
Ken pun memandang Yaura dari Cermin .
" Woww.. Sangat Cantik .."
Yaura mendelik ke Arahnya.
" LIONTINNYA " Timpal Ken kembali seraya tersenyum usil .
Yaura hanya menatap kesal suaminya tersebut.
Karena malam semakin larut , dan Tanpa banyak berkata lagi, Ken melangkah menuju tempat tidur . Ia langsung membaringkan tubuhnya di sana.
Melihat suaminya yang terbaring dari Cermin, membuat Yaura diam sejenak.
" Aku tidak mungkin 1 Ranjang dengannya " gumamnya dalam Hati . Ia pun kini melangkah ke arah suaminya .
Tanpa banyak bicara , Yaura naik ke atas Ranjang, Ia segera mengambil Bantal dan Selimut yang ada disisi kiri Ken . Hal ini tentu membuat Ken menyerit heran .
" Kau mau kemana? " Ia memandang Yaura dan mengerutkan dahinya.
" Tidur ." Singkat Yaura seraya turun dari Ranjang .
" Aku tahu kau ingin tidur . Maksudku Kau ingin tidur dimana? Jangan membuat orang lain semakin iba denganmu . " ketus Ken
" Di Soffa. Kau tenang saja , Aku tidak mempermalukanmu " singkat Yaura seraya melangkah.
Ken sebenarnya merasa geram dengan keputusan Yaura yang tidak ingin 1 Ranjang dengannya . Karena Dia takut ,jika Keluarga / Orang lain yang melihatnya akan merasa aneh atau salah faham . Seseorang yang telah Menikah, namun tidak tidur bersama . Meskipun hanya Pernikahan sementara dan terpaksa , namun Hal ini tentu tidak baik.
Sementara Yaura, Ia cuek dengan ekspresi Ken . Ia segera berbaring di Soffa seraya menarik selimut .
Ken pun hanya menghela nafas melihat Yaura yang benar2 tak berekspresi . Ia pun segera mematikan lampu kamar .
" Kenapa lampunya dimatikan ? " Yaura melihat ke arah Ken.
" Kenapa ? Kau takut ?.. Tidurlah dengan nyenyak dan tenang . Aku tidak akan menyentuhmu " Ken mengejamkan kedua matanya.
Tak menjawab pertanyaan, Yaura malah sedikit melirik ke arah suaminya tersebut,
" Kalo Dia bersikap kurang ajar, Apa aku harus membantingnya ? " gumam Yaura dalam hati .
" Kau bukan selera ku . Jangan berfikir yang aneh-aneh " walaupun mata Ken terpejam, namun sepertinya Ia faham apa yang difikirkan oleh Istrinya.
Yaura mencoba menenangkan diri demi menghindari perdebatan dengan Ken , memejamkan mata mungkin ini yang tepat untuknya .
Mereka pun kini tertidur..
RUMAH PAK AGUS
Pak Agus , Paman Arga dan Pak Bobby kini berada di sebuah Ruangan .
" Yaura sudah memberitahu semua informasi yang Ia dapat , jadi sesuai rencana, Besok adalah pembongkaran gedung Gita Hotel . Kau Arga
, akan menyelinap masuk ke dalam Tim Proyek Pembongkaran, kau akan menyamar menjadi pekerja proyek . Kau ikuti semua Perintah Yaura , dan Bobby akan memantau dari jarak jauh " jelas Pak Agus .
flashback : Dengan sangat hati-hati dan sembunyi Yaura selalu aktif berkomunikasi dengan Pak Agus , untuk mempermudah semua rencana mereka . Karena pernyataan Ayah Reino tadi malam, membuatnya menjadi ragu, apakah dengan menyelinap ke Keluarga Ken ini tindakan yang benar,atau tindakan yang keliru.
Paman Arga dan Pak Bobby pun menganggukan kepala mereka, yang artinya mereka faham atas perintah.
" Nona Yaura menyuruhku untuk mencuri semua dokument yang ada di Brangkas, Lalu menukarnya dengan dokument yang lain agar mereka tidak curiga , bahwa sebenarnya Kita sudah mencuri dokument yang Asli " Ucap Paman Arga seraya mengingat perkataan Yaura tadi.
" Brangkas itu pasti menggunakan PIN atau sidik jari . tetapi Kita tidak tahu PIN nya . Apa kau yakin Arga bisa melakukannya ?" timpal Pak Bobby yang merasa kebingungan saat Paman Arga yang harus membuka brangkas.
" Hei ! Kau jangan meremehkanku !. " ketus Paman Arga .
" Nona Yaura telah memberitahuku bagaimana cara mengetahui PIN nya . Aku akan melacaknya menggunakan Debu yang terdapat pada tombol . Ketika Aku sudah melihat, tombol mana saja yang sering di tekan, maka Aku akan menelfon Nona Yaura , Biar Nona Yaura yang melacak PIN nya " sambungnya dengan Nada Ketus.
" Sudah jangan berdebat . Masalah PIN kau tidak perlu khawatir, meskipun Brangkas itu sudah tidak digunakan sejak lama , pasti ada cara untuk membukanya . Kita tidak boleh merusak Brangkas, karena jika Brangkasnya rusak , berarti mereka tahu bahwa ada orang lain yang tertarik dengan Brangkas itu " Pak Agus mencoba melerai perdebatan kecil.
__ADS_1
" Aku harap, Yaura bisa ikut dengan suaminya masuk kedalam Gedung, karena Ini akan mempermudah membuka brangkas itu " ucap Pak Bobby.
" Sepertinya Dia tidak akan bisa Ikut, Kendrick sangat menjaga jarak dengannya " jawab Pak Agus seraya mengingat perkataan Yaura , bahwa Dia dan Ken sama sekali tidak dekat .
.............
Pagi Hari
Cahaya mentari mulai masuk di sela-sela tirai , membuat Ken membuka kedua matanya . Meskipun terlihat masih sangat mengantuk, namun Ia sadar bahwa ini adalah hari dimana Gedung lama Gita Hotel di bongkar. Ken pun menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian mulai beranjak dari Ranjang , Ia melangkah ke kamar mandi .
Setelah membersihkan diri,
" Kenapa Dia tidak membangunkanku ? " gerutu Ken seraya mengeringkan kepalanya yang basah dengan sebuah handuk putih kecil . Melihat sarapan yang sudah tertata rapih di Meja, namun Ia sama sekali tidak melihat Yaura.
Tanpa membuang2 waktu, Ken segera bersiap , Ia memakai kameja putih dilengkapi dengan Dasi dan Jas, kemudian dilanjutkan sarapan pagi.
Setelah sarapan , Ken segera menyincing tas kantor berwarna hitam dan keluar.
" Robin .. Kau melihat Yaura ? " tanya Ken saat berpapasan dengan Robin di depan Kamar.
" Nona Yaura ada di lantai bawah Tuan , "
" Baiklah ,terima kasih " Ken pun segera turun ke lantai bawah .
Disana Ia melihat Istrinya tersebut , dengan Ibu kesayangannya .
" Apa kau tidak bisa bertingkah seperti Istri yang Baik ? Bangunkan ketika suamimu belum bangun . Pagi-pagi sudah kelayapan . " ucap Ken dengan ketus .
Yaura sedikit terheran dengan ucapan suaminya. hendak bicara , namun..
" Ken ! Jangan berbicara terlalu kasar dengan Yaura . Dia Istrimu . " Ibu Hilya lebih dulu menegur Ken yang Ia anggap ucapan anaknya itu terlalu kasar terhadap Istrinya sendiri.
" Aku tidak kasar dengannya Bu .Hanya sekedar mengingatkan , Wanita seperti Dia harus sadar atas posisinya sekarang ." Ken melirik tajam ke arah Yaura.
" Ibu bilang jangan kasar dengan Menantu Ibu ! .Kau kenapa tiba-tiba marah dengannya ? Karena Dia bersama Ibu sekarang saat Kau masih di atas ? Ken .. Ibu melihat Yaura sedang membuatkanmu sarapan, Ibu menemuinya karena memang ada hal yang harus dibicarakan . Setelah Yaura mengantarkan sarapan ke Kamar, baru Dia turun untuk berbicara dengan Ibu, Yaura tidak kelayapan atau tidak memenuhi tugasnya sebagai Istri " Jelas Ibu Hilya.
" Aku mengira Robin yang membuatkannya " gumamnya dalam Hati , Ia pun memalingkan pandangannya ke sembarang arah.
" Maafkan Aku , Ken .. Aku minta maaf karena tidak bisa melayanimu dengan Benar " ucap Yaura yang memandang ke arah Ken .
Tidak membalas permintaan maaf Yaura,
" Baiklah Ibu, Aku pamit dulu " Ken memeluk Ibu nya .
" Kenapa hanya memeluk Ibu ? Peluk juga Istrimu ."
Tak menghiraukan permintaan sang Ibu, Ken melepaskan pelukan.
" Ini hampir terlambat , Aku harus segera sampai disana " .
" Aku Pamit " senyum Ken, kakinya hendak melangkah
" Yaura akan ikut bersamamu Nak " perintah Ibu Hilya.
Ken pun menghentikan langkahnya , Ia terkejut saat mendengar bahwa Yaura harus ikut dengannya . Ia mencoba menolak permintaan Ibunya , dengan Alasan, Moment ini tidak cocok untuknya . Ken berdalih Ia akan mengajak Yaura dilain waktu . Namun Ibu Hilya tetap bersikeras agar menantunya itu bisa ikut, Ia ingin , Pembongkaran & Pembangunan Gita Hotel nanti akan menjadi saksi kalian berdua .
" Baiklah . Aku akan pergi dengan Yaura " ucap Ken dengan datar .
Ibu Hilya pun merasa senang atas ucapan anaknya.
" Sebenarnya Ibu ingin kalian benar-benar Dekat, Ibu tahu bahwa Yaura adalah Orang yang baik, Dia bukanlah orang yang seperti Evelyn katakan " gumam Ibu Hilya seraya menatap bergantian ke arah Ken & Yaura.
Merasa harus pergi , Yaura pun izin untuk mengambil Tas & Ponsel miliknya di kamar.
Di Mobil .
Ken memilih seperti Biasa, Pergi tanpa sopir , Ia lebih menyukai mengendarai mobilnya sendiri .
__ADS_1
Ia mulai melajukan mobil. Di Mobil mereka saling diam , Ken tanpa berbicara dengan Yaura yang berada tepat disampingnya, begitupun dengan Yaura yang sama sekali tidak melirik ke arah Ken .
Menghilangkan kesunyian , Ken pun memutar musik , Ia menyalakannya dengan Volume Besar sehingga membuat telinga Yaura benar2 hampir pecah . Sementara Ken, Ia malah terlihat sangat menikmati , terkadang Ia pun menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik diselingi dengan sedikit nyanyian yang terlontar dari mulutnya . Ken terlihat sangat enjoy saat menyetir ..
" Sabar Yaura .. sabar .. Dia sengaja menguji kesabaranmu " batin Yaura seraya menutup kedua telinganya dengan kedua tangan , Ia terlihat sangat kesal .
Melihat Yaura tak bereaksi, Ken pun melirik ke arah Istrinya ,
" Tidak merespon ? " Gumam Ken, Ia pun menjulurkan tangannya kemudian memutar tombol Volume .
Volume pun semakin Besar, ditambah Ia mengganti lagunya dengan Lagu Rock .
Ken semakin menjadi-jadi, Ia bernyanyi2 mengikuti lirik lagu . dan Yaura kini hilang kesabaran .
Ia memandang ke arah Ken .
" Apa kau tidak bisa mengecilkan Volumenya? " tanya Yaura ,
Ntah tidak dengar atau niat menghiraukan , Ken sama sekali tidak menjawab pertanyaan Yaura.
" Ken . Kecilkan Volumenya , Ini berbahaya " ucap Yaura kembali .
Tak menggubris , Nyanyian Ken malah menjadi-jadi .
" Sepertinya Dia sengaja ". Yaura pun mematikan musik .
" Kenapa kau mematikannya ? " tanya Ken yang kini menatap tajam ke arahnya.
" Lebih baik mematikan musik , daripada mematikan Siklus Hidupmu " Yaura menjawab dengan jawaban menohok.
" Sekalinya bicara sangat menyeramkan " timpal Ken .
" Katakan .. Kau berbicara apa saja pada Ibu, kelihatannya Ibu sudah masuk dalam perangkap tipu muslihatmu itu " sambungnya, wajahnya berubah menjadi serius.
" Apa maksudmu ? Aku tidak pernah menipu atau menghasut siapapun . " singkatnya
" Benarkah ? Aku tidak akan percaya dengan kata yang terlontar darimu, Banyak macam Wanita sepertimu . mereka menghasut Orang Kaya dan memanfaatkannya, setelah Itu mereka akan menggantinya dengan yang baru "
" Menghasut orang kaya ? siapa ? Aku menghasutmu begitu ? " Yaura menyerit heran .
" Jangan berpura-pura Polos, itu sangat tidak cocok dengan kepribadianmu "
Yaura benar2 mencoba memahami perkataan Ken .
" Kau menuduhku menghasut dirimu / Ibumu begitu ? karena Kau Orang kaya ? Itu maksudmu . Baiklah Aku akan menjawab "
" Aku sama sekali tidak mengenalmu,keluargamu atau tentang semua yang berkaitan denganmu . Aku menikah denganmu tidak lain karena Liontin & Ganti Rugi , itu alesan yang jelas . Bukankah kau sendiri yang meminta agar Aku menikah denganmu ? Kenapa Kau jadi berbicara melantur? "
" Apa maksudmu melantur? Aku berbicara sesuai Kenyataan . Kau memang bukanlah sepolos yang terlihat, dan Aku menikahimu karena ... " Ken hampir keceplosan.
" Karena Apa ? Karena Apa Kau menikahiku ?" timpal Yaura,
" Lupakan . " singkat Ken , Ia mencoba menenangkan diri saat bayang2 Evelyn yang hampir bundir, Yaura yang bersama dengan Vino .
" Kenapa Kau menikahiku ? Jawablah.. "
Namun Ken tak menjawabnya ..
" Katakan .. " tanya Yaura kembali .
" Karena Aku membenci mu. Itu sebabnya Aku menikahimu " lirih Ken ..
Mendengar jawaban tersebut, Yaura terdiam
" Benci ? .. Apa Dia membenciku karena kerugian waktu itu ? atau Hal lain ? "
................................
__ADS_1
BUTUH SARAN DAN KRITIKKKK