Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Mereka Benar-Benar Brengsek !


__ADS_3

Sang Rembulan mulai muncul ..


Rumah Pak Agus


Pak Agus mendengarkan semua rekaman yang masuk ke dalam sistem komputernya .


Dari mulai penyadap Vino, Paman Arga dan Pak Andi ( Penyadap Terbaru yang dipasang oleh Paman Arga ) .


" Jika Benar Hotel Louis lah yang menjadi Pembangun Utama Gita Hotel, berarti ini menyulitkan Yaura " gumam Pak Agus seraya melepaskan earphone .


Tak berselang lama , Yaura datang bersama Paman Arga . Melihat Pak Agus, Paman Arga terkejut.


" Agus ? Kau masih hidup ? "


" Tidak usah terkejut seperti itu, dan jangan banyak bertanya " Ujar Pak Agus menatap Paman Arga.


" Dia masih sama, sangat Kasar . " gerutu Paman Arga.


Tak banyak bicara , Paman Agus segera menjelaskan kepada Yaura tentang semua Rekaman yang masuk .


Inti dari semuanya adalah Hotel Louis lah yang menjadi Pembangun Utama Gita Hotel. Namun, ada masalah besar yang sangat tidak mungkin mereka lakukan .


" Tidak Mungkin ? " Tanya Yaura menyeritkan dahinya.


" Kau tahu bukan , Keamanan di Hotel Louis sangat ketat , disana sangat Terjaga & Waspada. Gita Hotel di Bangun Kembali, dan mereka Penggagas Utamanya , Mungkin inilah alasan kenapa Hotel Louis menggunakan Keamanan berlapis, sepertinya mereka waspada akan keberadaan kita " jelas Pak Agus.


" Ketat ? sepertinya tidak terlalu ketat, buktinya Aku bisa masuk ke Hotel itu " celetuk Paman Arga.


Pak Agus dan Yaura menatap sinis ke padanya .


" Jika hanya masuk ke dalam Hotel, kucing dipinggir jalanpun bisa masuk " tukas Pak Agus.


Paman Arga menelan salivanya, karena yang dia katakan serba salah .


" Mereka juga menggunakan Pengawal FBI , dan Penjaga dari CIA . yang Aku takutkan, banyak orang yang berkamuflase disana, sebagian mungkin menggunakan Tentara Bayaran. Sejak melihat cek itu, Aku menyuruh seseorang untuk menyelinap ke Hotel Louis , dan mereka bilang semua Pengawal Presdir & CEO menggunakan FBI , Aku lupa menceritakan tentang ini . Terlalu ketat, berati ada sesuatu yang mereka jaga dan takutkan " Yaura mencoba menganalisa situasi.


" Kendrick Rafandra Bachtiar , Dia adalah Penanggung Jawab dan Pembangun Utamanya , dekati Dia " Perintah Pak Agus .


" Kendrick Rafandra Bachtiar ? Louis ?, Jika Hotelnya saja seketat itu, Bagaimana dengan orangnya ? " tanya Yaura.


" Ambil Liontin milikmu, dan temui Orang itu . Bukankah kau bilang cek yang Dia miliki adalah cek petinggi Hotel, Kau dekati lelaki itu buat Dia menjadi Temanmu, dan gali informasi tentang Kendrick Rafandra Bachtiar " .


Yaura sejenak diam dan berfikir .


" Baiklah Pak " Yaura menganggukan kepalanya.


Rumah Ken .


Bianca menginap di Rumah Ken untuk menemani Evelyn.


" Aktingmu sangat bagus , Best Actriss " Bianca tersenyum tipis .


" Aku sebenarnya tidak tega dengan Kakak tapi mau gimana lagi? ini satu-satunya cara agar Dia mau mengabulkan Permintaanku " Evelyn tersenyum bahagia.


Ternyata accident tadi adalah bagian dari Rencana Evelyn dan Bianca agar Ken menyetujui pernikahan . Tiba-tiba suara ponsel Bianca berdering dan segera mengangkatnya.


" Hallo .. "


" Nona, Tuan Vino akan pergi ke Toko Perhiasan nanti Besok sekitar jam 09.00 , hanya informasi itu yang saya dapat Nona " Ujar Asisten Vino yang ternyata mata-mata Bianca dan Evelyn.


" Baiklah , Terima Kasih " Bianca mematikan sambungan telfonnya . Lalu ia memberitahu Evelyn tentang informasi yang dia dapat .


" Baguslah . Kita akan mengajak Kak Ken untuk Ikut, dan melihat dengan matanya sendiri tentang Penghianatan Vino . Ini akan membuat Kak Ken membulatkan keputusannya untuk segera menikah, Dia pasti akan takut jika Aku kembali mencoba melakukan bunuh diri " Evelyn tersenyum tipis.


" Kau sangat licik " Celetuk Bianca.


" Bukankah Kau yang mengajariku ? " timpal Bianca.


Malam yang panjang,


Dan inilah waktunya dimana orang suka merenung . Demikian dengan Ken yang merenung tentang permintaan Adiknya dan Yaura yang memikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam lingkupan Louis .


Tak terasa , Malam yang panjang berganti menjadi Pagi yang cerah , jam menunjukkan Pukul 08.00 ( Ngga pagi-pagi amat sh wkwkwk )


Apartement Yaura.


Ia masih bermalas-malasan dan rebahan di Ranjang.


" Lelaki itu sangat cerdik, Jika salah langkah saja sedikit, Dia bisa membongkar tentang diriku " Yaura menggerutu kesal , karena Dia harus menemui Ken lagi.


" Liontinku, penyelidikan tentang Ayah, kenapa harus berkaitan dengannya ? . Liontin sangat berharga untukku, dan penyidikan itu lebih berharga " Yaura mencoba menyemangi dirinya, Ia pun beranjak dari Ranjang untuk mandi dan berhias.

__ADS_1


Di Jalan ,


Sesuai Rencana, Evelyn berhasil mengajak Ken untuk menemaninya Ke Toko Perhiasan, Ia berdalih itu sebagai surprise untuk Ulang Tahun Ibunya pekan depan.


" Ulang Tahun masih lama, kenapa kau membelinya sekarang ? Harusnya kau istirahat, Evelyn " lirih Ken seraya mengemudikan Mobil.


" Tidak ada salahnya Kakak, lebih cepat itu lebih Baik . Benarkan Kak Bianca ? " Evelyn menoleh ke Arah Bianca yang duduk di Kursi Belakang.


" Benar . " Bianca menjawab singkat


Mengerti bahwa adiknya Keras Kepala dan kekanak-kanakan , Ken pun kini Diam dan hanya fokus mengemudi .


Toko Perhiasan


Sesuai infomasi diatas , Vino ternyata sudah tiba di Toko Perhiasan, Ia mengendarai mobil putih mewah .


" Aku akan membelikannya Perhiasan terbaik dan desain yang akan aku buat sendiri . Sesuatu yang special untuk Orang yang special " senyum Vino seraya masuk ke dalam Toko Perhiasan.


Di dalam, ia disambut dengan Ramah oleh penjaga di sana, Ruangan yang megah, Berbagai perhiasan mewah yang berjejer rapi berlapis berlian memanjakan Mata Vino . Ia pun mendatangi Penjaga Toko .


" Aku ingin memesan Cincin Tunangan yang Termahal, Desainnya juga akan aku buat sendiri " .


" Baik Tuan, silahkan memilih Berliannya dan Mohon untuk menulis Ukuran " ucap Penjaga seraya melebarkan senyum ramahnya.


" Ukuran ? , Astaga .. Aku tidak tahu ukuran jemarinya berapa . Cincin harus pas tidak boleh terlalu lebih atau kurang " Vino nampak bingung.


Ia sejenak terdiam ,dan menatap ke Arah luar untuk berfikir. Tiba-tiba ..


" Dia selalu datang disaat yang tepat " senyum Vino .


" Yaura ! Yaura berhenti ! " Vino berteriak dan melangkah keluar .


Sedang melamun dan fokus , Yaura tidak mendengar bahwa seseorang yang memanggilnya, Ia masih tetap berjalan.


" Yaura ! Berhenti ! " teriak Vino mengagetkan Yaura.


" Ya Tuhan , siapa yang berteriak , jantungku hampir copot " Yaura terkaget dan memegangi dadanya.Ia menoleh kebelakang dan ternyata itu adalah Vino .


" Vino ? Ada apa vin? Kau memanggilku ? "


" Tidak , aku sedang memanggil Tukang Parkir " Vino menatap sinis .


" Aku butuh bantuanmu, Kemarilah "


Vino mengajak Yaura untuk masuk kedalam Toko Perhiasan .


" Nona, Ukurlah jemari wanita ini, Ukurannya sedikit sama . Buatkan cincinnya sesuai jemarinya Dia " Vino menyuruh penjaga untuk mengukur jemari Yaura.


" Apa maksudmu sedikit sama ? cincin itu harus Pas Vin " Protes Yaura.


" Sudah tidak apa-apa kalau lebih sedikit " timpal Vino .


....


Dari Kejauhan ia melihat mobil Vino memarkir di Toko Perhiasan .


" Bukankah itu mobil Vino ? " Lirih Ken, ia sedikit menyipitkan mata indahnya.


" Jangan memarkir di depan Toko Kak ! Sedikitlah menjauh tetapi tetaplah terlihat ! " Perintah Evelyn.


" Apa maksudmu ? " heran Ken.


" Aku yakin Ia sedang membelikan perhiasan untuk pernikahannya Nanti " lirih Evelyn seraya meneteskan Air mata.


" Apa ? " Ken terkejut .


" Sial ! Ingin sekali Aku menghabisi Vino jika benar Dia membelikan perhiasan untuk pernikahannya . Evelyn kembali melihat keadaan seperti, Aku tidak tega melihatnya terus menangis " guman Ken dalam hatinya, Hatinya mulai berkecambuk .


" Kau tidak perlu melihatnya . Lebih baik kita Pulang, Kau perlu beristirahat " Ken memasang wajah datar , Ia hendak melajukan mobilnya .


" Jangan Kak , Aku mohon " Evelyn meraih tangan Ken , dan menggenggamnya.


Ken melemah, Ia pun menuruti permintaan Adiknya.


" Sebuah keberuntungan, Wanita itu juga ada bersama Vino, Aku yakin , Ken semakin membenci Wanita itu " Gumam Bianca dalam hatinya.


Mereka mengamati Vino & Yaura dari dalam Mobil.


........


Penjaga Toko telah mengukur jemari Yaura .

__ADS_1


" Baiklah Tuan, silahkan coba cincin Ini, sepertinya ini Pas dengan jemari Nona " Penjaga itu memberikan Vino cincin sample .


" Baiklah , Aku akan mencobanya " Vino mengambil cincin itu .


" Apa aku boleh memegang tanganmu Yaura ? Atau biar Kau saja yang memasangnya ? " tanya Vino .


" Biar Aku saja Vin " Yaura tersenyum seraya mengambil cincin dari tangan Vino dan memasangnya di Jemari Manisnya.


Cincin sample itu begitu pas di jemari Yaura , Vino pun terlihat senang .


" Tidak sia-sia aku memanggilmu Yaura " Vino meraih tangan Yaura , dan mengamati cincin yang melingkar di jemarinya.


" Ini juga sangat indah desainnya .. Apa kau sudah cukup memandangi cincinnya Vin ? Boleh aku melepas tanganku ? " Yaura sedikit tidak nyaman tangannya dipegang oleh Vino .


" Ohh .. Sudah " Vino segera melepaskan tangannya .


" Maaf Yaura, Aku terlalu bersemangat " Vino tersenyum lebar .


" Iyah Vin, tidak apa-apa . Ini Cincinnya, Vin .. Aku pamit dulu yah, Aku harus menemui seseorang " Yaura melepas cincin sample dari jemarinya dan memberikannya kepada Vino .


" Kau mau pergi kemana? Kau selalu berjalan kaki, Aku bisa mengantarmu jika kau mau , anggap saja sebagai bentuk terima kasihku "


" Tidak usah Vin, Aku sudah memesan taksi " Yaura tersenyum tipis.


....


Melihat Vino memegang tangan Yaura dan Melihat Yaura melingkarkan sebuah cincin di jemarinya , membuat Evelyn benar-benar ingin meledak, wajahnya menunjukkan kemarahan dan kekesalan , Namun Ia sadar, rencana yang sudah Ia buat lebih menarik dibanding langsung melabrak Vino & Yaura.


Demikian dengan Ken, Ia mengepalkan tangannya, Wajahnya menunjukkan sebuah amarah yang besar , Rasanya ia ingin sekali menghabisi Vino dan Wanita itu karena telah membuat nyawa Adiknya hampir melayang.


" Aku tidak bisa menahan diriku lagi Evelyn . Aku akan menemui Vino " Ken hendak membuka pintu mobil dengan raut wajah penuh kemarahan, matanya menyorot tajam .


" Kakak ! Jangan ! Tenanglah .. Aku mohon kakak, jangan melukai Vino " Evelyn mencegah kakaknya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Tenang ? melihat Kau diperlakukan seperti ini kau menyuruhku tenang Evelyn ? Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu " ujar Ken , ia menatap Evelyn dengan tatapan dalam .


" Jangan memperkeruh suasana Kak, Aku mohon tenanglah " lirih Evelyn .


" Tapi Evelyn Kau .... " Ken tidak melanjutkan perkataannya . Ia tak sengaja melihat ke Arah Toko, seseorang keluar dari toko itu .


" Aku seperti mengenalinya " Ken memfokuskan pandangannya pada wanita itu ,


Dan ..


Yaura melangkah keluar dari Toko, Rambut yang panjang , wajah yang cantik, tas selempang berwarna hitam . Yaura menengok ke kanan dan kiri untuk mencari taksi .


Mata Ken terbelak dan membulat sempurna .


" Dia ? Jadi Dialah perusak hubungan Evelyn " gumam Ken seakan tak percaya .


" Sial ! Tidak hanya seorang ******* . Ternyata dia juga pandai dalam memikat seseorang " Ken memukul stir mobil , Membuat Evelyn dan Bianca cemas .


" Mereka berdua benar-benar Brengsek ! " Ken kembali memukul stir Mobil dengan wajah frustasi .


" Ken.. Tenanglah.. Ini masih bisa diatasi " Bianca mencoba menenangkan Ken .


" Kakak benar-benar marah, Ini bahaya.. Aku takut dia benar-benar menyakiti Vino " gumam Evelyn, wajahnya terlihat cemas melihat kemarahan Kakaknya.


" Kak Ken .. Vino orang baik, tetapi wanita itulah yang tidak Baik , dia selalu merayu Vino " Lirih Evelyn .


" Jika Vino adalah Orang baik dia tidak mungkin berbuat ini kepadamu ! Dan Wanita itu , Dia memang seorang ******* ! " Ken meninggikan nada suaranya.


" ******* ? Kau mengenalnya ? " Tanya Bianca .


" Aku pernah menabraknya , dan juga pernah bertemu dengannya " Ken menghela nafas mencoba menenangkan diri .


" Kakak mengenalnya ? ******* ? .. Ya Tuhan, Wanita rendahan sekali dia " ejek Evelyn .


Tak menjawab pertanyaan Evelyn , Ken melajukan mobilnya .


" Mau kemana Kak ? "


" Mengikutinya , Bukankah Kau ingin aku menikahi dia ? Aku tidak tahu identitasnya dan ada sesuatu yang harus diselesaikan dengannya " Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi , raut wajahnya masih menunjukkan amarahnya.


" Yaura . Namanya adalah Yaura " ujar Evelyn.


Mendengar namanya , membuat Ken terkejut.


" Yaura ? " Ken mengulangi perkataan Evelyn.


Butuh saran dan kritik

__ADS_1


__ADS_2