Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Ken si Chubby


__ADS_3

" BERHENTI ! LEPASKAN AKU ! AKU INGIN PULANG HIKSSS ! KALIAN JAHAT ! KALIAN KEJAM ! " Teriak Anin seorang diri. Kini tidak ada siapapun disana hingga membuat dirinya merasa ketakutan tiada henti,


" IBU .. AYAH .. AKU TAKUT HIKSSS " rintih Anin.


PENJARA


Mendengar kabar kedatangan Yaura membuat Para Iblis was-was dan tidak bisa tidur. Terutama Bianca yang ketar ketir akan nasibnya,


" Aku mohon jangan biarkan Yaura kesini. Aku mohon Tuhan, Aku masih ingin hidup.. " doa Bianca dalam hati, matanya terus menyorot arah pintu masuk.


Begitupun dengan Reino, Hilya dan Diyo yang waspada akan kedatangan musuh besarnya.


" Aku ingin bertemu Ken dan Evelyn.. datanglah Nak.. " lirih Hilya.


Menunggu kepastian, Reino menatap penjaga


" TELFON ANAKKU DAN BILANG KEPADANYA KAPAN DATANG KESINI. " ujar Reino yang langsung didengar oleh Sniper.


" SIAPA ANAKMU? KAU TIDAK MEMILIKI ANAK. " senyum Sniper yang begitu menusuk hati Reino dan Hilya.


" TUTUP MULUTMU BRENGSEK ! " Reino meradang, matanya memerah dan berkaca saat gelar Orang Tua telah lenyap.


" Kau mau Aku tembak? jangan berani mengancamku ! " ketus Sniper yang seketika membungkam mulut Reino.Iyah tentu bungkam karena sudah tidak memiliki kekuatan.


Beberapa saat kemudian Sniper itu keluar dan menemui atasan mereka.


" Apa Nona Yaura tidak jadi kesini? Jujur,Aku sudah tidak sabar menanti kematian manusia jahannam seperti mereka ".


" Entahlah, Nona tidak mengangkat telefonku. Coba telfon Tuan Ken, " atasan Sniper berseragam hitam lengkap dengan senjata itupun mencari kontak Ken.


Tuttt bunyi nada sambung pada telefon.


" Apa ada masalah? " saut Ken dari telefon tanpa basa-basi.


" Salam Hormat Tuan. Maaf mengganggu Tuan malam-malam. sesuai keputusan kemarin, bukankah Nona Yaura dan Tuan kesini? Kami sudah mempersiapkan senapan untuk menghabisi mereka. " tanya atasan Sniper.


Ken melirik Istrinya yang sedang bercanda bersama Lisya dan Nona Lee,


" Maaf lupa memberitahu Kalian,Aku dan Istriku tidak jadi kesana. Perketat saja Keamanan. " perintahnya.


" Baik,Tuan. "


*


*


Sesuai yang diceritakan sebelumnya, Lisya akan kembali ke Rumah, Ia merasa tidak enak hati menginap di Rumah orang lain. Sambil memegang koper, Lisya menundukkan kepalanya kepada Semua Orang.


" Sekali lagi terima kasih. Jujur, Aku tidak bisa mengungkapkannya, yang pasti KENANGAN INI AKAN SELALU KU INGAT. " senyum Lisya.


" Kenangan bersama Alfin? " goda Ken sembari melirik ke arah Alfin yang sedang memegangi tengkuknya.


Alfin dan Lisya pun saling menatap hingga membuat keduanya salah tingkah.


" Ka-kau ini bicara apa.. " Lisya terbatah, pipinya bersemu.


Takut kemalaman, Ken pun memerintah semua Pengawal dan Sopirnya untuk mengantar Lisya. Baru menyadari bahwa Lisya yang membongkar kebusukan Anin,membuat Alfin was-was. Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Wanita yang menjadi first kissnya tersebut.


" Sepertinya Aku harus menginap di Hotel yang berada didekat rumah Lisya. Aku takut terjadi hal buruk dengannya." batin Alfin sembari menatap Lisya yang sudah masuk ke mobil.


" Ken, Yaura dan Semuanya.. Aku juga izin pamit. Intinya terima kasih, Aku sangat bahagia " ucap Alfin.


" Sekarang? Kau bilang besok. " Ken menyerit heran.


" Lusa ada kasus yang harus ditangani,dan Aku rasa malam ini harus Istirahat.Juga David, bukankah Kau lusa harus terbang ke Districk 09 ? " tanya Alfin sembari menatap David yang sedang menjahili Nona Lee.


Mendengar pertanyaan aneh, membuat David menarik senyumannya.


" Siapa yang terbang? Alfin mabuk atau bagaimana? " gumamnya dalam hati. Dengan wajah yang polos, David hendak menyangkal omongan Alfin yang ngawur,namun..


Alfin melototkan matanya seakan memberi kode untuk tidak banyak bertanya.


David sejenak melirik ke Nona Lee,


" Nona Lee menginap disini,Aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. " lirihnya dalam hati.


" Iyah Aku baru ingat. Baiklah semuanya Aku izin pamit, jangan sungkan-sungkan mengajakku dan Alfin liburan lagi, karena Kami sangat menikmati. " lawak David sembari menatap Ken.


" IYAH AKU TAHU, KAU BISA TIDUR NYENYAK KARENA TIDAK BERTUGAS. BAIKLAH, HATI-HATI. " jawab Ken.


Ingin berpamitan dengan Nona Lee namun Alfin lebih dulu menarik tangannya.


" Cepat bodoh ! Kau ini terlalu banyak berpamitan ! " gerutu Alfin.


Tak memperdulikan Alfin, David justru semakin melebarkan senyumannya ke Nona Lee hingga membuat Yaura dan Ken yang melihatnya pun saling menatap.


" Kenapa mereka? " tanya Yaura dengan polosnya. Ia merasa heran kenapa Kakaknya dan David saling melempar senyum dengan begitu lebar.


" Astaga, Kau tidak mengerti ? " tawa Ken sembari memandangi ekpresi Istrinya yang kebingungan.


Membawa mobil sendiri, Alfin pun langsung masuk dan duduk di kemudi. disusul oleh David disebelahnya,


" Apa Kau kehilangan akal?! Aku tidak memiliki tugas apapun bodoh ! kenapa bilang terbang ke Districk? " omel David.


" Nona Lee menginap di Rumah ini, Kau bisa tenang. sedangkan Lisya pulang ke Rumah, Aku takut terjadi apa-apa dengannya. segitu saja Kau tidak faham ! " sentak Alfin sembari memutar stir.


Keluar gerbang, titttt Alfin memberi klakson pamit.


Karena Zayn baru datang, Ia pun menyerit heran melihat Nona Lee tetap tersenyum lebar padahal tidak ada lawan, pandangannya ke arah gerbang.


" KAU TERSENYUM KEPADA SIAPA LEE ?! APA ADA SETANNYA DISINI LALU KAU TERSENYUM KEPADA MEREKA? " Zayn reflex memegang kening Nona Lee yang membuat Ken, Yaura dan Kevin mendelik.


Degg !! Nona Lee buru-buru menarik senyumannya dan menepis tangan Zayn.


" Kau setannya ! mengagetkanku saja. " sentak Nona Lee hingga membuat Ken tertawa.


Iyah, sepertinya hanya Ken yang mengerti bahwa Nona Lee dan David ada sesuatu.


" Hei ! kenapa Kau memarahiku? Aku baru datang! " protes Zayn balik.


" KALIAN INI HAL SEPELE SAJA JADI PERDEBATAN. BAIKLAH, KEN, ZAYN, YAURA, DAN LEE.. Aku juga pamit pulang.. Sampai bertemu di Kantor. " sambar Kevin sembari memeluk Sahabatnya,Ken.


" Menginap saja.besok Kita ke Kantor bersama. " cegah Ken.


" BULAN MADU KALIAN ITU KURANG, SUDAHLAH.. FOKUSLAH BULAN MADU. " Kevin mengedipkan matanya ke Yaura dan Ken sembari menggigit bibir bawahnya.


" ANJ*NG ! " senyum Ken.


Baru menyadari semuanya sudah pulang,membuat Zayn meratapi nasib.


" AKU TIDAK PUNYA RUMAH. JADI HARUS PULANG KEMANA? " celetuk Zayn. dan


Plakkkkk Kevin menepuk kepala Zayn.


" Tidak punya Rumah tapi punya BANYAK APARTEMENT ! " ujar Kevin.


" Sendirian di Apartement itu membosankan. " jawab Zayn.


Butuh menyendiri, dan stress karena memikirkan kondisi Anin, membuat Kevin ingin buru-buru pulang. Ia langsung saja memasuki mobil sportnya, dan memberi klakson perpisahan.


" Aku harus bertanya kepada Alex tentang kondisi Anin. " lirih Kevin sembari mengemudikan mobilnya.


Zayn memandangi Yaura dan Nona Lee dengan seksama,


" PANTAS KALIAN KAKAK BERADIK, SAMA-SAMA NENEK SIHIR TERNYATA. " iyah itulah Zayn, suka ceplas ceplos.


Ck !!! Yaura dan Lee langsung menatapnya tajam.


Tanpa berkata, tatapan mereka begitu menghunus tubuhnya hingga membuat Zayn menatap Ken.


" AYO KITA MINUM, KAWAN. " Zayn tersenyum kecut.


" Tidak boleh. " lirih Yaura lalu melangkah kedalam lebih dulu bersama Nona Lee. Meskipun suaranya kecil, namun itu terdengar jelas di telinga Ken.


" TIDAK BOLEH. " Ken menirukan gaya bicara Istrinya dengan sangat fasih hingga membuat Zayn tertawa.


" Bangs*t Kau lama-lama jadi Suami Takut Istri ! " ejek Zayn.


" Siapa bilang? Aku tidak akan takut dengan siapapun. " Ken mempertahankan harga dirinya.


" Kalau begitu Ayo Minum. " tantang Zayn.


" Iyah nanti,bodoh ! kalau Istriku sudah tidur. " alibi Ken.


" ANJ*NG ! ITU NAMANYA TAKUT ! HALAH CEMEN ! " Zayn tak berhenti menertawakan Ken yang begitu patuh dengan Istrinya.


Buggggg Ken menepuk punggung Zayn seakan menyuruhnya berhenti mengejek. Yah, memang benar, mereka cocok sekali menjadi Sahabat bagai kepompong. Sama-sama jago, bringas, brutal, jorok, sexy namun hatinya tetep lembut, tapi GENGSI NYA SANGAT TINGGI.


*


*


Kamar Lolly


Berdalih lelah dan tidur lebih awal, Lolly ternyata sibuk melamun dan merenungi Kakaknya. Ia mendekap bingkai dimana foto Sang Kakak terpajang manis disana.


" Salahmu.. ini Salahmu Kak.. "


" Membunuh seseorang adalah kejahatan yang tidak patut dimaafkan.. Kau salah satunya.. "


" Tapi bagaimana lagi.. Kau adalah Kakakku, dan orang yang Aku punya satu-satunya.. " Lolly mengisak, air mata mengalir deras. Ia tidak bisa tidur dengan tenang mengingat bagaimana kemarahan Yaura pada Anin waktu itu.


" Semoga Yaura tidak diam-diam melenyapkan Kak Anin disana.. " rintih Lolly di tengah tangisannya.


Di Ruang Anggur


Tidak berpamitan dengan yang lain , ternyata Alex sibuk menghubungi Pak Agus tentang kabar Anin. Setelah Ia berusaha keras, akhirnya notif balasan pesan dari Pak Agus pun muncul. Matanya membaca pesan secara menyeluruh,


" Syukurlah.. " Alex menarik sudut bibirnya dan menyalin pesan tersebut kepada Lolly.


Tinggg bunyi notif ponsel Lolly.


Melihat pesan dari Alex, Lolly pun langsung membukanya.


" Anin baik-baik saja, jangan khawatir. nyawanya tidak akan melayang. tapi tolong, hargai keputusan Lee dan Yaura, jangan selalu menanyakan tentang Anin dan mengganggu hari mereka. semua harus ada balasannya, mau tidak mau, Kalian harus menerima. ingatlah, nyawa tidak bisa dibeli. Hukuman ini tidak ada apa-apa nya. " ~ Pak Agus.


Pesan tersebut sangat menohok hati Lolly, namun disamping itu Ia lega karena Anin tidak dibunuh. Flashback, Lolly mengingat Tragedi Kematian Yaura dan isak tangis orang sekitar.


" Iyah benar. Kak Anin tidak apa-apanya dibanding penderitaan Yaura. Tidak.. Aku tidak boleh membenci keputusan mereka, Aku harus ikhlas atas hukuman Kak Anin. " Lolly menarik nafas lalu membuangnya perlahan,hatinya mencoba legowo.


Triningggg Alex menelfon


Walaupun Ragu,


" Halo.. " lirih Lolly.


" Kau sudah membacanya? " tanya Alex sembari menuangkan botol wine kedalam gelas.


" Iyah.. " singkat Lolly, air mata kini berhenti menetes berkat informasi yang baru saja Ia dapat.


" Syukurlah. Jadi.. sekarang Kau tidak perlu mencemaskan Anin. bertingkahlah biasa saja, hormati keputusan Mereka. " lirih Alex.


Lolly terdiam, Ia baru menyadari bahwa Alex perhatian dengannya.


" Terima Kasih.. " ucap Lolly lalu mematikan telefon begitu saja.


Telah berusaha keras, Alex menaruh ponselnya di meja lalu menenggak wine tadi sampai habis tak tersisa.


" Jika boleh berdoa pada Tuhan, Aku hanya meminta, putuskan RANTAI KUTUKAN KELUARGA REINO BACHTIAR,JANGAN ADA LAGI PEMBUNUH. BIARKAN PENERUSNYA HIDUP DENGAN TENANG. " doa Alex.


Tukk tukk tukk tukk Zayn datang seorang diri, wajahnya nampak memelas.


" Membosankan. " gerutu Zayn yang membuat Alex menoleh.


" Kau mengenaskan sekali bodoh ! dimana Wanitamu? " tanya Alex karena biasanya Zayn pasti langsung memanggil Wanita Malam.


Mengambil botol Wine,


" Tidak. Aku mau bertaubat sekarang." jawab Zayn yang membuat Alex kembali tersenyum.


" Bertaubat tapi mengambil Wine ! Konyol ! ".


" Wine susah dihindari. Aku tidak bisa jauh darimu,Sayang. " Zayn mendudukkan dirinya di Kursi lalu menenggak Wine langsung dari botolnya.


Tidak ada yang datang membuat Alex terheran,


" Kevin, Alfin, David? "


" Mereka sudah pulang. kecuali Nona Lee, sepertinya Gadis Amerika itu sudah tidur. " jawab Zayn.


" Astaga.. Aku mengira mereka menginap. " sesal Alex karena tidak menemui mereka dulu.


*


*


Kamar Ken


Karena besok ke Kantor, Yaura nampak di Ruang Ganti sembari mengamati baju yang akan Dia pakai. Salah satu Baju Formal bermotif bunga-bunga dengan leher Turttle Neck berwarna hitam pun Ia pilih, kakinya melangkah ke Lemari Sang Suami lalu mengamati deretan Jas disana.


" Mana yang cocok dengan bajuku? " lirih Yaura dalam hati, Ia ingin Jas Sang Suami senada dengannya.

__ADS_1


Setelah sikat gigi, Ken mengganti pakaiannya. Disana Ia melihat Sang Istri bak patung karena menatap Jas dengan sangat fokus hingga tidak menyadari keberadannya.


" Mau kemana? " heran Ken saat melihat tangan Istrinya memegang Baju Formal.


Tersadar, Yaura mendelik ke Suaminya.


" Katanya besok ke Kantor, Aku mau menyetrika Baju Kita. " saut Yaura. Sedari dulu, Ia memang suka menyetrika dimalam hari.


" Astaga.. siapa yang menyuruhmu menyetrika? " Ken mengambil alih baju lalu meletakkannya kembali di Lemari.


" Tidak ada yang menyuruh sebenarnya. hanya keinginanku saja. " jawab Yaura, wajahnya sangat polos dan begitu manis tanpa make up.


" Disini banyak Pelayan, Kau tinggal suruh saja mengurus semuanya. tidak perlu repot-repot.. " Ken melepaskan bajunya dan berganti memakai Kaos.


Yaura menatap tubuh Suaminya yang sangat Atletis.


" Jadi Aku tidak punya pekerjaan begitu? " Yaura menurunkan pandangannya karena takut Ken menangkap basah dirinya.


Grepppp Ken meraih pinggang Sang Istri hingga menempel lalu menatapnya.


" PEKERJAANMU ADALAH MENJADI ISTRIKU, JADI CUKUP LAYANI AKU. SELEBIHNYA,ITU TUGAS PELAYAN. " lirih Ken dengan lembut.


Menahan senyuman sebisa mungkin,namun kebahagiaan tidak bisa ditutupi.


" Berapa gajiku? " senyum Yaura yang langsung dibalas senyuman manis oleh Suaminya.


" AAAIIISSHHHH !! Kau sekarang berani menantang." Ken menggigit bibir bawahnya, dan grepp Ia membopong tubuh Sang Istri.


" Berapa? " goda Yaura.


" Yang pasti tidak bisa diukur dengan nominal. karena KENIKMATAN TIDAK BISA DIBELI. " Ken mengedipkan matanya sembari membaringkan tubuh Yaura di Ranjang. Senyumnya begitu mematikan hingga membuat Yaura bersemu.


" Bicara apa. "


Tangan Ken meraih remot televisi lalu menyalakannya.


" Ada film bagus, Kau harus menontonnya. " Ken menarik selimut lalu merebahkan diri dan huggggggggggg Ia langsung memeluk Istrinya dengan erat.


" Film apa.. " Yaura menatap Suaminya.


" Kenapa menatapku? Filmnya ada di depan. " usil Ken hingga membuat Yaura langsung mengalihkan pandangannya ke televisi.


" Aku sangat tampan,benarkan? jadi, tidak heran jika Kau terpesona. " sambung Ken dengan begitu percaya diri.


" JELEK ! " protes Yaura sembari menepuk pipi Suaminya yang semakin chubby.


" Hanya Kau saja yang menganggapku jelek. Padahal Para Wanitaku dulu selalu memujiku tampan dan mirip dengan Ji Chang Wook. Aneh.. " Ken sepertinya sangat hobi mengusili Istrinya dan melatih aji rasa.


" Para Wanitamu mungkin katarak jadi tidak bisa membedakan. " Yaura mulai sedikit ngegas.


" Tidak.. Para Wanitaku semuanya sempurna, cantik, sexy dan ahhh sudahlah, tidak bisa Aku jelaskan dengan kata-kata " Ken bertingkah seolah-olah membayangkan Wanita Sexy nan Erotis.


Tanpa berbicara,Yaura berbalik badan dan membelakangi Suaminya.


Merasa berhasil dan puas,Ken tertawa sambil ndusel ke Leher Istrinya.


" Kenapa ? "


" Kau berbicara dengan siapa? " yah, inilah kode Yaura jika sedang kesal.


Lmaooooo Ken semakin menertawakan Istrinya.


" Dengan Jarjit ! " Ken gemas lalu menggigit leher Istrinya.


" Sana.. " Yaura menjauhkan diri, wajahnya sangat sinis hingga membuat Ken semakin ingin mengusilinya.


" Kau kesal? " senyum Ken, tangannya mulai berulah dan meraba bagian perut Sang Istri.


" Tidak. Aku mengantuk. " jutek Yaura.


" Kenapa, Sayang? Hummmm? " sumpah Demi Tuhan, cara bicara Ken membuat Wanita akan melting dan tergoda. Tangannya meraih gundukan daging kenyal Favoritnya.


Merasa tidak senang jika Ken membicarakan Wanita lain namun tak berani mengungkapkannya,


" Ahhh.. kepalaku pusing.. " Yaura memegangi kepalanya yang tidak sakit sama sekali. Yah,itulah akal-akalannya untuk menolak Sang Suami.


Ken semakin menindih tubuh Istrinya lalu tersenyum mengejek.


" Kau fikir Aku percaya? Kau belum Pro Player,Sayang. " ejek Ken karena cara Yaura menolaknya itu sangat lucu dan konyol..


Saling bertatapan,


" Sudahlah,lupakan. sekarang minggir, Aku tidak bisa menonton film karena tertutup olehmu." karena memiliki gengsi yang sangat tinggi, Yaura mencoba mengalihkan pembicaraan.


Bukannya minggir,Ken malah semakin mengeluarkan tatapannya yang begitu kharismatik hingga meluluhkan siapapun yang beradu pandang dengannya.


" Yaura.. Yaura Gita Devmalik.. Nama yang sangat indah.. " ucap Ken dengan mata yang berbinar. entah kenapa Ia sangat menyukai Nama Istrinya yang begitu indah.


" Tapi dulu Kau sering memanggilku Markonah ! menyebalkan ! " omel Yaura untuk menutupi kesaltingannya.


" Sayang, jangan salah faham. Markonah itu sangat cantik, jadi panggilan itu sangat cocok untukmu. " Ken terus membodohi Sang Istri.


" Bohong. " sinis Yaura tanpa senyum sedikitpun. tiba-tiba Ia menyadari bahwa..


" Ken.. " sambungnya sembari mengganti ekpresi


Iyah, Psikopat memang sangat pandai mengubah ekspresi dalam sekejab.


" Kenapa? " heran Ken karena Sang Istri tiba-tiba tersenyum .


" KAU SEMAKIN GEMUK. LIHATLAH, PIPIMU SANGAT BERISI. " senyum manis Yaura sembari menguyel-uyel pipi Suaminya yang Chubby.


" Apa ? benarkah? " bukannya senang diuyel-uyel Sang Istri, Ken malah syok sembari membulatkan kedua matanya.


" Sungguh.. " Yaura semakin gemas memainkan pipi Ken.


" BAHAYA. " Ken melepaskan diri dari Istrinya lalu beranjak.


Bercermin,


Ken mengamati pipinya yang memang semakin berisi.


" Astaga benar apa yang Istriku katakan, kenapa jadi Chubby seperti ini? " Panik Ken, sumpah Demi Tuhan Ia paling anti dengan badan gemuk.


" Aku jarang olahraga jadi lemaknya menumpuk di pipi. Ya Tuhan, menyebalkan ! " umpat Ken, Ia melepas kaos lalu mengamati seluruh tubuhnya.


" Tidak.. tidak.. perutku harus Sixpack dan Berat Badanku harus tetap stabil. " Ken berkacak pinggang dan frustasi. Iyah, Ia adalah tipe Pria yang harus sempurna jika urusan badan. Atletis dan Sixpack adalah keharusan.


Yaura menahan tawa karena wajah Ken sangat lucu jika Badmood. Tak tahan..


" HHHAHAHAHA🤣😂 " Yaura cekikikan sembari menutupi wajahnya dengan bantal.


" Kau menertawakanku ? " decak Ken, karena sungguh Ia tidak mau ditertawakan.


Yaura semakin tertawa kencang hingga membuat Ken berjalan ke arahnya.


" Sekali lagi Kau tertawa, tanggung akibatnya ! " ancam Ken sembari naik ke Ranjang lalu mengambil bantal yang menjadi pelindung.


Bertatapan, Yaura semakin tertawa Kencang hingga membuat Ken merasa tertindas.


" CHUBBY !!! " ejek Yaura lalu buru-buru kabur karena wajah Suaminya semakin tidak enak dipandang. Ia berlari ke arah pintu, namun Ken lebih dulu mengambil kunci yang menyantel di pintu.


" Mau kabur kemana? " Ken melangkah mendekati Istrinya dengan tatapan yang begitu kharismatik namun mengancam.


Takut tapi tetep ngakak, Yaura berlari kesana kemari untuk menghindari Suaminya.


" KEN, SANA ! JANGAN MENDEKAT " teriaknya dengan begitu melengking.


" SURUH SIAPA MENERTAWAKANKU ?! LAGI PULA GARA-GARA KAU, AKU JADI GEMUK SEPERTI INI😑 " omel Ken, Ia berusaha menangkap Yaura yang sangat lincah.


Dituduh tidak terima, Yaura menajamkan matanya.


" Aku? enak saja. Kau yang salah. suruh siapa tidak menjaga pola makan😜 " Yaura kembali tertawa mengejek.


" INI SALAHMU ! " Ken kesal.


" CHUBBY 😜 " Yaura terus cekikikan melihat wajah Ken yang semakin kesal jika diejek Chubby.


" Awas ! " Ken berlari mengejarnya.


Bak Anak Kecil yang sedang bermain, mereka berdua berlari kesana kemari. Yaura menerjang apapun yang menghalanginya, mulai dari petakilan di soffa, meja, ranjang sampai menubruk kursi make-up,


" Dasar Kursi ! Kau menggangguku saja. " Yaura mengomeli Kursi ( Suami Istri sama Dablegnya😂 jadi inget Ken pas marahin Kaca )


" Kau yang salah bukan kursinya ! " Ken menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sang Istri.


" Salah sendiri, ngomel sendiri. " sambung Ken sembari melukiskan senyumannya.


Melihat Sang Suami diam dan senyum sendirian, membuat Yaura memanfaatkan waktunya. Ia meraih botol minum lalu menenggaknya sampai habis.


" Aku haus sekali. " nafasnya begitu ngos-ngosan.


Setelahnya Ia kembali menatap Ken,


" Bagus. teteplah tersenyum sendirian dan berhenti mengejarku. " Yaura kembali tersenyum,dihiasi oleh mata yang berbinar.


Melihat Istrinya tersenyum dan tertawa tanpa beban, juga mata yang memancarkan kebahagiaan membuat Ken merasa SANGAT BAHAGIA.


" Tetaplah seperti ini,Kau harus selalu bahagia. " Ia tenggelam dalam kebahagiaannya hingga tak menyadari bahwa Yaura sedang berusaha merebut kunci dari genggaman tangannya.


" Berikan.. " suara Yaura begitu imut hingga membuat Ken mengingat masa lalu.


" Senyum, tawa, suara dan sikapnya tidak pernah berubah, Yaura Kecilku❤ " sambungnya saat mengingat Yaura Kecil bermain kesana-kemari di Taman G&D.


Sedikit lagi mendapatkan kunci namun Ken lebih dulu melirik ke arahnya, dan


" JANGAN MENGEJARKU ! " Yaura berlari ke balkon.


" Sampai ke ujung Dunia pun Kau tidak akan bisa menghindariku.. " lirih Ken.


Terjebak,


" Ken berhenti ! atau Aku akan melompat ?! " Yaura mengeluarkan jurus andalannya.


Bukannya khawatir, Ken malah tersenyum.


" Silahkan. lagipula dibawah itu kolam, Kau akan baik-baik saja. " Ken semakin mendekat,hingga


" Baiklah. " Kaki Yaura mulai menaiki pagar pembatas, namun..


Grepppp Ken menarik dan memeluknya


" GAME OVER ! KAU TERTANGKAP ! " Ken mengedipkan matanya sembari tersenyum tipis.


Tidak terima tertangkap dengan mudah,


" Kau curang. " jutek Yaura yang membuat Ken melebarkan senyum.


" Siapa yang curang? siapa yang mulai duluan? " goda Ken, tatapannya sangat sexy.


" Sekarang.. Kau harus diberi hukuman karena mengejekku.. " sambung Ken.


" Kenapa Aku yang dihukum? Salahmu sendiri jarang olahraga😚. " ucap Yaura.


Saling berpelukan dan bertatapan.


" Jelas salahmu,Sayang.. " lirih Ken sembari mendekatkan bibir ke telinga Istrinya,dan..


" SUSUNYA COCOK, JADI PIPIKU SEMAKIN CHUBBY. " bisik Ken, pandangan Ia alihkan ke Gundukan Daging kenyal Sang Istri yang semakin sintal.


Degg !!!! Yaura tersentak dan syok,matanya hampir meloncat keluar. Otaknya langsung travelling adegan 18+ bersama Sang Suami di Ranjang, dimana P*yudaranya selalu menjadi sasaran empuk Ken untuk di lahap.


" Ja-ja-jadi Ken cocok dengan p*yudaraku begitu? Astaga.. pantas saja Pipinya jadi menggemaskan." lirih Yaura dalam hati. Ekpresi wajahnya sangat polos dan terkesan bodoh.


" BERHENTI MELAMUN JOROK ! SADARLAH ! " Ken meniup wajah Istrinya hingga tersadar.


" Kau yang jorok. " pipi Yaura bersemu hingga membuat Ken tersenyum manis.


" Kau membayangkan apa, Sayang.. " lirihnya sembari mengelus bibir manis Sang Istri dengan jemarinya.


Salting, Yaura membuang pandangannya.


" Baiklah,karena Kau tidak menjawabnya..maka SAATNYA MEMBERI HUKUMAN.. " ucap Ken, dan..


Kissssssssss Ia langsung saja memberi ciuman lembut kepada Istri Tercintanya. Berciuman di Balkon ditemani angin malam, dan terangnya rembulan membuat suasana menjadi romantis nan intim. Apalagi posisi keduanya yang sudah menjadi Suami Istri,tentu suasana yang tepat untuk M*KING LOVE❤.


Melepas ciuman, keduanya saling menatap dengan mata yang berbinar dan bibir yang tersenyum.


" Chubby. " lirih Yaura, Suaranya begitu lembut.


" Jangan berharap tidur dengan tenang.. " senyum Ken dan..


Kissssss ciuman panas mulai diluncurkan, lidah saling terpaut, dan decapan yang terdengar dengan sangat jelas membuat keduanya sama-sama panas.


Tangan Yaura menyentel sempurna di leher Sang Suami yang telah bertelanjang dada. sementara tangan Ken mulai melucuti kancing Istrinya..


" I love you.. " lirih Ken, mulutnya berpindah menyusuri leher sembari menggiring tubuh sexy Istrinya ke Ranjang.


Brughhhhhhh keduanya jatuh ke Ranjang yang sangat empuk dengan keadaan polos tanpa benang. tangan Ken meredupkan lampu, dan mematikan televisi.


" Jadi ini hukumannya?.. " Yaura berusaha untuk tidak tersenyum,namun hatinya merasa selalu bahagia jika bersentuhan dengan Suaminya.

__ADS_1


" Iyah Sayang,lalu apalagi? tidak mungkin Aku menyakitimu.. " Ken menggigit bibir bawah Istrinya karena gemas.


" Tapi sekarang Kau menyakitiku.. "


" MENYAKITI? BENARKAH? BAIKLAH.. AKU AKAN MEMBUATMU LEBIH SAKIT HINGGA MENJERIT. " Ken tersenyum nakal, dan..


18+. Mereka melakukan rutinitasnya setiap malam😘😘 pasti Kalian tahu yang dilakukan keduanya❤


*


*


PAGI HARI


Nona Lee dan Alex nampak berwara wiri di Ruang Tamu lengkap dengan pakaian formalnya. sejumlah berkas terlihat menumpuk di tangan mereka,


" Astaga.. ingin rasanya melempar berkas ini ke laut. " gerutu Nona Lee yang merasa tidak siap beraktifitas.


" Masih pagi dan hari pertama Kau sudah mengomel. " saut Alex, Ia sungguh heran dengan sikap Wanita.tangannya membawa banyak berkas penting Ritz Carlton Hotel.


" Sepertinya hanya diriku yang malas bekerja. " Nona Lee mencebikkan bibirnya lalu mendaratkan bokongnya di soffa.


" Kau adalah Direktur Rumah Sakit, tidak bekerjapun uangmu akan tetap mengalir. Santai saja dan duduk manis disini. " saut Alex.


Sejatinya seorang Zayn, maka belum mandi adalah Ciri Khasnya. Ia menyeruput susu hangat sembari mengamati Para Petinggi Perusahaan yang mulai beraktifitas.


" Kalian terlalu rajin. kemarin tiba, sekarang langsung kerja. Ayolah Kawan, santi saja 😉 " sapa Zayn.


" Itu yang Aku harapkan, tapi kerjaan numpuk. Jadi baiklah, sampaikan pada Ken bahwa Aku duluan. Kevin sudah mengomel di Kantor. " tutur Alex kepada Zayn. setelahnya Ia melangkah berjalan keluar seraya mengobrol dengan seseorang di telefon.


" Tentu. " jawab Zayn lalu mengalihkan pandangannya ke Nona Lee.


" Hei Nona Lee. Aku dengar Kau adalah Direktur Rumah Sakit, apa Kau tidak ke Kantor? " sapanya.


" Entahlah. Aku malas gerak. " Nona Lee menyenderkan kepalanya di penyangga.


Tukkk tukkk tukkkk Ken dan Yaura datang, mereka sangat serasi dengan Aura Mahal khas CEO hingga membuat Zayn dan Lee terkesima saat menyadari bahwa Tuhan memang sudah menakdirkan Ken Yaura berpasangan.


" WOW. Aku mencium aroma uang. " goda Zayn.


" Mandilah ! dan urus Hotelmu yang mangkrak itu. " Ken memberi nasehat agar Zayn kembali hidup normal dan keluar dari Dunia Gelap. Zayn juga bukan orang sembarangan, bisnis Hotel, Apartement dan Property lain juga sangat banyak, namun dikelola oleh Ayahnya, Ia sama sekali tidak tertarik dengan Dunia Bisnis,kecuali Perdagangan Senjata.


" Ide bagus,asal Kalian yang menjadi Pendana Utamanya😂." celetuk Zayn.


" Gunakan uangmu sendiri


" tolak Ken mentah-mentah.


Melihat Kakaknya malas-malasan membuat Yaura tersenyum tipis. walaupun terpisah lama, namun dirinya faham bahwa Nona Lee susah sekali beraktifitas setelah liburan.


" Kenapa? " sapa Yaura.


Nona Lee mendelik,


" Kalian itu habis Honey Moon,kenapa langsung bekerja? tidak so sweet sekali😚 Aku sarankan Kalian kembali ke Kamar dan suruh Staff untuk mengurus Perusahaan. " Nona Lee berusaha mempengaruhi Ken dan Yaura untuk bermalas-malasan🤣.


Ken dan Zayn tertawa dengan coleteh Nona Lee yang sangat konyol, sementara Yaura nampak tersenyum manis.


" Kau punya rasa Malas juga ternyata😂. Baiklah, Jika Kau tidak ke Rumah Sakit, ikut ke G&D saja,Temani Adikmu. " Ken menaikkan satu alisnya.


Daripada diam di Rumah apalagi tidak ada teman membuat Nona Lee menyetujui saran Ken.


*


*


Di Perjalanan,


Ken dan Yaura duduk di kursi belakang,sementara Nona Lee di depan bersama Sopir.


" Minggu depan Mall G&D akan dibuka,Ken? " tanya Nona Lee saat melihat Mall Megah nan Mewah di pinggir jalan, tulisan G&D terpampang jelas di depan matanya.


" Iyah.. jangan lupa ajak David saat menghadiri acara Opening G&D . " goda Ken yang membuat Nona Lee menoleh ke Belakang, pipinya bersemu.


" Yaura.. Suamimu suka menyebar gosip ".


" Mmmm maaf Ka. Kali ini Aku berpihak dengannya. " saut Yaura yang membuat Nona Lee mrengut.


" KALIAN SAMA SAJA TERNYATA ! " ucap Nona Lee sontak membuat Ken tertawa dan Yaura tersenyum.


Iyah, inilah yang Yaura inginkan, kehidupan normal, canda, tawa dan bertingkah menjadi Manusia Normal pada umumnya. Mereka menjahili Nona Lee dan memojokkannya dengan David, sampai Nona Lee mengambek lalu mengancam turun dari Mobil. Iyah, se-sexy dan se-vulgar apapun Nona Lee, Ia tetap Wanita yang mudah malu jika digoda.


*


*


G&D HOTEL


Pak Andi dan Para Staff nampak antusias menyambut kedatangan Pemilik Utama G&D. Mereka menunggu di Pintu Utama sembari berbaris rapih dan tertata. Pakaian Jas, tubuh tegap dan wajah yang serius menambah kesan sempurna menjadi ciri khas mereka saat menyambut Petinggi Perusahaan.


Jejeran mobil mewah mulai memarkir, barisan belakang yaitu Para Pengawal Mobil Ken dan Yaura turun lebih dulu lalu ikut berbaris dengan Para Staff.


Pak Andi dan Dua Staff Pria lainnya membukakan pintu mobil yang ditumpangi Atasan mereka.


" Salam Nona. " reflex Pak Andi saat yang dihadapi adalah orang yang paling Ia takuti, Yaura.


Yaura menatap Pak Andi dengan datar tanpa ekspresi.


" Salam Nona, Tuan. " sapa Para Staff secara kompak sembari menundukkan kepalanya saat Ken, Yaura, dan Nona Lee turun dari mobil.


Semua mata tertuju pada Yaura karena pakaiannya yang sangat elegant nan mewah ditambah wajah yang sangat cantik, definisi mendekati SEMPURNA. Ditambah ID Card Direktur Utama yang menyantel di bajunya membuat Para Staff sangat segan dengan Nonanya.


Ken, Yaura dan Nona Lee melangkah masuk. Perhatian pengunjung, Staff dan Pegawai disana tertuju pada Mereka. Cara berjalan yang sangat kharismatik, tatapan yang dingin tapi mempesona, juga Aura Orang Kaya sangat terpancar dari tubuh mereka bertiga.


" Selamat Pagi Tuan Ken, Nona Yaura, dan Nona Stephani Lee. Kami menghormatimu. " sapa semua Staff yang berpapasan dengan mereka.


Ken dan Nona Lee menundukkan kepalanya sebagai balasan,sementara Yaura terkesan dingin dan hanya tersenyum tipis.


Yaura lebih memilih menikmati Hotelnya seraya menyoroti keadaan sekitar, Ia menganalisa,memahami, menguatkan tekad dan berjanji bahwa..


" AKU ADALAH YAURA GITA DEVMALIK, PUTRI DEVANO MALIK. JUGA PEWARIS TUNGGAL G&D INTERNATIONAL GROUP DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERUSAHAAN. "


" maka, AKU HARUS BERUBAH DEMI KEN, DIA SUDAH MENGEMBALIKAN KEHIDUPANKU 10 TAHUN YANG LALU. " Yaura melirik ke arah Suaminya yang sedang membalas sapaan Staff. Ia terharu saat Para Staff begitu menghormatinya dengan diperlakukan kembali sebagai Putri G&D setelah sekian lama.


Tidak langsung mengadakan rapat atau pertemuan dengan Client, Ken dan Yaura memiliki Agenda Pemeriksaan Berkas dan mengadakan Brieffing Staff Internal. Mereka masuk ke dalam Ruang Khusus CEO,


" Apa Aku boleh masuk kesini? " Nona Lee diam karena sadar diri bukan Ruangannya.


" Masuklah,Kak. " Yaura menarik tangan Nona Lee.


Setelah masuk, Nona Lee dibuat tercengang dengan Kantor CEO yang sangat luas dan high class.


" Aku rasa Kalian akan betah bekerja jika semewah inu Ruangannya. " puji Nona Lee.


" Tidak juga. Aku rasa membosankan." jawab Yaura tanpa dosa.


Ken menggelengkan kepalanya dan menyerah harus bagaimana lagi membuat Istrinya Takjub.


Pak Andi datang bersama Staff Wanita sembari menenteng sebuah tumpukan berkas yang siap dikerjakan oleh CEO nya.


" Salam Nona Yaura, Tuan Ken dan Nona Stephani. " sapa mereka, kepalanya tertunduk.


" Salam."


" Tuan Ken, ini adalah berkas rincian Dana G&D selama Tuan dan Nona berlibur. Dan ini.. adalah berkas yang perlu di tandatangani oleh Nona Yaura. Client minta harus secepatnya di Acc dan menunggu kepastian jawaban nanti malam. Dan ini adalah Jadwal Tuan dan Nona harus ke luar kota untuk menemui Client. " tutur Pak Andi seraya menjelaskan dokument satu persatu.


Ken menyimak dengan serius, sementara Yaura lebih santai. Ia justru menatap Pak Andi yang membuat Pak Andi panas dingin, jujur.. kesalahan dimasa lalu tidak akan bisa di tebus.


" Ya Tuhan, Aku memang pendosa di masa lalu. tetapi setidaknya tolong beri hidayah kepada Nona Yaura agar sedikit jinak, Dia sangat menakutkan. Aku tidak bisa menebak apa yang akan Nona Yaura lakukan kepadaku. " rintih Pak Andi dalam hati. Imajinasinya sangat buruk, lalu membayangkan bahwa Yaura berencana melenyapkannya.


" SELURUH MANTAN TEMANMU AKAN MENGUNJUNGIKU KESINI. SAMBUT MEREKA, DAN BERI PELAYANAN YANG TERBAIK. " sarkas Yaura yang membuat semuanya mendelik.


Degg !!! jantung Pak Andi berdetak kencang, Ia menatap Ken bak memberi Isyarat bagaimana menjawabnya.


" Hari ini Keluarga Para Iblis akan menemui Istriku. Beri penjagaan dan keamanan yang ketat. Sekali saja ada peluru yang keluar, Kalian bermasalah. " tutur Ken yang membuat Pak Andi menganga.


" Ba-ba-baiklah Tuan Ken. Dan Nona, Aku mengikuti permintaan Nona. " jawab Pak Andi terbatah.


Yaura tersenyum,


" Jangan terlalu gugup. Aku manusia bukan IBLIS atau Malaikat Pencabut Nyawa. " iyah, lagi-lagi Yaura membuat sindiran halus namun menampar bagi Pak Andi.


" Maafkan Aku,Nona. sekali lagi maaf.. Aku mengerti apa yang Nona maksud dan Aku berjanji akan membuktikan kesetiaanku kepada Nona. " lirih Pak Andi.


Melihat tunduknya Para Penghianat,membuat Nona Lee tersenyum.


" Aku rasa.. Anin harus diperlakukan seperti ini juga. Biar Dia jera dan menyadari kesalahannya. " tutur Nona Lee dalam hatinya.


Tiba-tiba trining bunyi notif ponsel Ken.


MARK.


Iyah sebuah panggilan dari Mark yang mengatakan bahwa Donna dan Sinta sudah sampai di depan G&D namun sulit masuk karena di curigai oleh Staff Keamanan.


" Jemput Mark di depan. dan suruh mereka menemuiku di Ruang VIP. " perintah Ken pada Pak Andi.


" Baik Tuan. Aku permisi.. " pamit Pak Andi.


" Mark,Donna dan Sinta sudah di depan. Aku menemui mereka dulu.. " Ken berdiri lalu mengelus kepala Istrinya.


Dirasa Asing,


" Siapa, Ken? " tanya Nona Lee.


" Sekretaris Perusahaan. Pak Agus merekomendasikan Sinta untuk membantu Yaura mengurus G&D. " tutur Ken.


" Lalu Donna? ".


" Donna Sekretarisnya,Mark. Mark sendiri temanku. Kenapa Lee? Kau ingin menanyakan sesuatu? " tanya Ken karena ekspresi wajah Nona Lee seakan menginginkan sesuatu.


" Aku kira Donna bukan sekretarisnya Mark. Sebenarnya Aku juga sedang membutuhkan sekretaris Pribadi untuk kegiatan sehari-hari bukan kebutuhan Perusahaan. " jawab Nona Lee yang juga menginginkan Sekretaris Pribadi untuk mengurus keperluannya.


" Kenapa tidak memakai Pelayan saja? " heran Ken.


" Tidak. maksudku, Aku ingin punya sekretaris yang bisa menginap di Rumah, jadi Dia yang membantuku menyelesaikan tugas pribadi diluar Jam Kerja begitu. Tugas Rumah Sakit sangat banyak, dan terkadang sangat malas mengotak-atik dokument, apalagi Aku seorang Dokter, kerjaanku Dua Kali lipat. " Nona Lee menjelaskan bahwa dirinya kekurangan Sekretaris untuk membackup tugas dan kegiatannya.


" Baiklah, Aku akan menanyakannya pada Mark. " Ken pun melangkah keluar.


" Kau yakin? Aku rasa orang diluar sana tidak bisa dipercaya. " ucap Yaura sembari memeriksa dokument perusahaannya.


Nona Lee mendaratkan bokongnya di kursi depan Sang Adik,


" Pelayan hanya sebatas pelayan, sedangkan Kita butuh Sekretaris untuk keperluan Perusahaan dan berjaga-jaga agar diri Kita tidak drop. Yaura, Aku yang memiliki Satu Perusahaan saja sudah kewalahan menghadapi client dan bergulat dengan dokument yang menumpuk. Apalagi Kau dan Ken, Anak Perusahaannya sangat banyak, AKU YAKIN KAU LAMA-LAMA AKAN MENJADI GILA JIKA TANPA SEKRETARIS." Nona Lee memutar bola matanya.


" Ohh begitu.. " Yaura membulatkan bibirnya.


" Kau jangan terlalu dingin dengan Sekretarismu,nanti Dia ketakutan. " saran Nona Lee.


Sama seperti Ken, Nona Lee juga memberikan Nasehat dan Pengertian kepada Adiknya bahwa keberadaan Sekretaris sangatlah penting.


*


*


RUANG VIP


Setelah menyambut dan berbincang sedikit dengan Mark, Ken pun bertanya apakah ada Staffnya yang bisa Ia minta untuk bekerja dengan Nona Lee.


" Namanya adalah STEPHANIE LEE namun biasa dipanggil Nona Lee. Dia CEO RUMAH SAKIT STEPHANIE LEE, dan juga KAKAK DARI ISTRIKU,YAURA. " Ken menjelaskan tentang siapa Stephanie Lee dan Kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi Sekretaris Pribadinya.


Mendengar ini,membuat Mark melirik ke arah Donna.


" Donna, sangat cocok dengan keinginan Nona Lee. Dia cekatan, mudah memahami dan kompeten. " ujar Mark yang membuat Donna kaget, karena Ia merasa statusnya masih menjadi Sekretaris Mark.


Memahami, Mark pun menjelaskan bahwa dirinya tidak terlalu membutuhkan Sekretaris dan rela memberikannya pada Nona Lee karena lebih membutuhkan.


" Baiklah. Aku akan menghubungi seseorang terlebih dahulu untuk memastikan. tapi tidak masalah, suruh Donna menyerahkan lamarannya kepadaku. " ujar Ken.


Sinta, hanya Dia yang sama sekali tidak menyimak pembicaraan dan sibuk memandangi Wajah Ken.


" Tampan sekali Tuan Ken. Dia Kaya Raya dan sangat berkharisma. senyumnya juga sangat manis. " puji Sinta dalam hati.


Tidak ingin berbelit-belit, Ken mengalihkan pandangannya ke Sinta hingga membuat Sinta terkejut namun merasa bahagia ditatap Ken.


" Kau adalah Rekomendasi Pak Agus dan Aku sedikit menaruh kepercayaan padamu. Jadi dengarkan Aku sekarang.."


" KAU AKAN MENDAPAT GAJI BESAR KARENA PEKERJAANMU SEBAGAI SEKRETARIS ISTRIKU. JADI, BEKERJALAH SESUAI GAJIMU. TURUTI, BANTU DAN LAKSANAKAN APA YANG ISTRIKU KATAKAN, JANGAN MEMBANTAH. DUA ORANG YANG HARUS KAU TURUTI PERINTAHNYA,YAITU AKU DAN YAURA, SELAIN ITU JANGAN PERNAH MENDENGARKAN SIAPAPUN. "


" Selama Kau bekerja dan bergabung di G&D, selama itu pula Kau harus bekerja dengan baik dan teliti. Jangan sampai membuat Perusahaan Rugi, Berkomplot dengan Penjahat, Menikam Kami dan membocorkan informasi Pribadi.


" Yang terakhir adalah, KAU HARUS BERHATI-HATI DALAM BEKERJA. JANGAN CEROBOH ITU PALING UTAMA, APALAGI SAMPAI MENYAKITI ISTRIKU. JIKA ITU TERJADI, MAKA AKU AKAN LANGSUNG MEMUTUSKAN HUBUNGAN KERJA DENGANMU. sekarang ikuti Aku untuk menandatangani berkasnya.." Ken memasukkan tangannya kedalam saku celana lalu berjalan mendahului mereka.


Semuanya tertegun.Dimulai dari Donna merasa deg-degan karena akan bertemu pertama kali dengan Nona Lee, Mark tersenyum saat Ken sangat mengkhawatirkan Yaura. dan


" Dia sangat menjaga Istrinya.. " Sinta malah mrengut kesal.


******************


Jangan lupa like dan komen


VOTENYA JANGAN LUPA WOY ❗AUTHOR YANG JAHANNAM JARANG UP INI SANGAT MEMOHON VOTE KALIAN😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2