
" Nyawa haruslah dibalas dengan nyawa. Tidak ada tawar menawar ! Kelak, Aku pun akan melakukan ini kepada Para Iblis . " Ken melangkah keluar gedung dengan penuh amarah. Ia bahkan tidak takut dengan ledakan yang semakin besar ( Ngga takut lah, kan pake baju anti api ♥️ ).
PENJARA
Mengingat kejadian tadi siang,membuat Reino terpukul. Sang Anak benar-benar melupakannya, ditambah dengan tatapan Yaura yang selalu berkaca dan menahan tangis saat melihatnya.
" Anakku sendiri tidak menyapa atau memandangku sekarang. Dan Yaura, Dia yang selalu ingin Aku lenyapkan malah selalu menatap sendu ke arahku. " Reino kini merasakan sakit yang tidak berdarah, dijauhi oleh anak sendiri dan membayar kejahatan yang Ia lakukan kepada Yaura membuatnya sangat tersiksa.
Benar yang dikatakan Yaura, dipisahkan dengan anak atau orang tua adalah rasa sakit yang paling menyakitkan. Reino juga mengingat perkataan Pak Agus yang mengatakan bahwa Yaura ingin disayangi olehnya sebagaimana Ia menyayangi Ken dan Evelyn.
" Aku membenci Devano dengan amat sangat. Tetapi Devano tidak membunuhku waktu itu. dan sekarang.. Aku tidak menyangka bahwa Putri Devano Malik lah yang menjadi lawan abadiku sekarang. Yaura... Yaura menantuku, Dialah yang membalas semua kejahatan yang Aku lakukan pada Ayahnya. " Reino merenung, Ia sangat ingat bagaimana Yaura murka dan hendak menusukkan jarum suntik beracun ketubuhnya saat di Dubai.
Berbeda dengan Reino, Hilya malah menangis dan sibuk memikirkan Berlian dan Anaknya saja tanpa rasa bersalah kepada Yaura.
" Anak dan Hartaku ! Kembalikan semuanya seperti semula,Tuhan ! Kembalikan semuanya hiksss " teriak Hilya yang seperti orang gila.
" YAURA ! INI SEMUA GEGARA YAURA ! DIA DAN DEVANO MEMANG SELALU MEMBAWA KEHANCURAN UNTUKKU !!! SIAL ! " sambungnya.
Mendengar teriakan dan umpatan Istrinya terhadap Yaura,membuat Reino mendelik.
" Berhenti menyalahkan Yaura dan mengingat harta ! Apa Kau sama sekali tidak merenungi kejahatanmu sendiri Hah ?! ".
" Kau mulai mendukung Yaura ?! Kejahatanku? apa Kau membuat lelucon ?! KAU LAH PENJAHAT SEBENARNYA REINO ! Karena dirimulah Aku menekam di penjara dan kehilangan semuanya sekarang ! " Hilya melototkan matanya hingga membuat Reino meradang.
" Aku? benarkah Aku ? Bukankah itu semua adalah Ide darimu ! KAU IRI PADA KEHIDUPAN YANUAR YANG BERGELIMBANG HARTA BERSAMA DEVANO ! KAU DENGKI DAN IRI ! KAU SELALU MEMUJA DEVANO KARENA KAYA RAYA DAN MEMAKIKU KARENA MISKIN ! ITULAH YANG MEMBUATKU SERAKAH SEPERTI INI ! " teriak Reino, rekaman masa lalu tentang pernikahannya dengan Hilya sempat diambang kehancuran, karena Hilya selalu mengejek dan membanding-bandingkannya dengan Devano Malik.
Pria mana yang harga dirinya tidak terluka saat dibandingkan dengan Pria lain? saat Sang Istri lebih mengagungkan rumput tetangga yang lebih hijau ketimbang dirinya? Hilya juga selalu meminta cerai jika Reino kalah dalam perebutan Proyek.
" Aku ? Kau menyalahkanku? Kau saja yang miskin waktu itu Reino ! Apa Kau fikir Wanita mau diajak miskin? Tidak ! Jadi sadarlah dan jangan menyalahkanku ! " teriak Hilya yang membuat telinga Helena, Edward dan Bianca yang mendengarnya ingin pecah.
Brughhhhh Reino menendang sel penjara.
" Benar kata Ken, Kau memang tidak pantas disebut sebagai seorang IBU. Apa Kau tidak sadar diri? betapa menjijikannya dirimu dimasa lalu? KAU MEMINTA BERCERAI DARIKU HANYA KARENA NOMINAL KEKAYAANKU SANGAT RENDAH, KAU KABUR DARI RUMAH DAN MENINGGALKAN ANAKKU YAITU KEN YANG MASIH KECIL DI HOTEL TANPA ADA SIAPAPUN DI DALAMNYA. KAU LAH AKAR DARI SEMUANYA HILYA ! AKU SEPERTI INI,ITU ADALAH ULAH MU ! HARGA DIRIKU TERLUKA ITU KARENA SUMPAH SERAPAHMU ! ".
" Jika tidak ada KEN yang menjadi anak pertama Kita waktu itu mungkin Aku lebih memilih MENCERAIKANMU ! DARIPADA MELENYAPKAN KELUARGA DEVANO YANG MENJADI SAHABAT KARIBKU, DAN MEREBUT HARTANYA HANYA UNTUK MEMENUHI KEINGINANMU HILYA ! "
" Aku sangat menyayangi Ken dan tidak mau Dia tumbuh menjadi Anak yang menjadi korban perceraian ! AKU MENGALAH DAN MENJADI SEORANG IBLIS SEPERTI SEKARANG ITU KARENA ULAHMU ! AKU MATI-MATIAN MELAWAN SEORANG ANAK KECIL SEPERTI YAURA DAN INGIN MEMBUNUHNYA AGAR KITA TIDAK LAGI JATUH MISKIN ! AKU TIDAK MAU LAGI MENDENGARMU MENGUMPAT DAN MENGHINAKU SEPERTI DULU HANYA KARENA TIDAK PUNYA HARTA ! "
" AKU MENANGGUNG SEMUA KEBENCIAN DAN MURKANYA YAURA ITU KARENA MU ! OHHH BUKAN HANYA YAURA, TETAPI ANAKKU JUGA YAITU KEN DAN EVELYN YANG SAMPAI SEKARANG MEREKA TIDAK MENYAPAKU KARENA MEREKA MALU MEMPUNYAI AYAH SEORANG PEMBUNUH SEPERTIKU ! " Reino menteskan air mata saat mengeluarkan isi hatinya selama ini. Ia mengingat kedua Putra dan Putrinya yang saat itu masih kecil selalu ingin di gendong dan ikut kemanapun Dia pergi. Namun sekarang, keadaan berbanding terbalik. Ken kecil yang sangat manis dan Evelyn yang begitu gembul menggemaskan kini tidak mengakui dirinya sebagai Ayah.
Mendengar isi hati Suaminya membuat Hilya bungkam dan membatu.Namun Ia berusaha menyangkal tuduhan Suaminya,
" Hah ! Kau mengungkit masa lalu yang sudah terpendam sekian lama. Payah ! Daripada Kau sibuk mengungkit dan menyalahkanku,lebih baik Kau pikirkan bagaimana cara keluar dari tempat terkutuk ini ! " ujar Hilya sembari memutar bola matanya.
" Mereka sudah tumbuh besar dan hidup mandiri. Aku sudah lega bisa menikahkan Ken dengan Yaura. Sekarang tinggal Evelyn.. tapi sepertinya itu tidak akan mungkin terjadi, mereka malu mempunyai Ayah seorang Pembunuh. Maafkan Ayah,Evelyn.. Jika kelak Kau menikah,Ayah harap Kau bahagia,meskipun tidak ada Ayah yang menghadiri pernikahanmu. "Lirih Reino dalam hati, Ia sudah hilang harapan untuk bebas, apalagi mengetahui bahwa Yaura adalah Wanita berdarah dingin. Amarahnya tidak akan pernah reda,dendam tidak akan musnah, kebencian tidak akan pudar, dan penghianatan yang tidak mungkin Ia lupakan, membuat Reino sangat yakin bahwa hidupnya telah berakhir ditangan Yaura,Menantunya sendiri.
Melihat pertengkaran pembunuh Ayahnya,membuat Edward tersenyum mengejek.
" Miris sekali, Kalian itu PEMBUNUH ! jadi jangan bertingkah sok suci dan tersakiti.Hahaha ! Walaupun Aku tidak membalaskan kematian Ayahku kepadamu Reino,tapi Aku sudah puas karena Yaura melakukan semuanya untukku. Menantumu itu adalah seorang PELOBBY DUNIA, Dia pandai bernegosiasi dan mempunyai banyak harta. Bersenjata, Cantik , dan Psikopat, WOWW Dia adalah Pelanggan VVIP Bagi Para Pembunuh Bayaran ! Hahahaha Kita tunggu saja Tim mana yang akan dikirimkan Yaura untuk membunuh Kalian berdua ! Hahah " Edward tertawa gembira melihat Reino dan Hilya tersiksa.
" Kau tahu Reino? Saat Aku dan Ken berusaha menembaknya di gurun.. Aku melihat Delapan mobil mewah mengiringi seorang Pelobby Dunia. Dialah Yaura, yang menjadi Tuan Putri bagi Para Pembunuh Kelas Atas Dubai. Dia dikawal oleh The Red dengan sangat ketat, bahkan Ken pun berhasil Yaura kecoh. Wahhhhh Puji Dewi Cantikku, Yaura !!! Aku mendukungmu ! Aku harap Yaura kembali datang dan membunuh Kalian ! Cuppp cupppp cuppp menyedihkan sekali, tetapi Aku senang. Hahahah " sambung Edward yang menyindir Reino dan Hilya dengan sarkastik. Ia secara tidak langsung membandingkan kekuasaan Yaura sekarang, dengan Reino dan Hilya yang sudah miskin tak punya apa-apa.
Mendengar ejekan Edward membuat Hilya semakin gila, Ia kepanasan dan frustasi ingin keluar. Sementara Reino, Ia hanya diam.
Begitupun dengan Bianca yang ikut frustasi saat mendengarnya, Ia tidak menyangka akan ikut terseret sejauh ini hanya karena ikut bergabung dengan Reino dan Hilya.
" Hidupku seperti ini juga itu karena Kalian ! Pembawa Sial ! "
" Sungguh menyesal Aku bergabung dengan Orang Tua yang tidak bisa berbuat apa-apa ! Lebih baik Aku membantu Yaura waktu itu untuk menangkap Kalian ! " umpat Bianca sembari menatap tajam Hilya dan Reino, Ia tidak terima ikut terseret kedalam kasus pembunuhan.
Tidak terima diejek miskin dan tua,
" Karena Kami ? Hah yang benar saja Pel*cur ! Kau tidak sadar diri ? Kau tidak ingat bahwa Kau itu terlibat kasus Prostitusi International hah? Kau itu Pel*cur murahan itulah alasan Kau menekam di Penjara ! " teriak Hilya.
" Tutup mulutmu Hilya ! Prostitusi? Jika hanya karena Prostitusi,Aku mungkin bisa bebas ! Tapi kenyataannya apa? Ken dan Yaura ikut menyeretku kedalam sini karena Aku ikut membantu membakar penjara ! Dasar Nenek Tua ! Sungguh menyesal Aku menutupi kejahatan Kalian arrraaaaghhhh ! " teriak Bianca yang begitu menusuk telinga orang yang mendengarnya.
" Kau fikir Aku tidak menyesal hah? Aku juga menyesal,hampir saja Aku menikahkan Anakku dengan Pel*cur dan barang bekas seperti dirimu Bianca ! " lantang Hilya sembari melototkan kedua matanya.
Mendengar semua orang bertengkar,membuat Helena ikut stress, ditambah melihat Pak Diyo yang lumpuh didepannya,membuat Helena tidak bisa membayangkan bagaimana hidup kedepan.
" Jika Aku memohon dan meminta maaf kepada Yaura, apa Dia akan memaafkanku? " tanya Helena dalam hati, Ia sebenarnya masih berharap bahwa Sang Sahabat mau memaafkannya.
" Tidak mungkin. Aku melihat kemarahan yang amat sangat dari mata Yaura tadi siang. Tapi.. tapi..Aku tidak mungkin terus hidup seperti ini. " rintih Helena dalam hati.
Ingin meladeni omongan Hilya,tiba-tiba ekor mata Bianca tidak sengaja menangkap Helena yang hanya diam dan termenung. Seketika itu pula Ia mengingat kejadian di pemakaman Yaura, saat Alfin menceritakan bahwa YAURA SANGAT MENYAYANGI HELENA.
" Kenapa Kau hanya diam Helena?! Kau seharusnya meminta Yaura agar membebaskanmu dari sini dan bebaskan Aku juga. "
" Bukankah Yaura itu sahabat dan sangat menyayangimu? Manfaatkan Dia, dan memohonlah agar Dia memaafkanmu. " ujar Bianca yang membuat Helena mendelik.
" Dia tidak akan memaafkanku." singkat Helena.
" Dasar Bodoh ! Bagaimanapun Kau, Yaura pasti akan memaafkanmu. Hanya Kau harapanku untuk bebas, Aku janji akan membayar kebaikanmu nanti. " Bianca berharap Helena bisa bebas lalu membantunya keluar penjara, karena memang benar apa yang diucapkan Bianca, jika ada kunci kebebasan,mungkin Helenalah kuncinya. Karena Yaura sangat menyayangi Helena, dan pasti akan memaafkannya.
" Dengan apa Kau membayarku?Sedangkan Semua aset Keluargamu sudah diambil alih oleh Yaura. " Helena menarik sudut bibirnya.
" Dengan cara apapun Aku akan mendapatkan Uang. sekarang cepat minta penjaga untuk menelfon Ken dan berbicara kepada Yaura. " ucap Bianca dengan semangatnya.
Helena tersenyum penuturan Bianca,
" Oppsss Aku lupa, Kau kan masih tubuh yang masih bisa DIJUAL , Iyah kan Edward? " Helena melirik Edward yang sedari tadi memperhatikan pembicaraan mereka.
" Sangat Benar. Oh iyah Bianca, Aku punya banyak kenalan Om-Om Berduit, saat Kau bebas, Aku akan menghubungi mereka dan mempromosikan mu ! " Edward menatap Bianca dengan senyum mengejek.
Tak mendapat dukungan, Ia malah mendapat cacian.
" Tutup mulut Kalian ! " teriak Bianca, matanya memerah dan berkaca saat mendapat hinaan tentang betapa murah dirinya.
" Kenapa Kau ingin menangis? Bukankah dulu Kau menghina Yaura habis-habisan dengan menyebutnya Wanita Jal*ng yang menampung sp*rma Para Pria di Hotel? Saking bodohnya,Aku juga menuruti semua Perintahmu untuk menghina Yaura di depan umum, termasuk KEN, Suaminya sendiri. ".
" Hei Bianca sadarlah, saat Aku pertama kali melihat Yaura di Royal Tulip, Aura nya itu sangat MAHAL,dan Aku yakin Dia wanita yang menjaga kehormatannya.Tetapi Demi dirimu,Aku rela menghina Wanita Mahal, hanya untuk mendapat kepuasan ranjang dengan WANITA MURAHAN SEPERTI DIRIMU ! " Edward tak henti-hentinya mengejek Bianca.
Dan yah,Tuhan memang adil. Dulu mereka seperti sahabat bagai kepompong, yang siap membantu kapanpun itu. Kini, mereka bagaikan musuh dalam kandang,saling menyalahkan, menghina dan mengejek. Saat memiliki uang dan kebebasan di luar sana, mereka gunakan untuk membunuh nyawa yang tidak berdosa, saat dipercaya malah berhianat, saat dimaafkan malah ikut menusuk dari belakang.
Sekarang,mereka tidak memiliki apapun tetapi masih sempatnya MENGHINA, MENYALAHKAN DAN MENGEJEK tanpa merenungi dosanya sendiri.
Iyah,itulah mereka, PARA IBLIS. Dulu, Yaura yang selalu ingin Kalian lenyapkan, sekarang tinggal Yaura yang akan melenyapkan Kalian kapanpun Dia mau.
Roda itu berputar ! dan Tuhan tidak tidur.
Dan..
Pak Diyo? Jangan ditanya, Ia hanya terbaring kaku. Mendengar,tapi tidak bisa bergerak. Bagaimana rasanya stroke? Sungguh menyiksa.
" Yaura... Yaura benar-benar melumpuhkanku hiksss " Pak Diyo menangis terlihat dari matanya yang meneteskan air mata.
Melihat itu,
" Untuk apa Kau menangis? Kau menyesal? Hahahah sudah tahu yang Kau hadapi adalah Yaura,masih saja berani menghina di depannya. Rasakan ! Yaura membuatmu lumpuh ! " Helena tersenyum, Ia juga punya dendam Pribadi dengan Diyo, saat di NIS Diyo pernah menghina dan menganggapnya sebagai AGENT BODOH DAN TIDAK BERGUNA.
Benar kata Tuhan, orang baik akan berkumpul dengan yang baik, dan jahat? mereka akan berkumpul dengan orang jahat.
*******
RUMAH YAURA
Sudah pukul 23.00, Ken tak kunjung pulang, itu membuat Yaura cemas dan was-was. Ia terus mondar mandir dalam kamar dan memperhatikan ponsel genggamnya. Berkali-kali Ia menelfon Sang Suami namun tak kunjung aktif.
" Kenapa ponselnya dimatikan? " lirih Yaura, wajahnya memucat. Setelah itu, Ia memutuskan keluar kamar dan menemui Tim Bersenjata yang sedang berjaga.
Yaura langsung bertanya kepada Tim nya sendiri,karena Ia yakin jika bertanya kepada Tim Ken itu hanya sia-sia, pasti mereka menuruti perintah Bos Besarnya.
" Ken pergi kemana? " tanya Yaura pada Tim Goddess Of Death.
Terbiasa berhadapan dengan Nona nya,membuat mereka tenang.
" Tuan Ken pergi ke Bar XXX,Nona. Kami hanya mendapat perintah untuk menjaga Nona selama Tuan pergi. " tutur Pria bersenjata.
" Pergi kemana? Jangan mencoba membohongiku hanya karena perintah Ken. Jujurlah." ucap Yaura yang membuat mereka mendadak gemetar, Ia sangat faham akan tatapan Yaura yang penuh peringatan.
" Ke Bar XXX,Nona. " Pria itu menundukkan kepalanya sebagai kode bahwa Ia tidak membohongi Nona nya.
Mendapat jawaban yang kurang puas, Yaura mengingat seseorang yang bisa diintrogasi. Kini Ia melangkah dengan begitu cepat, Yaura tetaplah menjadi Yaura yang tatapannya sangat dingin. Dan..
Albert
Ia begitu syok melihat Yaura ada di depannya.
" Nona.." Albert yang sedang memegang senjata menundukkan kepala dan mencoba menutupi rasa syoknya.
" Apa Kau bisa mengantarkanku ke Bar? " tanya Yaura yang membuat Albert langsung mendongakkan kepalanya.
" Mohon maaf,Nona. Tuan Ken menyuruhku untuk menjaga dan tidak memperbolehkan Nona keluar dari Rumah selama Dia tidak ada. " tutur Albert, sumpah Demi Tuhan Ia begitu grogi berhadapan dengan Psikopat Cantik yang pesonanya tidak terbantahkan.
" Kenapa? " Yaura memang cerdik dan pandai mengorek informasi secara tidak langsung. Ia faham bahwa Albert juga akan menutupi kemanakah Ken pergi.
" Karena Tuan Ken takut Nona terjadi apa-apa." ucap Albert.
" Yaura sangat berbahaya, bisa-bisa Aku dibuat untuk jujur bahwa Big Boss pergi ke XXX." lirih Albert dalam hati.
" Kau sangat hebat,jadi untuk apa takut? Aku akan baik-baik saja. Ponsel Ken tidak bisa dihubungi,jadi Aku khawatir." tutur Yaura, Ia mengamati gerak-gerik Albert yang nampak sedikit gemetar.
" Jika tentang Ponsel,Aku tidak tahu,Nona. Mungkin saja Tuan Ken kehabisan battery nya. " jawab Albert.
" Iyah kehabisan battery, sampai Suamiku lupa ada power bank yang bisa Ia gunakan untuk charge. " Yaura tersenyum tipis seakan menyindir pernyataan konyol yang dilontarkan Albert.
Deg !! Mendengar sindiran Yaura membuat Albert tidak bisa bernafas, jantungnya berpacu kencang dan hanya diam.
" Ken tidak mengaktifkan ponselnya itu untuk menghindari Pelacakan Tempat,kan? Aku faham, jadi lebih baik Kau jujur.. kemana Suamiku pergi? " ucap Yaura yang membuat Albert membulatkan kedua matanya,karena memang benar, Ken tidak mengaktifkan ponselnya agar Sang Istri tidak bisa melacaknya. Bagaimanapun Ken tidak akan pernah lupa, bahwa Istrinya adalah mantan Agent Mata-Mata Negara.
Albert terdiam dan membantu. tiba-tiba..
" Jangan menakutinya,Nak. Lihatlah,Albert sampai pucat. " Pak Agus menepuk bahu Yaura dan memecahkan ketegangan diantara mereka berdua.
Albert berusaha tersenyum,
" Aku tidak tahu bagaimana menyakinkan Nona Yaura,Pak. "
Pak Agus tersenyum dan menolehkan kepalanya ke kanan sebagai kode bahwa Albert bisa pergi.
" Aku pamit dulu. " Albert menundukkan kepalanya dan berlalu pergi.
Pak Agus dan Yaura bertatapan.
" Apa yang Kau katakan hingga membuat Albert sepucat itu,Nak?".
" Aku tidak mengatakan apapun. Dan hanya bertanya tentang Ken yang sampai sekarang belum pulang,ponselnya juga tidak aktif. " tutur Yaura.
" Suamimu akan pulang 1 Jam lagi, Dia sudah bilang kepadaku bahwa Ia pergi ke Bar XXX untuk berbicara Proyek.Tenanglah,Nak." Pak Agus melebarkan senyumnya.
" Aku hanya takut terjadi apa-apa dengannya. Albert ada disini,lalu siapa yang akan membantunya nanti? " Yaura meremas tangannya yang basah, wajahnya semakin pucat.
" Lupakan masa lalumu. Sekarang Kita hidup dengan tenang, tidak ada Para Iblis. Ken adalah yang terbaik,Dia mampu menjaga dirinya sendiri,Nak. " tutur Pak Agus yang mencoba menenangkan Yaura agar lebih santai.
Yaura tidak menjawab,Ia menundukkan kepala dan pamit untuk ke kamarnya kembali.
Kamar
Ia semakin gusar saat melihat jarum jam berputar,namun Sang Suami tak kunjung pulang. Dibanding memikirkan Suaminya dengan Wanita lain, Yaura lebih memikirkan kawanan bersenjata yang menyerang Suaminya.
" Aku tidak bisa diam seperti ini.." Yaura meraih jaket hitam dan berdiri di Brangkas yang berisi senjata.
Walaupun Ia sudah berjanji kepada Ken untuk tidak memegang senjata, tapi jika keadaan darurat,mau tidak mau Yaura akan kembali menggunakannya.
" Tapi Aku sudah berjanji untuk tidak bermain senjata." Bukan pistol, Yaura memutuskan untuk membawa suntikan beracun. Cerdas bukan? Senjata dilarang,suntikan bertindak.
Tukkk tukkk tukk Ia melangkah menuruni anak tangga. Terlihat lantai bawah sudah sepi saat Nona Lee izin pulang, sedangkan Evelyn,Lolly dan lainnya tidur di kamar masing-masing. Jam segini sudah tidur? Maklum, lagi sepi, tidak ada David, Alfin, Raja Jorok, Alex yang menjadi biang keributan. Hanya terlihat Vino yang sedang ikut berjaga di Ruang Utama.
" Yaura,Kau mau kemana? " Tanya Vino yang menghalangi langkah kaki Calon Kakak Iparnya.
" Temani Aku ke Bar. " ucap Yaura to the point.
" Ken melarangmu untuk keluar tengah malam seperti ini.Lagipula sebentar lagi Ken pasti akan pulang." Vino terus bernegosiasi dengan Yaura,begitupun dengan Albert dan Tim yang siap menghalangi Yaura keluar rumah. Lebay bukan? Penjagaan yang sangat ketat. Nah itulah yang Yaura herankan. Pasti ada sesuatu yang ditutupi Suaminya.
" Jangan menghalangiku. Minggirlah.. " ucap Yaura dengan santai, namun tatapan matanya penuh peringatan.
" Ken akan baik- baik saja. lagipula ini baru pukul 23. 30, jadi tidak terlalu malam. Dia hanya pergi ke Bar,bukan untuk berperang. " Vino terus menahan Yaura.
Tiba-tiba..
Trininggg ponsel Yaura berdering
KEN
Melihatnya,membuat Yaura menatap semua orang dan menjauh dari mereka.
Ia pun memencet tombol hijau pada screen ponsel.
" Halo,Sayang. Selamat malam.. Maaf ponselku tidak aktif tadi. " Ken lebih dulu menyaut.
Bukannya membalas sapaan, telinga Yaura menangkap alunan musik Bar yang sangat berisik, tawa Para Pria yang terdengar begitu gembira. Tidak mengatakan apapun,Yaura begitu saja mematikan sambungan telefon hingga membuat Ken yang memang berada di Bar untuk mengelabui Sang Istri pun langsung beranjak dan masuk kedalam mobil.
Tingggggg
Albert mengirim pesan
" Cepatlah pulang ! Kau pasti merasakan bagaimana berhadapan dengan Nona Yaura, Istrimu membuat detak jantungku berhenti seketika ! Pulanglah ! "~Albert.
Melihat pesan dari Albert membuat Ken terkekeh dan membalasnya,
" Aku tidak pulang. Hadapi Istriku,hingga membuat jantungmu benar-benar berhenti ckckckck " ~Ken.
Setelah mendapat panggilan dari Sang Suami dan memastikan bahwa Dia baik-baik saja membuat Yaura melangkah mundur dan berbalik badan,lalu meninggalkan mereka ke atas.
" Yaura sebenarnya sangat perhatian kepada Ken, hanya saja caranya yang berbeda. " ucap Vino sembari melebarkan senyumnya.
Albert dan Tim pun bernafas lega karena akhirnya mereka selamat dari Dilema melawan Yaura atau menuruti perintah Ken.
" Jika Aku punya Istri seperti Nona Yaura, Aku tidak bisa berfikir bagaimana cara menjinakkannya " .
Kamar
__ADS_1
Yaura melepaskan jaket hitam dan meletakkan kembali suntikan beracun kedalam brangkas senjata.
Ia mendudukkan diri di tepi Ranjang dan menenangkan diri.
" Syukurlah Ken baik-baik saja. " lirihnya. Ia terkadang heran dengan perasaannya sendiri,kenapa terlalu berlebihan seperti itu.
Lantai bawah
Ken yang baru saja turun dari mobil,langsung disambut dengan botol Wine yang dibawakan oleh Albert. Tanpa basi-basi, Ken menuangkan Wine kedalam gelas yang dibawakan oleh Timnya. Ia melakukan itu untuk mendramatilisir keadaan, karena pas di Bar, Ia sama sekali tidak menengguk minuman.
Sembari melangkah masuk, Ia menenggak Wine itu sampai habis tanpa menyeruputnya lebih dulu. Kandungan alkoholnya sangat tinggi, dan Ken hanya meminumnya 2 Gelas saja, lagipula Ia tidak ingin mabuk karena Yaura pernah berkata Ia tidak menyukai pemabuk ada di sebelahnya.
Ken berjalan bak seorang Bintang Mafia kelas dunia, Aura Panas dan Menggoda sangatlah terpancar dari tubuhnya yang tegap nan gagah. Tangan kekar nan berurat dilengkapi dengan gelas Wine yang Ia pegang menambah kadar Kharismatik yang ada di dalam dirinya. Ia berjalan menaiki anak tangga sembari menerka-nerka sedang apa Istrinya.
Tok tok tok suara ketukan pintu membuat Yaura bernafas lega, Ia kini berpura-pura memejamkan mata dan berlindung di balik selimut yang begitu lembut nan menghangatkan.
Tidak ada jawaban,itu artinya tidak terkunci. Ken akhirnya membuka pintu dan melangkah masuk. Matanya langsung berpusat pada Ranjang,tempat dimana Istrinya berbaring saat ini. Setelah melepas sepatu,
Brughhhhhhhh menjatuhkan dirinya di Ranjang hingga membuat Yaura menjengit dan kaget karena kasurnya bergerak.
" Aku tahu Kau hanya pura-pura tidur.. " lirih Ken,dan
Huggggg Ia melingkarkan tangannya di perut Sang Istri lalu membenamkan wajahnya di tengkuk Yaura.
Yaura melirik Suaminya yang sedang tersenyum.
" Aku tidak suka Pria pemabuk. " lirih Yaura dengan lembut hingga membuat Ken teduh dibuatnya.
" Siapa yang mabuk? Aku hanya minum Dua Gelas untuk menghormati Tuan XXX. Lagipula jika Aku mabuk, Aku tidak bisa tidur denganmu nantinya.. " lirih Ken dengan suara dalamnya yang terdengar Sexy.
" Kau belum tidur ? " sambung Ken, Ia semakin mempererat pelukannya.
" Katanya sebentar.. " lirih Yaura yang membuat Ken tersenyum.
" Kenapa? Kau merindukanku? " Goda Ken yang kini mulai menindih Istrinya.
" Jujurlah Kau kemana sebenarnya ? Berkali-kali Aku menghubungimu namun tidak aktif. " tanya Yaura dengan tatapan peringatan.
" Aku lupa bawa power bank dan charge, maka dari itu ponselku mati. Aku ingin menghubungimu sebenarnya,tapi lupa berapa nomornya. Lagipula Aku fikir Kau sudah tidur. " Alibi Ken.
" Bukankah Aku sudah bilang kepadamu pulang pukul 00.00?. " sambungnya.
" Apa tidak bisa meminjam charge atau power bank ke orang lain? " Yaura seakan mematahkan alibi Suaminya.
" Mereka juga menggunakannya,Sayang. Detik-detik terakhir saja mereka mau meminjamkannya. Maka dari itu baru tadi Aku bisa menghubungimu. Kau tidak percaya? lihatlah.. Batterynya low." Ken sudah menyiapkan seribu alasan untuk mengalahkan Istrinya. Tangannya ingin mengambil yang ada di saku,namun ditahan oleh Yaura.
" Aku percaya."
Mereka berdua kini bertatapan dengan sangat Intens dan membaca pikiran masing-masing.
Tangan Ken pun melepaskan kancing Jas, melonggarkan dasi yang terasa sangat sesak dan melucuti kancing bagian atas kamejanya.
Brughhhh Ia melemparkan senjata ke lantai, menaruh ponsel dan kunci mobil ke kasur ,dan Dompet yang Ia lempar ke atas nakas.
' Sial ! Ken memang sangat menggoda ' apalagi tatapannya yang membuat siapapun akan lupa Dunia.
" Kau bertanya seperti itu,karena merindukanku,Kan? Ayolah jujur.. " lirih Ken.
" Tidak.. Aku hanya mengantuk menunggumu pulang. " Yaura mencari alasan untuk tidak digoda Suaminya.
" Untuk apa menungguku? Lagipula Aku tidak dapat jatah malam ini, Kau seharusnya tidur pulas. " Tangan Ken mulai nakal, dan memang akan selalu nakal jika di Ranjang. Ia mer*mas Gunung Kembar Istrinya yang sangat kenyal.
Geli,enak,menikmati namun juga menolak itulah yang Yaura rasakan.
" Kau pasti mabuk.." Yaura meremas lengan Suaminya yang berotot sebagai Isyarat 'Hentikan'.
" Iyah, Aku mabuk. Mabuk karena dirimu.. " Bisik Ken yang membuat kaum hawa lemah.
Remasan Ken begitu lembut namun menggairahkan,membuat Yaura hampir mendesah. Jika Ia mendesah,maka itu akan membuat Suaminya menggila.
Puas menggoda, Ken pun mengakhiri aktifitasnya dan beranjak.
" Gerah, Aku mandi dulu. " Ken tersenyum dan berbalik badan.
" Tangannya tidak pernah diam. " lirih Yaura seraya melukiskan sedikit senyuman karena hobi Suaminya yang tidak tahu aturan.
Bau Wine dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan,membuat Yaura akhirnya bisa menerima bahwa Ken memang ke Bar,bukan hal lain.
20 menit, Ia melirik Suaminya yang sedang bertelanjang dada dengan handuk yang membalut bagian bawah tubuhnya.
Ken mengusap rambutnya yang basah dengan tangan membuat Yaura seketika terpana.
Tertangkap basah,
" Kenapa memandangiku seperti itu? Apa Kau baru sadar jika Suamimu ini sangat tampan? " ucap Ken yang membuat Yaura tersadar.
" Tidak sama sekali. Aku hanya sedang berfikir,bagaimana bisa Wanita di Mall memuji dirimu seperti itu? Aku rasa mereka berlebihan." Yaura mencoba menutupi kekagumannya.
" Bilang saja Kau tidak terima jika ada Wanita yang memujiku. " Ken tersenyum dan melangkah ke Ruang Ganti.
5 menit kemudian Ken keluar dengan kaos pendek berwarna putih.
" Tidurlah ini sudah malam. Aku ingin menemui Albert dan Vino. " Ken membuka pintu dan melangkah keluar.
Yaura menganggukkan kepalanya dan melihat ponsel Ken yang tergeletak begitu saja. Masih penasaran, Ia pun membuka ponsel Ken dan mengacak-acak isi didalamnya.
" Tidak ada yang mencurigakan. Hanya Aku saja yang berlebihan. " FIX, Yaura kini percaya.
Ruang Bawah Tanah
Ken menemui Albert di Ruang bawah tanah, terlihat Albert sedang mendudukkan dirinya di Soffa yang ada di sana.
Melihat Big Bossnya datang, Ia pun ingin berdiri namun..
" Tidak perlu formal." Ken ikut mendudukan dirinya di hadapan Albert.
" Kenapa lama sekali? Nona hampir menghampirimu di Bar. " tutur Albert.
" Kau ketakutan? " Ken tertawa dan mengejeknya.
" Siapa yang tidak takut? tatapan mata dan cara berbicaranya membuat bulu kudukku merinding. Jika tidak ada Pak Agus,mungkin Istrimu akan tahu bahwa Aku berbohong. Nona tahu bahwa Kau mematikan sinyal ponsel untuk menghindari pelacakan. Dia terus mendesakku untuk jujur. Dan Nona juga sempat kesal dengan Vino karena ikut menghalanginya keluar Rumah. Jika Kau tidak menelfonnya, maka Kami akan mengalami dilema. Tidak mungkin Kami melawan Nona. " tutur Albert yang membuat Ken tertawa terbahak-bahak.
" Akhirnya Kau merasakan apa yang Aku rasakan dulu. Pas awal,Aku juga sangat takut jika berbicara dengan Yaura, hanya saja Aku tetap Cool dan Gentle." ujar Ken yang membuat Albert tersenyum.
" Kau kesini, apa Nona tidak mengintrogasimu ' Ngapain di Bar?' 'Dengan Wanita mana?' ' Kenapa bau parfume Wanita?".
" Yaura tidak memiliki perasaan itu. Dia tidak memiliki perasaan cemburu seperti Wanita lainnya, mendengar ceritamu, itu artinya yang Ia khawatirkan adalah keselamatanku. " tutur Ken.
" Iyah juga. Psikopat memang tidak memiliki perasaan, dan tidak mengerti perasaannya sendiri. Aku pernah mendengar cerita, bahwa kebanyakan dari mereka itu selalu melawan hati dan kenyataan yang ada. " ucap Albert.
" Begitupun dengan Istriku, Aku sendiri tidak faham dengan perasaannya. Kau tahu David? Dia sangat mencintai Yaura. Tetapi sampai sekarang, respon Yaura hanya biasa saja. 5 Tahun bersama David, untuk Wanita biasa,mungkin bisa saja tumbuh cinta. Tetapi Yaura? Aku rasa Dia tidak mengerti Cinta. " Ken mengingat awal-awal pernikahannya dengan Sang Istri.
" Aku adalah Putra dari Pembunuh Ayahnya, bagaimana bisa Yaura mencintaiku? rasanya tidak mungkin. Dimaafkan dan hidup berdampingan seperti ini saja sudah membuatku sangat bahagia, jadi Aku tidak berharap lebih. " Ken tersenyum, Ia menyangka bahwa Sang Istri tidak akan mencintainya sampai kapanpun karena Dia adalah Putra REINO BACHTIAR, MUSUH TERBESAR YAURA.
Sadar bahwa itu kata-kata sensitif,
" Bagaimana? Apa Kau berhasil membunuhnya?" Albert mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Tentu. Dia sudah hancur dan mati lalu pergi ke Neraka. " ucap Ken.
" Baguslah." Albert tersenyum puas.
" Baiklah sekarang Kau boleh pulang. Jaga dirimu dan jangan lupa memiliki seorang Kekasih. " Ken menepuk pundak Albert dan berlalu pergi.
" Jangan selalu mengatakan itu ! Kau melukai harga diriku sebagai Penjinak Bom tetapi tidak mampu menjinakkan hati Wanita. " Albert melangkah keluar berbarengan bersama Ken.
Tiba-tiba
" AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH" Teriakan suara Wanita dari lantai atas yang begitu keras dan terdengar begitu jelas membuat Ken dan Albert memucat.
" YAURA ? " Ken membulatkan kedua mata, dan
Ia langsung berlari sekencang mungkin, disusul oleh Albert yang ikut panik. Mereka menaiki anak tangga dengan begitu cepat dan tergesa-gesa.
" LINDUNGI ISTRIKU,TUHAN. " Mata Ken berkaca, ketakutan tiada tara, fikirannya sudah kemana-kemana. Jantung Ken berpacu dengan cepat dan mata yang semakin memerah.
" Kemarikan ! " Ken mengambil senjata yang dipegang Albert.
" SNIPER ! KEADAAN DARURAT ! TITIK A TEMBAKKAN SENJATA ! CEPAT ! " teriak Albert melalui earpiece yang Ia pakai,beruntung itu masih terhubung dengan Para Sniper Ken.
" SENJATA SIAP DITEMBAKKAN. " Jawab Sniper yang mulai keluar dan mengepung seluruh Rumah.
Ken menendang pintu dengan tidak sabar, dan dorrrr dorrrrr dorrrr Ia menembakkan senjata ke sembarang arah.
" YAURA ! YAURA KAU DIMANA ! " Ken menyoroti kamar dan tidak menemukan Istrinya.
Dorrr dorrr dorrr Albert menembakkan peluru ke Balkon dan mengendap ke sana.
Ken semakin panik saat tidak menemukan Istrinya disana.
" YAURA... TIDAK..TIDAK.. " Ken hampir meneteskan air mata.
" YAURA JAWAB AKU YAURA ! " teriak Ken tanpa henti,Ia berlari kesana kemari.
Para Sniper berseragam hitam kini memasuki Kamar dan mengarahkan laser merah ke setiap sudut. Kamar Yaura benar-benar terkepung.
" Kenapa Kalian diam ! Cari Istriku sekarang ! " sentak Ken pada Sniper.
" Dimana Nona? Apa Kalian sudah menemukannya?" tanya Sniper yang terhubung dengan Tim nya yang berjaga di luar Rumah.
" Disini tidak ada Nona,Big Boss." saut Albert dari Balkon.
" Tidak ada yang mencurigakan dan Nona tidak ada di luar. " jawab seorang dari earpiece.
" Di luar tidak ada Nona,Tuan. " jawab Sniper pada Ken.
" YAURA KAU DIMANA?! " teriak Ken dengan keras.
" Aku disini. " jawab Yaura yang entah ada di mana.
" Yaura.." Ken langsung berlari ke Ruang Ganti, karena itulah sumber suaranya.
Ken dan Sniper mengarahkan senjata, wajahnya sangat tegang dan meradang.
" JANGAN BERGERAK ! " Ancam Ken saat membuka pintu Ruangan. Dan..
Tidak ada siapapun
Ken bingung dan menyoroti matanya guna mencari Sang Istri dan Penjahat.
" Yaura Kau dimana?" teriak Ken.
" Aku disini. " jawab Yaura.
Ken mengalihkan pandangannya ke lemari.
" Lemari? " herannya dalam hati.
Tlkkkkk tlkkkk tlkkkkk Ken, Albert, dan Sniper kini mengarahkan sejatanya ke lemari.
Tangan kiri Ken perlahan membuka lemari besar berwarna putih, dimana Yaura berada.
Brakkkkkkkk Ken membuka lemari dan siap menembakkan peluru.
" Jangan Dibuka !!! tutup lagi Ken ! " teriak Yaura sembari menutup matanya.
Ken, Albert dan Sniper saling menengok satu sama lain, mereka bingung.
" Keluarlah.. " Ken menarik tangan Sang Istri dan memastikannya baik-baik saja.
Bukannya peduli sekitar, Yaura malah berlari dan menaiki ranjang.
" Kau baik-baik saja? " Ken menurunkan senjata dan memegang tangan Istrinya. Ia panik dan cemas yang amat sangat.
Menyadari bahwa banyak Sniper, Albert dan Ken yang memegang senjata dan laser merah yang aktif,membuat Yaura mengerutkan keningnya.
" Apa ada Penjahat? " tanya Yaura pada Ken dengan polosnya.
Degg !! Ken pun ikut mengerutkan keningnya.
" Harusnya Aku yang bertanya, apa ada Penjahat? " decak Ken.
" Tidak ada. " jawab Yaura dengan entengnya hingga membuat Ken menelan saliva.
" Lalu kenapa Kau berteriak? Jangan berbohong!." tanya Ken.
" Aku memang berteriak karena takut. Aku tidak menyangka ada Dia disana.. " tutur Yaura.
" Siapa ? " Ken mengalihkan pandangannya ke Ruang Ganti.
" KECOA. "
" AKU SANGAT TAKUT DENGAN KECOA, ITULAH KENAPA AKU BERTERIAK. " jawab Yaura dengan wajah polos tanpa dosa, Ia kemudian menuruni Ranjang setelah memastikan disekitarnya ada kecoa.
CKKKKK !
Mendengar jawaban Sang Istri dan Nona nya, membuat Para Pria berdecak dan menelan salivanya dalam-dalam.
" Jadi karena kecoa Kau berteriak sekencang itu? " Ken menggertakan gigi dan mengeraskan rahangnya.
" Iyah. " Yaura menganggukkan kepala, matanya tak berhenti memantau kecoa di Lantai.
" Tuan, Apa Kami perlu menembak kecoanya? " sindir Albert yang ikut kesal karena tingkah Nona nya.
" Iyah, cari kecoa dan tembak Dia. Aku tidak akan membiarkan apapun menakuti Istriku yang Tercinta ini. " Ken tersenyum kecut,menutupi rasa kesalnya yang amat sangat.
__ADS_1
Siapa yang tidak kesal? Sudah dibikin jantungan dan cemas yang tidak bisa dijelaskan, ternyata KECOA lah penyebabnya.
Para Sniper yang biasa garang, kini tersenyum.
" Baiklah Nona. Karena Kami adalah Sniper khusus Manusia, jadi Kami sarankan Nona mencari Sniper khusus Kecoa. Kami pamit dulu,Nona. " Sniper membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
" Saya juga,Nona. Karena Saya adalah Penjinak Bom,bukan Penjinak Kecoa, jadi Saya juga mengundurkan diri untuk pamit. " Albert tersenyum dan melangkah keluar kamar.
Ken kini menatap Yaura dengan rasa tidak percaya, bagaimana bisa Istrinya selebay itu menghadapi kecoa.
" Kau mau Aku C1P0K dihadapan mereka? jangan lagi-lagi membuat semua orang gempar karena Kecoa. Astaga, Kau membuat detak jantungku hampir berhenti. " Ken menuangkan segelas air putih lalu menenggukknya sampai habis.
" Aku takut,Ken. Kecoa itu sangat menyeramkan, lagipula Aku tidak sengaja membuat Kalian cemas. Maafkan Aku. " ucap Yaura.
Ken mengatur nafasnya agar kembali stabil sembari memandangi Sang Istri yang baru saja melakukan hal konyol.
" PELOBBY DAN PENEMBAK JITU KELAS ATAS,TAKUT DENGAN KECOA?Astaga, kenapa tidak sedari dulu saja Aku melawannya dengan kecoa,dengan itu Aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga untuk menumbangkannya. " Ken melukiskan senyum manis, walaupun kesal namun Ia bersyukur bahwa Istrinya itu baik-baik saja tidak seperti apa yang di bayangkan. Ken kembali beranjak dan
Greppp Ia membopong tubuh Yaura lalu membaringkannya di Ranjang. ( sebelumnya udah nutup pintu yah guys😂 )
" Ken, cari dan bunuh kecoanya sekarang..Aku takut jika berganti pakaian Dia muncul lagi. " pinta Yaura.
" Biarkan saja kecoa hidup. " Tolak sembari meredupkan lampu kamar.
" Kenapa membiarkannya.. Aku sangat takut, apa Kau tidak takut? " Yaura menyalakan AC dengan suhu rendah karena gerah.
" TENTU AKU JUGA TAKUT, ITULAH KENAPA AKU MEMBIARKANNYA HIDUP. BIARKAN KECOA ITU MENGHILANG SENDIRI,TANPA BERHADAPAN DENGANKU. " Ken terkekeh, karena Ia juga takut kecoa.
Mendengarnya membuat Yaura melirik sinis.
Seperti biasa, Ken memeluk Istrinya dengan erat.
" Jangan lagi berteriak seperti itu, Kau membuatku berfikir negatif. " lirih Ken dengan lembut.
" Maafkan,Aku.. " Yaura menganggukkan kepala dan menatap Suaminya yang sedang menatapnya dengan mata yang berbinar.
Sejenak mereka bertatapan.
" Aku sudah melenyapkan orang yang telah mengancam nyawamu,Yaura. Jadi mulai sekarang, tidurlah dengan tenang dan hiduplah dengan normal. Aku mencintaimu. " lirih Ken dalam hatinya.
" Kau ingin mengatakan sesuatu? " tanya Yaura, Ia mulai bisa merasakan hati Suaminya.
" Iyah. " jawab Ken.
" Apa katakan? ".
" AKU SANGAT MENCINTAIMU,MELEBIHI NYAWAKU. " lirih Ken dengan begitu tulus hingga membuat Yaura terenyuh dari dalam relung hatinya yang paling dalam.
" Cintailah dengan sebanding." Yaura menatap Ken dengan tatapan berbinar nan tulus.
Ken mulai memiringkan kepalanya dan Kissssssssss Ia mendaratkan ciuman lembut di bibir Istrinya. Lidahnya menelusup kedalam sana,guna mencari benda kenyal yang Ingin Ia paut dan mainkan.
Begitupun dengan Yaura, Ia sangat menikmati ciuman Suaminya yang begitu candu. Tangannya melingkar sempurna di leher Suaminya yang menampakkan bekas merah akibat Stempel Kepemilikan yang Ia tinggalkan semalam.
Teringat bahwa Istrinya sedang datang bulan,
Ken melepaskan ciumannya sejenak.
" Siapa Pria yang pertama kali menciummu? " tanya Ken tiba-tiba.
" KAU. KAU LAH YANG MENJADI ORANG PERTAMA DALAM SEGALANYA. " jawab Yaura dengan mantap, bibirnya yang basah begitu membuat Ken mabuk kepalang.
" Aku sangat bersyukur memilikimu. Dan, Karena Kita akan Bulan Madu, jadi Aku tidak mau hanya Aku yang agresif. " Tangan Ken kini melucuti kancing baju tidur Istrinya.
" Aku ingin Kau membalas dan bermain denganku secara seimbang. " Ken menatap Yaura dengan tatapan mematikannya, suaranya memberat.
" Jika Kau hidup dengan dunia luar,Kau mungkin bisa melihat, bagaimana AGRESIFNYA SEORANG WANITA SAAT DI RANJANG. " Lirih Ken yang membuat Yaura terhipnotis dan mendengarkan semua perkataannya.
" Para Wanita awalnya malu-malu,sepertimu.namun pada akhirnya mereka akan menjadi LIAR DAN SELALU INGIN LEBIH DAN MELAKUKANNYA. " Ken menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Istrinya.
" Seperti yang Aku bilang dulu, Para Wanita itu Naif. Meminta berhenti padahal ingin lanjut, berkata jangan padahal lakukan ,dan berkata sakit padahal sangat enak. " Ken menatap Yaura dan mengajarinya agar mengerti apa yang Ia maksud.
" Termasuk Kau. Kau masih malu-malu denganku dan kaku. " Ken tersenyum dan memahami bahwa Istrinya itu murni.
" Jangan lagi malu-malu dihadapan Suamimu. Kita sudah berada didalam ikatan yang halal. Aku berhak menikmati apapun yang ada di tubuhmu,karena itu adalah Hak dan Milikku. Begitupun denganmu, Kau berhak menikmati apapun yang Kau inginkan,karena itu adalah Hak dan Milikmu. Kita adalah sepasang suami Istri,dan saling memiliki seutuhnya." lirih Ken seraya melepaskan baju tidur yang dikenakan Istrinya.
Mendapat perkataan Ken membuat darah Yaura berdesir.Ia hanya mendengar dan menyimak baik-baik.
" Aku selama ini selalu terbuka dengan apapun yang Aku inginkan. Wajahmu.. bibirmu.. telingamu.. lehermu.. Payud*ramu dan yang dibawah sana." Ken mengelus semua apa yang Ia sebutkan.
" Ketika Aku ingin melum*t bibirmu,maka Aku akan melum*nya.ketika Aku ingin menggigit lehermu,maka Aku akan menggigitnya. Ketika ingin merem*as dan memainkan sesuatu yang kenyal darimu,maka Aku akan merem*s dan memainkannya juga. " Nafas Ken mulai memberat dan berbaur dengan nafas Yaura yang ikut naik turun akibat sentuhan Ken yang tidak pernah berhenti.
Brakkkk Ken kini melemparkan kaosnya dan bertelanjang dada. Begitupun Yaura yang lebih dulu hanya memakai tanktop.
" Begitupun denganmu. Lakukan apapun yang Kau inginkan dariku. Tuhan menciptakan makhluknya itu dengan Nafsu. Begitupun denganmu, jangan malu untuk melakukannya, karena Aku akan memahaminya,bahkan sangat senang. "
" Cium,peluk,dan sentuh Aku sesuka yang Kau mau,karena semua yang ada pada diriku adalah Milikmu,Yaura. "
" Lum*t bibirku jika Kau ingin melakukannya, His*p leherku jika Kau ingin mengh*sapnya dan paut lidahku jika Kau ingin memainkannya. Jangan malu-malu.." Ken mengusap bibir Istrinya dengan jemari dan begitu mendamba.
" Bagaimanapun sifat dan kepribadianmu, Kau tetaplah Wanita yang memiliki nafsu. Jadi, mulai malam ini.. lakukan semua apa yang Aku katakan .. " Ken menatap Yaura yang sedari tadi mendengarkannya dengan baik.
" Apa.. Apa Kau mengajariku untuk menjadi Panas?.. " Pipi Yaura bersemu sembari menggigit bibir bawahnya karena malu bahwa fikirannya kini mampu menangkap ucapan Vulgar yang dilontarkan Suaminya.
Mendengarnya membuat Ken tersenyum manis.
" Akhirnya Kau perlahan mengerti dengan apa Aku maksud. "
" Iyah, Aku mengajarimu untuk menjadi Panas dan Liar denganku, dan HANYA DENGANKU ! bukan lelaki lain ! " sambung Ken.
" Apa.. apa semua Wanita akan seperti itu jika sudah bersuami? " tanya Yaura yang mulai berani menanyakan semua yang memang ingin Ia tanyakan selama ini.
" Jelas. Jalankan bersuami, masih lajang saja ada sebagian Wanita yang sudah menjadi liar dan bermain Pria di Hotel hanya untuk mendapatkan uang. " jawab Ken.
Kini, tatapan Ken dan Yaura mengisyaratkan banyak arti.
" Malam ini, Aku akan mengajarimu cara berciuman. Kau perlu diajari,karena selama ini Kau tidak pernah merespon ciumanku..." Tangan Ken kini memegang tengkuk Istrinya. Ia terus menatap Yaura untuk menunggu jawaban.
Yaura pun menganggukkan kepalanya perlahan sebagai persetujuan.
" Cium Aku sekarang. Lakukan seperti apa yang biasa Aku lakukan. " Ken tersenyum devil ( Iblis ).
Mengerti, tangan Yaura kini mulai merayap dan bertengger di tengkuk Ken yang sangat menggoda.
Tiba-tiba..
Grepppp Ken membalikkan tubuh Yaura hingga kini berada di atasnya, dan Dia dibawah.
" Ayo,Sayang. " ucap Ken seraya memandangi Gunung Kembar Istrinya yang begitu sintal.
( Kayaknya cuman Ken,yang pake baku ngjreng warna pink lagi😂tapi tetep keliatan macho dan garang )
Yaura kini mulai mendekatkan wajahnya, dan berhadapan dengan bibir Sang Suami yang sangat menggairahkan untuk dimakan.
" Tempelkan seperti biasa. Hisap perlahan, l*mat, nikmati, rasakan , dan gigit sesukamu. " Ken memberikan tutorial c1p0k.
" Tapi Ken.. Aku hanya bisa menempelkan,tidak bisa mel*mat. " Yaura mencebikkan bibirnya dengan begitu menggemaskan.
" Sudah,Ayo lakukan. Aku tidak sabar.. " Ken memejamkan matanya dan tersenyum.
" Kau ini sangat cerdik mencari kesempatan, bilang saja Kau ingin mendapat ciuman panas dariku. " Yaura memainkan bibir Ken dengan kesal.
" Ayo,Sayang..lakukan.. " Ken memegangi pinggang Istrinya yang sangat ramping. dan..
Kissssss Yaura mendaratkan ciuman di bibir Suaminya hingga membuat Ken semakin merapatkan tubuhnya.
Yaura memejamkan mata seraya memegangi tengkuk Ken. Bibirnya berusaha melakukan apa yang Suaminya katakan.
Yaura mulai mengh*sap, mel*mat dan menyesapi bibir Suaminya meskipun itu sangat kaku.
Ken melepaskan ciuman Istrinya,
" Gigit dan mainkan lidahku.. jangan kaku, rilex dan enjoy. " ujar Ken dan ..
Kisss Ia malah menarik Yaura untuk menciumnya kembali.
Mengikuti perintah, Yaura mulai menggigit bibir bawah Ken dengan sangat gemas, dan memang Ia akan selalu gemas dengan bibir Ken yang selalu menciumnya setiap waktu.
" Awwwwww !!! Sayang Kau menggigitku terlalu keras." pekik Ken saat bibirnya tidak sengaja tergigit begitu keras.
" Katanya gigit. " Yaura malah tersenyum, sepertinya Ia tahu bagaimana cara membalas orang mesum.
" Kau sengaja,yah? " Ken mencubit perut Istrinya dengan senyum bahagia.
" Tidak, Sungguh. " bahtah Yaura. Setelahnya Ken terus mengajari Yaura berciuman tanpa henti. Mereka kini bermain lidah.
Saat bermain lidah, perasaan dan hawa panas mulai menjalar. Ken terus membimbing Istrinya untuk memainkan lidahnya.
" Pautkan dan mainkan sesukamu." suara Ken semakin memberat.
Pertama kalinya memegang kendali,membuat Yaura kaku dan sangat kikuk. Ia terus bermain lidah dengan canggung dan termasuk pencium yang buruk karena..
" Awwwwwww !!! Lidah dan Bibirku bisa berdarah karena ciumanmu,Sayang." Pekik Ken saat lidahnya tergigit Yaura.
" Katanya liar. " Yaura tertawa sembari memeriksa lidah Suaminya apakah berdarah atau tidak.
" Apa berdarah? ".
" Wahhh darahnya sangat banyak,Ayo Kita ke Dokter. " Yaura menakut-nakuti Ken.
Bukannya takut, Ken malah dibuat gemas olehnya.
Greppppp Ia kembali menindih tubuh Sang Istri dan memegang kendali.
" Jika tidak datang bulan,maka Aku akan menerkammu sekarang juga. Kau sangat menggemaskan.. " Ken tersenyum dan..
Kisssss Ia mendaratkan ciuman panas di bibir Istrinya. Memainkan lidah dan membasahi bibir Yaura dengan bibirnya. Baru mendapat ajaran,Yaura kini mempratekkan dan membalas ciuman Ken meskipun kaku. Decapan terdengar begitu jelas, tangan pun tak tinggal diam. Tangan pun bergerilya ke tempat favoritnya.
Ken kini turun ke telinga,dan menggigit telinga Istrinya dengan begitu gemas.Mendapat sentuhan di telinga,
" Aahhh.. " Yaura mendesah,yang langsung dibekap oleh tangan Suaminya.
" Jangan membuatku semakin bergairah. Kau sedang tidak bisa melayaniku sekarang.. " lirih Ken di telinga Istrinya.
" Maka dari itu,lebih baik Kita tidur. " saran Yaura.
Ken sebenarnya ingin lanjut memainkan ini itu.tapi benar juga, Istrinya mendesah itu karena dirinya. Tapi disisi lain, tubuh Yaura itu begitu candu yang selalu ingin Ia mainkan..Mengingat selama ini Ia terlalu menahan.
" Aku berjanji tidak akan mengecup, menggigit dan meninggalkan bekas merah baik di Leher ataupun Pay*daramu sebelum ke Maldevis. Aku janji.. Aku Janji.. Aku janji.. " Ken mengikuti saran dan merebahkan diri disamping Istrinya.
Mendengarnya membuat Yaura tersenyum.
" Aku harap Kau benar-benar tahan. " Doa Yaura yang membuat Ken menoleh ke arahnya.
Hugggggggggg Ken memeluk Yaura.
" Tentu tidak,Sayang. " Ken terkekeh.
" Sudah, Aku mengantuk. Meladenimu,mungkin akan sampai subuh. " Yaura memejamkan mata seraya menahan senyumannya.
" Selamat malam,Istriku. " Ken mengecup kening Yaura dengan lembut.
Yaura pun kembali membuka matanya dan menatapnya dengan lekat.
" Selamat Malam............ Penyelamatku♥️ " lirih Yaura tiba-tiba yang membuat Ken tersentak dan tertegun.
Huggggg Yaura melingkarkan tangan ke perutnya lalu memejamkan mata.
Setelah tersentak,kini Ia melebarkan senyum.
" Dia selalu menyampaikan perasaan dengan caranya sendiri. Aku sangat bahagia. " Ken membenamkan wajah cantik Yaura kedalam dada bidangnya.
" Tidurlah dengan nyenyak,Sayang. " Ken mengelus kepala Istrinya dengan lembut.
*************************
Jangan lupa like dan votenya yah guys
Saran dan kritiknya juga beb😘
Jangan lupa juga mampir ke NOVEL baru Aku. Judulnya (M)ARWAH 💐
Bercerita tentang Hantu Wanita yang sangat malang dan meminta bantuan kepada Pria Tampan nan Kaya untuk membantunya kembali hidup. Bagaimana jadinya jika mereka terjebak cinta dengan dunia berbeda?
Spoiler
David dan Nona Lee pun berdiri menghadap lautan biru tempat romantis di dunia,yaitu Maldevis.
" Level tertinggi rasa cinta seseorang adalah Ikhlas. " ucap David seraya menoleh ke arah Nona Lee yang begitu cantik dengan rambutnya yang terurai karena terhempas angin.
" Dan pernikahan adalah yang menjadi buktinya. Tidak akan bisa dikatakan cinta,jika belum menikahinya. Itu hanya rasa suka. " Nona Lee menatap lurus dan mengingat kisah kelam percintaannya.
Maldevis♥️
__ADS_1