
" Empuk. " puji Ken sembari m*remas dada sebelah kanan hingga membuat Yaura semakin tersenyum.
" Ken sudah ! katanya tidur ! " omel Yaura.
" Pelit sekali. " gerutu Ken.
" I Love you❤💕 " sambungnya.
Yaura memejamkan mata,Pelukan Sang Suami adalah tempat yang paling nyaman dan menghangatkan untuknya.
Mereka berpelukan, batin dan hatinya saling terikat.
Kembali membuka mata, Yaura menatap Sang Suami lalu memandanginya. Nasehat Bibi Arum sangatlah melekat di hati dan benaknya saat ini.
Merasa diperhatikan,membuat Ken membuka matanya.
" Kenapa Sayang ? tanganmu sakit? " tanya Ken saat mengetahui Sang Istri menatap ke arahnya.
" Tidak.. " Yaura menggelengkan kepalanya.
" Ken.. " sambungnya dengan suara yang begitu lembut.
" Katakan .. " jawab Ken sembari mengusap pipi Istrinya.
" Bisakah Kita pulang lusa? " tanya Yaura.
Ken menyipitkan mata,
" Kau tidak betah? atau karena Anin? " tanya Ken to the point.
" Anin. "
Wajah Ken berubah menjadi serius,
" Kau ingin melenyapkan Anin? sekarang pun Aku bisa melakukannya. hanya saja, Aku belum bisa memikirkan cara bagaimana menangani Lolly nantinya. "
" Jangan melenyapkannya. Aku masih butuh informasi dari Anin dan motif sebenarnya. Ken.. Aku takut Anin diam-diam bekerja sama dengan mereka ( Para Iblis ) dan merencanakan sesuatu yang tidak Kita ketahui atau sadari. " tutur Yaura, Ia mencoba terbuka dengan Suaminya dan mau berbagi.
Ken diam sejenak, mencoba menyaring kekhawatiran Istrinya.
" Kau ingin mengintrogasi Reino begitu? ".
" Jangan kurang ajar, Dia Ayahmu. panggil dengan sebutan Ayah. " ucap Yaura saat mendengar Sang Suami benar-benar kehilangan rasa hormat terhadap Ayahnya sendiri.
" Tidak penting. " ketus Ken yang langsung emosi jika mengingat kejahatan Ayahnya.
" Penjarakan saja Anin jika Kau tidak ingin membunuhnya. dengan begitu, nyawa Kau ataupun Nona Lee akan tetap aman. " saran Ken.
" Itu sudah pasti. tapi Aku masih membutuhkan Dia untuk menjadi informan karena bisa saja ADA MUSUH DIBALIK SELIMUT yang membodohi Kita. Intinya, Aku ingin pulang dan memastikan Para Pembunuh Ayah itu masih didalam jeruji besi. Aku takut ada yang membebaskan mereka jika Kita tetap disini.. " Yaura menatap Ken dengan dalam.
" Baiklah. lusa Kita pulang.. " Ken mengelus kepala Istrinya.
" TAPI.... AKU MASIH INGIN.. " sambung sembari tersenyum mencurigakan.
" Ingin apa? " Yaura tidak peka.
Mmmmmmmuuuuuuaaaaccchhhh Ken tiba-tiba saja mengecupi seluruh wajah Istrinya. mulai dari kening,mata, hidung,pipi, bibir dan leher hingga membuat Yaura tersenyum geli.
" INGIN MENGHABISKAN WAKTU BERDUA DENGANMU " Ken menindih tubuh Istrinya.
" Ini berdua. " Yaura menatap Ken dengan mata berbinar.
" Tidak, ini beramai-ramai. mmmmmmm sebagai gantinya, Kita akan kembali berlibur di dalam negeri,tapi hanya berdua,tidak boleh ada yang mengganggu. AKU INGIN MENGHABISKAN WAKTU SEPENUHNYA DENGANMU " ucap Ken yang membuat Yaura kebingungan.
" Ken.. m sekarang sedang berdua. Kau ini aneh sekali ".
" Ahh sudahlah. Kau tidak akan mengerti. " Ken badmood sembari memutar bola matanya lalu merebahkan diri disamping Sang Istri.
" KENAPA JADI KAU YANG MARAH? " Yaura tertawa sembari mengamati wajah Suaminya yang nampak lucu jika badmood.
" KENAPA JADI KAU YANG MARAH? " Ken menirukan gaya bicara Istrinya.
" Sudah tidur,percuma saja berbicara denganmu. Kemarilah.. " sambung Ken sembari memeluk Sang Istri dan ndusel.
" Pembicaraanmu terlalu berputar-putar. Aku tidak mengerti. " Yaura menikmati dan menghayati kehangatan tubuh Ken.
" BERPUTAR-PUTAR SEPERTI INI ? " Ken usil, tangannya mer*mas dan memainkan buah dada Istrinya.
" KEN ! Ahhhh geli " sentak Yaura diiringi tawa geli.
" MASIH GELI? BAIKLAH, SEPERTINYA HARUS RUTIN DIMAINKAN AGAR TIDAK GELI. " tawa Ken, otak mesumnya benar-benar mendarah daging.
" Dasar Mesum ! " Yaura tersenyum, dan membiarkan tangan Suaminya kemana-mana.
" Mesum apanya? Kau adalah MILIKKU, jadi bebas. "
Iyah, mereka berdua sejenak bercanda, tawa Yaura yang sangat cempreng dan tawa Ken yang begitu renyah memenuhi isi Ruangan hingga menjadikan suasana malam ini dipenuhi canda tawa,walaupun Paginya sempat berkonflik. Iyah, itulah kehidupan Suami Istri, perlu hadirnya sosok penengah yang akan mengayomi atau menasehati jika mereka sedang berada di titik egoisnya masing-masing. Secerdik apapun Pria, sepinter apapun Wanita,jika dihadapkan masalah Rumah Tangga, ya wassalam,harus pintar-pintar mengendalikan diri agar tidak keluar kata paling pantang di dunia,yaitu ' CERAI'.
Diluar Kamar,
Pak Agus, Bibi Arum dan Albert nampak berkumpul di luar Kamar. Ketawanya Yaura sedikit menembus telinga mereka,
" Nona Yaura menangis atau tertawa? " tanya Albert dengan polosnya.
" Tertawa. Dia memang seperti itu jika tertawa lepas. " Pak Agus tersenyum sembari melirik Bibi Arum.
" Syukurlah baik-baik saja. Aku sempat mendengar mereka berkonflik, itu membuatku khawatir. " Albert mengelus dadanya.
Merasa berhasil,Bibi Arum melukiskan senyum manisnya.
" Terima Kasih Tuhan. Engkau memberiku keberanian mengatakan hal selancang itu kepada Nona. Terima Kasih juga, Engkau telah melunakkan hati Nona Yaura.. " Bibi Arum mengatupkan tangannya dan memuji Tuhan.
Albert mengamati Pak Agus yang sibuk memperhatikan Bibi Arum.
" Sepertinya Aku adalah pengganggu. " senyum Albert.
" Pak, Aku permisi. " Albert berpamitan kepada Pak Agus lalu melangkah meninggalkan mereka.
" Hmm.. tidurlah yang nyenyak. " saut Pak Agus.
" Arum.. Aku berterima kasih banyak kepadamu, Kau bisa membuat Yaura luluh dan menghentikan kegilaannya. Jujur, Aku saja tidak bisa mengendalikannya jika Dia marah seperti tadi. tapi Kau,berhasil menyentuh hati Yaura. " puji Pak Agus.
Mereka kini berjalan berdua di sebuah lorong.
" Tidak perlu berterima kasih, karena ini termasuk kewajibanku sebagai Perawatnya. Aku awalnya tidak berani lancang seperti tadi,tapi disamping itu,rasanya tidak tega melihat Ken dan Yaura renggang karena Manusia Busuk seperti Anin. Rasanya Aku ikut muak bertemu dengan Manusia Rubah sepertinya dan menyakiti Nona Yaura ataupun Nona Lee. " Bibi Arum mengepalkan tangannya dan tersulut emosi. karena bagaimanapun, Nona Lee juga sangat dekat dengan dirinya.
" Aku sudah memberikan pasukan khusus untuk Nona Lee agar nyawanya tidak terancam. dan Anin, sekarang masuk DAFTAR HITAM YAURA. Dia akan dipantau,diikuti, dan dicurigai kemanapun Dia pergi. Yaura juga sudah memasang chiptatto kepada Anin, itu artinya.. ANIN TERMASUK MUSUH KITA. " tutur Pak Agus.
" Syukurlah Kau dan Nona mengambil langkah yang tepat. " Bibi Arum tersenyum ke arah Pak Agus hingga membuat Pak Agus bersemu.
" Mmmmm baiklah. ini sudah malam, tidurlah.. Selamat Malam. " ucap Pak Agus.
" Tentu. Selamat Malam. " Bibi Arum menundukkan kepalanya dan berpisah jalur dengan Pak Agus.
" Sifat Keibuannya sangat melekat. Aku salut kepadamu,Arum. " puji Pak Agus dalam hati, Ia menatap Bibi Arum yang mulai menjauh dari pandangannya.
Ruang Isolasi
Anin menangis sendirian, tidak ada yang menemaninya sekalipun Sang Adik yaitu,Lolly.
" Ruangan ini sangat mencekam. Aku sangat takut Ya Tuhan hikssss " rintih Anin, Ia terkulai dengan tangan yang terborgol.
Tiba-tiba seorang Pria masuk, hingga membuat Anin menjengit.
" Zayn.. " lirih Anin, Ia heran kenapa Zayn mendatanginya.
" APA DIA INGIN MEMBEBASKANKU? " batin Anin, senyum manis menghiasi bibirnya yang pucat.
Yah, Zayn yang berperawakan tegap, manly dan kharismatik kini berada tepat di depannya.
" Zayn, apa Kau ingin membebaskanku? " sapa Anin to the point. Ia sumringah.
Bukannya senyum, Zayn menatapnya dengan tatapan peringatan.
" Apa keuntungannya Aku membebaskanmu,katakan? ".
Deg !!! senyum Anin sirna, rasa takut kembali melanda saat melihat respon Zayn.
" Lalu untuk apa kesini? Aku tidak butuh nasehat. Pergilah jika Kau ingin menasehatiku, Aku tidak ingin mendengarkan Kau atau Siapapun. " Anin membuang pandangannya ke sembarang arah.
Zayn smirk.
" Aku fikir Kau sama seperti Adikmu,Lolly yang baik dan apa adanya,tapi ternyata salah.. KAU SANGAT BERTOLAK BELAKANG DENGAN ADIKMU SENDIRI. Kenapa ? kenapa Kau senekad ini mencari masalah dengan Mereka? " ucap Zayn.
" Percuma saja Aku berbicara dengan Kalian. Kalian adalah Penguasa,dan menindas Kau lemah sepertiku." ucap Anin seakan menyindir Ken, Alfin,Yaura, Nona Lee dll.
" MENINDAS? KAU SALAH. PENGUASA TIDAK AKAN MENINDAS,MELAINKAN MEMBUNUH ! Jadi bersiaplah terbunuh jika Kau masih seberani ini ! " Zayn mengeraskan rahangnya. walaupun tidak ada kaitan dengan Nona Lee, tapi Dia tidak akan terima ada yang membuat hubungan Sahabat Sejatinya renggang bahkan berpisah. Ia sangat ingat bagaimana Ken sampai meneteskan air mata dihadapannya karena Rasa Takut akan kehilangan Yaura. Terlebih lagi cara Ken mendapatkan Yaura itu tidaklah mudah, harus membeli kepercayaannya dengan nyawa dan tetesan darah.
Degg !! Anin diam membisu.
" Ubah sikapmu dan bertobatlah ! Jujur Anin.. rasanya Aku ingin sekali menembak kepalamu sekarang.. Kau tahu? Musuh Terbesar Para Penguasa Senjata bukanlah Ketua Mafia, tapi KAU.. KAU DAN GOLONGANMU, KAUM MUNAFIK. " ucap Zayn.
" Sebelum terlambat, JADILAH ORANG BAIK KEMBALI. Ingatlah, ORANG BAIK SEPERTI KEN DAN EVELYN TIDAK AKAN DATANG DUA KALI, MEREKA SUKA RELA MENANGGUNG BIAYA HIDUPMU DAN LOLLY. JIKA KAU TIDAK TAHU DIRI SEPERTI INI, AKU YAKIN.. KEN SENDIRI YANG AKAN MENENDANGMU. Kau fikir mencari uang itu mudah? BUKA MATAMU, DUNIA SEKARANG DIPENUHI OLEH GENGSI, JIKA KAU TIDAK PUNYA KEAHLIAN, MAKA KAU TIDAK AKAN BERGUNA. Makadari itu,Kau tidak punya Keahlian apapun, MAKA SETIDAKNYA JADILAH ORANG BAIK. Itu akan menyelamatkan hidupmu.. " Nasehat Zayn, yang ringkas namun begitu menusuk hati Anin.
" TUTUP MULUTMU, ZAYN ! AKU TIDAK SUKARELA HIDUP DI KELUARGA KEN, AKU BEKERJA DENGAN EVELYN juga BEKERJA UNTUK MEREKA (Louis). dan Apa Kau bilang? Aku tidak punya Keahlian? AKU PUNYA KEAHLIAN DI BIDANG PERKANTORAN. JAGA MULUTMU ! " teriak Anin yang tidak terima akan nasehat Zayn.
" Evelyn itu masih kecil, Dia masih anak-anak, wajar saja merekrutmu sebagai Pengelola Dana Louis tanpa berfikir 2x lipat terlebih dahulu, karena Kau adalah Saudaranya,jadi untuk apa Dia mencari orang lain jika ada Kau? "
" Dan apa tadi? Kau ahli perkantoran? Jika Kau ahli,kenapa Kau sering sekali SALAH INPUT DATA, HINGGA MENYEBABKAN LOUIS RUGI BESAR. Bahkan Aku dengar, Evelyn meminta bantuan dana 5 Triliun dari Kakaknya. SADARLAH ! ITU BUKTI BAHWA KAU TIDAK PUNYA KEAHLIAN ! " skakmat Zayn.
Tersayat, Anin meneteskan air mata, hatinya tidak terima dihina seperti itu oleh Zayn hanya karena menumpang.
Melihat Anin menangis,
" AKU BERBICARA SEKASAR INI KARENA PEDULI KEPADAMU, DAN HUBUNGANMU DENGAN KELUARGA KEN. Anin.. berurusan dengan Yaura bukanlah sebuah lelucon yang pantas Kau mainkan. Ken saja tidak bisa mengendalikannya, apalagi Orang Lain. Siapa yang akan menolongmu dilain waktu jika Kau kembali membuat Yaura marah? Tidak ada !. Lolly? Lolly sudah mengeluarkan Kartu As nya untuk melemahkan Yaura, tapi itu tidak akan datang Dua Kali. Yaura tidak akan lagi tersentuh jika Kau mengulanginya. Sadarlah, Jangan Angkuh seperti inu. MENGAKULAH JIKA SALAH DAN MINTA MAAFLAH DENGAN TULUS KEPADA NONA LEE.. "
ujar Zayn sembari melangkah keluar.
Tak bisa berbuat apa-apa,
" Jahat sekali omongan Zayn. Dia merendahkanku. " ucap Anin, Ia terkulai lemas dan menangis.
*
*
*
PAGI HARI
Pukul 07.30 Nona Lee bangun, Ia terlihat sudah rapih dan wangi.Namun..ekpsresi wajahnya sangat cemas dan datar.
" Aku harus minta maaf kepada Ken dan Yaura. karenaku,mereka berkonflik. " Nona Lee nampaknya tidak sabar mengetuk pintu Kamar Ken.
" Ah Sial ! lama sekali jamnya. mereka pasti belum bangun sepagi ini. " umpat Nona Lee, Ia mengurungkan niatnya.
David dan Alfin yang baru selesai olahragapun lewat.
" Apa ada masalah Nona Lee? " sapa David.
" Mereka sudah baikan. Aku mendapat info dari Pak Agus jadi jangan cemas. " sambar Alfin, lalu izin duluan untuk membersihkan diri, sementara David masih setia menunggu jawaban Nona Lee.
" David.. Aku sangat khawatir mereka renggang. Aku ingin meminta maaf dan meluruskan semuanya. " jawab Nona Lee.
" Bisakah Kita kesana? tidak enak berbicara disini. " saran David sembari menunjuk arah pantai. Ia, disanalah tempat yang paling enak mengobrol.
Menurut, Nona Lee mengikuti perintah David.
Pantai
Sekali mendayung,Dua Tiga Pulau terlewatkan. Mereka mengobrol sembari sarapan, bak sepasang kekasih yang sangat serasi.
" Ken dan Yaura baik-baik saja. Mereka adalah Suami Istri,jadi walaupun bertengkar,pasti akan baikan. Jadi Aku fikir.. lebih baik Kau memikirkan hukuman untuk Anin.. " ucap David yang sangat tidak sabar menanti Nona Lee menghukum Anin secara pribadi.
" Intinya Aku harus meminta maaf kepada Mereka. Mmmmmm Hukuman Anin? Aku tidak enak menghukumnya secara terang-terangan di hadapan Ken, karena bagaimanapun Anin adalah Saudarinya. " jujur Nona Lee.
" Ken menyuruh Yaura untuk menembak Anin, itu artinya, Ken tidak masalah jika Anin tiada. Nona Lee dengar.. Nyawamu akan terancam jika Anin dimaafkan, Orang Bermuka Dua akan sulit taubat jika belum dihadapkan dengan Kematian sesungguhnya. Jadi Aku mohon.. jangan salah mengambil langkah.. " saran David, matanya terus menatap Nona Lee dengan sangat dalam.
Nona Lee terdiam dan balik menatap David. Mereka kini beradu pandang.
" Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu,Nona Lee. Aku mohon, beri Anin pelajaran. Kau berhak menghukumnya karena Kaulah yang menjadi korban. " lirih David yang membuat Nona Lee tersentuh.
" I-iyah David.. " jawab Nona Lee terbatah. Sungguh, Ia juga merasa ada yang aneh jika David menatapnya.
Mereka terus mengobrol dan saling memahami satu sama lain. serasi? Sangat.
Beberapa saat kemudian, Vino datang bersama Evelyn.
" Wah, Kenapa menjadi Kalian yang berbulan madu. " goda Vino.
" Hei ! " sentak David.
" Kalian sangat serasi. Sudah,menikah saja. Biar sekalian berbulan madu disini 🤣🤣 " tawa Vino hingga membuat Nona Lee dan David salah tingkah.
" Ide yang bagus. " sambar Evelyn sembari mendudukkan tubuhnya di belakang Nona Lee.
" Jangan berbicara omong kosong. " ucap Nona Lee, pipinya sangat bersemu merah hingga membuat David tersenyum lalu mengalihkan pandangannya.
" Kenapa pipinya merah? " batin David.
Vino terus menggoda David dan Nona Lee, namun disela itu, Vino ternyata mengamati sikap Nona Lee.
" Nona Lee Wanita baik-baik. Lalu kenapa Anin ingin membunuhnya? Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Anin.. yang lebih menakutkan, Aku khawatir Dia bekerja sama dengan Paman Reino untuk melenyapkan Nona Lee dan membalaskan dendam pada Yaura. " batin Vino.
__ADS_1
*
*
Ruang Isolasi
Lolly mengantarkan makanan untuk Kakaknya. Wajahnya murung dengan mata yang sembab.
" Makanlah Kak.. " ucap Lolly sembari mendudukkan diri disamping Kakaknya.
" Minta kepada Ken untuk segera membebaskanku,Aku tidak betah. " Anin to the point.
" Tidak bisa. Mereka tidak akan membebaskanmu. " saut Lolly, jujur, Ia sebenarnya kecewa dengan sifat Sang Kakak yang sangat Angkuh hingga membuat semuanya tambah rumit. Setelahnya, Lolly meminta penjaga untuk membuka Borgol Anin.
Borgol pun terbuka, kini Anin bisa menyantap sarapannya sendiri.
Menyadari sesuatu,
" JUJURLAH, APA KAU BENAR-BENAR TIDAK MELAPOR KEPADA KEN JIKA AKU YANG MENYEBABKAN JATUHNYA NONA LEE? " tanya Anin, Ia baru sadar jika bukan Lolly,itu berarti ada Orang Lain yang ikut campur.
" Tidak,Kak." singkat Lolly.
" Benar.. ada Orang Lain yang ikut campur dengan Kasusku dan membongkarnya kepada Ken. tapi Siapa? Apa Alfin? Iyah Alfin.. Dia adalah NIS dan suka mencampuri urusan orang. Awas saja Alfin.. Aku akan memberimu pelajaran, berani sekali mencampuri urusanku. " batin Anin, amarahnya kembali naik. Ia sangat ingat bagaimana Alfin selalu mengancam dirinya dan menyuruhnya meminta maaf kepada Nona Lee.
Lolly mengisak saat memandangi kondisi Kakaknya.
" Ya Tuhan, hanya Engkau yang tahu.. kenapa Kak Anin berubah seperti ini.. Sadarkanlah Dia kembali, Aku tidak ingin kehilangannya. " Doa Lolly dalam hati. Ia ingat bagaimana peringatan Yaura.
*
*
Sama-sama Ke Pantai, Alfin berpapasan dengan Lisya. Mereka sama-sama udah rapih, wangi dan enak dipandang.
" Pagi.. " Alfin lebih dulu menyapanya.
" Pagi juga.." Lisya melukiskan senyum tipis.
Mengingat perkataan Pak Agus bahwa Lisya yang membongkarnya kepada Ken membuat Alfin sedikit kesal.
" Kau punya rekaman kenapa diam dan tidak memberitahuku? malah langsung memberitahu Ken. Tidak adil ! " protes Alfin.
" Maafkan Aku.. sebenarnya ingin memberitahumu. Tapi Aku tidak enak hati, Kau sudah menangani banyak tugas seorang diri dan membatu tugasku yang masih saja belum benar.. maka dari itu, Aku memutuskan untuk menyelidiki Anin seorang diri.. Yah Anggap saja melatih kemampuan. " jelas Lisya.
" Bilang saja Kau tidak percaya padaku. " Alfin memutar bola matanya.
" Kau adalah Ketuaku. Mana mungkin Aku tidak percaya. " bantah Lisya.
Menyadari hal, Grepppppp Alfin menarik tangan Lisya dan menatapnya.
" Aku baru menyadari sesuatu. Dengarkan Aku Lisya.. "
" Jangan terlalu ikut campur mengenai masalah Anin lagi,Kau mengerti? ini berbahaya. " tegas Alfin.
" Kenapa memangnya? " Lisya melihat kecemasan dimata Alfin.
" AKU TAKUT ANIN ADALAH SURUHAN REINO BACHTIAR. JIKA KAU IKUT CAMPUR,MAKA.. KAU KEMUNGKINAN AKAN MENJADI TARGET MEREKA..JADI JAGA DIRIMU, JANGAN IKUT CAMPUR. LAPORKAN KEPADAKU JIKA ADA KEANEHAN TERHADAP ANIN.. JANGAN MENGATASINYA SENDIRI, NYAWAMU AKAN TERANCAM.. " tutur Alfin.
Deg !!!!! Lisya terenyuh saat Alfin begitu mengkhawatirkannya.
" Bagaimanapun Aku adalah Agent NIS. Sudah resiko.. " lirih Lisya.
" Lisya.. Reino Bachtiar adalah Penjahat Kelas Kakap, bukan Kelasmu. Kau akan mudah dilenyapkan oleh mereka jika tidak bermain licik. Makadari itu, jangan melibatkan dirimu sendiri. Bersyukur,Anin tidak sadar bahwa Kaulah yang merekam percakapannya. " Alfin mencoba membuat Lisya mengerti.
" Tergantung situasi dan kondisi.. " jawab Lisya.
Mereka saling menatap dan memasuki pandangan masing-masing.
" BAIKLAH JIKA SEPERTI ITU.. BISAKAH KAU BERBAGI DENGANKU? BERBAGI SEBAGAI ALFIN.. BUKAN ALPHA. " tanya Alfin yang seakan memberi Isyarat bahwa Ia ingin dianggap Lisya sebagai seorang Pria yang mengkhawatirkan keselamatan seorang Wanita.
Deg !!!!! Lisya membulatkan matanya.
" Apa Aku tidak salah dengar? " batinnya.beberapa saat kemudian, Lisya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Alfin melepaskan genggaman tangannya dan tersenyum tipis.
" Ingat, Alfin. bukan Alpha." Alfin mempertegas kalimatnya.
" Iyah Aku ingat. " Lisya melebarkan senyum manis. Sungguh, diperhatikan oleh seseorang yang selama ini Ia cintai diam-diam,sangatlah membahagiakan.
" Ya Tuhan, Aku bahagia sekali. Alfin peduli denganku." sumringah Lisya dalam hati.
Sama seperti Nona Lee dan David, Alfin dan Lisya pun nampaknya akan menikmati sarapan berdua.
*
*
Kamar Ken
Yaura ternyata sudah rapih dan wangi. Ia nampak mengobati luka di tangannya seorang diri. Disela-sela itu, Ia sejenak memandangi Ken yang masih tertidur pulas.
" Susah sekali dibangunkan. " Yaura tersenyum manis. Wajah dan Tawa Ken semalam masih terbayang dibenaknya.
" Benar kata Bibi Arum. Salah besar jika Aku masih tidak mempercayai Ken. Dia adalah Pria baik. "
Saking terbayang wajah Sang Suami dan senyum-senyum sendiri sampai tidak sadar kalau..
" KAU TERSENYUM PADA SALEP? " celetuk Ken saat melihat Istrinya senyum-senyum sendiri pada salep.
Degg !! Yaura menarik senyumnya,kemudian tanpa ekspresi.
" Enak saja🙄. " bantah Yaura.
" Suaminya sendiri jarang dikasih senyum,malah tersenyum pada salep😏 aneh. " protes Ken yang tidak disambut dengan senyuman manis oleh Istrinya.
" Sudah sana mandi, lalu sarapan.. " lirih Yaura sembari menahan senyumannya.
" 😏😏😏 " Ken sinis lalu melangkah ke Kamar Mandi.
" Bisa-bisanya Dia senyum sendirian. Tapi disaat ada Aku malah datar. Istriku memang beda🙄 " gerutu Ken dalam hati.
30 Menit membersihkan diri,Ken kini tampil tampan paripurna.
" Morning Kiss,Sayang 😘 " Ken mencium bibir Sang Istri.
Hanya sebatas kecupan singkat, Ken mengakhiri ciumannya. Mereka saling memandang dan tersenyum.
" Lagi? " goda Ken.
" Tidak. " senyum Yaura.
" Aaarrrgghhh gemasss. " Ken merebahkan Yaura ke soffa lalu mendaratkan ciuman basah yang sangat passionate dan melemahkan iman nan takwa.
" Ken, Ayo sarapan.. " senyum Yaura sembari memeluk Suaminya.
" TERBALIK ! 😌 " Yaura.
*
*
PANTAI
Setelah sarapan, Yaura dan Ken bergabung dengan yang lain.
" Kakak.. " Evelyn langsung berlari dan memeluk Kakaknya.
" Kau kenapa? " tanya Ken sembari membalas pelukan Adiknya.
" Kak.. Jangan bertengkar dengan Yaura lagi. Aku tidak suka.. " rengek Evelyn.
" Tidak Evelyn. Tenanglah.. " jawab Ken.
Nona Lee mendekati Yaura.
Hugggggg Nona Lee pun langsung memeluknya.
" Yaura maafkan Aku.. karenaku Kau berkonflik dengan Ken.. Maaf.. " sesal Nona Lee.
" Ini bukan salahmu,Kak. Justru Aku yang minta maaf karena tidak menjagamu.. " jawab Yaura.
" Terjaga atau tidaknya Aku adalah tanggung jawabku sendiri, jangan berbicara seperti itu. " ucap Nona Lee.
" Yaura Aku mohon.. jangan marah kepada Ken, Dia orang baik dan pantas dipercaya.. semua ini karena Aku,bukan Ken. " sambung Nona Lee.
" Kami sudah baikan,Kak.. sudah jangan membahas Anin lagi. " jawab Yaura seakan tidak ingin harinya kembali buruk.
" BESOK KITA PULANG. JADI HARI INI TERAKHIR. " perintah Ken.
Semuanya terkejut, karena ini adalah waktu yang sangat singkat.
" Hei hei hei kenapa cepat sekali? " protes Vino.
" Ken.. Aku minta maaf atas masalah yang terjadi. Tolong jangan mengubah semuanya. " ucap Nona Lee sembari menatap Ken.
" Aku sudah mengambil cuti panjang. kenapa cepat sekali pulang? sangat disayangkan. " imbuh David.
" Kakak !!! Kita baru beberapa hari disini,belum sebulan. cepat sekali ! " protes Evelyn.
" LAIN KALI KITA AKAN KESINI LAGI, JANGAN KHAWATIR. " ucap Ken.
" Ka.. Aku ingin lebih lama disini.." Evelyn mencebikkan bibirnya.
" Iyah Evelyn. nanti Kita kembali kesini lagi. "ujar Ken sembari mengelus kepala Adiknya.
Mata Yaura menyapu bersih sekitar.
" Lolly, Alex , dan Kevin tidak terlihat. " batinnya.
" Mereka pasti kecewa denganku. " sambungnya.
Sedang difikirkan, Lolly datang bersama Kevin.
" Pagi.. " sapa keduanya.
" Pagi.. " jawab semua orang.
" Kak Ken, Yaura.. " sapa Lolly seperti memberi sinyal agar mereka mau memaafkan Anin.
" Jaga dirimu,Lolly. Kau sangat pucat. " ujar Ken, Ia tidak tega melihat Lolly yang terus murung.
Mencoba senyum,
" Aku hanya kurang tidur,Kak. "
" Lolly.. Maafkan Aku.. " lirih Yaura sembari meraih tangan Lolly.
Hugggggg
" Maafkan Kami Yaura.. maaf.. " lirih Lolly, Ia sebisa mungkin menutupi kesedihannya.
" SUDAH LUPAKAN. NIKMATI HARI TERAKHIR DI MALDEVIS, BESOK KITA PULANG. " Ken mengelus kepala Lolly lalu mendudukkan diri di samping David.
Degg !!! Lolly tersentak.
" Pulang? kenapa cepat sekali,Kak. " Lolly berpura-pura tidak memahami keadaan.
" Kerjaan numpuk. " senyum Ken.
" Pasti ini gegara Kak Anin. Yaura dan Kak Ken pasti tidak nyaman. Ya Tuhan, Aku tidak enak hati.. " batin Lolly, Ia menatap Ken dan Yaura bergantian.
" Kenapa masih berdiri? Makanlah. " tegur Alex.
" Aku sudah makan. " ucap Lolly, Ia mendaratkan bokongnya di samping Lisya.
" Kau sangat pucat ! apa salahnya makan. " ujar Alex, meskipun nadanya jutek, tapi perhatiannya begitu mendalam.
Zayn menatap sinis Ken hingga membuat Albert tertawa.
" Apa matamu tidak bisa dikondisikan? 🤣 " tawa Albert.
" Kau dengar tadi? besok pulang. Astaga.. baru saja sebentar di Maldevis, pulang lagi😏 " gerutu Zayn, Ia kesal karena belum menikmati Maldevis dengan Sang Kekasih yang entah siapa.
"🤣 lama juga percuma. Kau tidak akan mendapat KENIKMATAN. " celetuk Albert yang mulai menunjukkan bakat terpendamnya🤣 ( otak jorok,nular dari junjungannya, Ken ).
" B*ngsat ! 😅 " tawa Zayn.
Walaupun berada di samping Zayn dan Albert yang sedang cekikikan, berbeda dengan Kevin yang hanya diam.
" Aku sebenarnya kecewa dengan Anin, bagaimana bisa Dia sampai berfikir seperti itu ? " lirih Kevin dalam hati. Logika membenarkan,tapi Hati melawan. Jujur, Ia tidak tega melihat Anin diasingkan dan dikucilkan seperti itu.
Hari terakhir,membuat semuanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Diawali dengan David,
" Ombaknya sangat cocok untuk berselancar. " ucap David seakan mengkode Nona Lee yang juga penggila selancar air.
" Benar juga. Aku jadi ingin berselancar.. " jawab Nona Lee hingga membuat David tersenyum tipis.
" Kalau begitu ayo. Aku juga ingin berselancar. " David langsung saja berdiri tanpa membuang waktu hingga membuat Alfin dan Ken bertanya-tanya.
" Mau kemana? " kepo Alfin.
" Main pasir-pasiran. " lawak David ( bilang aja gamau diganggu😅 ).
__ADS_1
" Tidak waras. " timpal Ken. matanya mengamati Nona Lee.
" Sepertinya David ingin lebih dekat dengan Lee. " batin Ken.
Nona Lee hendak mengajak yang lain,namun David lebih dulu mencegahnya.
" Berdua saja. biarkan mereka bersantai disini. " lirih David, suaranya begitu pelan.
" Benar juga, siapa tahu mereka kelelahan karena masalah kemarin." batin Nona Lee.
Merekapun pergi ke pantai berdua hingga membuat Alfin dan Ken saling menatap dan tertawa.
" David semakin pro sepertinya." ujar Alfin.
" Biarkankan Dia bahagia😅 " Ken cekikikan.
Para Wanita sedang berselfie dan membuat video dokumentasi. tentu Evelynlah yang menjadi biang narsisnya,
" Kakak lihatlah kemari.. Alfin, Zayn, Albert, Alex, Kevin.. lihatlah " ucap Evelyn sembari mengshoot mereka dengan ponsel mata 3 yang Ia pegang.
" Alay sekali. " Vino memutar bola matanya melihat tingkah Sang Kekasih yang sedari tadi mengambil video tanpa tahu kapan durasinya akan selesai.
" Sudah berapa video yang Kau ambil Evelyn😅" sindir Lisya seakan mewakili perasan Vino.
" Pertanyaan yang bagus. "puji Vino.
" Astaga.. Aku tampan sekali.. "Zayn memuji dirinya sendiri hingga membuat Ken mendelik.
" Robin lebih tampan darimu ! " celetuk Ken.
" SIALAN ! ".
Saatnya Para Wanita yang di shoot.
" Ini Dia Ratu Kita, Yaura..... ayo senyum, wah Kakak Iparku memang tercantik. " sumringah Evelyn sembari menyoroti Yaura yang menghindari kamera.
Setelah itu, Ia menyorot Lisya yang percaya diri didepan Kamera. lalu..
" Hai Lolly. Ayo senyum.. mana gigi kelincinya Lolly.. " Evelyn mencoba menggoda Lolly yang sedari tadi merenung dan diam.
" Evelyn.. jangan menyorotku.. " Lolly menghindar, hingga membuat Evelyn mematikan rekamannya.
" Jangan terus memikirkan Anin. lagipula Dia baik-baik saja, tenanglah. " bisik Evelyn di telinga Lolly.
*
*
Niatnya berselancar, tapi mereka masih belum mengambil papan selancar atau berganti kostum. David dan Nona Lee malah berjalan diatas jembatan diatas air, pemandangan begitu indah. udara begitu sejuk,
" Cepat sekali mereka liburan, pasti gara-gara Aku. " ucap Nona Lee memecahkan keheningan.
" Ini semua karena Anin. sudah,jangan menyalakan dirimu sendiri. " saut David sembari menatap wajah Nona Lee yang sangat cantik. Hembusan angin yang menerpa membuat rambutnya terurai begitu indah.
" Kita berbicara disini saja. " Nona Lee duduk di jembatan disusul oleh David yang duduk disebelahnya.
Ingin memperbaiki suasana dan tidak ingin membahas Anin,
" Mmmmm apa Aku boleh bertanya sesuatu kepadamu Nona Lee? maaf sebelumnya jika lancang. tapi Aku hanya penasaran..jika Kau adalah Anak Angkat Mendiang Tuan Devano, kenapa Kau tidak menghubungi atau mencari Yaura sedari dulu? atau karena Kau berada di luar negeri? " tanya David guna ingin lebih dekat dengan Nona Lee.
Flashback,
" Saat Yaura luka parah ,Aku sempat merawatnya bersama Bibi Arum. Beberapa minggu kemudian Yaura menghilang.Aku sama sekali tidak bisa mencarinya.Lalu, Pak Agus bilang bahwa Yaura telah tiada saat dirawat, dan dengan bodohnya Aku percaya saja. Karena sudah tidak ada Keluarga Devano Malik yang hidup,jadi Ibu menyuruhku ke Luar Negeri untuk melanjutkan Pendidikan Kedokteran. " tutur Nona Lee.
" Yaura sering ditugaskan di Luar Negeri oleh Alfin,terutama bagian California,tepat dimana Kau tinggal. Kau tidak pernah bertemu dengannya? atau mengenalinya? maksudku.. Aku mendengar Kau juga pernah bergabung dengan Komplotan Amerika, jadi Aku rasa Kau punya kesempatan bertemu Yaura. " tanya David, Ia terus menatap Nona Lee.
" Semakin Dewasa, Dia semakin cantik. Aku tidak bisa mengenali Yaura. Tapi, Yaura pernah bilang bahwa Ia pernah bertemu denganku di Bar. Ya Tuhan..scenarioMu memang sangat indah. Lihatlah David, Aku disini dengannya sekarang setelah berpisah bertahun-tahun. " Nona Lee balik menatap David dengan mata yang berbinar, terpancar kebahagiaan diwajahnya
" Aku turut Bahagia. Jangan lupa jaga dirimu.. jangan membiarkan siapapun menyakitimu lagi.. " lirih David hingga membuat senyum Nona Lee sirna.
" David.. Aku baru pertama kali menemui Pria Baik sepertimu.. " ujar Nona Lee. Hatinya mendadak mengisak saat mengingat sosok yang pernah melukai hatinya.
" Tidak sebaik yang Kau fikirkan. Aku juga bisa br*ngsek. " David tertawa sembari mengedipkan matanya.
" WANITA BERUNTUNG YANG BISA MEMILIKIMU DAVID. " ucap Nona Lee yang membuat tawa David sirna.
" Aku banyak kekurangan. tidak ada Wanita yang mau denganku. " David tersenyum kecut, Ia tiba-tiba kembali ke perasaan awalnya.
" Kau sempurna. jangan berbicara seperti itu.. ingat kembali Mantan Kekasih, Dia pernah ada dihidupmu,itu berarti Kau pantas dicintai. Hanya saja TUHAN BELUM MENGIRIM JODOH YANG TEPAT UNTUKMU. " tutur Nona Lee hingga membuat David mendelik.
" Aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Cinta? Jujur.. Aku pernah mencintai seorang Wanita, tapi Aku tidak bisa mendapatkannya. lebih tepatnya TERLAMBAT. " David tersenyum getir. Dari lubuk hatinya yang paling dalam, Ia tidak bisa munafik bahwa masih ada sisa cinta kepada Yaura, karena bagaimanapun, CINTA PERTAMA ADALAH YANG BERKESAN.
Nona Lee terdiam sembari menundukkan pandangannya.
" Kau akan mendapatkan yang Lebih walaupun sudah kehilangan Cinta Pertamamu. Pria Baik akan mendapatkan Wanita yang baik. Jangan Khawatir.. " ucap Nona Lee.
" Kau kenapa? " tanya David karena wajah Nona Lee menjadi murung.
Nona Lee diam.. semakin diam, semakin Ia mengingat.
" Kenapa Pria mudah sekali berpaling? Hanya main-main tanpa memikirkan perasaan Wanitanya. " tutur Nona Lee yang membuat David faham.
" BERARTI DIA TIDAK MENCINTAIMU, HANYA SEKEDAR BERMAIN. " tegas David.
Nona Lee semakin murung mengingat masa lalunya. tiba-tiba greppppp David meraih tangan Nona Lee.
" Aku pernah merasakan sakit bagaimana menyaksikan Orang yang Aku Cintai bersama dengan Orang Lain. tapi percayalah, LEVEL TERTINGGI CINTA ADALAH MENGIKHLASKAN.. LEBIH BAIK KITA IKHLAS DAN RELA, DARIPADA MEMENDAM DAN BIKIN HATI KITA SEMAKIN SAKIT. Aku tidak mengerti apa yang Kau maksud sebenarnya, tetapi yang Aku fahami, Kau masih terjebak disuatu jurang masa lalu. Makadari itu, mulailah Ikhlas, Rela, dan Lupakan... Kau pantas Bahagia Nona Lee.. " lirih David.
Mendengarnya membuat mata Nona Lee berkaca.
" Bukti Cinta adalah PERNIKAHAN. bukan Permainan atau hanya sekedar kata sayang. Dan Aku.... bodohnya Aku percaya saja dengan omongannya, Dia meninggalkan rasa, lalu pergi bersama orang lain begitu saja." Dada Nona Lee semakin sesak, Ia mengisak didalam hati. siapa yang tidak sakit? dihianati orang yang dicintai lalu ditinggal pergi begitu saja sangatlah menyakitkan.
" BAIKLAH,MARI KITA MENIKAH. bukti Cinta adalah PERNIKAHAN bukan? " ajak David yang membuat Nona Lee tersentak.
Degg !!! Nona Lee menatap David begitu lekat, lalu..
" LMAO " Nona Lee tertawa diiringi setetes air mata yang jatuh.
" Kau bisa saja menghiburku,David. Astaga.. " tawa Nona Lee semakin kencang. tangannya menyeka air mata yang jatuh.
Hendak bicara, tiba-tiba Vino datang.
" Bilang selancar, ternyata tidak. Ayo kesana sebentar, Evelyn ingin membuat dokumentasi bersama Kalian. " Kedatangan Vino memotong pembicaraan David.
" Adiknya Ken selalu saja membuat Video. Jika tidak Video, pasti Foto. Astaga.. " decak David dalam hati.
Ia menatap Nona Lee,
" Ya Tuhan, bicara apa Aku tadi.. " lirihnya dalam hati.
" Ayo David Kita kesana. " ajak Nona Lee.
*
*
Melihat Istrinya mengobrol dengan Nona Lee, Ken pun beranjak dari kursi.
" Aku ingin menemui Pak Agus sebentar. " izin Ken.
Yaura menatap seakan berkata untuk apa.
" Kan besok Kita pulang. Aku belum memberitahunya." sambung Ken lalu tersenyum.
" Wahhh Kau sangat hebat,Ken bisa mendengar isi hati Istrimu🤣 " Nona Lee tertawa.
" Skill langka bukan?. " ucap Ken lalu pergi.
" Yaura, Kau ini jangan terlalu irit bicara. Kasian Ken. " ledek Nona Lee.
" Tidak,Kak.. Aku sering kok berbicara dengannya. " jawab Yaura.
*
*
Setelah menemui Pak Agus di Kamar, mereka kini berjalan dan memasuki Ruangan Anin.
Brakkkkk pintu terbuka, Anin menyipitkan matanya saat melihat Dua Pria berjalan ke arahnya.
" Ken? Pak Agus? " Anin membulatkan matanya. Ia kembali ketakutan karena Pak Agus datang.
" Dia adalah Tangan Kanan Yaura. Astaga.. apa Yaura menyuruhnya membunuhku? " mata Anin berkaca, tangannya gemetar.
Pak Agus lebih dulu berhadapan dengan Anin.
" Aku tidak suka basa-basi. Kau mencelakai Nona Lee yang notabennya adalah Anak Devano Malik . Dan Aku sudah bersumpah, tidak akan membiarkan Anak Devano Malik dicelakai atau terluka. "
" Jadi... tanpa disadari, Kau sudah membangunkan Singa yang sedang tidur. "
" Kau punya keberanian sangat besar Anin,hingga berani berurusan denganku. sekarang.. dengarkan Aku baik-baik. "
" Besok, semua akan kembali ke Rumah. Terkecuali KAU. KAU akan ikut bersama Kami ke Dubai. " tutur Pak Agus sembari menatap Anin dengan penuh selidik.
Deggg !!! Anin mengeluarkan air mata.
" Tidak ! Aku tidak mau ke Dubai ! " Anin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
" Tenang saja, KAU TIDAK AKAN KAMI BUNUH ATAU LUKAI,KARENA BERSYUKURLAH NONA LEE DAN YAURA MEMAAFKANMU. Aku akan memberimu banyak hadiah di Ruang Bawah Tanah Markas Goddess Of Death. Jadi, persiapkan dirimu. " ucap Pak Agus.
" Ken.. tolong Aku.. Aku tidak mau ke Dubai.. " rengek Anin pada Ken yang sedang menatapnya dingin.
" DI SANA TERDAPAT BANYAK TENGKORAK MANUSIA, BAU BUSUK DAN ANYIR DARAH, KAU HARUS MELIHATNYA ANIN. AGAR KAU SADAR, SIAPA YANG SEDANG KAU PERMAINKAN ! "
" DUNIA GELAP BUKANLAH DUNIAMU ! JANGAN BERANI MELEWATI BATAS DAN BERMAIN KOTOR DENGAN SESEORANG YANG BAHKAN KAU TIDAK TAHU SELUK BELUKNYA. " tegas Ken yang sengaja mengirim Anin ke Dubai untuk menyadarkan bahwa sekejam apa Komplotan Istrinya. Dan memang benar, di Markas banyak sekali tengkorak manusia. Namun disamping itu ,Nona Lee juga meminta Pak Agus untuk mengirim Anin Ke Dubai.
Degg !! Anin menangis.
" Ken ,Aku sangat takut melihat tengkorak ! apalagi bau busuk dan anyir.. Ken,Aku mohon jangan mengirimku kesana hikssss " Anin memelas, tangannya sangat gemetar, keringat dingin pun keluar. Teringat cerita film horor, Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya berada di tempat menyeramkan seperti di film-film.
" Tidak Ken .. itu sangat menakutkan " sambung Anin.
" BERANI BERBUAT, BERANI BERTANGGUNG JAWAB. KAU HARUS BELAJAR DARI ITU. SUDAH AKU PERINGATKAN KEPADA KALIAN, JANGAN MENCARI MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN NYAWA. " ucap Ken.
" Stephanie Lee termasuk Komplotan Bersenjata Amerika, Dia terlatih. Jadi.. Timnya juga akan mengintrogasimu di Dubai karena melukai Pimpinannya."
" Katakan dengan jujur kepada mereka kenapa Kau berusaha membunuhnya. Berbohong sedikit aja, hidupmu tidak akan tenang selamanya. " ancam Pak Agus lalu pergi begitu saja.
Deggggg !!! Anin melemas.
" Kenapa urusannya menjadi panjang seperti ini.. " rintihnya dalam hati.
Ken mendekati Anin,
" Siapa yang menyuruhmu membunuh Nona Lee? Aku bertanya untuk terakhir kalinya Anin ! Tega sekali Kau mempermalukanku di hadapan Mereka ( Yaura,Nona Lee, Pak Agus ). " Ken menahan amarahnya.
" Susah payah Aku membersihkan Nama Baik Keluarga Bachtiar dihadapan Publik, tapi Kau kembali mencorengnya ! Kau tahu Anin? AKU SANGAT MALU SAAT MENDENGAR KAU MENJATUHKAN NONA LEE. KAU MENJATUHKAN HARGA DIRIKU DI HADAPAN PAK AGUS DAN YAURA YANG MERUPAKAN RIVAL TERBESAR REINO BACHTIAR. KAU TAHU ANIN RESIKONYA? BAGAIMANA JIKA MEREKA KEMBALI MENGANGGAPKU ORANG MUNAFIK YANG BERUSAHA MENIKAM MEREKA DARI BELAKANG? PERNAHKAH KAU BERFIKIR KE SITU? "
Anin menunduk dan diam.
" WAKTU, TENAGA, PERASAAN, SEMUANYA AKU KORBANKAN DEMI MEMBANGUN KEMBALI KEPERCAYAAN. BERKALI-KALI AKU MENAHAN RASA SAKIT KARENA PUKULAN, BERKALI-KALI AKU HAMPIR KEHABISAN NAFAS KARENA BERKEJAR-KEJARAN DENGAN MEREKA, DAN BERKALI-KALI JUGA AKU HAMPIR MATI DITANGAN MERAKA, TAPI AKU SEBISA MUNGKIN BERTAHAN UNTUK APA? UNTUK MEMPERBAIKI SEMUANYA ANIN ! "
" JIKA AKU TIDAK BERTAHAN LALU MATI SIA-SIA, KALIAN AKAN HIDUP DENGAN SIAPA? REINO? HILYA? MEREKA AKAN KALAH DAN DIJEBLOSKAN DI PENJARA ! PERUSAHAAN BANGKRUT KARENA EVELYN TIDAK AKAN MAMPU MENGURUSNYA, ASET SEMUANYA AKAN DISITA PENGADILAN, LALU KALIAN MAU MAKAN APA, AKU TANYA ?! "
Deg !!!!! Anin menatap Ken.
" Maafkan Aku, Ken.. " lirihnya.
" YANG LEBIH PARAHNYA LAGI, KAU HAMPIR MEMBUAT HUBUNGANKU DENGAN ISTRIKU SENDIRI RENGGANG. YAURA ADALAH SEGALANYA BAGIKU ANIN, TAPI... AKU MASIH SEMPAT MEMBELAMU DAN MENUTUPI KEBENARAN DARINYA KARENA AKU TIDAK INGIN KAU MATI, KARENA BAGAIMANAPUN KAU ADALAH KELUARGAKU. TAPI BISAKAH KAU MENGHARGAIKU SEBAGAI KELUARGAMU? " tutur Ken, matanya semakin memerah.
" Aku menghargaimu sebagai Keluargaku Ken. dan Aku juga peduli akan hubunganmu dengan Yaura. Makadari itu maaf,Aku hilaf.. " Anin menundukkan kepalanya diiringi airmata yang jatuh menetes.
" Jika Kau peduli dengan hubunganku dan menghargaiku sebagai Keluargamu,lantas kenapa Kau melakukan ini? Katakan dengan jujur. " tegas Ken, Ia sebenarnya tidak tega melihat Anin menangis.
" Aku tidak mungkin bilang kepadanya bahwa Aku mencintai David. Memalukan berbicara seperti itu didepan Pria.. terlihat rendah sekali harga diriku.. " lirih Anin dalam hati.
" Katakan kenapa?! Aku serius Anin ! " Ken meradang, nada bicaranya semakin tinggi. matanya pun memerah.
" AKU IRI DENGAN KEHIDUPAN NONA LEE,KEN. SEBAGAI WANITA AKU IRI KEPADANYA, DIA SANGAT CANTIK, KAYA RAYA, PUNYA RUMAH SAKIT, DAN SEORANG DOKTER YANG MENEMPUH PENDIDIKAN DI AMERIKA. TERLEBIH LAGI DIA PERNAH BERCERITA BAHWA IBUNYA SANGAT SAYANG KEPADANYA. INTINYA AKU IRI DENGAN KEHIDUPAN DIA.. "
" KAU TAHU KEN, AKU ADALAH ANAK BROKEN HOME. MENTALKU KADANG NAIK TURUN, AKU MUDAH BENCI TERHADAP SESEORANG YANG SEMPURNA DI MATAKU, TERLEBIH LAGI SOAL KEHARMONISAN KELUARGA.. "
lirih Anin hingga membuat amarah Ken seketika mereda. Iyah benar, Anin pandai membuat cerita sedih dan berlindung di tameng BROKEN HOME untuk menyelamatkan diri.
" Jangan mengarang cerita.. semakin Kau mengarang, semakin panjang urusanmu.. " ucap Ken.
" SUMPAH DEMI TUHAN, AKU TIDAK MENGARANG. Kau fikir Aku berbohong Ken? Kau fikir Aku main-main dengan keadaan yang Aku alami? Baiklah, Kalau begitu ingatlah.. Yaura pasti pernah bercerita kepadamu bagaimana perasaan hidup tanpa orang tua. Iri, kesepian, dan mental yang bermasalah. "
" Iyah Aku tahu Ken.. keadaanku tidak separah Istrimu, tapi ingatlah... ANAK YANG TUMBUH TANPA KASIH SAYANG ORANG TUA SANGATLAH MENYEDIHKAN.. "
" Makadari itu maafkan Aku... dan bilang kepada Yaura ataupun Nona Lee, Aku sama sekali bukan Penjahat atau Penghianat seperti apa yang mereka fikirkan.. "Anin menangis.
Degggg !!!! jika menyinggung soal Sang Istri, Ken mudah tersentuh. terlebih lagi, Yaura pernah bercerita kepadanya bahwa Ia iri dengan Keluarga yang Harmonis.
Tidak ingin terlalu emosional, Ken membuang pandangannya ke sembarang arah.
" Setelah Kau pulang dari Dubai,jelaskan ini kepada mereka, terutama Nona Lee. Kau yang mengotori namamu sendiri,jadi Kau harus membersihkannya sendiri juga. " ujar Ken lalu pergi begitu saja.
Anin menatap punggung Ken yang mulai menjauh dari pandangannya.
" Kenapa harus berhadapan dengan Ken.. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.. bagaimana ini? Aku tidak ingin ke Dubai.. " rintih Anin.
*****************************
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya
Komen dan Sarannya juga yah❤