum.


" Akhirnya Aku bisa melihat Tuan Ken secara langsung. dan WOW, rombongan Petinggi G&D bahkan memakai Hotel Kita untuk singgah. "


" Bahkan hanya dengan melihat mata Nona Yaura saja Aku tidak bisa membayangkan betapa cantik dirinya. " puji Staff.


Tidak membedakan, Ken memberikan Kamar Mewah untuk Donna dan Sinta.


" Kalian punya waktu 30 Menit untuk bersiap. sesuai yang Bos Kalian katakan, temui Client dengan pelayanan yang terbaik, tunjukkan skill Kalian. " tutur Zayn seraya melukiskan senyum tipis.


" Baik,Tuan Zayn. " jawab Donna.


Tak berselang lama, Zayn meninggalkan mereka.


" Astaga, mewah sekali kamarnya. hampir sama dengan G&D interiornya,ini pasti mahal. " puji Donna seraya membanting dirinya ke ranjang.


" Berlebihan. " sinis Sinta seraya melempar tasnya ke soffa.


KAMAR KEN DAN YAURA


Cuci muka sejenak, Ken langsung meraih Jas yang ada di kopernya. Tidak langsung dipakai, Ia berjalan menghampiri Istrinya yang sedang berdiri seraya membaca beberapa lembar dokument,


" Setelah ini akan Aku jelaskan. sekarang, yang perlu Kau lakukan adalah tanda tangan. " lirih Ken dengan lembut.


" Kau belum Istirahat. biar Aku saja yang menghadapi mereka, cukup katakan apa yang harus Aku sampaikan? " jawab Yaura yang lebih memilih kesehatan Sang Suami, karena bagaimanapun ini adalah tengah malam.ditambah saat dirinya tahu bahwa Ken sepenuhnya berkorban untuk G&D.


" Aku tidak ingin orang lain menikmati wajahmu,cukup Aku yang bisa menikmatinya. dan juga, Aku hanya menyuruhmu menemaniku,bukan BEKERJA. sekarang tanda tangan disini,Sayang.. " Ken menuntun Istrinya untuk menandatangni berkas.


Mendengarnya, membuat Yaura luluh dan melemah.


Ia mengikuti perintah Suaminya tanpa banyak bertanya lagi, karena malam mulai larut.


" Tunggu dan jangan kemana-mana. bila perlu, tidurlah.. Aku tidak ingin Kau begadang. " Ken mengelus kepala Yaura.


Yaura melirik jarum jam.


" Jam berapa kembali? ".


Ken tersenyum dan usil.


" SAMPAI PAGI. Baiklah, tidurlah,Sayang. Jangan menungguku. " Ken melangkah keluar begitu saja seraya membawa berkas ditangannya.


" Ken, Aku serius. "


" AKU JUGA SERIUS..GOOD NIGHT. " jawab Ken seraya menutup pintu. Di luar, Ia tersenyum puas saat berhasil membuat Istrinya jengkel.


" Wajahnya sangat lucu jika marah. Ini sangat menyenangkan. " tawa Ken.


" Menyebalkan. Dia bisnis atau mabuk kalau sampai pagi " gerutu Yaura. Ia sekarang sendirian di Kamar.


*************


IM COMING🥺


IM SORRY, DENGAN HATI TULUS.

__ADS_1


Maafin Aku menghilang terlalu lama 🥺 IM SORRY🙏🥺


__ADS_2