Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
BOX itu? apa Aku pernah melihatnya?


__ADS_3

Kekesalannya kini berubah menjadi tawa, Ia terus menggelitiki Ken tanpa henti, dan sebaliknya. Mereka berdua kini seperti anak kecil yang tertawa ria di Ranjang.


" Ahhhhhh Sayang hentikan !!!! Geli !!!! " tawa Ken sambil mencoba menghentikan aksi Istrinya.


" Kau sangat pandai menggombal, rasakan.. pasti banyak Wanita di luar sana yang Kau gombali.. " ucap Yaura, tangannya terus menggelitiki perut Six Pack Ken.


Ken tertawa geli, dan bahagia melihat Yaura terus tersenyum dan tertawa lepas.


" Ini yang Aku inginkan setiap hari, yaitu senyum dan tawamu Yaura.. " lirih Ken dalam hati.


Greppp Ia menarik tubuh Sang Istri kedalam pelukannya.


" Mendengarmu tertawa, seperti mendengar suara Hantu Kuntilanak, menyeramkan ! " usil Ken seraya menciumi kepala Istrinya dengan kasih sayang.


" Sembarangan ! " ketus Yaura sembari melukiskan senyum manis di bibirnya, tangannya kini melingkar di pinggang Sang Suami.


Masih banyak kerjaan, tapi rasanya Ken begitu enggan beranjak dari Ranjang dan jauh dari Istrinya.


Tiba-tiba trininggggg ponsel Ken berdering


Psikiater


" Halo Dok.. " jawab Ken sambil menaruh ponselnya di telinga.


" Tuan Ken, Saya sudah di depan gerbang. Namun, Para Pengawal tidak mengizinkan Saya masuk.. " ucap Dokter Psikiater yang merasa kesulitan masuk ke Rumah Ken, karena memang Pengamanan menjadi sangat ketat setelah Tragedi Yaura.


" Baiklah Dok, tunggu sebentar. " Ken mematikan sambungan telefon, lalu menghubungi Pak Tio untuk mengizinkan Dokter masuk.


Yaura melepaskan diri dan bangun, tatapannya kembali lemah.


" Psikiater? untuk siapa? " tanya Yaura yang sempat melihat screen ponsel.


Ken bangun dan menggenggam tangan Istrinya,


" Untukmu... "


" Depresi, Trauma, dan rasa Panik yang Kau derita selama ini tidak diobati sama sekali, Kau hanya melawan,menekan, dan berusaha kuat. benar kan? " tanya Ken,Ia teringat cerita Pak Agus tentang masa lalu Yaura yang sangat depresi namun tidak pernah mau diobati sama sekali.


Yaura menundukkan pandangannya,


" Iyah..tapi Aku tidak mau berurusan dengan Psikiater, Aku sudah membaik saat ini. " Yaura menolak saran Ken yang menginginkan kesembuhan mentalnya.


" Kau belum membaik, tatapan matamu masih sering kosong dan melamun. Jangan menolak, Aku mohon.. " Ken mengelus pipi Yaura dengan lembut, lalu menatapnya dalam.


Yaura diam sejenak, dan merasa ketakutan jika berhadapan dengan Psikiater.


" Aku tidak ingin Psikiater menceritakan kondisiku yang sebenarnya, itu lebih membuatku ketakutan dan semakin membuatku Depresi. Mengertilah.. " lirih Yaura.


" Itu lebih baik daripada Rasa Depresi yang Kau alami terus bersemayam didalam tubuhmu,Sayang.. " jawab Ken, Ia faham saat melihat kecemasan dari wajah Wanita yang sangat dicintainya tersebut.


RUANG PRIBADI


Sebuah Ruangan dengan tembok kaca yang menghadap langsung ke Taman Bunga belakang Rumah membuat Pemandangannya semakin indah. Iyah, itulah Ruangan yang dipilih Ken untuk pengobatan mental Sang Istri.


Meskipun menolak, namun Ken berhasil membujuk Yaura.kini keduanya sudah berpakaian lengkap dan menunggu Dokter di Ruangan.


Tokk tok tokk Dokter mengetuk pintu yang langsung dibukakan oleh Ken.


Dokter pun melemparkan senyum manis kepada mereka,


" Senang bisa bertemu denganmu secara langsung Tuan Ken, Nona Lee mengirimku kesini. " sapa Dokter yang berumur 35 Tahunan itu.


Ken melemparkan senyum sebagai sapaan,lalu mempersilahkan Dokter masuk.


Yaura membalikkan badan dan bertatapan langsung dengan Sang Dokter.


Menyadari bahwa yang ada di hadapannya adalah Nona Yaura selaku Pemilik dari G&D International Group, tempat dimana Dia akan bekerja untuk G&D Hospital,


" Salam Nona Yaura.. " sapa Dokter sembari membungkukkan sedikit badannya.


Yaura tersenyum tipis sebagai balasan.


Tak membuang waktu, Ken langsung menyuruh Dokter untuk memeriksa dan mengobati kondisi mental Istrinya. karena jujur saja, Ken masih sangat takut dan khawatir dengan kejiwaan Sang Istri, Ia sangat ingat bagaimana Yaura mencoba bunuh diri didepan matanya sendiri. Ditambah dengan kenyataan bahwa Yaura tidak pernah dibawa ke Psikiater selama ini.


Pertama kali melihat tatapan mata Yaura, Dokter langsung faham,


" Tatapan matanya sangat kosong dan hambar. " lirih Dokter dalam hati. Ia menyuruh Yaura untuk duduk disebuah kursi dan sedikit berbasa-basi lebih dulu sebagai pembuka.


Ken duduk disebelah Sang Istri, dan menggenggam tangannya.


15 menit mengobrol, Dokter hanya mendapatkan jawaban singkat dan padat dari Yaura, tidak seperti kebanyakan orang yang lebih menghargai obrolan,berbeda dengannya yang terkesan APASIF. Dokter pun langsung faham bahwa Yaura memiliki sifat tertutup,tidak berekspresi dan kaku.


" Saya sudah mengetahui tentang Nona dari media termasuk kehidupan Nona. Dan, Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang itu,tolong jawab jujur Nona.. " tutur Dokter sambil melebarkan senyum.


" Baik,Dok. " singkat Yaura.


" Apa selama ini Nona mengonsumsi obat Depresi? "tanya Dokter.


Deg !!! Yaura tersentak mendengar pertanyaan itu,seketika Ia kembali mengingat Kisah Kelam hidupnya. Namun demi Ken dan Janjinya pada diri sendiri, Yaura mencoba biasa saja tidak sedih atau berkaca.


" Tidak,Dok. "


" Nark*ba? s*bu? ekst*si? " tanya Dokter kembali.


" Aku sama sekali tidak berfikir kesitu dan tidak mengonsumsi apapun. " jawab Yaura.


" Apa Nona bercerita kepada Keluarga,sahabat, rekan kerja atau Suami tentang masalah Nona ? ".


Yaura menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Ken terdiam, Ia sangat ingat Yaura sama sekali tidak pernah bercerita apapun.


" Jadi Nona hanya diam? " tanya Dokter.


" Iyah, Aku hanya diam. Tidak bercerita kepada siapapun. " Yaura meremas tangan Ken, Ia sangat ingat bagaimana Helena menembaknya.


" Nona menyimpan dan menahan semuanya sendiri ? Jika iyah, apakah Nona menangis sebagai pelampiasan? ".


" Iyah,Aku menahan semuanya sendiri. Menangis? sepertinya Aku jarang menangis,dan lebih fokus ke pelatihanku dulu. " ujar Yaura.


Melihat kejujuran dari mata Yaura dan cara bicaranya,membuat Dokter membulatkan kedua mata.


" Baiklah Nona, sekarang, Saya akan memberikan beberapa soal kepada Nona yang harus dikerjakan, jawabannya adalah sesuai yang hati Nona inginkan. dan juga kertas putih kosong ini, Nona harus menggambarnya sesuai imajinasi Hati dan Fikiran Nona. " tutur Dokter seraya meletakkan beberapa lembar kertas soal tentang Psikolog.


Yaura menganggukkan kepala sebagai jawaban. Butuh ketenangan, Dokter menyuruh Ken untuk meninggalkan Istrinya sendirian. Mereka kini melangkah keluar.


***************


Kabar Yaura masih hidup menjadi pemberitaan utama oleh Media. ditambah pernyataan Yaura yang membuat Publik semakin tercengang adalah G&D akan membangun Jet Tempur yang merupakan Bisnis Elite Kalangan Atas. Hal itu menjadi santapan yang lezat untuk Para Pengusaha untuk berlomba-lomba mendekati Yaura dan Ken yang merupakan Pasangan Konglomerat.


KANTOR NIS


Mendengar Yaura masih hidup, membuat Alfin dan Lisya dicecar banyak pertanyaan oleh Para Agent NIS yang merindukan Yaura dan ingin menemuinya. karena merekalah yang menghadiri acara Pembukaan G&D,


" Ayo Kak Alfin,Lisya.. cepat telfon Yaura,Kami merindukannya.. " rengek Agent NIS sambil menatap bergantian Alfin dan Lisya yang sedang berdiri di lapangan tembak.


" Yaura tidak akan bisa dihubungi dan Suaminya tidak akan mengizinkan Yaura untuk ditemui oleh siapapun karena masalah keamanan. dan sadarlah, Yaura sekarang bukanlah MULAN ! tetapi Direktur Utama G&D , jadi jangan berharap kalian bisa menemuinya. " tegas Alfin dan berlalu pergi meninggalkan area latihan. Rasanya Ia tidak ingin dicecar banyak pertanyaan tentang Yaura.


Alfin pergi, giliran Lisya yang di datangi oleh Pak Wike, yang merupakan guru taekwondo NIS.


" Kau datang ke acara G&D dan bertemu dengan Yaura, apa Yaura baik-baik saja ? " tanya Pak Wike ,meskipun sudah melihat siaran dari televisi tentang G&D, namun rasanya tidak percaya. bagaimana tidak? menghilang 8 Bulan, dan terlihat baik-baik saja itu sangat mencurigakan.


" Iyah, Aku sudah bertemu dengan Yaura. Dia baik-baik saja,Pak. hanya saja, Aku merasa Yaura menjadi mudah cemas dan ketakutan ketika di keramaian. Dengan Kita saja yang hanya berjumlah sekitar Sepuluh Orang, Yaura nampak was-was dan panik, tidak seperti dulu." tutur Lisya yang sejak kemarin memperhatikan gerak-gerik Yaura.


" Mungkin Penghianat Orang terdekat membuat Yaura seperti itu. Kau bisa mengantarkan bapak kesana Lisya? sungguh Bapak sangat merindukan Yaura. " pinta Pak Wike.


" Aku bisa saja mengantarkan Bapak kesana, tetapi sangat mustahil bertemu dengan Yaura tanpa izin Ken,Suaminya. " ucap Lisya, Ia sangat ingat saat Ken mengatakan bahwa Yaura tidak akan bisa ditemui oleh orang luar.


Mendengarnya,membuat Pak Wike lesu.


" Sayang sekali,Lisya." hendak melangkah pergi, namun Lisya lebih dulu mencegahnya.


" Aku tahu Pak, Yaura adalah salah satu anak didik yang paling Kau sayangi, dan Dia juga pasti akan merindukanmu. Ini adalah nomor ponsel Ken yang Aku dapat dari Alfin." Lisya menunjukkan nomor ponsel Ken yang langsung dicatat oleh Pak Wike.


" Kau memang terbaik. terima kasih Lisya.. " senyum Pak Wike dan berlalu pergi.


Ruang Alfin


Masih ada kasus yang belum diselesaikan, Lisya pun mendatangi Ruangan Alfin. Ia mengetuk pintu,


" Apa Aku boleh masuk? " tanya Lisya to the point,sekarang Ia tidak setakut dulu dengan Alfin.


" Masuklah." saut Alfin dari dalam.


Lisya pun melangkah masuk, disana Ia melihat Alfin sedang melonggarkan dasinya.


' Damn ! Sexy Boy ! Wanita mana yang tidak akan ngiler melihat Pria melonggarkan dasinya dengan begitu menggoda.



" Mengagumkan. " puji Lisya dalam hati seraya mendaratkan bokongnya di kursi putar.


" Aku sudah menganalisa semua barang bukti Target, jadi.. tinggal strategi penangkapannya saja. " tutur Lisya, tangannya mulai menyibakkan satu persatu lembar dokument yang Ia bawa.


Tak banyak berkata, Alfin pun membaca dan meneliti dokument itu dengan begitu jeli.


" Kita akan menjalin kerja sama dengan David,dan melakukan penangkapan dengannya. Persiapkan dirimu dengan baik, Kau akan menghadapi komplotan Mafia Brutal. Tembakanmu masih meleset dan pengetahuan tentang BOM masih minim, Aku tidak mau ada Agent NIS atau Tentara mati di medan perang ! " tegas Alfin, tatapan matanya seakan menerkam Wanita yang ada dihadapannya.


Sadar dan faham ini sebuah sindiran,membuat Lisya menundukkan pandangannya.


" Tentu akan berlatih dengan keras, Aku tidak mau merepotkanmu atau Agent lain. Aku permisi.. " lirih Lisya, hendak melangkah..


" Aku akan menjemputmu nanti malam." ucap Alfin yang menghentikan langkah kaki Wanita yang ada dihadapannya.


" Kemana? " Lisya berbalik badan, wajahnya begitu berseri dan menyangka bahwa Alfin mengajaknya berkencan.


" Kemana lagi jika bukan ke Rumah Yaura? Atribut dan beberapa dokument penting milik Yaura masih tertinggal di NIS. Jika sendirian kesana,Aku takut menimbulkan salah faham, jadi Aku mengajakmu. " tutur Alfin,Ia sebenarnya agak malu mengatakannya.


" Baiklah,Aku permisi. " Lisya melangkah keluar dengan senyum manis menghiasi bibir sexy nya.


Tukkk tukkk tukkk bunyi hentakan higheels dengan lantai


" Meskipun karena Yaura, tapi setidaknya Aku sangat bahagia, Alfin berani mengajak dan menjemputku.. Astagaaaa ini sangat membahagiakan.. " sorak Lisya dalam hati.


******************


CAMP. MILITER


Sama halnya seperti Alfin, David yang sedang duduk di Kantor Militer pun merasa galau, dengan siapa Ia harus datang ke Rumah Yaura.


" Jika datang sendiri.. Aku sangat malu, dan tidak enak hati dengan Ken. lalu menyangka diriku sebagai Pria Brengsek yang masih mengharapkan Istrinya. " lirih David seraya memutar-mutarkan pistol yang ada ditangannya.


" Jika bukan karena keamanan, mungkin Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengantarkan Tag Dog dan Dokument milik Yaura. " sambung David,Ia menggigit bibirnya bawahnya dengan begitu gemas.


Tiba-tiba senyum manis Dokter Lee terlintas di kepalanya.


" Nona Lee? Iyah,Dia sangat dekat Ken dan Yaura. Aku harus meminta bantuannya. " David tersenyum dan meletakkan pistolnya ke meja. Setelahnya,Ia pun mengeluarkan ponsel dari saku seragam tentaranya.


Stephanie Lee


Tuttttt bunyi nada sambung


Nona Lee yang sedang berada di Lift dalam Rumah Sakitnya pun segera mengangkat panggilan dari David.


" Halo,David. " jawab Nona Lee, senyum manis terlukis hingga menampakkan lesung pipitnya.


" Maaf mengganggumu,Lee. Apa Kau nanti malam ada acara? " tanya David dari balik telefon.


" Sebenarnya nanti malam Aku ingin menemui Yaura".


Kesempatan !


" Mmmm sebenarnya Aku juga ada urusan dengan Yaura, Kau bisa bareng denganku nanti malam? Aku akan menjemputmu nanti... " tutur David.


" Mmmmmmm baiklah, Aku akan menunggumu. " jawab Nona Lee, Ia merasa itu ide bagus.

__ADS_1


Mereka pun mengakhiri pembicaraan singkat.


David tersenyum dan bernafas lega,


" Beruntung Nona Lee tidak menolak. " senyum David.


*****************


RUMAH YAURA


Karena Yaura dan Ken sedang pergi, Anin pun sendirian di Istana tersebut. Ia memang sengaja menyendiri tidak ingin diganggu siapapun.


" Cinta Ken begitu besar kepada Yaura, dan itu nyata. adakah Pria seperti Ken di luar sana? yang mau berkorban dan menerima kekurangan pasangannya? " Anin berdiri di balkon, tatapannya begitu sayu, matanya berkaca. Ia kembali mengingat masa lalunya yang tidak mulus, dihianati oleh Cinta Pertama padahal sudah mengorbankan segalanya itu sangat menyakitkan.


Wajah David dan senyumnya tiba-tiba terlintas di fikiran Anin.


" Apa karena wajahku tidak cantik, jadi tidak ada Pria diluar sana yang melirikku? " tanya Anin dalam hati, seraya memegangi wajah cantiknya yang menurutnya aneh.


" Iyah, Pria zaman sekarang hanya memandang kecantikan dan tidak mau menerima kekurangan. " sambung Anin, air mata tiba-tiba menetes dan membasahi pipi ranumnya.


Tukk tukkk tukk tukk hentakan pantofel dengan lantai membuat Anin segera menghapus air matanya.


" Anin.. apa Kau melihat Ken dan Yaura? ponselnya tidak bisa dihubungi, Aku sudah mencarinya disini tetapi tidak ada. Ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani sekarang.." ucap Kevin yang sedang tergesa-gesa.


" Ken membawa Yaura untuk berkunjung ke Rumahnya, Aku juga tidak tahu kapan mereka akan kembali. " jawab Anin seraya menatap Kevin dan memberinya senyuman tipis.


Deggg !!! Kevin menyipitkan kedua matanya dan menatap lekat wajah Wanita yang ada dihadapannya itu.


" Kau menangis? " tanya Kevin dan melangkah mendekat.


" Tidak Vin, Aku tidak menangis. " Anin menggelengkan kepalanya dan bertingkah baik-baik saja.


" Jangan berbohong.. Kau kenapa? " tanya Kevin dengan lembut. Jarak keduanya sangat dekat.


" Sungguh Aku tidak berbohong,Vin. Baiklah Aku permisi dulu.. " Anin melangkah meninggalkan Kevin begitu saja.


Deggg !!! Kevin masih mematung dan memikirkan hal apa yang membuat Anin menangis.


" Kenapa Anin sebenarnya? " tanyanya dalam hati. Jujur, Kevin ikut merasa kepikiran jika melihat Anin murung ataupun menangis.


**************


RUMAH KEN


8 bulan berlalu, semuanya telah terselesaikan. Hingga Ayah dan Ibunya pun kini menekam di penjara.


Evelyn sedang duduk di tepi Ranjang seraya memandangi fotonya dengan Sang Kekasih,yaitu Vino. Matanya berkaca,


" Sepertinya status Kita selamanya adalah hanya KEKASIH, bukan tunangan ataupun Istri. Aku harap Kau tetap mencintaiku Vin dan rela menunggu Yaura untuk membebaskan Ibu dan Ayah agar Kita bisa bertunangan lalu menikah. " lirih Evelyn, tangannya mengelus lembut bingkai tersebut.


" Jujur, Aku lebih ikhlas jika Yaura membunuh Ayah dan Ibu,daripada digantung seperti ini. Aku tidak mungkin tega bertunangan ataupun menikah tanpa kehadiran Orang Tua ku sedangkan mereka masih ada. Aku ingin kedua orangtua ku bebas secara murni, hingga saat mereka hadir itu tidak ada SWATT atau Polisi yang menjaga mereka, rasanya sangat menyakitkan dihari kebahagiaan. "


Terbayang kenyataan bahwa Reino dan Hilya adalah dalang pembunuhan berencana.


" Aku pernah membuat kesalahan kepada Yaura,dan tidak akan Aku ulangi lagi . Aku tidak ingin masa depan ku ikut TERKUTUK karena dosa kedua orang tua yang tidak berperasaan itu ! AKU AKAN MENIKAH JIKA MEREKA MATI, ATAU BEBAS SECARA MURNI ! AKU TIDAK SUDI, HARI PERNIKAHAN KU NANTI DI KOTORI OLEH DOSA YANG BELUM TERBAYAR ! " sumpah Evelyn, air mata menetes deras. Antara rasa rindu, kebencian, rasa tidak terima dan kacau bercampur menjadi satu.Kelanjutan hubungannya dengan Vino terancam karena kejahatan orang tuanya.


Ruangan Pribadi


1 Jam lebih Yaura ditinggalkan sendirian untuk mengerjakan soal, akhirnya Ken dan Dokter kembali masuk.


Yaura langsung menutup jawaban dan hasil yang Ia gambar.


" Minumlah.. ini Aku buatkan spesial untukmu.." Ken tersenyum sembari membawakan segelas Jus Alpukat untuk Istrinya.


" Benarkah? pasti Robin atau Bibi Ratih yang membuatnya.. " Yaura tersenyum, Ia mengambil alih Jus tersebut lalu meminumnya perlahan.


Dokter yang sudah mengambil kertas itupun langsung memeriksanyanya di pojok sana.


" Bagaimana? ".


" Sangat menyegarkan, namun ini terlalu manis." jawab Yaura.


" Kau meminumnya seraya melihat wajahku, jadi manis. " senyum Ken dengan begitu percaya dirinya.


" Anda terlalu percaya diri,Tuan Ken. " senyum Yaura.


Degg !!!! Mata Dokter berkaca, matanya membulat sempurna, tangannya gemetar.


" Ya Tuhan, selama Aku menangani pasien yang mengalami gangguan mental, tapi Aku tidak pernah menemukan gangguan kejiwaan seseorang parah seperti ini. " ucapnya dengan terbatah.


Tak berselang lama, Dokter pun kembali mendudukkan tubuhnya di kursi. sejenak, Ia menatap lekat wajah cantik Yaura.


"Nona, Saya akan memberikan soal terakhir yang harus dijawab langsung oleh Nona. Jawablah dengan cepat dan spontan. " tutur Dokter itu.


" Dan.. Tuan Ken, Tuan juga akan ikut menjawabnya, jadi bersiaplah. " sambungnya.


Melihat wajah Dokter tegang dan serius,membuat Ken dan Yaura ikut terbawa suasana.


" Iyah,Dok " lirih Yaura, Ia mengamati gerak-gerik Sang Dokter.


Kisah


" Ini adalah suatu kisah di sebuah Istana megah yang diisi oleh Dua putri cantik, yaitu Elga dan Elfa. Mereka adalah Kakak beradik. Suatu hari, mereka menghadiri Pemakaman Kedua Orang Tuanya yang meninggal karena perang. "


" Elga dan Elfa sangat sedih dan terpukul, mereka menangis tiada henti. Tidak sengaja, seorang Pangeran yang bernama Alfredo muncul lalu menghibur mereka. "


" Sejak saat itu, Pangeran Alfredo berteman dekat dengan Putri. Berbulan-bulan kenal, pada akhirnya Pangeran Alfredo menjalin hubungan dengan Putri Elga. Hubungan mereka sangat romantis dan berjalan mulus. Rasa sedih ditinggal oleh orang tua itu lenyap seketika saat Pangeran Alfredo datang ke kehidupan Elga yang membuatnya bahagia. begitupun dengan Elfa, yang ikut bahagia melihat Kakaknya bahagia."


" Takdir berkata lain, Empat Bulan menjalin hubungan, ternyata Pangeran Alfredo menyelingkuhi Elga dengan Orang Lain yang tidak di ketahui identitasnya dan pergi entah kemana. Saat itu juga, Elga merasa sangat terpukul dan depresi karena diselingkuhi. Berhari-hari, Ia terus mengurung diri. "


" Hal yang mengejutkan kembali datang, ternyata Putri Elfa terbunuh mengenaskan dengan berbagai sayatan pisau."


" SIAPAKAH YANG MEMBUNUHNYA? " tanya Dokter seraya menatap ke arah Ken dan Yaura bergantian.


" Aku rasa,yang membunuhnya adalah Pangeran Alfredo,karena Ia masih punya dendam dengan Elga, yang mungkin pernah berbuat salah kepadanya.hingga akhirnya, Alfredo memutuskan untuk kembali dan membunuh Elfa, adiknya. Alasannya karena, Kita akan merasa lebih sakit kehilangan orang yang Kita sayangi. " jawab Ken.


Dokter mengalihkan pandangannya kepada Yaura.


" Yang membunuhnya adalah ELGA, kakaknya sendiri. Alasannya? tidak ada alasan selain kebahagiaan. " jawab Yaura dengan tatapannya yang dingin.


" Jawaban macam apa,mana mungkin kakak membunuh adik. Dasar Markonah tidak masuk akal ! " ujar Ken yang merasa jawaban Istrinya itu konyol.


" BENAR. jawabannya adalah ELGA yang membunuhnya. Jelaskan kenapa Elga setega itu membunuh Adik Kandungnya sendiri? " ujar Dokter yang membuat Ken syok.


" Sangat tidak masuk akal jika Elga yang melakukannya." timpal Ken.


" Mmmm baiklah, jika Elga yang membunuh Alfredo mungkin alasannya itu ternyata selama ini Elfa lah yang menjadi selingkuhan dan merusak hubungannya dengan Sang Kekasih, hingga membuat Elga kecewa dan Hilaf. " jawab Ken dengan mantap.


Yaura diam,dan


" Alasannya adalah Elga berharap menemukan Alfredo dan kebahagaiannya kembali seperti semula dengan membunuh ELFA. Elga berfikir dengan datang ke PEMAKAMAN ELFA, Ia akan kembali menemukan kekasihnya disana. karena mereka pertama kali bertemu di Pemakaman, pada akhirnya Elga beranggapan bahwa Pemakaman seseorang adalah sumber kebahagiaannya. " jawab Yaura.



Deggg !!! Tangan Dokter gemetar. begitupun dengan Ken, wajahnya menjadi serius, Ia tidak menyangka bagaimana Yaura bisa berfikir seperti itu.


" Nona... jawaban Nona sangat benar.. " lirih Dokter.


Mengetahui bahwa Sang Dokter gemetar dan syok,


" Sayang, Kau bisa keluar sekarang. ada yang ingin Aku bicarakan dengan Dokter sebentar. " ujar Ken, Ia ingat bahwa Yaura tidak ingin mendengar diagnosa mentalnya.


" Baiklah, Aku permisi.. " Yaura menundukkan kepala dan melangkah meninggalkan mereka berdua.


Disaat Sang Istri sudah keluar,


" Ada apa ? " tanya Ken dengan mendesak.


" Lihatlah.. " ucap Dokter seraya menunjukkan hasil soal dan gambar Yaura.


" Dari soal ini, hanya ada satu yang manusiawi, selebihnya itu sangat tidak masuk akal oleh orang normal. Lihatlah ini,kebanyakan dari jawaban Nona Yaura adalah kekerasan dan penyiksaan. Dan disini,menunjukkan mental Nona Yaura sangat terpuruk " Dokter menunjuk satu persatu soal.


Degg !!! Ken melemas.


" Dan, ini adalah hasil gambar dari Nona Yaura tentang kehidupan. " Dokter menunjuk hasil karya Yaura yang penuh dengan teka-teki dan kekejaman.


" Nona menggambar seorang Wanita berambut panjang hidup di Goa sendirian tanpa siapapun. Goa itu sangat gelap tidak ada cahaya, Dia sering terjatuh ke jurang jika keluar, tersandung batu kerikil, nyawa terancam karena banyak binatang buas. Namun,tiba-tiba ada sebuah bayangan orang tua yang selalu mengikuti kemana Ia pergi. "


" Nona menggambar Wanita itu hidup di Kota, namun anehnya Dia semakin menderita, lihatlah Tuan Ken, tubuh Wanita ini penuh luka dan sayatan .. Dia juga berdiam diri di sebuah Ruangan dengan tembok yang penuh darah. Tangannya membawa pisau dan seutas tali. dan.. "


" AKU BENCI TERLAHIR SEBAGAI YAURA ! AKU INGIN MATI ! PALSU ! PENGHIANATAN ! PALSU ! DUNIA HANYA KEPALSUAN ! AKU BENCI DAN INGIN MATI ! " ucap Dokter yang membaca tulisan Yaura dengan aksara Hindi.


Deg !!!!! Ken semakin lemah, hatinya kembali sesak, matanya berkaca.


" Itu adalah arti gambar Istriku? " tanya Ken terbatah.


" Iyah Tuan. Gambar ini hanya dibuat oleh seseorang berdarah dingin,mentalnya sakit, depresi yang tidak bisa disembuhkan, dan rasa Trauma yang tak luput menghantui dari fikirannya. Aku sudah membaca sifat Nona Yaura yang sangat tertutup dan pendiam,tatapan kosong melambangkan keputusasaan dan menyerah. Ditambah fakta bahwa Nona tidak meminum obat Anti Depresi sama sekali itu menunjukkan betapa rapuh dan hancurnya mental Nona Yaura. DIAMNYA SESEORANG ITU MELAMBANGKAN RASA SAKIT YANG TIDAK BISA DI JABARKAN, RASA MUAK DAN TERTEKAN YANG TIDAK BISA DILAMPIASKAN. ITU LEBIH MEMBAHAYAKAN, DARIPADA ORANG YANG SERING MENANGIS DAN BERCERITA KEPADA ORANG LAIN. "


tutur Dokter.


Ken membatu.


" Jawaban Tuan Ken atas kisah tadi adalah jawaban ORANG NORMAL. dan jawaban Nona Yaura soal cerita tadi adalah menunjukkan dirinya memiliki kepribadian PSIKOPAT. " sambung Dokter.


Deg !!! Ken berdiri dan syok.


" Psikopat ? " ulang Ken.


" Iyah, Depresi Berat membuat jaringan otaknya tidak berfungsi normal, hatinya membeku,akal sehatnya hilang dan memiliki kepribadian menyeramkan,yaitu PSIKOPAT. "


" Buat Dia bahagia,Tuan Ken. Jangan pernah menanyakan tentang kisah kelam hidupnya lagi, sering-seringlah menemani Nona Yaura mengobrol dan berbagi rasa. Itu akan sedikit mengurangi Depresi.." tutur Dokter, Ia kemudian menyiapkan obat dan resep untuk Yaura.


Ken masih diam membatu.


" Ini obat dan resep untuk Nona Yaura, tolong diminum. Juga, Nona Yaura harus sering ke Psikiater untuk memperbaiki mentalnya. Aku pamit dulu,Tuan Ken." pamit Dokter.


" Psikopat? " Ken melemas, dan tidak menyangka bahwa dampak Tragedi itu membuat seorang Wanita Cantik yang lembut dan polos memiliki kepribadian Psikopat.


" Yaura.. " lirih Ken seraya mengingat sifat lembut Sang Istri, tutur katanya yang begitu halus nan pelan walaupun terkadang bernada tinggi, mata yang berbinar,wajah yang cantik, citra yang begitu polos dan lugu, itu semua menutupi kepribadian aslinya yaitu PSIKOPAT.


*


Ken menghampiri Sang Istri di Kamar Evelyn,terlihat Yaura sedang di pakaikan cat kuku oleh Adiknya.


Tidak ingin terlihat syok, Ken bersikap biasa saja. Di satu sisi juga, Ia merasa tidak menyangka bahwa Evelyn mengajak Yaura ke kamarnya.


" Kalian sedang apa ? " tanya Ken seraya berdiri di dekat Sang Istri dan mengelus lembut kepalanya.


" Menurut Kakak kami sedang apa? Panen padi? tidak mungkin kan? " celetuk Evelyn yang fokus mengecat kuku kakak iparnya.


Ckk !!! Ken kesal.


" Kau mau Kakak tabok?! " sentak Ken.


" Tabok saja jika berani. " saut Evelyn. dan


Tradaaaaaa cat kuku selesai.


" Wahhh Yaura, kukumu sangat cantik. Lihatlah, warnanya sangat indah.. " girang Evelyn yang dengan bangga memamerkan hasil karyanya.


Yaura mengamati satu persatu kukunya.


" Warnanya lucu.. terima kasih Evelyn. " senyum Yaura.


" Apa Kalian sudah selesai memuji cat kukunya? Baiklah, Ayo Kita pulang,Sayang.. " ajak Ken kepada Istrinya.


" Sekarang? " Yaura menyerit heran.


" Iyah sekarang, masa tahun depan." jawab Ken.


" Kakak curang ! baru saja berkunjung minta pulang, menginap disini saja,Kak.. Evelyn mohon.. " rengek Evelyn.


" Ini sudah sore, Evelyn.Lagipula Kakak juga akan main kesini lagi.." lirih Ken.


Memahami bahwa Yaura adalah kelemahan Kakaknya,

__ADS_1


" Yaura.. " Evelyn mencebikkan bibirnya sebagai permohonan.


" Kita pulang nanti saja,Ken. lagipula Evelyn sendirian, tunggu sampai Lolly pulang.. " lirih Yaura seraya menatap Suaminya dengan senyum tipis.


Ckk !!! Istri yang meminta, Ken pun terpaksa mengalah.


" Habis maghrib kita pulang. tidak ada penawaran ! "Ken melirik sinis ke arah Adiknya.


" Takut Istri yah? Kacian ! wleee !! " ledek Evelyn sambil menjulurkan lidahnya ke depan.


Yaura hanya melukiskan senyum melihat pemandangan Kakak Beradik ini.


Ken memutar bola matanya dan melangkah pergi.



" KAKAK !!! TUTUP PINTUNYA !!!! "


" AHHH DASAR MENYEBALKAN !!! " umpat Evelyn yang merasa kesal karena Ken tidak pernah menutup kembali pintu kamar jika keluar.


Terpaksa,Evelyn pun menutup pintunya sendiri sambil terus mengumpat dan menggerutu.


Setelahnya, Ia kembali melanjutkan obrolan dengan Yaura. mereka berdua kini terlihat sedikit akrab, Evelyn yang hobi bercerita membuat Yaura nyaman. Ia mulai belajar arti sosialisasi dan bergaul.


*******************


Matahari kini berganti bulan


MALAM HARI


Jam dinding menunjukkan pukul 18.30,membuat Ken segera keluar dari Ruangan Kerja Pribadi Ayahnya dulu, Ia membawa beberapa berkas didalam tas bening miliknya.


Tidak menemukan Sang Istri di kamar Evelyn,Ken pun melangkah ke kamarnya.


Kamar Ken


Terlihat Yaura mengemasi beberapa pakaiannya dulu yang belum sempat Ia bawa,serta pakaian Sang Suami yang sudah tertata rapi di dalam koper. Ia berjongkok dan menunduk,wajahnya tertutupi helaian rambutnya yang begitu lebat.


' Psikopat ' terus terngiang di kepala Ken, namun sebisa mungkin Ia menutupinya.


" Ayo Kita pulang.. Anin sendirian disana.. " lirih Ken yang membuat Yaura langsung berdiri.


" Kau darimana ? " tanya Yaura.


Mereka bertatapan, Ken mengulas senyum tipis di bibirnya yang sexy.


Brughhhh Ia melamparkan berkas ke ranjang, dan greppppp tangannya melingkar di pinggang Sang Istri lalu menghimpitnya.



" Dari Ruangan Bawah Tanah, kenapa memangnya? Kau tidak bisa jauh dariku? " goda Ken,tangannya mulai bergerak ke tengkuk Sang Istri.


" Sama sekali tidak. " singkat Yaura, entah apa yang Ia rasakan, yang pasti Ken selalu membawa kebahagiaan untuknya..


Gemasss,Ken memiringkan kepalanya dan


Kisssssssssssss Ia mendaratkan ciuman basah yang manis di bibir Istrinya. Ken mel*matnya dengan begitu lembut namun menggemaskan,permainan bibir dan lidahnya tidak bisa diragukan.


Yaura menyambut ciuman Sang Suami dengan senang hati, setiap decapan dan l*matan bibir Ken,Ia resapi dan nikmati.


Mengakhiri ciuman, Ken menggigit bibir bawah Istrinya diiringi senyum manis.


" Aaahhhhhhhh, kenapa Kau menggigitku lagi.. " protes Yaura.


" Tidak sengaja.. "senyum Ken dan melangkah mengambil kunci mobil yang ada di nakas.


" Tidak sengaja apanya? jelas-jelas sengaja. " lirih Yaura sambil menarik sudut bibirnya dan merasa gemas dengan kelakuan Sang Suami.


RUMAH YAURA


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mereka akhirnya sampai di Istana. Ken langsung turun dan membukakan pintu mobil Istrinya,


" Silahkan turun,Sayang. " Ken bertingkah layaknya seorang Bodyguard.


Yaura tersenyum dan melangkah turun. sementara Ken nampak menyuruh seorang Penjaga untuk membawakan koper ke atas.


Masuk ke dalam Rumah, maka yang dilihat adalah pemandangan Para Pelayan yang menundukkan badannya ketika Tuan dan Nonanya datang.


" Selamat malam,Tuan dan Nona. " sapa Pelayan.


Mereka berdua melukiskan senyum sebagai balasan lalu melanjutkan langkahnya ke kamar.


Kamar Yaura


Punya kebiasaan buruk, Ken sangat hobi melemparkan jas, dasi, gesper ke sembarang arah hingga berserakan ke lantai.


Mengantisipasi hal itu, Yaura langsung menadahkan tangannya hingga membuat Ken tersenyum.


" Apa? ".


" Minta uang ! " celetuk Yaura yang membuat Ken terbahak-bahak.


" Galak amat Bu mintanya😂 Anggun dikit,Sayang.. jangan seperti preman jalanan.. " tawa Ken yang melihat cara Yaura seperti preman jalanan yang begitu sangar.


" Sudah tahu minta pakaian kotor, masih nanya.." lirih Yaura yang membuat Ken semakin gemas.


" Ngomong donk.. " usil Ken.



*


Setelah semuanya mandi dan bersih, kini Ken mengajak Sang Istri untuk berkeliling rumah. Disela-sela itu, Ia menelfon Evelyn untuk membawakan sebuah BOX berwarna Grey yang ada di lemari kamar. BOX itu berisi beberapa catatan kerja terdahulu, flashdisk , dan berkas penting yang masih terpakai.


Ken dan Yaura menyusuri semua lorong Istana, setiap Ruangan tidak pernah dilewatkan. Mata Yaura menyapu bersih semua sudut ruangan, halaman, taman bunga, kolam renang , dan lainnya. Ia tidak pernah berhenti mengucap Syukur dan Rasa kagum.


Ken yang melihatnya pun tersenyum, dan merasa berhasil mengembalikan kehidupan Sang Istri walaupun tidak sepenuhnya.


" Ken, terima kasih banyak.. " ucap Yaura, matanya berkaca saat mengetahui bahwa Rumah itu benar-benar dibuat sama persis sedemikian rupa.


" Jangan mengucapkan terima kasih, cukup tersenyum dan bahagia.. itu lebih dari cukup.. " lirih Ken.


Tiba-tiba


Suara mesin mobil terdengar memarkir di Garasi. Dua mobil mewah nampak datang bersamaan. Siapa lagi jika bukan Alfin, David ,dan Lisya dan Dokter Lee.


Ken dan Yaura menghampiri mereka.


" Tepat sekali, baru saja Aku ingin menelfon Kalian datang. " sapa Ken kepada Alfin dan David.


Tosssa tosss tosss mereka melakukan toss sejenak.


Sementara Lisya dan Nona Lee sigap melangkah dan memeluk Yaura dengan erat, padahal kemarin baru saja bertemu.


" Kak Lee, Lisya, Ayo masuk.." senyum Yaura.


" Kau sendirian saja Yaura? maksudku, biasanya ada Lolly dan Anin.. " tanya Kak Lee.


" Lolly ke Kantor, dan Anin ada disini. " jawab Yaura seraya melihat Kak Lee dan Lisya bergantian.


" Wahhh.. bunganya masih segar tidak layu, Aku kira tadi bunga mainan.. " puji Lisya seraya memegang bunga segar yang masih menghiasi dekorasi ruangan.


" Aku kira juga begitu,Lisya. " jawab Yaura.


Belum ada 5 menit, giliran Alex, Lolly, Evelyn, Vino dan Kevin nampak berbarengan memarkirkan mobilnya di Garasi yang berukuran luas tersebut.


" Lex ! seperinya Kita akan pesta malam ini, lihatlah !! David dan Alfin juga kemari . " teriak Vino dengan antusias.


" Waktunya berpesta ! " suat Alex dan Kevin dengan semangat.


Mereka pun langsung masuk ke dalam dan melangkah ke Ruang Keluarga, melihat semuanya sudah berkumpul membuat Kevin girang.


" Curang nih , pasti sudah berpesta. " protes Kevin kepada David, Ken dan Alfin yang duduk di soffa ditemani beberapa botol Wine diatas meja.


" Curang matamu ! baru saja pelayan mengambilkan botol. " sergah Ken.


*


*


*


Para Pria nampak tertawa dan berpesta Wine disana, ditemani oleh Para Wanita yang tak mau kalah. Kecuali Yaura yang tidak ikut menikmati Wine, Ken melirik ke arah Sang Istri dan seketika ' Psikopat ' kembali terngiang di kepalanya.


Kevin menjadi biang rusuh karena obrolannya terkadang jorok, meskipun obrolan Bisnis lebih dominan. Alfin dan David mulai nyaman dengan gaya hidup Para WARGA SIPIL KONGLOMERAT yang bebas berekpresi tanpa canggung dan taat, Lolly yang terkadang menjadi Bullyan, Nona Lee yang menjadi Wanita Sexy nan Elegant yang menjadi Incaran Alex , Evelyn mengobrol dengan Yaura dan Lisya, lalu Pak Agus yang mendadak bergabung untuk menolak tua. Sementara Ken nampak cool dan kharismatik, Ia meminum sedikit Wine dari biasanya, fikirannya terus terfokus pada kesehatan mental Sang Istri.



Puas menghormati mereka, Yaura pamit sebentar untuk ke atas ,karena sebenarnya Ia merasa tidak nyaman dalam pesta atau perkumpulan.


" Yaura, Aku sudah membawa BOX yang diminta Kak Ken di sana, jika Kau naik ke atas ,sekalian saja bawa BOX itu ke kamar, Aku takut itu berkas penting." ujar Evelyn.


" Baiklah.." Yaura beranjak dan berlalu pergi.


Grepppp Ken menarik tangan Sang Istri, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Yaura. Ini dilakukan karena lagu Party yang Kevin putar itu sangat kencang dan berisik.


" Mau kemana? " bisik Ken.


" Aku merasa tidak nyaman, jadi keatas sebentar.. " lirih Yaura.


" Tidak apa-apa, Kau Istirahat saja, biar Aku yang menemani mereka. " ucap Ken.


" Aku akan kembali. " senyum Yaura dan melanjutkan langkahnya, Ia memang tidak enak hati jika tidak menemani Para Tamu.


Mereka meminum Wine tanpa henti,mengobrol ngalor ngidul, tertawa, dan cekikikan menjadi pemandangan indah malam ini.


Alfin dan David ikut menenggak Wine tanpa gelas,alias langsung dari botolnya. Sexy, Bad dan **** Boy kini menghiasi image mereka.


Anin memperhatikan David yang nampak begitu menggoda dengan kacing kameja yang sedikit terbuka,


" Apa David sudah punya kekasih? " tanyanya dalam hati. Ia melirik ke arah Nona Lee yang berada di samping David.


Gaya Nona Lee yang sangat kebarat-baratan dan berani terbuka membuat Siapapun akan terpana. Sexy namun berkelas? itulah Stephani Lee. Alex tak pernah berhenti menatapnya.


Sambil menyesapi secawan anggur merah, mata Ken menatap Alfin dan David bergantian. Ia kembali mengingat fakta bahwa mereka sangat mencintai Istrinya,Yaura. Cemburu? tentu Ia cemburu jika David atau Alfin dekat dengan Yaura. Namun disamping itu, Ia lebih mengingat jasa mereka dibading egois terhadap perasaan sendiri.


" Tanpa bantuan dari mereka, Yaura tidak akan hidup. " lirih Ken dalam hati. lagipula Ia melihat bahwa Alfin dan David adalah Pria baik yang tahu aturan, mereka sama sekali tidak menyentuh atau memeluk Yaura sembarangan ,hanya sekedar berjabat tangan saat pembukaan G&D. Tidak mengobrl dengan Sang Istri adalah bukti bahwa David dan Alfin mengetahui batas mereka. Hal inilah yang membuat Ken menjalin persahabatannya.


Kamar Yaura


Yaura masuk ke kamar sambil membawa BOX yang menurutnya tidak asing. Ia meletakkan BOX itu di Ranjang.


" Box ini.. apa Aku pernah melihatnya? " tanya Yaura dalam hati.


Yaura berfikir keras,matanya berkaca. Penasaran, Ia pun langsung membuka Box itu secara paksa.


Dan..


Degggg !!!!!!!! Yaura langsung meneteskan air mata saat melihat beberapa foto masa kecil dan kamera terpampang di hadapannya.


****************************


Jangan lupa like dan votenya yah


Saran dan Kritiknya juga jangan lupa ♥️


Maafin Aku up nya lama banget kayak kagak niat bikin Novel, tapi Aku niat kok beb 😭😭hanya saja waktunya. Lagipula udah wik wik, jadi ngga diburu rasa penasaran lagi ya kan😂😂🤣ini aku bagi Dua Bab karena reviewnya lama sekali.


Spoiler


" Jadi.. selama ini Kau adalah Ken, Teman masa kecil ku? " Yaura meneteskan air mata seraya memegang foto masa lalu.


" Disaat Kita kembali dipertemukan, namun takdir berkata lain. Dan Kita harus saling menodongkan senjata untuk membunuh satu sama lain, Kau adalah Yaura kecilku yang lembut dan polos, namun karena Ayahku, Kau menjadi seorang Wanita Psikopat yang akan membunuh siapapun yang menghalangimu. " lirih Ken, matanya memerah.


__ADS_1


__ADS_2