
Yaura mendudukkan tubuhnya dikursi putar.
" Ken tidak memegang Ponsel sejak kemarin, tadi malam juga Dia sepenuhnya denganku, Itu artinya Dia tidak memberi perintah kepada siapapun untuk membunuh . Berarti apa ada Orang Lain yang terlibat dalam Kematian Tim ku? " gumamnya dalam hati.
" Apa ada Orang Lain yang terlibat selain Dia? atau bagaimana? "
Yaura terus berfikir keras.
Tiba-tiba seorang staff penyidik NIS masuk dan menyuruhnya untuk mengantarkan berkas penting ke Ruangan Direktur Besar.
Ruangan Direktur Besar NIS
Tidak pergi ke Louis atau Dynamic, Ken justru mendatangi Kantor NIS untuk melaporkan kejadian yang menimpa Hotel Louis . Dia hanya mengatakan bahwa bagaimana bisa NIS terlibat dalam kegaduhan dan menyalahi prosedur yang telah disepakati.
" Kami tahu bahwa NIS sedang ada pengintaian di Hotel, tetapi rasanya sangat aneh kenapa Kalian bisa ceroboh itu? seseorang telah menyelinap dan menggunakan Identitas NIS kalian, bukankah ini sangat lucu jika NIS bisa dikelabui oleh orang lain?" sindir Ken seraya menarik sudut bibirnya.
" Tenanglah,Tuan Ken. Kami sedang menyelidiki semuanya sekarang, dan akan segera dibuktikan bahwa Orang Lain yang membuat kegaduhan di Hotel Tuan bukanlah dari NIS " ucap Juru Bicara NIS sambil melebarkan senyum di bibirnya.
Ken terus mendesak NIS untuk menemukan bukti kuat bahwa Mereka melakukan kecerobohan, dan membongkar Identitas dibalik kejadian yang hampir merenggut nyawanya waktu itu.
" Aku yakin NIS terlibat, dan juga Wanita itu.. Dia melakukan tembakan dengan sangat tepat, BOM dan beladiri yang Ia gunakan untuk mengalahkanku waktu itu .. Dia sangat terlatih dan licik, itu berarti apakah Wanita itu juga salah satu dari Mereka ( NIS ) ?" gumam Ken seraya mengingat kembali teknik pertahanan dan keahlian bersenjata Wanita yang selama ini mencelakainya. Kemudian mengalihkan pandangan ke Juru Bicara NIS, dan beranjak dari kursi putar yang Ia duduki.
Ken mendekatkan wajah tampannya ke telinga Juru Bicara NIS.
" Aku tahu NIS sangat melindungi Identitas Staff dan Anggota nya, tetapi ... Jika Aku membayarmu 5x lipat dari Gaji NIS apakah Kau mau membantuku? " bisik Ken dengan suara pelan namun penuh penekanan.
Mendengar ini membuat Juru Bicara NIS terkejut dan membatu, seketika jantungnya berdegub kencang, matanya terbelak sempurna seakan ingin loncat keluar
" A-a-apa ? 5x lipat ? "
" Iyah 5x lipat, tugasmu sangat mudah.. hanya memberitahu siapa anggota dari NIS yang melakukan penyelidikan di Hotel. " jawab Ken sambil tersenyum kecut, Ia tahu bahwa kelemahan Orang adalah uang. siapa yang memiliki banyak uang, Dia yang akan berkuasa. uang bisa membeli apapun termasuk sebuah Keadilan dan Kebenaran , tetapi tidak dengan kebahagiaan.
Juru Bicara terdiam dan dilema
" 5x lipat, itu berarti Tuan Ken akan membayarku dengan 5 Milyar untuk satu kali misi. Ya Tuhan ini sangat menggiurkan .. memang benar Para Pengusaha yang bergelimbang harta bisa melakukan apapun yang Dia mau, termasuk mencoba menyuap Staff NIS , Gila ! Tuan Ken sangat nekad " lirihnya dalam hati.
" Tuan Ken, Kau bisa dipidana karena mencoba menyuap Staff NIS. Kita adalah Badan Rahasia dan Abdi kepada Negara, mana mungkin Kita bisa membocorkan Identitas Anggota Kami yang sangat Kami jaga dan Lindungi, mereka adalah Garda terdepan Intelligent Negara , tidak bisa ditukar dengan Uang ! " tegas Juru Bicara NIS seraya menunjukkan jari telunjuknya ke wajah Ken.
" Benarkah Kalian sangat menjaga mereka? Baiklah, 10x lipat .. Apa Kau masih ingin menjaganya?" Ken tersenyum manis sambil menyingkirkan jari tersebut dari hadapan wajahnya.
DEGGGG 10 X Lipat !!!!!
" Louis kamar nomor 1243, besok malam Kita akan bertemu disana ." ucap Juru Bicara NIS dan segera membuang muka ke sembarang arah karena nampak malu sudah tergiur dengan tawaran yang Ken ajukan.
" Sudah kuduga, Kau mudah untuk dipengaruhi. Kau sangat tidak layak untuk bekerja di NIS ! " sindir Ken yang nampak sangat puas melihat seorang NIS melakukan penghianatan kepada Negaranya sendiri.
" Aku tidak bermaksud untuk apapun, hanya ingin mengetahui salah satu dari kalian. Jadi tenanglah, Ini bukan suatu kejahatan besar yang Kau lakukan kepada Negara ." sambungnya dan berlalu pergi dari hadapan Juru Bicara NIS, Ken membuka pintu lalu melangkah keluar meninggalkan Ruangan tersebut .
Koridor
Sesuai perintah Staff Penyidik, Yaura pergi ke Ruangan Direktur Besar . Ia berjalan santai menyusuri Koridor seraya membawa banyak sekali berkas di tangannya. tatapannya kosong dengan pandangan lurus , otaknya terus berfikir dan berusaha memecahkan masalah Internal dan Eksternal yang Ia hadapi.
Dari kejauhan, Ken berjalan dengan langkah cepat dan terburu-buru. terlihat Ia sedang menelfon seseorang.
Hentakan Highells Yaura dengan marmer beradu dengan hentakan Pantopel Ken . Mereka berjalan berhadapan, dan saling mendekat .
tkkkk tkkk tkkkkk suara hentakan
Setelah selesai menelfon seseorang, Ken mendongakkan wajahnya dan menatap lurus ke depan. Ia melihat seorang Wanita berambut panjang dari kejauhan dan mengamatinya,
" Sepertinya tidak asing.. " Ken menyipitkan kedua mata dan melangkah lebih lamban.
Jarak terlalu jauh hingga Ken tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Sementara Yaura terus melangkah kedepan tanpa kewaspadaan.
Semakin yakin mengenalnya,Ken pun kembali mempercepat langkahnya.
tkkkktlkkktlkk suara hentakan sepatu
__ADS_1
mendekat
mendekat
semakin mendekat
Meskipun nampak samar, tetapi Ken mengenal wajah dan bentuk tubuh wanita itu.
" Dia sangat mirip dengan Yaura.. " gumam Ken dalam hati.
Kemudian Ia berlari kecil menghampiri Wanita yang sedikit lagi hampir berada tepat di depannya .
Namun ....
Seorang Wanita berambut panjang menarik tubuh Yaura masuk ke sebuah Ruangan . seketika Itu juga Yaura menghilang dari pandangan Ken.
" Kemana Dia? " ucap Ken dan berhenti di sebuah Ruangan seraya menengok sana-sini untuk mencarinya. tiba-tiba pandangan Ken tertuju pada sebuah Ruangan yang pintunya nampak sedikit terbuka.
" Terbuka.. itu berarti Dia masuk kedalam sini." lirih Ken dan segera masuk ke Ruangan itu tanpa permisi.
Tampak seorang Staff berambut panjang kaget, Ia berdiri membelakangi Ken sambil menenteng beberapa berkas ditangannya.
Tanpa basa-basi Ken mendekati wanita itu dan menepuk pundaknya.
" Yaura ! "
Dannn
Wanita itu pun berbalik badan
" Iyah Tuan ? " jawab Wanita itu seraya melukiskan senyum di bibirnya.
Ken terkejut melihatnya, Ia sejenak terdiam.
" Apa namamu juga Yaura? " tanya Ken kembali seraya meyakinkan diri.
" Iyah Tuan, Saya adalah Staff Bagian Pemantauan. Apa ada yang perlu Saya bantu? "
" Tidak,terima kasih . Maaf sudah mengganggumu, Aku hanya salah orang tadi " lirih Ken sambil tersenyum tipis dan berlalu keluar.
Wanita itu tersenyum dan menundukkan kepalanya.
Setelah merasa Ken sudah menjauh dan tidak ada, Yaura yang sedari tadi bersembunyi di dalam Toilet pun keluar.
" Lisya.. apa Kau mengenalnya? Sepertinya Dia mencariku.." tanya Yaura yang merasa heran kenapa Temannya menyuruh dirinya untuk bersembunyi.
" Aku tidak mengenalnya, hanya saja Dia adalah salah satu Petinggi Hotel Dynamic atau Louis lupa, sekilas melihat pada saat Aku bertugas disana.. Kau tahu bukan bahwa ada masalah Internal di NIS, Aku takut Orang lain melihat wajahmu disaat Kau melakukan penyamaran Misi, Aku tidak ingin Penembak Utama seperti dirimu diketahui Identitasnya" tutur Lisya.
Yaura terdiam.
" Yang mengetahui namaku diantara mereka adalah Ken,Kevin ,Vino dan Alex. Apa Ken yang mencariku tadi? Suaranya sangat mirip dengannya ..Jika benar, itu berarti Ken yang mengajukan Tuntukan kepada NIS " gumamnya dalam hati.
" Lisya,Kau sangat baik dan pengertian. Aku sangat berterima kasih kepadamu " Yaura tersenyum dan memeluk Lisya. Kemudia Ia pamit untuk melanjutkan niat awalnya.
Setelah memberikan berkas dan melakukan laporan kepada Staff yang berada di Ruangan Direktur Besar, Yaura menghubungi Kak Alfin melalui earpiece, tidak jadi berlatih Ia justru mengajaknya..
" Aku tunggu di Kantin " ucapnya.
" Baiklah , Aku akan segera kesana " jawab Kak Alfin yang sedang mengotak-atik Komputer.
Kantin
Jam makan siang , saatnya bagi mereka untuk berkumpul dan menyapa satu sama lain. Disaat Anggota ataupun Staff NIS memilih untuk berkumpul, Yaura dan Kak Alfin memilih meja yang hanya bisa ditempati berdua. Hidangan makan siang pun sudah tertata rapi di meja.
Kak Alfin yang tampil dengan balutan Jas Hitam dan rambut yang tertata rapi membuatnya begitu tampan, Ini pertama kalinya Dia makan dengan seorang Yaura , Wanita yang selalu bertentangan dengannya. Meskipun berusaha untuk tidak menatapnya, namun kedua manik matanya tak bisa berhenti menatap Wanita yang berada di hadapannya.
" Aku merasa seperti Pecundang. berani menatap Istri orang lain. " umpat Alfin dalam hati dan membuang pandangannya ke sembarang arah.
Tak menggubris atau menatap Alfin, Yaura hanya cuek dan fokus dengan makanannya.
__ADS_1
" Aku sudah mengirimkan rincian bukti penting untuk Misi Kita, analisis dan segera kirimkan garis besar Kasus itu malam ini juga " ucap Alfin yang berusaha berbasa- basi dengan Partnernya.
Yaura menghentikan aktifitasnya, dan menatap Alfin.
" Karena sudah menjadi Sub-Unit denganmu, jadi saat ini Aku tidak menggunakan bahasa formal lagi untuk memanggilmu. Sesuai perintah Aku akan mengirimkan analisisnya nanti malam. " jawab Yaura tanpa senyum sedikitpun, Ia hanya memasang wajah datar.
" Formal atau informal, untukmu itu tidak ada bedanya " lirih Alfin yang kemudian pandangan matanya terarah pada scraf yang menyantel di leher Yaura.
" Apa Dia sedang sakit? " gumamnya dalam hati.
Tak ingin membuang waktu,
" Kau sudah berjanji kepadaku untuk memberitahu siapa yang menuntut NIS, jadi beritahu sekarang."ucap Yaura.
" Aku tidak berjanji denganmu. Kenapa perlu menagih seperti itu? "
Mendengar ini,membuat Yaura mengalihkan pandangannya.
" Baiklah, tidak masalah . Aku sudah banyak berterima kasih karena Kau sudah membantuku tadi. "
" Kau bermasalah dengan Louis? " tanya Kak Alfin tiba-tiba.
" Tidak.. " singkat Yaura.
" Jangan membohongiku , Kau bermasalah dengan mereka bukan? "
" Jika Aku terus mengelak , Kak Alfin akan terus bertanya dan menyelidikiku diam-diam " gumam Yaura dalam hati.
" Tidak perlu menyebar tentang ini. Iyah, Aku bermasalah dengan mereka dan melakukannya diam-diam. kasus ini sangat Privasi,Aku tidak ingin orang lain yang menyelidikinya, yang Aku inginkan adalah menangani kasusku sendiri " lirih Yaura seakan memberi peringatan kepada Kak Alfin untuk tidak ikut campur dan menyelidiki tentang kasusnya.
Kak Alfin tersenyum tipis.
" Kau menyindirku secara halus. Baiklah, Aku tidak akan ikut campur denganmu, tapi ingat .. Ketika Kau membuat satu kesalahan lagi dan itu terdengar sampai telinga Direktur Besar, Aku tidak menjamin statusmu nanti ."
Yaura menganggukkan kepalanya.
dan...
" Kendrick Rafandra Bachtiar, Dia mengajukan tuntutan penuh kepada Kasus NIS . Aku mendengar Kendrick adalah Petinggi Hotel Louis, jadi kemungkinan besar Dia bisa menemukan dan menyelidikimu dengan mudah." ucap Alfin.
Mendengar ini membuat Yaura mendelik ke arahnya,
" Benar dugaanku.. " lirihnya dalam hati.
Setelah itu Yaura pun pamit dan keluar area Kantor NIS, Ia menggunakan mobil pribadi NIS untuk pergi ke suatu tempat.
FYI: Banyak yang tidak tahu bahwa Kendrick adalah Suami Yaura,begitupun sebaliknya. Karena baik dari pihak Ken atau Yaura belum mempublikasikan pernikahan mereka.Ken juga belum membuat Konferensi Pers kepada Media bahwa Ia sudah meminang Yaura sebagai Istrinya. Hanya segelintir Orang yang tahu tentang hubungan mereka.
Persemayaman
Sesuai yang dikatakan sebelumnya, Yaura akan menghadiri persemayaman Tim Delta yang tewas terbunuh. Ia melangkah ke peti persemayaman seraya membawa banyak Bunga Lilly dan Mawar Putih di tangannya. Sejenak Ia berdoa dan menundukkan kepalanya di hadapan peti itu.
Duka kembali menyelimuti hatinya saat mengingat Tim Delta. Namun kini Yaura berusaha tetap tegar, walaupun hatinya menangis.
" Total 26 Orang yang terbunuh akibat dendamku, jadi mulai saat ini.. " setetes air mata jatuh dari matanya.
" Aku akhiri semuanya... " lirihnya seraya menaiki mimbar,kemudian menaruh tangkai Bunga ke atas peti Tim Delta .
Setelahnya Yaura tetap berada di Ruang Persemayaman dan tidak pergi kemanapun, Ia duduk di Kursi yang menghadap langsung ke Peti itu. Yaura terus merenung dan berusaha mencari jalan keluar seorang diri, Ia terus menatap peti tanpa henti. Tangannya terus mendekap sebuah Bunga Lilly yang tersisa ,
" Aku tidak ingin menaruh Bunga Lilly lagi, ataupun Mawar Putih. Dan hari ini adalah Hari terakhir Aku mengunjungi persemayaman, setelah itu Aku tidak ingin menyaksikan lagi orang terbunuh. " gumamnya dalam hati.
" Jika itu perlu, setidaknya Ini adalah Bunga Lilly terakhir yang akan menghiasi peti Diriku sendiri " lirih Yaura seraya memandangi Tangkai Bunga Lilly yang Ia dekap.
........................
**Jangan Lupa Like dan Komen
Kritik dan Sarannya juga yah Gaes Wkwkwkwk
__ADS_1
Btw maaf, Author tidak rajin updateðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜karena kerjaan numpuk. Sekali lagi minta maaf sedalam-dalamnya ðŸ˜**