Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Ciuman ?


__ADS_3

Bianca masih tertegun dan mematung , Ia tidak menyangka bahwa Yaura seberani ini padanya .


" Lihat saja Yaura, Wanita sepertimu tidak akan Aku biarkan hidup tenang " Bianca mengepalkan kedua tangannya .


RUMAH KEN


Hari semakin larut, namun kediaman Rumah Ken semakin ramai . Pengawal dan Dokter sudah disiapkan di dalam Rumahnya . Ia menyuruh ketiga sahabatnya untuk sementara Waktu bermalam disini, karena Ken merasa Pengawalnya tidak bisa diandalkan . Mereka pun segera masuk ke dalam,


" Perketat lagi penjagaan ! Satu peluru saja menembus Rumah ini , kalian tidak perlu bekerja lagi " ancam Ken kepada Pengawal .


Ketakutan dan memucat,


" Ba-baik Tuan Muda " jawab Pengawal itu seraya menunduk .


Kevin,Vino dan Alex segera merebahkan tubuhnya di Soffa Ruang Tamu, sejenak mereka melepas lelah . sementara Evelyn dan Bianca naik ke Lantai atas untuk berganti baju .


Ken dan Yaura juga sama pergi ke Kamar . Di depan Pintu kamar, mereka sudah disambut oleh Dokter untuk menangani luka Ken .



Di dalam Kamar, dengan sigap Dokter mengobati luka Ken . Ia juga menyarankan kepada Ken untuk tidak beraktifitas terlebih dahulu . Setelah selesai, Dokter pun pergi keluar .


Yaura menutup pintu kamar , lalu melangkah mengambil baju tidur suaminya .


" Ganti bajumu .. " ucapnya seraya menaruh Baju Tidur di sebelah Ken . Yaura pun mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang tepat di depan Sang Suami .


" Suruh Robin untuk membuat makanan, Aku sangat lapar " lirih Ken .


" Aku akan melakukannya setelah ini " tangan Yaura tiba-tiba meraih kancing Baju Ken .


" Kau mau apa ? " Ken menyerit heran seraya mencegah tangan Yaura.


" Membuka kancing Kamejamu " singkatnya.


" Kau menginginkannya ? " Ken tersenyum kecil .


" Iyah Aku menginginkannya.. " lirih Yaura seraya melucuti kancing kameja .


Mendengarnya , membuat Ken semakin tersenyum lebar .


" Ayo Kita lakukan ... " Ken tiba-tiba mendekatkan tubuh dan wajahnya.


Yaura terus mendelik ke arahnya.


" Kau tahu Ken apa yang Aku inginkan? "


" Apa.. ?" lirih Ken dengan lembut .


" Mencuci otakmu agar tidak berfikiran mesum lagi " celetuk Yaura .


" Ekhheemmmm " Ken berdehem seraya menelan salivanya. Lalu memalingkan pandangannya ke sembarang arah .


Rezeki nomplok, Yaura lagi-lagi melihat Abs & Dada Bidang Ken dari jarak yang sangat dekat .


" Kau punya tissu basah ? " tanya Yaura .


" Apa Aku supermarket ? kenapa bertanya padaku ." protes Ken.


Mendapat jawaban yang begitu menjengkelkan, membuat Yaura menghela nafas


" Baiklah , Lampu .. Apa Kau punya tissu basah ? " celoteh Yaura seraya memandang lampu .


" Apa Kau kehilangan akal ? Lampu diajak bicara . Konyol " Protes Ken kembali .


Yaura menatap tajam Suaminya.


" Bertanya Padamu salah, pada Lampu salah. Rasanya Aku ingin sekali menggigitmu " Ia meluapkan kejengkelannya .


Hal ini sontak membuat Ken sangat senang dan tersenyum .


" Nenek Sihir ... Tissu basah ada kotak P3K " lirih Ken seraya menahan senyumnya .


Dengan langkah penuh kekesalan, Yaura mengambil Tissu basah itu .


Melihat Suaminya yang bertelanjang dada, membuat Yaura berfikir .


" Ken tutupi tubuhmu dengan selimut "


" Kenapa ? lagipula Aku tidak memiliki Dada seperti Wanita " celetuk Ken .


Mendengarnya, tiba-tiba


" LMAO " Yaura menutupi mulutnya dan tertawa mendengar perkataan suaminya .


Yaura tertawa dengan sangat kencang, membuat matanya menyipit namun tetep terlihat Eye Smile nya .


" Kau tertawa ? ini tidak lucu " ungkap Ken.


Yaura melepaskan tangan yang menutupi mulutnya, dan memukul kecil lengan Ken .


" Kau tahu bagian lucunya Ken? " Yaura berkata dengan sangat imut .


" Apa ? "


" Aku membayangkan dirimu yang sangat menjengkelkan ini memiliki Dada seperti Wanita . Kau pasti terlihat sangat Sexy dengan itu " Yaura kembali tertawa .


Ken tak mendengarkan apa yang Istrinya katakan, Ia terfokus pada senyum & tawa manis Yaura . Senyum dan Tawanya begitu candu, membuat siapapun yang melihatnya akan ikut tersenyum


" Demi Tuhan , Aku tidak pernah melihat dirinya seperti ini , Dia selalu memasang wajah tak berekspresi dan kaku " Ken terus mengamati Yaura yang masih tertawa .


" Senyumannya begitu menenangkan " puji Ken dalam hatinya.


Tak berselang lama , Yaura menghentikan ketawanya. Lalu mengelap tangan Ken yang berlumur darah tadi dengan Tissu Basah.


" Kau tidak lelah ? " tanya Ken .


" Tidak .. " jawab Yaura dengan sangat santai , Ia begitu telaten mengelap tangan suaminya .


" Hentikan .. Aku ingin membersihkan diri saja " ujar Ken .


" Jangan Ken, nanti besok saja . Ini sudah larut malam, tidak baik "


Ken pun menuruti saran Istrinya .


" Ganti bajumu ,Aku akan menyuruh Robin untuk membuatkan makanan " Yaura segera melangkah keluar.


Ken terus mengamati Istrinya dengan tatapan dalam .


Di Dapur


Yaura menyuruh Robin membuatkan makanan untuk Suaminya . ternyata disitu juga ada Kevin yang ingin membuat Kopi, memahami Robin dan Bibi Ratih sibuk , maka Yaura yang membuatkannya .


" Tuan Kevin , Kau menyukai yang manis atau sedang ?" tanya Yaura .


" Jangan memanggilku Tuan , Yaura . Panggil Kevin, sedang saja " ucap Kevin seraya mendudukkan tubuhnya di kursi


" Apa yang lain belum dibuatkan minuman ? " tanya Yaura dan menaruh kopi itu didepan Kevin .


" Sudah .. Apa Aku boleh bertanya sesuatu padamu Yaura ? "


Yaura tiba-tiba mendelik ke arahnya, dan Ia fikir Kevin akan bertanya aneh-aneh atau mengetahui tentang dirinya .


" Silahkan .. "


" Evelyn sangat posesif terhadap Kekasihnya ,Vino . Kau sudah lihat bukan reaksi Dia tadi ? Aku menyarankan Kau jaga jarak dengannya , Yaura " saran Kevin.


" Iyah Vin, Aku mengerti . Terima kasih Kau sudah mengingatkan Aku " Yaura menundukkan sedikit kepalanya .


" Baiklah, Aku permisi dulu . Terima kasih atas kopinya " senyum Kevin seraya melangkah pergi.


" Sejak awal Evelyn memang tidak menyukaiku, padahal Aku sama sekali tidak pernah bertemu atau mengenalnya dimasa lampau " herannya .


Tak lama kemudian, makanan telah siap . Ia membantu Robin membawakan makanan ke kamar.


Di Kamar


Yaura segera mengambil makanan kedalam piring dan membawa segelas air putih, lalu berjalan ke Tempat Tidur.


Ken yang sudah memakai pakaian tidur dan menonton Televisi pun hendak mengambil piring dari tangan Istrinya .


Namun Yaura menghalangi dan segera mendudukkan tubuhnya di samping Ken.


" Buka mulutmu .. " lirih Yaura yang hendak menyuapi Ken .


Ken terkejut


" Aku masih bisa makan sendiri, Kemarikan " tolaknya.


"Bagaimana Kau bisa makan sedangkan tangan kananmu dibalut perban , sudah diamlah .." paksa Yaura.


Sadar debat tak berujung , Ken pun membuka mulutnya .


" Anak pintar .. " lirih Yaura seraya menyuapi Sang Suami .


Ken memasang wajah datar, namun Hati senang wkwkwkwk. Yaura benar-benar merawat Ken dengan sangat baik .


Disela-sela makan ,

__ADS_1


" Kenapa Kau tidak pernah bergaul dengan Orang Lain ? " pertanyaan itu keluar dari mulut Ken .


" Aku tidak terlalu suka bergaul " jawabnya dengan enteng . tangannya terus menyuapi Ken.


" Di dalam Hidup, Kau butuh teman bahkan Orang lain untuk mendukung siklus kehidupan . Jangan terlalu menutup dirimu, Itu tidak baik " ujar Ken sambil menguyah makanan.


Yaura sejenak terdiam.


" Aku tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan Orang Lain . baik atau tidak, Itulah kenyataannya " jelas Yaura .


" Bahkan pada hubunganmu ( Pernikahan dengannya ) sendiri ? "


Yaura menganggukkan kepalanya .


Ken pun sejenak diam ,


" Dia sangat tertutup . Lalu bagaimana dengan Image ' Wanita malam ' yang Aku kenal ? Yaura yang sekarang, atau Yaura si Wanita Malam ? " lirih Ken dalam hatinya, yang merasa dilema .


" Ken.. minumlah " Yaura menyodorkan minum kepadanya .


Setelah Ken minum, Ia segera beranjak untuk membereskan makanan . tiba-tiba ..


Darah menetes dari hidungnya dan jatuh tepat di tangannya . Dengan segera, Ia berlari ke Kamar mandi .


Melihat Yaura yang tiba-tiba berlari, membuat Ken heran . Ia pun beranjak dari tempat tidurnya.


Di dalam Toilet, Yaura mengelap hidungnya dengan tissu , darah mengalir semakin banyak .


" Berhentilah .. Aku mohon " lirih Yaura, Ia pun kini membasuh hidungnya di Wastafel.


Ken mengetuk pintu kamar mandi,


" Yaura , Kau baik-baik saja ? " tanya Ken dari luar .


" Aku baik-baik saja , hanya sedikit sakit perut " Jawabnya.


" Syukurlah ... " lirih Ken dan kembali ke tempat tidur .( Khawatiran banget nih laki wkwkkw )


Di dalam Kamar mandi, Yaura mencoba menenangkan diri, Ia menarik nafas dalam-dalam . Tubuhnya melemah .


" Pusing .. " lirihnya.


Yaura mencoba menenangkan diri , kedua tangannya terus memegang kepala yang Ia rasa sudah sangat berat dan pusing .


5 menit


berhasil mengatur nafas dan tenang, darah berhenti menetes , pusing pun mulai menghilang . Dengan cepat , Ia keluar dari kamar mandi .


Melihat wajah Yaura yang pucat ,


" Jujurlah Kau kenapa ? " tanya Ken yang menghampirinya.


" Aku baik-baik saja " jawabnya seolah tidak terjadi apa-apa .


" Wajahmu sangat pucat " lirih Ken


" Istirahatlah Ken, Kau pasti sangat lelah dan butuh recovery untuk besok "


" Baiklah, Kau juga harus Istirahat . Wajahmu sangat pucat "


Yaura menganggukkan kepala dan merebahkan dirinya di soffa. Sang Suami juga melakukan hal yang sama .


1 Jam kemudian


Melihat Yaura yang sudah lelap, Ken pun melangkah keluar.


Ruang Bawah Tanah


Seorang misterius itu kembali datang


" Big Boss .. Ini adalah Data Nona Yaura " ucap Lelaki itu seraya menyerahkan sebuah lembaran berkas.


Ken pun menerima berkas itu .


Sebuah foto Yaura berbackground Biru berukuran 6x4 terpampang di berkas itu, Ia mengenakan seragam Diplomat. Beberapa Informasi pribadi tertera di dalamnya , namun tidak lengkap.


" Hanya ini yang Kau dapat ? " herannya.


" Iyah Tuan, Data Nona Yaura sepenuhnya terlindungi oleh Pusat Pemerintah dan Terverifikasi sebagai Diplomat dengan berbagai penghargaan . Pemerintah mengunci semua Akses Data Nona Yaura " Jelas Lelaki itu.


" Kau yakin Dia tidak terdaftar dalam Akademi Militer atau Anak Asuhan Badan Intelligent ? " tanya Ken .


" Nona Yaura murni Pegawai Negeri Biasa, Dia tidak punya kewenangan bersenjata "


" Kau sudah datang di Apartement Valdefis tempat Dia Tinggal ? "


Ken pun mengela nafas lega ,


" Baiklah , sekarang Kau pergi " perintah Ken .


" Aku pamit Tuan " lelaki itu pun melangkah pamit .


Ken terdiam .


" Teror dan serangan terus terjadi, Siapa yang mengendalikannya ?" heran Ken.


RUMAH PAK AGUS


Tim ternyata sudah berhasil menanipulasi Penyakit Pak Andi . Mereka sedang merencanakan taktik besok ,


" Andi sudah berada di Rumah Sakit sekarang . Besok Aksi yang sesungguhnya dimulai, Tukar Jenazah Andi dengan sangat hati-hati . Penjagaan Pengawal nanti besok akan diperketat seusai Tragedi Penembakan di Keluarga Besar William dan Japan Restaurant , Kendrick menjadi target mereka. Maka dari itu, Para Pemegang Saham dan Petinggi Hotel semakin memperketat keamanannya . Ini sangat menyulitkan " jelas Pak Agus.


" Yaura akan Ikut ? " tanya Helena .


" Dia tidak akan di ikutkan . Kendrick sudah mulai curiga kepadanya, Aku mendapat laporan, seseorang mencoba mencuri Data Pribadi Yaura . Pasti yang melakukannya adalah Kendrick "


Helena dan Paman Arga menyerit heran.


" Bagaimana Bisa Kendrick mencurigainya ? " tanya Paman Arga .


" Kendrick bukan Orang Biasa seperti yang Kita pikirkan . Kemampuan Dia menembak dan menganalisa diatas rata-rata "


" Berarti diam-diam Ken juga curiga kepada Yaura begitu ? " tanya Helena .


" Iyah, Kau berhati-hatilah Helena . Jangan menghubungi atau menemui Yaura diluar pengetahuanku " perintah Pak Agus.


Paman Arga pun kembali mengingat saat seseorang mencoba menggagalkan rencananya waktu itu.


" Sepertinya .. Ken sudah mengetahui Nona Yaura . Waktu itu Dia bertarung dengan Istrinya sendiri " celetuk Paman Arga.


" Jangan Bodoh . Nona Yaura menutupi Wajah dan dirinya tidak mungkin Ken langsung mengetahui bahwa itu Istrinya" timpal Pak Bobby .


" Baiklah.. siapkan stamina Kalian untuk besok " Perintah Pak Agus .


Tim pun menganggukkan kepalanya.


..........................


Ken menghampiri sahabatnya di Lantai Bawah. Mereka sedang bermain kartu


" Kau turun Ken ? " tanya Alex yang seakan terheran .


" Kenapa ? " tanya Ke seraya mendudukkan tubuhnya.


" Kau tidak bermesraan dengan Istrimu ? " timpal Kevin .


" Sudah " singkat Ken .


" Beruntungnya Kau mendapatkan Yaura , Ken " timpal Vino .


Hal ini sontak membuat Ken dan Kevin mendelik ke arahnya .


" Kau juga menginginkannya ? " ujar Ken tanpa menyaring omongannya .


" Tidak . Adikmu , Evelyn sudah lebih dari cukup " balas Vino seraya menenggak Bir .


Mengalihkan pembicaraan


" Kami sangat mengantuk. boleh Kami ke Kamar ,Ken ?" tanya Kevin.


" Sial ! Aku ke sini , Kau malah ke Kamar " senyum Ken seraya melemparkan Kartu ke Meja.


" Kau juga Istirahatlah Ken, beruntunglah Kau punya Istri , dan punya kehangatan " celetuk Alex seraya mengedipkan matanya .


" Menikahlah ! Jangan terus bermain dengan mereka ( Wanita Malam ) " tawa Ken.


Kevin, Alex dan Vino pun pergi ke Kamar Kosong untuk mengistirahatkan diri , begitupun dengan Ken kembali ke Kamar .


Di Dalam Kamar


Lampu yang dipadamkan , membuat Ken terpaksa berjalan mengendap dan berhati-hati . namun saat Ia ingin mengambil sesuatu dari lemari,


brughhhhhh kumpulan berkas dan dokument yang berada di sebelah Televisi terjatuh ke Lantai . Hal ini sontak membuat Yaura mengerjap dan kaget , Ia segera beranjak dari soffa dan menyalakan lampu kamar .


Lampu pun menyala, Pandangan matanya masih buram dan menyesuaikan dengan cahaya.


Melihat Yaura bangun,

__ADS_1


" Tidurlah .. Maaf Aku mengganggumu " ujar Ken seraya membereskan berkas .


Tak menghiraukan perkataan Ken, Yaura justru membantu ikut membereskan berkas .


" Yaura tidurlah, Kau harus Istirahat " perintah Ken .


" Iyah Ken, Aku akan tidur kembali setelah ini " ucapnya seraya membereskan dokument .


" Kemarikan , Biar Aku yang menaruhnya . Tanganmu sedang terluka, jangan banyak bergerak " Yaura mengambil alih semua dokument yang ada di tangan Suaminya ,lalu Ia taroh di tempat semula .


Membereskan dokument , tiba-tiba ..Yaura mengambil sebuah foto seseorang dari balik berkas.


Terkejut melihat itu




" Apa ini Kau ? " tanya Yaura seraya memegang foto itu .


" Hummmm " jawab Ken .


" Kau ikut Pelatihan atau memang Kau adalah seorang Tentara ? "


" Itu hanya Pelatihan .. Tidak usah terkejut begitu, Itu adalah Hal yang lumrah . Sudah , Istirahatlah .. " lirih Ken seraya mengambil foto itu dari tangan Yaura.


Menenangkan diri ,


" Kenapa Kau tidak menjadi Tentara saja Ken? itu cocok untukmu " ucap Yaura seraya tersenyum tipis .


" Tidurlah .. Kau terlihat sangat lelah " ucap Ken seraya menaruh berkas. Berkas pun telah rapih kembali.


" Aku tidak ingin tidur .. "


Mendengar jawaban Yaura,


" Jadi Kau ingin apa ? " tanya Ken seraya mengamati Yaura yang berdiri terdiam.


" Tidak tahu " wajah Yaura berubah menjadi masam.


Tiba-tiba ..


Ken meraih pinggang Yaura, dan menghimpitnya.


" Kau ingin apa katakan .." Lirih Ken .


" Ken.. Apa yang Kau lakukan , lepaskan .." lirih Yaura dengan lembut .


" Ini adalah Dini Hari, dan waktu yang sangat tepat " Ken meraih tengkuk Istrinya, dan mendekatkan wajahnya.


" Ken.. Jangan aneh-aneh " lirih Yaura seraya menjauhkan wajahnya .


" Kenapa? bukankah Kita sudah SAH ? " Ken semakin menghimpit tubuh Yaura dan mendekatkan bibirnya.


Yaura terdiam.


" Semua bagian darimu adalah milikku. Dan melayaniku adalah kewajibanmu " lirih Ken kembali .


" Ken .. Lepas , Aku ingin tidur " lirih Yaura .


" Kau bilang tidak ingin tidur, sekarang Kau ingin tidur . Jangan mencoba menghindar dariku.. " lirih Ken , bibirnya kini hampir menempel dengan bibir Istrinya.


" Ken ... " lirih Yaura dengan lembut, tangannya mencengkram Baju Ken .


Puas Melihat Yaura memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya, Ken pun segera melepaskan diri darinya.


" Sadarlah .. " Ken terkekeh .


Yaura membuka sedikit matanya dan melihat Ken yang sudah menjauh. Pipinya bersemu merah,


Ken semakin terkekeh dibuatnya.


" Jangan berharap mendapat Ciuman dariku . Kau mengerti ? " ucap Ken seraya melebarkan senyumannya .


Kesal , karena sudah dibuat Dagdigdug oleh Ken dan di tertawakan .


" Ken ! Kau ini menyebalkan ! " Yaura meraih bantal yang ada didekatnya lalu melemparkannya ke Ken.


" Kau kesal tidak mendapat Ciuman dariku ? " goda Ken kembali . Ia naik ke atas tempat tidur dan terus menertawai Istrinya .


Semakin Kesal , Yaura pun ikut naik ke tempat tidur, Ia terus memukul-mukul Ken dengan bantal.


" Kau yang mengawalinya, Bukan Aku. Berhenti menertawaiku Ken .. " lirihnya dengan manja.


" Siapa yang mengawali ? Bisa saja alibinya , Bilang saja Kau ingin Ciuman dariku " ucap Ken seraya menatap Yaura dengan dalam, tak jarang senyum tulus tertoreh dari bibirnya.


Bosan dengan batal , Yaura mendekat ke tubuh Ken dan menggelitikinya .


" Yaura , Geli hentikan .." pinta Ken seraya tertawa menahan geli .


Terus menggelitiki Sang Suami ,


" Rasakan . Ini Akibat Orang usil sepertimu " Yaura tersenyum , tangannya Tak Henti menggelitiki tubuh Ken .


Seakan anak kecil yang sedang bermain , Mereka berdua tertawa ria di malam hari . Tempat Tidur yang Ken tempati menjadi sangat berantakan .


Mereka bergulat di atas Ranjang , Ken guling-guling menahan Geli , sementara Yaura dengan semangat terus menggelitiki Suaminya .


" Yaura ... hentikan , Ini sangat menggelikan " pinta Ken seraya tersenyum .


" Tidak mau .. " Yaura berkata dengan sangat imut.


Terpana, Ken tak memperdulikan Geli yang Ia rasakan . Seraya berbaring, Ia memandangi Wajah Yaura yang terlihat sangat cantik dilengkapi dengan senyum yang manis.


Gemassssssssssss dan tidak tahann


Ken menarik tubuh Yaura dan memelukknya .


" Ken.. lepaskan " ucap Yaura seraya tersenyum .


Mendekap Istrinya


" Diamlah, karenamu Aku menjadi kedinginan " lirih Ken seraya terus memeluk Yaura.


" Bohong .. Bilang saja agar Aku tidak menggelitikimu lagi " jawab Yaura yang kini wajahnya terbenam di pelukan Ken .


" Kau ini banyak bicara , sudah Diam dan tidurlah .. Aku mengantuk " Ken memejamkan matanya dan terus memeluk erat Yaura .


Melihat Ken matanya terpejam , membuat Yaura kalang kabut .


" Ken , lepaskan dulu .." rengeknya


" Aku tidak melakukan apapun kepadamu ,diamlah " lirih Ken ..


" Tidak melakukan apanya , Kau memelukku " Yaura mengerucutkan bibirnya .


" Apa salahnya memelukmu? "


Terdiam ,


" Tidak salah.. " lirih Yaura .


" Bagus. Kau cerdas " Ken mempererat pelukannya.


Mereka berdua sejenak terdiam dan menikmati kehangatan tubuh masing-masing.


" Kenapa Aku begitu nyaman dengannya ? " lirih Ken dalam hatinya .


Yaura memandang Ken sejenak .


" Ini pertama kalinya Aku diperlakukan seperti ini oleh Lelaki, rasanya sangat Aneh " batin Yaura .


Sejenak kembali menikmati pelukan .


" Matikan lampunya dan tidurlah .. " perintah Ken .


" Ken.. "


" Apa ? Kau tenang saja , tidurlah di soffa " ucap Ken ,matanya masih terpejam .


" Kau tenang saja, tidurlah di soffa " Yaura menirukan nada bicara suaminya .


Ken pun membuka kedua mata, lalu melirik ke arah Istrinya .


" Lepaskan pelukanmu ! " ketus Yaura .


" Kenapa Kau diam saja ? " Ken terkekeh .


" Diam saja apanya .. " Yaura terus menggerutu dan beranjak dari Ranjang lalu mematikan lampu .


Di Cahaya yang gelap ,


" Nenek Sihir .. " lirih Ken seraya tersenyum .


..................


BUTUH SARAN DAN KRITIK

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS


__ADS_2