Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Pertarungan Ken VS Yaura


__ADS_3

Pagi Hari ..


Berbeda di hari sebelumnya , pagi ini Ia menyiapkan sarapan untuk Ken dengan tangannya sendiri, saat sedang didapur ,


" Yaura ... " teriak Ken dari dalam Kamar .


" Kenapa Dia? Pagi-pagi sudah berteriak ." gerutu Yaura seraya cepat melangkah .


" Kau kenapa ? .." tanya Yaura yang berada di ambang Pintu .


" Tidak papa .. Aku hanya ingin meneriakimu saja . Mana sarapannya? Aku sangat lapar .. " suara Ken melembut, Ia segera duduk di kursi .


" Aku sedang membuatnya tadi, tunggulah sebentar "


5 menit kemudian .


Yaura membawakan sarapan suaminya dengan menu2 yang sehat ,


" Wowww .. Nenek Sihir sepertimu ternyata Pandai Memasak juga " celetuk Ken seraya mengambil menu sarapannya .


Yaura menatap sinis ,


" Apa Kau bilang ? Nenek Sihir ?"


" Hummm ... " ucap Ken seraya menguyah makanan .


Yaura menatapnya dengan tajam .


" Selalu berbicara menyeramkan , Tatapanmu yang tajam, Wajahmu yang ditekuk , Kau malas sekali berbicara , dan..juga jarang tersenyum . Kau sangat mirip sekali dengan Nenek Sihir yang ada di Tokoh Putri Salju " ucap Ken seraya mengedipkan sebelah matanya.


" KENN !!! " timpal Yaura dengan Penuh Penekanan . Dengan langkah penuh kekesalan, Ia memindahkan duduknya disamping Ken .


" Karena Kau memanggilku Nenek Sihir . Maka Aku akan mencekikmu ." ancam Yaura seraya menggerakkan kedua tangannya ke leher Ken .


" Cekik saja kalau Kau berani . " ujar Ken dengan entengnya , mulutnya terus menguyah makanan .


Yaura mengurungkan niatnya,


" Kau tahu Yaura ? Wajahmu terlihat lebih tua karena Sikap Nenek Sihirmu itu " Ken terus meledek istrinya .


" Ken !!!! Kau ini menyebalkan , tidak bisakah 1 Hari saja Kau tidak menggangguku ? " Yaura menaruh kedua telapak tangannya di Leher Ken, dan berpura-pura mencekiknya .


" Kau mau apa ? Kenapa memegang Leherku seperti ini ? Kau mau mencekikku atau ...menciumku ? "


Posisi tangan Yaura bukan seperti Orang yang mencekik, tapi Lebih ke Posisi seperti orang yang yang ingin berciuman . Yaura memegang tengkuk Ken dengan sangat lembut ,


" Bicara omong kosong . Aku tidak akan menciummu " lirih Yaura seraya mengalihkan pandangannya, namun tangannya tetep nyantel di Leher Ken .


Ken yang meliriknya pun tersenyum tipiss .


" Baiklah karena Kau tidak ingin menciumku , biar Aku yang menciummu " Ken mendekatkan wajahnya,


Yaura terbelak dibuatnya .


" Menjauhlah .. " Yaura menjauhkan wajahnya .


" Siapa yang harus menjauh? Tanganmu yang terus menyantel di leherku . " Ken tersenyum usil.


Menyadari, Yaura segera melepasnya .


" Bilang saja Kau ingin menyentuhku " Ken tersenyum dan beranjak dari kursi .


Yaura masih duduk diam karena kesal,


" Kau berangkat kerja atau tidak ? Aku akan mengantarmu " ujar Ken seraya memakai jam tangan dan membalutkan Jas .


Mendengarnya ,


" Jika Ken yang mengantarku, Dia pasti akan lebih teliti , Aku tidak bisa pergi kemana-kemana " batinnya . Ia pun beranjak dan berdiri di depan Ken .


" Aku tidak ingin merepotkanmu, Pak Tio saja itu udah lebih dari cukup " jelasnya, suara Yaura lebih lemah ..


" Aku tidak ingin terjadi apapun denganmu " singkat Ken seraya mengambil kunci mobil dan berlalu.


Mendengar alasan Ken mengantarnya, membuat Yaura terdiam.


" Aku tidak pernah dikhawatirkan seseorang seperti ini setelah mereka ( Ortu ) tiada, Kenapa Dia begitu mengakhawatirkanku sedangkan Aku saja tidak peduli dengan keselamatan ku sendiri " lirih Yaura seraya memandang Ken yang mulai melangkah keluar . Memori saat Ken perhatian dengannya pun muncul,


" Dia tetap Baik walaupun begitu membenciku " batinnya..


Di Mobil


Berangkat Kerja bersama , ini untuk pertama kalinya .


Sunyi sepanjang jalan ..


" Jam berapa Kau pulang? " tanya Ken seraya tetap fokus mengemudi.


" Aku pulang lebih lambat hari ini, jam 19.00 " jawab Yaura.


" Lama sekali .. "


DEPARTEMENT PEMERINTAH


Yaura menyuruh suaminya berhenti di Wilayah tersebut, Ken terus bertanya dimana kantornya.


" Aku bekerja di semua Departement , jadi tidak menentu , Aku permisi .." ujarnya seraya hendak membuka Pintu mobil .


Ken mengeluarkan ponselnya,


" Berapa nomor ponselmu ? "


" Untuk apa ? Kau tidak membutuhkan itu "


" Berapa Nomor Ponselmu !." ucap Ken sekali lagi dengan penuh peringatan .


Memahami,


" Kemarikan .. " Yaura mengambil Ponsel dari tangan suaminya, dan mencatat Nomor Ponsel miliknya.


" Sudah .. " sambungnya seraya memberikan Ponsel itu pada Ken .


Karena hanya sebatas Nomor Ponsel yang di ketik ,


" Nenek Sihir " ucap Ken seraya memberi nama Kontak Yaura .


Mendengarnya, Yaura pun menatap kesal .


" Yaura. Bukan Nenek Sihir .. Kemarikan ponselmu " protesnya dan hendak mengambil ponsel tersebut .


Namun Ken menghalanginya,


" Nenek Sihir ini sudah cukup cocok untukmu, sudah jangan banyak protes " seraya memasukkan ponsel .


" Menyebalkan ." umpat Yaura dan segera keluar dari mobil , Ia mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Ken gemas melihatnya .


" Kenapa Aku suka sekali membuatnya kesal ." Ken tersenyum .


Tak lama , Ia kembali mengingat fakta bahwa Yaura adalah Perusak Hubungan Adiknya . Senyuman dibibirnya pun kini sirna .


KANTOR NIS


Tugas hari ini adalah penembakan seorang Koruptor besar ( Karena berusaha terus melawan dan kabur ) . Yaura yang memakai seragam biasa, Kini berganti menjadi Kostum Penembak Anti Peluru. Tim Athena kembali ikut campur dalam hal ini.


Mereka kini siap untuk menuju sebuah Wilayah dimana target berada. Yaura, Helena, Pak Bobby , Henry , dan Kak Alfin berada dalam 1 Mobil .


" Kemungkinan mereka menggunakan Sniper Pro untuk melindungi target kita, jadi tetap waspada " Perintah Kak Alfin dalam mobil.


Anggota lain pun mengikuti instruksi Kak Alfin .


Tak lama kemudian , mereka sampai ditujuan . titik pengintaian dan penembakan sudah disiapkan .mereka pun kini berpisah di titik masing-masing.


Target mulai terlihat,


" Alpha memanggil .." ( Kak Alfin menyalakan tombol ON pada earpiece )


Anggota pun dengan kompak menekan tombol ON.


Kak Alfin menginstruksikan bahwa Target sudah siap . Yaura dan Henry sebagai Sniper utama . Helena , Pak Boby sebagai Sniper Pendukung jika keadaan darurat ( Jika terpaksa harus menembak Target Lain ) .


Aksi dimulai, Ketegangan pun terjadi .Baku hantam dan senjata terus beradu .


Aksi


Aksi


Aksi


Dan BOOMMMMM . Target sudah dilumpuhkan ,



" Mulan ( Yaura ) Memanggil .. " ucapnya seraya menekan tombol earpiece.


" Alpha ( Kak Alfin ) Menjawab .."


" Target sudah dilumpuhkan . Aku izin meninggalkan medan "


" Baiklah "


" Misi Selesai ." ucap Yaura seraya mengOff kan earpiece . dan dengan segera Ia meninggalkan Area tersebut .

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa ,Yaura segera masuk kedalam mobil, Ia kini menuju ke sebuah Gedung Tua yang tepat berada di depan Rumah Lama miliknya .


GEDUNG LAMA


Ia dan beberapa Tim nya sudah menyiapkan berbagai senjata yang mengarah tepat di Titik Dimana Pak Andi ditargetkan .


" Nona .. Ini sangat beresiko jika Menembakkan senjata di Siang Hari " ungkap Sniper.


" Aku sudah memperkirakannya. Kau tenang saja "


ucapnya seraya mengarahkan sebuah Teropong Ke Ruangan Rumah Lama.


Tak sengaja , Ia melihat seseorang berada di atas Balkon Rumahnya .


" Sepertinya tidak asing .." gumamnya dalam Hati .


Yaura pun semakin memfokuskan Teropongnya .


dan ...


" Ken ..." lirihnya ,


Dan Ialah Ken yang sedang berada di Balkon Rumah Lama Miliknya, Dia mengobrol bersama seseorang ( Mirip Pengawal ) .


" Kenapa Dia ada disini ? Apa Ken tahu Pak Andi akan kemari mengambil Stempel dan Dia terlibat ?" wajah Yaura memucat,


" Apa Dia benar-benar terlibat dengan Pembunuhan Ayah? " batinnya .


Ia segera menekan earpiece.


" Yaura Memanggil "


" Arga Menjawab .." Paman Arga Menekan tombol ON Earpiece seraya berjalan di sebuah lorong Ruangan.


" Paman .. Apa Paman Andi sudah masuk ke dalam sana ? Apa mobil nya juga sudah disembunyikan ? cepat jawab " Yaura cemas.


" Andi sudah ada di Ruangan yang ditentukan, Mobilnya sudah disembunyikan oleh Tim " .


" Ada Orang lain disini . berhati-hatilah , lakukan Aksi "


perintah Yaura dan segera menekan tombol Off.


" Siapa yang ada di sini ? Bukankah Nona sudah memastikan tidak ada Orang lain?" Paman Arga menyerit Heran.


Merasa was-was,


" Yaura memanggil "


" Kau kenapa Nak ? " Pak Agus menekan Tombol ON Earpiece, Ia mengawasi dari Rumah .


" Pak .. Ken ada disini .. " Suaranya Yaura gemetar ,


" Bagaimana Bisa ?" Pak Agus terkejut .


" Pak Andi sudah terlanjur didalam, Jika Kita menggagalkannya, Dia menjadi curiga kepada Paman Arga dan menuntut Stempelku . Dan Identitas akan terbongkar "


Pak Agus diam sejenak memikirkan jalan Keluar.


" Lawan Suami-mu "


" A-apa ?" Yaura terbatah dan memucat .


" Lawan Ken jika Dia menghalangimu, Berhati-hati lah . Jika Ken benar-benar terlibat dalam Pembunuhan ini, Dia bisa lebih licik darimu " Mata Pak Agus menatap tajam .


" Tapi belum Ada bukti yang mengarah kepadanya ."


" Ada Bukti atau Tidak, Jika Ken mengetahui & menyembunyikan fakta bahwa Keluarga mereka terlibat dalam Kematian Keluargamu , Tetap saja Dia Penjahat . Lakukan yang Aku katakan ." tegas Pak Agus dan segera menekan tombol Off pada earpiece.


Yaura mematung mendengar perintah tersebut,


" Aku berhadapan dengannya sekarang .." Lirih Yaura , pandangannya menunduk ke Bawah .


RUMAH LAMA YAURA


Ken rupanya sedang mengobrol dengan seorang Arsitek, sebagaimana Gita Hotel yang dibangun kembali , Rumah Lama Yaura pun ikut menjadi target Pembangunan baru Keluarga Ken .


Didalam Ruangan


" Aku ingin bangunan yang Aku sebutkan tadi tidak ada perubahan Desain . Tetaplah seperti Bangunan yang seperti ini " ujar Ken seraya mengamati setiap detail Ruangan .


" Baik Tuan Muda, tapi Rumah Ini terlalu besar, jadi Desainnya mungkin akan muncul dalam Waktu yang sedikit lama " ucap Arsitek.


Mereka pun kembali melanjutkan obrolan .


....................


" Yaura Memanggil .."


" Paman , cepat habisi Pak Andi . Ken ada disini, Aku tidak tahu ada dimana Dia sekarang, Kau berhati-hatilah " perintah Yaura seraya meneropong ke arah Rumah Lamanya, namun Ia tak menemukan Disana .


" Gunakan Kode FIRE jika Kau terancam Paman ."


" Baik Nona ." tatapan Paman Arga menajam,


Pembicaraan Mereka pun berakhir .


" Aku harus ikut turun " batinnya .


" Paman , Aku akan turun kesana . Ikuti semua Instruksi ku nanti " Yaura segera menaruh teropong, dan berlari menuruni anak tangga .


Sniper pun menyeritkan dahinya .


" Nona Kenapa? Sepertinya ada Ancaman " Dengan sigap ,Sniper itu mengarahkan senjata ke suatu sudut Ruangan .


Di Dalam Kamar Yaura .


Pak Andi pergi sendiri tanpa pengawal atau siapapun , Karena Dia takut ada yang mengetahui jika Dia sudah menemukan Stempel Yaura .


" Dimana Kau mengetahuinya? Cepat katakan " ucap Pak Andi seraya mengamati setiap benda yang ada di Kamar Yaura .


" Nona Yaura menyimpannya di Bawah itu " Paman Arga menunjuk lantai yang ada di bawah lemari .


" Yang benar saja Yaura menyimpannya disitu . " Tatapan Paman Andi tajam ,


tiba ..


Tlkkkk tlkkk tlkkkk


Ia mengarahkan senjata kepada Paman Arga .


" Jika Kau berani membohongiku Aku tidak akan segan-segan membunuhmu " ancam Pak Andi yang ternyata membawa senjata .


Sering melihat Yaura dan Pak Agus begitu tenang menghadapi sesuatu, Ia pun bertingkah layaknya mereka, tetap tenang .


" Andi .. Andi .. Untuk apa Aku membohongimu, Aku butuh Uangmu dan Kau butuh stempel Nona Yaura. Kita simbiosis mutualisme " senyum Paman Arga dengan enteng.


Melihat Paman Arga yang begitu menyakinkan , Pak Andi pun dengan segera menggeser lemari tersebut. Disana ada Lantai Keramik yang terlihat sudah rusak & terbuka .


" Di bawah tanah maksudmu ? " tanya Pak Andi .


" Benar , Ada kotak yang terkubur didalam tanah . Nona Yaura menyimpannya disitu "lirik Paman Arga dengan penuh kehati-hatian .


Merasa percaya, Pak Andi segera mengorek-ngorek tanah dan mencari kotak itu.


" Sepertinya ini saat yang tepat " batin Paman Arga , Ia pun segera mengeluarkan suntikan .


dan ..


Jlebbbbbbbbb Paman Arga menyuntikkan racun itu ke tubuh Pak Andi .


Murka.


" Kurang Ajar Kau Arga !! " Pak Andi memukul Paman Arga dengan sangat keras hingga tersungkur .


Dengan sigap Paman Arga menendang balik targetnya.


Dan Dorrrrrrrrrr Paman Andi menembakkan senjata ke Arah Paman Arga .Namun Paman Arga berhasil menghindarinya . Ketakutan ..


Namun tiba-tiba


Brughhhh Pak Andi terjatuh dan terkena serangan jantung .


Hal ini membuat Paman Arga sedikit tersenyum.


Di Ruangan lain,


Mendengar suara tembakan membuat Ken dan Arsitek terkejut, dengan sigap mereka berlari ke sumber suara.


" Tembakan .. Siapa yang ada didalam sini ?" batinnya seraya terus berlari ke arah sumber suara.


Merasa ada suara langkah kaki, membuat Wajah Paman Arga kembali memucat , ia segera menekan Tombol ON Earpiece.


" Nona . Ada Orang lain disini, Andi sudah berhasil di lumpuhkan " ucap Paman Arga gemetar.



" Tetap bersembunyi disana . Aku akan mengalihkan perhatian mereka , Tim akan membantumu nanti " ucap Yaura , Ia segera berlari mengejar Ken .


" Apa Itu benar-benar Ken ? Aku berhadapan dengannya ... " Lirih Yaura seraya terus berlari , wajahnya menegang .


Dannnn

__ADS_1


Dorrrrrrr Yaura ( Yaura kembali pakaian formal berlapis Blezer , namun Ia menambahkan jaket hitam dan masker ) menembakkan senjata peringatan ke arah suaminya ,


Mendengarnya , membuat Ken membalikkan badan dan menatap ke arah nya . Ken sigap melindungi Arsitek ,


" Siapa Kau ? " Tanya Ken, wajahnya menatap dingin .


Tanpa membalas perkataan Ken , Yaura terus mengarahkan tembakan peringatan ke arahnya ( Gak bakal nembak Ken yak wkwkwkkw )


" Mundurlah , jangan Ikut campur " ucap Yaura .


Ken mengamati sekitar,


Dan ....


Ckllllkllll ckllkkkk ckllll Ken mengeluarkan senjata dari balik jas nya .


" Bersembunyilah dibalik Lemari , Aku akan melindungimu " ucap Ken kepada Arsitek . Dengan penuh ketakutan,Arsitek menuruti perintah Ken .


Ia pun kini mengarahkan senjata ke arah Istrinya .


" Siapa Kau dan untuk apa Kau kemari ?" Ken mulai melangkah mendekat perlahan .


" Jangan mendekat, atau Aku akan benar-benar menembak-mu " Yaura melangkah mundur ..


Dorrr Dorrr Dorrr


Ken juga menembakkan peluru peringatan Kepadanya.


" Selangkah saja Kau mundur , Aku akan melenyapkanmu ." Wajah dingin dan Kharismatik tetap Ken tunjukkan walaupun dalam keadaan genting .


Menyadari Ken semakin mendekat, Yaura segera melangkah mundur dan berlari .


" Jangan meninggalkan jejak apapun, cepat sembunyikan semua senjata Kalian dan pergi dari sini " lirih Yaura seraya berlari .


" Tapi Nona .. " ucap Tim dari balik Earpiece .


" Jangan Khawatirkan Aku ." Yaura segera mematikan earpiece dan berlari sekencang mungkin , Ia menuruni anak tangga dengan cepat, dan berlari ke Basement Rumahnya .


Dorrr dorrr dorr Ken selalu menembakkan senjata ke arahnya, dengan sekuat tenaga Yaura berlari mengimbangi langkah kaki Ken yang kini mampu mengejar dirinya .


berlari


berlari


berlari


Ken akhirnya berhasil menarik tangan Yaura .


dengan sigap ..


Brughhhh Yaura menendang suaminya dengan begitu keras dan membuatnya tersungkur .


Menyadari lawannya adalah wanita,


" Siapa Kau ? Aku tidak bisa melawan Wanita, ungkap Siapa Dirimu atau... " ucap Ken seraya berdiri dan menatap Yaura yang terus menodongkan senjata ke arahnya .



" Mundur .. dan cepat pergi dari sini , atau Aku akan benar-benar mengarahkan senjata ke Jantung mu " ancam Yaura .


Tak gentar, Ken justru kembali mendekat .


" Untuk apa kau menyusup ke dalam sini ? " Ken menurunkan senjatanya , kakinya terus melangkah.


" Jangan mendekat ..." tegas Yaura .


Terus mendekat,


" Menyerahlah.. Jangan membuat kesabaran-ku habis " ancam Ken .


dorrr dorrrr dorrr Yaura terus menembakkan peluru.


dannnn


Ckllkkkk ckllkk cklllk Ken terpaksa mengangkat kembali senjatanya ,


Dorrrr dorrr dorrr Kini ia benar-benar mengarahkan senjata ke tubuh Yaura .


Dengan melangkah mundur Yaura terus berusaha menghindari Peluru Ken meskipun itu sangat sulit .


Dorrr dorrr dorrrr dorrr dorr seraya kembali berlari kecil untuk menghindari Peluru Ken.


" Dia sangat handal " gumam Yaura dalam hatinya .


Dorrr dorr dorr Ken semakin brutal menembakkan peluru tersebut .


" Apa Aku harus menembaknya ?" gumam Ken, wajahnya memucat.


" Apa Aku harus melumpuhkan lebih dulu ? " Gumam Yaura , Ia pun memberhentikan langkah kakinya .


dan ...


Mereka pun kini berhadapan saling menodongkan senjata .


" Aku peringatkan untuk terakhir kalinya . Siapa Kau ? " ckllkkkkkkk Ken menodongkan senjata ke Kepala Yaura.


Cklkkkklkkkk Yaura mengarahkan senjata ke Kepala Ken .


" Lebih baik Aku mati, daripada Harus membongkar siapa Aku kepada dirimu ".


" Benarkah ?" kata Ken


Tak menjawab pertanyaan Ken ,


Tangan Yaura benar-benar ingin menarik pelatuk senjatanya,


" Kalau begitu .... " Ken hendak membuka masker wajah yang Yaura gunakan dengan tangan Kirinya .


Sigap menghindar agar Ken tak membuka maskernya , malah


Dorrrrrrrrrrrrrr Pelatuk Ken tak sengaja tertarik karena tepisan tangan Yaura .


Dan ..


" Awwww " Yaura terpekik karena lengannya tergores peluru yang Suaminya tembakkan, Ia memegangi lengannya .


Mendengar lengkingan ' Awwwww ' Ken terdiam ,suara tidak asing baginya .


" Suara itu ..." Ken menurunkan senjatanya , dan mengingat kejadian semalam


" Yaura ....." lirih Ken dalam hatinya .


Tak membuang waktu lama , Ken kembali ingin membuka masker wanita itu .


Namun ..


Tllkkk tlkkk tlkkk tlkkk Gerombolan Tim Hitam bersenjata lengkap mengarahkan Laser senjata ke arahnya.


" Jangan bergerak . Buang senjatamu " Perintah mereka.


Ken pun segera membalikkan badan, dan mengangkat kedua tangannya .


Bak Kesempatan, Yaura segera berlari menyelamatkan diri .


Ken mengamati seragam yang dipakai oleh penodongnya saat ini .


" Tim Khusus, Penjinak Bom " lirih Ken.


" Dengarkan Aku, Jika Kalian memihak kepada Wanita tadi , Aku tidak akan menjamin kalian akan selamat sekarang " Ken berkata dengan sangat tenang .


" Kami tidak takut dengan ancaman siapapun " Gerombolan itu terus mengarahkan laser merah ke tubuh Ken.


Meradang..


Ckllkkk cklllckll ckllkk Ken kambali membidikkan senjatanya,


" Aku tidak main-main dengan ucapanku "


Dorrr dorrr dorrr Ken benar-benar membunuh 3 Orang Tim Tersebut .


Tim hendak membalas tembakkan tadi,


" Yaura memanggil .." cemasnya dari dalam mobil .


" Kami menjawab .."


" Jangan melukainya . Mundurlah ." Perintah Yaura yang sedang mengamati rekaman tersembunyi dari balik kostum Tim Penembak tadi .


Tanpa basa-basi , Tim Penembak segera melangkah mundur dan pergi .


" Siapa Mereka ? Mereka semua sama sekali tidak melukai ku " Ken termenung.


...........................


MOHON SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS..


Terima kasih yang sudah baca , Aku ucapkan banyak-banyak terima kasih hihihihihi .


Untuk yang merasa tidak sreg dengan Novel Aku , boleh pindah ke Novel lain, Mohon maaf juga karena tidak bisa memuaskan kalian . Jujur aja, Inilah kemampuan Nulis Pertama Aku . hihihihu

__ADS_1


__ADS_2