Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Tamparan Bianca


__ADS_3

" Jika itu perlu, setidaknya Ini adalah Bunga Lilly terakhir yang akan menghiasi peti Diriku sendiri " lirih Yaura seraya memandangi Tangkai Bunga Lilly yang Ia dekap.


2 Jam terus merenung dan menyendiri di Ruang Persemayaman, Yaura memutuskan untuk melangkah keluar dan pergi menuju Markas Tim. Ia memacu mobil dengan kecepatan tinggi.


MARKAS TIM


Karena Pak Agus masih bertugas di NIS, Yaura langsung menuju Ruang Bawah Tanah untuk menyampaikan sebuah Hal besar yang akan Ia putuskan.


Ruang Bawah Tanah


Ruangan yang sedikit gelap dan menyimpan banyak senjata membuat siapapun yang melihatnya akan dibuat merinding, disana Tim terlihat sedang berkumpul dan berlatih.


Melihat ada Sang Nona yang terlihat dari kejauhan, Tim pun dengan sigap berbaris rapi.


Dengan langkah mantap dan menguatkan hati,Yaura menundukkan kepala sebagai ucapan hormat kepada Tim nya. Ia berdiri di Podium, microphone aktif sudah berada di depannya sekarang.


Tim pun mengucapkan hormat kepada Yaura.


" Pertama-tama Aku sungguh meminta maaf kepada kalian semua, dengan permintaan maaf dari hatiku yang paling dalam.. Maaf telah membuat kalian dalam bahaya dan mempertaruhkan nyawa, Kita kehilangan Tim Delta dan juga 6 Anggota Tim yang lain, kehilangan seseorang yang selalu menjagaku adalah Hal yang paling menyakitkan. " tutur Yaura seraya menguatkan dirinya untuk tetap berdiri tegak di hadapan Tim, Ia menyoroti semua Anggota Tim yang berada di Ruangan tersebut.


Tim yang mendengar pesan pembuka pimpinannya pun merasa heran dan terkejut, mereka saling bertanya satu-sama lain , kenapa Sang Nona berbicara seperti itu.


" Kalian tahu bahwa selama ini Misi Kita adalah mengungkap siapa dalang dari Pembunuhan Keluarga ku.. Aku banyak mengucapkan terima kasih karena selama ini kalian begitu setia dan bekerja keras untuk menemukan satu persatu bukti. Tetapi disisi lain, Aku tidak ingin kehilangan kalian lagi. Jadi... " ucap Yaura, matanya berkaca-kaca , pandangannya tertunduk tangannya gemetar .


" Hari ini, Aku akan mengakhiri semuanya. Hentikan semua aktifitas pengintaian dan tarik semua Tim dari segala titik.. " sambungnya.


Mendengar ini, membuat semua Tim syok bukan main,bak disambar petir di siang hari, mereka tidak menyangka bahwa Pimpinannya mengucapkan hal yang mustahil seperti itu. Tim pasti tahu bahwa Yaura sangat berambisi untuk mengungkap semuanya, Ia akan terus melangkah maju dan tidak akan mundur sedikitpun.


Merasa keberatan, salah satu dari mereka maju menghadap Pimpinannya.


" Nona Yaura, Kami tahu kau pasti sangat terpukul dengan kehilangan Tim Delta. tetapi Nona tidak perlu khawatir dengan Kami, apapun yang terjadi .. Kami akan tetap menjaga dan melaksanakan apa yang Kau perintahkan.. Tolong jangan menyerah " ucap Pria berseragam hitam tersebut.


Yaura mendongakkan kepala saat mendengar itu,Ia tidak menyangka bahwa Tim nya begitu setia kepadanya.


" Tugas kalian sekarang adalah menjaga Pak Kepala ( Pak Agus ), jangan biarkan Beliau terluka sedikitpun. Juga jaga diri kalian dan keluarga.." lirihnya seraya tersenyum tipis dan menundukkan kepala, lalu melangkahkan kakinya menuruni Podium.


Tim masih tak percaya apa yang didengarnya barusan.mereka diam membatu sambil berfikir keras kenapa tiba-tiba Sang Nona menyuruhnya untuk mundur.


Merasa keberatan dengan keputusan Yaura,Pria berseragam hitam tadi memberanikan diri mengejar Yaura yang mulai meninggalkan ruangan.


" Nona tunggu !! " teriaknya seraya berlari kecil.


Yaura mendengar namun tetap melanjutkan langkahnya, bahkan Ia mempercepat langkah kakinya.


Pria itu terus berteriak dan mengejarnya.


dann Pria itu menarik tangan Nona nya.


" Maaf Aku terpaksa melalukan ini .. " ucapnya, sudut mata Pria itu memerah.


" Nona Yaura, Aku tahu ini bukanlah keinginanmu yang sesungguhnya. Kau membayar dan membiayai hidup Kami selama ini, Kami mengabdi kepadamu dan telah bersumpah untuk mengungkapkan semuanya. Tolong tarik kata-katamu, Kami siap menjadi Garda terdepan.. walaupun harus menukarnya dengan Nyawa. " sambungnya.


Mendengar ini membuat Yaura menatapnya.


" Bibi Zulaikha tewas terbunuh.. apa Kau sebagai Putranya tidak merasa sedih? Aku memang membayarmu, tetapi bukan berarti Aku menukarnya dengan nyawa kalian.." lirihnya.


Melihat wajah Sang Nona yang melukiskan kesedihan membuat Pria itu benar-benar merasa bersalah.


" Aku sangat sedih karena Ibu sudah tidak ada. Tetapi disisi lain Aku sadar bahwa selama ini Kau lah yang membuat kami bisa hidup disaat kemiskinan dan jeratan hutang membelenggu kami waktu itu. Tidak ada yang ingin nyawanya melayang, tetapi jika itu sudah ditakdirkan, Kita tidak mengelaknya. Ibu dan Aku belum sempat membalas budi untuk semua yang Nona lakukan, jadi Aku mohon.. biarkan Misi ini tetap berlanjut.. " pintanya.


" Jaga Pak Agus, Helena dan Pak Bobby.. mereka adalah segalanya untukku, berikan keamanan yang ketat untuknya. Kau bisa membayar balas budi dengan itu .. " tutur Yaura dan berlalu pergi.


Pria itu terdiam dan memandangi Sang Nona yang mulai menjauh dari pandangannya.


*****



Hari mulai larut, setelah kembali ke Kantor NIS untuk mengembalikan mobil yang sempat Ia bawa, Yaura langsung berjalan kaki menghampiri Pak Tio dan Pengawal yang sudah menunggunya di sebrang jalan, tanpa basa-basi Ia langsung masuk ke dalam mobil.


RUMAH KEN


Di Lantai bawah Ia sempat bertemu dengan Lolly yang menyapanya dengan senyum sumringah. Lolly berkata bahwa ingin lebih akrab Yaura dan mengajaknya makan malam bersama. Yaura pun mengiyakan ajakannya. setelahnya Ia langsung menaiki anak tangga dan masuk ke Kamar.


Kamar


Saat membuka pintu, mata Yaura menyapu bersih sudut Ruangan, tak terlihat tanda-tanda Ken sudah pulang. Ia pun langsung menutup pintu dan meletakkan tas slempang ke soffa dan melepas scraf yang menyantel di lehernya.


Kemudian Ia menuangkan air putih ke gelas dan menenggukknya hingga habis tak tersisa.


Tiba-tiba tokk tokk suara ketukan pintu


" Ini Kamarnya sendiri,kenapa harus mengetuk pintu.." gumamnya dalam hati.


ceklekkk


dan


Harusnya Ken yang berada di hadapannya sekarang, tetapi malah sosok Wanita menjengkelkan yang muncul.


Yaura menatapnya dengan datar.


" Ada apa?.. "


Bianca tak menjawab pertanyaan, pandangannya justru fokus pada Leher Indah Yaura yang menampakkan tanda merah keungunan disana. Pasti kalian ingat, itu adalah suatu Maha Karya Ken semalam. Mata Bianca terbelak sempurna, mulutnya terbuka dan nampak tak percaya apa yang ada di hadapannya sekarang.


" Tidak mungkin... tidak mungkin Ken menyentuhnya.. tetapi ... tetapi Bekas itu ... bekas itu? apa Ken yang melakukannya? " lirih Bianca terbatah dalam hati, Ia benar-benar syok.


Melihat Bianca diam dan menatapnya seperti itu,membuat Yaura menyerit heran.


" Siapa yang Kau cari? Ken? jika Kau bertanya tentangnya maka jawabannya Ken belum pulang .. " ucap Yaura .


Tangan Bianca terkepal,Ia menatap tajam Yaura , wajahnya memerah.


" Berani-beraninya Kau menggoda Ken !!! " teriak Bianca dan ..


Plakkkkkkkkkkkkk Bianca mendaratkan tamparan keras di Pipi Yaura hingga membuatnya memerah.


Yaura memegangi pipi kanannya, wajahnya tertutup helaian rambut dan nampak kesakitan.


" Kau ini benar-benar Wanita Ja*lang !! Berani sekali Kau menggoda Ken ! Salah besar Aku merestui pernikahan Kalian ! " umpat Bianca sambil mendorong tubuh Yaura, guratan wajahnya menunjukkan amarah.


Yaura segera menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantiknya, dan menatap Bianca dengan tatapan dingin.


" Cukup ? atau kurang? katakan cepat apa yang ingin Kau sampaikan .. " ucapnya dengan santai.


Bianca semakin geram dibuatnya.


" Aku sudah cukup sabar selama ini, tetapi sepertinya kesabaranku sudah hilang. Ingat baik-baik ucapanku.. "


" Segera kemasi barang-barangmu dan angkat kaki dari Rumah ini, karena sebentar lagi Aku akan bilang kepada Ayah Reino tentang nasib pernikahanmu. Kau tahu? Aku adalah Calon Istri Ken yang sesungguhnya. dan Kau hanya Wanita Murahan yang dinikmati Ken lalu dibuang ! " sambung Bianca dengan suara lantang,hingga menusuk ke telinga Yaura dan seseorang yang melihatnya.


Tak membalas omongan Bianca, Yaura malah menyeretnya keluar. Ia pun langsung mengunci pintu kamar.


Bianca menggedor pintu dengan sangat keras dan terus berteriak.


" Aku belum selesai bicara ! buka pintunya !!!! "


Yaura cuek dan memilih berendam di Kamar Mandi.


Sementara Bianca masih berdiri di depan pintu, berteriak namun tak kunjung dibuka.


" Sial !!! Ini semua gara-gara rencana konyol Evelyn ! Ken benar-benar tergoda oleh Yaura. " umpatnya dan melangkah menemui Evelyn.


Setelah Bianca pergi, seseorang sempat melihat pertengkaran Bianca dan Yaura. Ia bersembunyi di belakang guci besar yang berada tidak jauh dari Kamar.


" Kenapa Bianca berbicara sangat kasar kepada Kak Yaura, Dia bahkan menamparnya.. " lirih Wanita berwajah manis, siapa lagi kalau bukan Anin .


Kamar Evelyn


Terlihat Evelyn sedang bercanda dengan Lolly. Sikap Lolly yang humoris dan centil membuat Evelyn nyaman dengannya.


" Lolly, nanti besok adalah Hari Libur. Jadi Kau harus meminta kepada Kak Ken untuk pergi jalan-jalan atau kemana pun itu .. Kau mau kan? " ujar Evelyn seraya menyatok rambutnya.


Lolly yang sedang rebahan di Ranjang pun segera beranjak dan tersenyum sumringah.


" Itu pasti.tetapi yang utama adalah Kita harus pergi ke salon, Aku ingin merawat wajahku .. sudah lama Aku tidak pergi ke salon " Lolly mengerucutkan bibirnya dan bercermin sambil memperhatikan wajahnya yang nampak sedikit kusam.


" Bilang saja Kau ingin memikat Pria Tampan ! " timpal Evelyn.


Mendengar ini, membuat Lolly terkekeh.


" Kau memang sangat cerdas Evelyn . omong-omong Para Pria yang tadi malam itu sungguh tampan..Aku tidak pernah melihat Pria Tampan seperti mereka " Lolly menelan salivanya saat membayangkan Para Cogan yang Ia temui tadi malam,tidak lain adalah Kevin,Alex dan Vino.


Mendengar ini, membuat Evelyn melotot dan menginjak kaki saudaranya.


" Awwww ! " pekik Lolly seraya memegangi kakinya.


" Salah satu dari mereka adalah Vino, awas saja Kau menggoda Vino ! " ancam Evelyn.


" Sepertinya Aku akan menggodanya .." ucap Lolly sambil melebarkan senyum.


" Apa Kau ingin Aku jambak? " Evelyn tersenyum dan berpura-pura akan menjambak rambut Lolly.


Tiba-tiba Bianca membuka pintu dengan wajah yang tidak mengenakkan. Melihat ada Lolly ..


" Lolly, apa Kau bisa keluar sebentar? Aku ingin mengobrol dengan Evelyn.. hanya sebentar " ujar Bianca seraya melangkah mendekat.


Memahami mood Bianca yang nampak sedang hancur,


" Lolly nanti malam Kita akan mengobrol lagi, keluarlah.. " timpal Evelyn dan segera merapikan catokan rambutnya.

__ADS_1


Lolly pun melangkah keluar dan menutup pintu Kamar.


" Kau kenapa? sepertinya suasana hatimu tidak baik.. " ucap Evelyn.


Bianca menatap tajam sahabatnya tersebut.


" Ini semua gara-gara rencana konyolmu itu Evelyn ! Kau harus tanggung jawab ! " bentaknya.


Evelyn mengerutkan keningnya karena tak mengerti apa yang dimaksud Bianca.


" Tenanglah ..Aku tidak mengerti apa maksudmu? bicaralah dengan jelas "


" Ken sudah tergoda oleh Wanita Murahan itu ! Kau tahu apa yang Aku lihat? Kissmark di lehernya ! " sorot matanya menajam.


Mendengar ini,


" A-apa? " Evelyn terbatah dan terkejut.


" Iyah, Ken sudah menyentuhnya! ini semua karena mu Evelyn! Kau tahu jika Dia menyentuhnya? itu berarti Pernikahanku dengan Kakakmu benar-benar terancam ! " Bianca mendudukkan tubuhnya di kursi, nafasnya naik turun tak beraturan.


Evelyn terdiam dan berfikir keras


" Lalu kenapa jika Kakak sudah menyentuhnya? bukankah Yaura sudah terbiasa tersentuh oleh lelaki? "


" Memang benar katamu. tetapi jika Yaura hamil bagaimana? Ken tidak mungkin menceraikannya ! " ketus Bianca.


" Walaupun Yaura hamil,itu bukan berarti anak Kak Ken bukan? tenanglah.. Kau ini sangat emosional " Evelyn mendudukkan tubuhnya di depan Bianca.


" Jika itu memang DNA Ken bagaimana? nasib pernikahanku terancam gegara Kau Evelyn ! Sial ! Aku sungguh menyesal sudah menuruti permintaan konyolmu itu ! " umpat Bianca.


Mendengar ini,membuat Evelyn bungkam.


" Benar juga yang di katakan Bianca, jika Kakak menyentuhnya..itu berarti kemungkinan Yaura akan hamil dan memiliki anak dari Kakak .. " gumamnya dalam hati.


Bianca terus mengomel dan marah besar kepada Evelyn.


*********


Pukul 19.30 Ken belum juga pulang, sementara Yaura sedang berdiri di Balkon. Ia menatap langit dan bulan yang membulat sempurna.


" Pepatah bilang, saat Kau berada dalam kegelapan, disaat itu pula akan ada cahaya yang akan menjadi penerang. tetapi kenapa itu tidak berlaku untukku? " lirihnya dalam hati.


tiba-tiba suara ketukan pintu.


" Kenapa dikunci? " lirih Ken sambil mengetuk pintu.


Mendengar ini, Yaura pun langsung melangkah dan membukakan pintu.


dan


Mereka berdua pun beradu pandang, Yaura yang nampak cantik karena rambutnya terurai basah dan Ken yang nampak kelelahan karena baru pulang.


Canggung, Ken langsung membuang pandangannya ke sembarang arah dan melangkah masuk. Ia langsung melempar Tas Jinjing ke Ranjang, dan melepas Jas . Hendak melemparkan Jas.. namun


" Kemarikan.. " Yaura menadahkan tangannya.


Ken pun memberikan Jas tersebut disusul oleh Dasi dan Kameja yang Ia pakai.


Setelahnya,Yaura pun melangkah menaruh pakaian kotor ke Keranjang.


" Sial ! kenapa Aku masih merasa canggung seperti ini.." umpat Ken dalam hati seraya memperhatikan Istrinya.


Yaura berbalik dan melangkah mendekat, tiba-tiba Ken menyadari sesuatu yang aneh. Pipi Kanan Istrinya nampak memerah.


Ken pun segera menghampiri Istrinya.


" Kemarilah.. " pintanya sambil menarik tangan Sang Istri yang hendak menghindar.


" Aku ingin menemui Lolly sebentar.." Yaura mencoba mencari alasan.


Sudut mata Ken memerah saat melihat memar di Pipi Istrinya. memahami seperti bekas tamparan,


" Siapa yang menamparmu? " tanya Ken sambil mengelus lembut Pipi Yaura dengan jemarinya.


" Ini bukan tamparan, Aku terjatuh tadi di Kantor." jawab Yaura seraya menyingkirkan tangan Sang Suami dari pipinya.


" Aku tanya sekali lagi Siapa yang menamparmu? " tegas Ken.


" Aku baik-baik saja Ken. tidak ada yang menamparku.. " lirihnya.


Mendengar ini membuat Ken menelan salivanya, wajahnya sangat serius.


" Apa Kau punya jawaban lain selain 'Aku baik-baik saja ' ? sudah Aku peringatkan berapa kali kepadamu ? jujurlah kepadaku jangan terus membohongi dirimu sendiri dan orang lain ! " tegas Ken dengan nada tinggi, Ia seakan tak percaya bahwa Yaura benar-benar tidak ingin mendengarkannya sama sekali.


Yaura terdiam dan menatap Suaminya,


" Jika mengatakan yang sebenarnya, Aku takut Dia memarahi Bianca seperti kemarin.. dan Bianca semakin membenciku " gumamnya dalam hati.


" Kenapa Kau diam? jawab Aku Yaura ! " bentak Ken yang benar-benar merasa frustasi menghadapi Istrinya yang sama sekali tidak ingin berbagi apapun dengannya.


" Siapa yang mempercayai orang sepertimu? Kau selalu menutupi apapun dariku, walaupun Aku adalah Suamimu sendiri. " ujar Ken dan berlalu dari hadapan Istrinya.


Yaura terdiam dan meresapi omongan Suaminya.


" Seperti halnya Kau tidak mempercayaiku, Aku juga seperti itu.. sulit untukku mempercayai orang lain termasuk Suamiku sendiri.. Sudah cukup dihianati oleh mereka, Aku tidak ingin mengulanginya lagi " lirihnya dalam hati. Setelah itu,Yaura memutuskan untuk keluar dan pergi ke dapur.


Di kamar mandi


Merasa kesal bercampur khawatir karena memar di pipi Istrinya, Ken yang sedang berdiri di bawah shower seraya membasahi tubuh kekarnya pun begitu frustasi bagaimana menghadapi Yaura.


"Dia sama sekali tidak mau mendengarkanku. jalankan mendengarkan, sekedar akrab denganku pun enggan " gumam Ken dalam hati.


" Meskipun menikahinya karena terpaksa, Dia tetaplah Istriku. Aku sangat khawatir dan peduli dengannya, tetapi yang di khawatirkan sama sekali tidak menganggap kepedulianku.. padahal Aku adalah Suaminya, tetapi Yaura tetap tidak ingin berbagi denganku sama sekali " sambung Ken.


Di Dapur


Yaura percaya diri menggunakan turtle neck untuk menutupi kissmarknya, Ia melangkah masuk ke dapur. Disana ada Anin yang sedang memotong sayuran, Anin yang melihat Yaura pun melemparkan senyuman kepadanya.


" Hai Kak Yaura.. "


" Hai Anin.. Kau sangat rajin " balas Yaura seraya mendudukkan dirinya di kursi.


" Tidak juga.. " tukas Anin.


" Kalau boleh tahu berapa umurmu Anin? " tanya Yaura sambil mengupas wortel.


" 25 Kak, kenapa? "


" Umurmu sama denganku. jadi panggil Aku Yaura saja.. " pinta Yaura.


" Aku sudah menduganya. Kau sangat cantik Yaura,tetapi kenapa pipimu? sepertinya terlihat sedikit memar." tanya wanita berwajah manis tersebut.


" Kau lebih cantik Anin. Iyah memang sedikit memar, Aku terjatuh di Kantor tadi .. "


Mendengar jawaban ini membuat Anin terkejut, jelas-jelas Bianca yang menamparnya hingga memar seperti ini tetapi Yaura menutupi semuanya.


Mereka pun melanjutkan obrolan dan menyiapkan makan malam.


Lantai Bawah


Semua orang sudah berkumpul di Ruang Makan untuk menikmati hidangan makan malam,kecuali Lolly padahal Ia sendiri yang mengajak Yaura untuk ikut makan malam.


Melihat pipi menantunya memar,membuat Ayah Reino dan Ibu Hilya khawatir.


" Nak , Pipimu kenapa bisa memar seperti itu? Apa Ken yang menamparmu? " tegas Ayah Reino sambil menatap tajam ke arah anaknya.


Mendengar ini,membuat Ken mendelik ke Ayahnya seakan mengisyaratkan bagaimana mungkin Dia melukai wanita.


" Tidak Ayah.. Ken tidak menamparku, ini hanya luka kecil saat terjatuh di Kantor tadi.. " jawab Yaura.


Mendengar kenyataan yang tidak sesuai realita,membuat Bianca tersenyum puas.


" Pembohong yang pintar.. sepertinya Yaura benar-benar takut denganku " gumamnya dalam hati.


" Sayang.. Kau harusnya segera pergi ke Dokter, Ibu takut terjadi apa-apa dengan Wajah Cantikmu ini. Dan Kau, Ken.. Kenapa tidak segera memanggil Dokter untuk datang ke Rumah " omel Ibu Hilya sambil menatap bergantian Yaura dan Ken.


" Sudah.. " cuek Ken.


" Ini baik-baik saja Ibu, Ibu tidak usah khawatir.." ujar Yaura seraya tersenyum tipis.


" Jika Istrimu terluka , Kau harus segera mengobatinya. Bukan malah cuek dan masa bodo dengan keadaan Istrimu ! " timpal Ayah Reino dengan penuh penekanan, karena Ia faham mood anaknya terlihat sedang buruk.


Ayah Reino dan Ibu Hilya menasehati Ken tentang pernikahan dan tanggung jawab di sela-sela makan.


45 menit berlalu makan malam pun selesai, satu persatu orang meninggalkan lantai bawah dan naik ke atas. termasuk Yaura dan Ken.


Dari atas, Lolly yang baru bangun tidur nampak sangat menyesal karena melewatkan makan malam.


" Makan malamnya sudah selesai? Kenapa juga Aku harus ketiduran..Ya Tuhan,ini sangat menyebalkan" gerutu Lolly sambil memperhatikan Ken dan Yaura yang menaiki anak tangga.


Melihat Lolly,


" Kau ini tidak pernah berubah Lolly, selalu ketinggalan disaat makan malam bersama. sudah sana-sana !! Kau lanjut tidur saja ." goda Ken .


" Tidak perlu mengejekku seperti itu Kakaku yang tampan ! " balas Lolly seraya mengerucutkan bibirnya dan tak berhenti menggerutu didalam hati.


Melihat Yaura yang semakin mendekat, dan nampak Pipi yang memar.


" Kak Yaura.. Kenapa Pipimu memar seperti ini? apa Kak Ken melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga?! " Lolly menajamkan tatapannya ke Ken.


" Tidak Lolly, Aku habis terjatuh di Kantor tadi.. " jawab Yaura.

__ADS_1


Mendengar ini,membuat Lolly berfikir keras dan mengingat sesuatu.


" Perasaan waktu Kau pulang,pipimu baik-baik saja Kak.. Pasti Kak Ken menamparmu." celetuk Lolly dengan polosnya.


Dan


JRENGGGGGGG


Ken mendelik ke arah Istrinya, sementara Yaura menatap Lolly dengan wajah iba.


" Astaga.. Aku lupa, Lolly melihatku tadi " lirihnya dalam hati.


" Lolly.. Kau mata-mata yang keren, Kakak menyukaimu " puji Ken sambil melemparkan senyuman ke Lolly, dan menatap tajam Istrinya.


Bak keciduk, nyali Yaura menciut saat memasuki kamar.


" Ken pasti akan memarahiku lagi" gumamnya dalam hati.


Kamar


Setelah mengunci pintu, tangan Yaura langsung di tarik oleh Suaminya.


" Pembohong tetaplah pembohong. secerdik apapun Kau menutupinya,perlahan akan terungkap semuanya. Ini mungkin sebagian kecil dari kebohonganmu, tetapi Aku tidak tahu kebohongan tersebar apa yang Kau sembunyikan. " sindir Ken dan menatap Istrinya dengan penuh peringatan.


" Lolly yang baru saja kenal dengamu bisa langsung menilai bahwa Kau adalah seorang pembohong dan berbicara melantur. Aku ingatkan kepadamu sekali lagi Yaura, Kau akan menyesal di kemudian hari karena telah membohongi dirimu sendiri dan orang lain.. Hidup dalam sebuah kebohongan itu sia-sia, Kau perlahan akan membuat orang disisimu menghilang " tutur Ken.


Tubuh mereka saling berhadapan dan menatap satu sama lain.


" Jika seperti itu.. katakan kepadaku, Kejujuran yang membuatmu lenyap,atau kebohongan membuatmu tetap hidup? " Yaura menatap Suaminya dengan tatapan dalam bak mengisyaratkan banyak di dalamnya.


Seketika, Ken melepaskan tangannya dan merasa tersentuh.


" Apa maksudmu?.. "


Sadar bahwa secara tidak langsung Ia memberikan kode untuk Suaminya,


" Aku mengantuk.. " Yaura berlalu dari hadapan suaminya dan berganti baju tidur.


15 menit kemudian Ken baru saja ke dapur dan mengambil batu es untuk mengompres memar di Pipi Istrinya.


Setelah Yaura berganti pakaian tidur, Ken menghampiri Istrinya di soffa. Pandangannya terarah pada leher indah Yaura yang masih meninggalkan bekas kecupan dirinya disana. tak berselang lama, Ia segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


" Aku tanya untuk terakhir kalinya? siapa yang menamparmu? " tanya Ken sambil memegang wadah kompres.


Yaura diam dan malah mengambil alih wadah tersebut dari tangan Suaminya.


" Terima kasih.. " ucapnya.


" Bianca yang menamparmu? "


Mendengar ini,membuat Yaura terbelak.


" Bukan. sudah jangan membahasnya lagi Ken, lagipula Aku baik-baik saja "


" Aku akan terus membahasnya sampai Kau akan jera karena terlalu banyak berbohong ! " ketus Ken.


" Bukankah Kau yang mengatakannya sendiri saat malam pertama? Kita tetaplah Ken dan Yaura walaupun sudah menikah. Kita tidak punya Hak satusama lain. " ucap Yaura saat mengingat perkataan Ken dimalam pertama mereka.


" Memang benar Kita adalah Ken dan Yaura, tetapi apa Kau lupa? Kau tidak punya Hak atasku, tetapi Aku punya Hak atas dirimu sepenuhnya" Ken mencoba membenarkan ingatan Istrinya.


Yaura terdiam dan tertunduk.


" Apa Kau tidak didik oleh Ibumu atau mendapatkan petuah darinya tentang bagaimana bersikap kepada Suami? " Ken melontarkan pertanyaan yang begitu sensitif.


Jlebbbbbb


Hati Yaura kembali tergores saat mendengarnya, matanya kembali berkaca namun Ia berusaha untuk kuat dan tidak baper. Ia mengedipkan matanya sangat cepat dan menatap Suaminya.


" Iyah, Aku tidak dididik oleh Ibu. makadari itu Aku tidak mengerti atau faham bagaimana bersikap dan melayanimu.. Aku sungguh minta maaf .. " lirih Yaura dan kembali menundukkan pandangannya.


Tidak ingin terus mengomel kepada Istrinya, dan memutuskan untuk mendatangi Bianca .Ken beranjak dengan guratan amarah di wajahnya, Ia membuka kunci pintu dengan sangat kasar.


Melihat Ken pergi,


" Ken.. Kau mau kemana? " Yaura meletakkan wadah es ke meja dan menghampiri Suaminya.


" Bukan urusanmu .. " ucap Ken dan membuka pintu.


Namun ..


" Jangan pergi kemanapun..Aku mohon" lirih Yaura seraya memegang lengan Suaminya.


" Satu-satunya Orang yang berusaha menyakitimu adalah Bianca. Aku akan memberinya pelajaran, jadi lepaskan ! " Ketus Ken dan menepis tangan Istrinya.


Ia melangkah begitu cepat, sudut matanya memerah.


tiba-tiba...


Yaura berlari dan mengejar.


dan ..


Hugggggg


Yaura memeluk Suaminya dari belakang, Ia melingkarkan tangan di pinggang Sang Suami dan meletakkan wajah di pundaknya. Ken pun menghentikan langkahnya, dan terkejut atas apa yang Yaura lakukan.


" Jangan menyakiti atau mengatakan apapun kepadanya .. Aku mohon " lirihnya.


Suara itu terdengar jelas di telinga Ken, entah kenapa amarahnya tiba-tiba mereda saat Yaura memeluknya.


Sejenak mereka berpelukan.


Tak berselang lama, Yaura melepaskan pelukannya dan menarik Ken masuk ke Kamar.


" Iyah Bianca yang menamparku, tetapi Aku mohon Kau jangan mengatakan apapun kepadanya.. " lirih Yaura.


Ken terus memandangi wajah Istrinya.


" Kenapa? Kau takut dengannya? Kau tidak perlu takut.. Aku akan membuat dirinya menyesal telah melakukan Hal sehina ini." ucap Ken .


" Aku tidak ingin Bianca semakin membenciku.."


Mendengar ini,


" Apa Kau rugi dibenci olehnya? " jawab Ken seraya menarik tangan Yaura dan mendudukkannya di Ranjang lalu mengambil wadah es dari meja.


Setelah itu Ken mendudukkan tubuhnya di samping Sang Istri sambil memegang kompres es ditangannya.


" Kemarilah.. " Ken memegang wajah Yaura dan mengobati memarnya. Ia mengompres dengan sangat perlahan dan hati-hati.


Wajah mereka berhadapan dengan sangat dekat, dan saling memandang satu sama lain.


" Kenapa Bianca bisa menamparmu? lalu kenapa Kau tidak menghindar? Aku yakin Kau tidak bodoh. " gerutu Ken.


" Aku tidak terlalu faham kenapa Bianca bisa semarah itu,tetapi mungkin.. Karena Dia melihat.." Yaura menghentikan perkataannya.


Ken menghentikan aktifasnya dan melihat bekas merah di Leher Istrinya.


" Kecupanku? " tanya Ken .


" Iyah.. " lirih Yaura.


Ken menaruh kompres dan meletakkannya di meja dekat Ranjang.


" Tampar Dia balik jika Dia menyakitimu.."


" Aku tidak mungkin menamparnya, Dia adalah Calon Istri mu. "


Degggg !!!! Ken menatap Yaura .


" Apa maksudmu? Aku sudah punya Istri. " tegas Ken.


" Dia tidak mungkin sampai menamparku jika bukan siapa-siapa bagimu. Layaknya Kau memiliki sesuatu berharga lalu diambil oleh seseorang, Kau pasti akan marah. " lirih Yaura.


Ken terdiam.


" Dia memang Mantan Tunanganku tetapi Aku sama sekali tidak mencintainya. Jangan pernah mendengarkan apa yang Bianca katakan.." sambungnya.


" Aku tidak sengaja membaca artikel tentang hubungan Kalian di internet, Kau memulai hubungan dengannya selama bertahun-tahun lalu memutuskan untuk bertunangan. Jelas Bianca sangat marah kepadaku saat ini,walaupun Aku tidak tahu persis seperti apa yang Dia rasakan . tetapi Itu mungkin sangat menyakitkan.. "


" Jangan pernah membahas tentang Bianca lagi. Dia bukanlah Wanita yang Aku cintai atau apapun itu, Aku sama sekali tidak pernah menaruh rasa kepadanya sedikitpun . " tegas Ken dengan penuh penekanan.


Yaura terdiam.


Tiba-tiba Ken mengingat bahwa Besok adalah hari libur.


" Tidurlah.. besok Kita bangun dan mengunjungi orang tuamu ".


Yaura menundukkan kepalanya.


" Aku tidak ingin mengunjunginya.. " .


Ken menyerit heran.


" Kau bisa durhaka kepada Suamimu. tetapi rasanya sangat konyol Kau juga durhaka kepada Ayah dan Ibumu " .


Yaura terdiam dan sama sekali tidak tersenyum saat mendengar lelucon garing yang di lemparkan oleh Sang Suami.


" Besok adalah Hari Anniversary Pernikahan Ayah dan Ibu "batinnya.


.............................

__ADS_1


Butuh saran dan Kritik


Jangan lupa like dan votenya yah gaess wkwkw


__ADS_2