
" Aku sangat merindukanmu,Sayang. Akhirnya Kita bisa berkencan. " sambut Edward dengan senyuman lebar.
" Aku sudah menepati janjiku. sekarang lepaskan sanderanya.. " Ken menatapnya dengan tajam.
Edward mengamati sekitar dan melihat dilangit sana ada beberapa helicopter,
" Suruh mereka untuk pergi ! Jika tidak.. maka.. "
Prakkkkkk monitor menyala dan menunjukkan Yaura yang sedang duduk dikursi dengan tangan yang terikat dan mulut di plester. Laser merah mengarah ke Jantung dan Kepalanya .
Mata Ken terbelak dan menurunkan senjatanya.
" Baiklah Aku akan melakukan apa yang Kau inginkan.. ".
" Kau punya waktu 20 menit untuk memerintahkan mereka pergi, Jika Aku masih melihat Helicopter disana.. Maka nyawa Istrimu yang akan melayang ! " Edward tersenyum puas saat melihat Ken dibawah kendalinya saat ini.
Dengan tangan yang terkepal dan rahang mengeras,Ken memundurkan langkahnya. Kemarahan,kekhawatiran dan kekecewaan bercampur jadi satu. Ia sangat tidak menyangka bahwa Edward tega melakukannya.
Halaman luar
Ken menekan earpiece dan memerintah semua Helicopter untuk mundur sesuai yang Edward inginkan. tetapi Ia juga menginginkan satu Helicopter untuk tetap bersembunyi , dan Lima Penembak Jitu yang akan masuk dengannya.
Ken faham dengan taktik dan tipuan Edward , Ia sangat yakin bahwa Edward akan melakukan hal yang diluar dugaan dan kesepakatan.
" Dia tidak meminta Uang atau imbalan apapun,itu artinya ada hal lain yang Ia inginkan. " batin Ken.
Kamar
Seorang penyandera mengatakan kepadanya bahwa ada seseorang yang akan menemaninya untuk pergi ke Tuhan, Yaura yang mendengar ini langsung menatapnya dengan tajam dan murka. Tidak ingin nyawa siapapun kembali melayang, Ia memberontak.
Kebetulan Edward memanggil timnya untuk berkumpul dan menyiapkan sesuatu untuk menghadapi Ken.
Ditinggalkan sendirian dan tidak ada lagi senjata yang mengarah kepadanya ,Yaura mulai berusaha melepaskan diri dengan menjatuhkan sebuah botol minuman keras.
Serpihan kaca botol tersebut Ia gunakan untuk membuka tali yang mengikat tangannya.
Menjatuhkan diri dari kursi hingga menyentuh lantai agar bisa melepaskan ikatan tersebut, membuat sebagian tubuhnya tertancap serpihan kaca dan membuatnya mengeluarkan darah.
Ia berusaha keras agar ikatan terlepas, sampai tangan dan pergelangannya pun ikut terluka akibat kaca yang juga ikut mengiris kulitnya.
10 menit kemudian,Edward datang ke kamar seorang diri untuk menemui Yaura.
Yaura yang berada di balik pintu langsung siap siaga dengan sebuah botol yang Ia genggam.
Ceklekkkk Edward membuka pintu dan
Brugghhhhhh Yaura menghantamkan botol tersebut ke kepala Edward hingga membuatnya terluka.
" Sialan ! " Edward mengeraskan rahangnya dan memegangi kepalanya yang terluka.
Brughhhhh Yaura menendang keras tubuh Edward hingga tersungkur guna merampas senjata darinya. awali tidak menyadari, dan..
" KAU ?... " Yaura terkejut dan syok, Ia terdiam sejenak memandangi Edward.
" Jadi Kau yang melakukan ini.. " sambungnya.
Edward menyunggingkan bibirnya dan mengeluarkan senjata,
" Kau memang Wanita Gila yang tidak bisa ditebak, nampaknya Kau sangat ahli dalam menyakiti seseorang. " Ia berdiri dan menodongkan senjata.
" Tenanglah Cantik, Kau akan segera terbebas dariku sebentar lagi.. tidak perlu memberontak seperti itu.. " Senyum Edward dan menatap Yaura.
Yaura terdiam,
" Ini adalah Markas Abraham, dan Edward yang mengendalikan ini.. itu berarti Bukan Keluarga Ken yang terlibat dengan pembunuhan Ayah, melainkan Keluarga Edward. " batinnya.
" Apa yang Kau inginkan? " tanya Yaura.
Mendengar ini, membuat Edward menatap nakal ke arahnya.
" Tubuhmu .. sepertinya itu sangat nikmat .. " Edward mendekat ke arah Yaura.
tiba-tiba seorang Tim melapor melalui earpiece bahwa Ken telah membunuh beberapa dari mereka.
Murka,
Brughhhhhh Edward memukulkan pistol ke kepala Yaura dan membuat dahinya berdarah hingga mengaliri wajah cantiknya.
" Lihat saja Brengsek ! Aku akan membuatmu menyesal ! " umpat Edward yang ditujukkan kepada Ken dan menatap Yaura yang berhasil Ia lukai.
Yaura nampak kesakitan dan memegangi dahinya,namun disisi lain Ia memikirkan Siapa datang dan mengantarkan nyawanya sendiri.
" Apa itu Pak Agus? Pak Bobby ? atau Helena ?" batinnya.
Tim datang ke Kamar dan memasangkan sesuatu pada sandera.
Lorong
Edward menemui Ken yang sudah melanggar janji.
" Kau membunuh mereka? Kau juga membawa seorang Pemandu? Baiklah, tidak masalah Kau telah melanggar perjanjian. " Edward tersenyum dan mengisyaratkan sesuatu.
" Aku tidak melanggar apapun, dan sudah melakukan apa yang Kau inginkan. Lepaskan Istriku ! " ucap Ken,sudut matanya memerah.
" Sayang.. Keluarlah.. " ucap Edward.
dan
Tlkkkkkktlkkkk nampak gerombolan keluar dan menutupi seseorang.
Yaura yang nampak berdarah di wajahnya.
Sama-sama terkejut.
Mereka pun beradu pandang.
" Yaura ... " lirih Ken yang seketika melemah.
" Ken.. " Yaura nampak terkejut dan tidak menyangka bahwa Suaminya lah yang datang.
Melihat Istrinya terluka,membuat rahang Ken mengeras dan amarahnya meluap.
ckllkkkkkkk Ia menodongkan Pistol ke arah Edward.
" Kau melukainya ?! Semua Penembak Jitu siap menyerang ! Matilah Kau brengsek ! " umpat Ken dan siap menarik pelatuknya.
" Musuh sudah terbidik, Kami siap menyerang Big Boss. " ucap Penembak Jitu dari earpiece yang digunakan Ken.
Hendakk menarik pelatuk .
" EKHEMMMMMM " Edward menyunggingkan bibirnya dan bergeser.
Nampak tubuh Yaura kini telilit oleh rakitan BOM yang siap diledakkan.
Ken membulatkan kedua matanya,
" TAHAN TEMBAKAN ! SEMUA PENEMBAK TAHAN TEMBAKAN KALIAN ! " perintah Ken hingga membuat semua Penembak Jitu mengurungkan niatnya, Ia sadar jika menembak sembarangan maka yang terjadi adalah BOM meledak dan membunuh semua orang yang ada disitu.
Ken mengamati rangkaian BOM,
" Albert .. Apa Aku perlu menembak tangan orang yang memegang kendali denatornya ? " tanya Ken kepada timnya melalui earpiece.
" Jangan Big Boss ! itu akan berakibat fatal. BOM itu dengan jenis C4 yang mempunyai ledakan yang sangat kuat. Bersabarlah , Aku sedang mencari titik pusatnya. Cobalah mengulur waktu sampai Aku menemukannya !.. " tutur seorang Ahli BOM yang bernama Albert, Ia meneropong dari luar Gedung.
Ken menelan salivanya dan mencoba bersabar.
" Apa yang Kau ingin sebenarnya? Katakan .. ".
" Aku menginginkan Istrimu yang Cantik Ini, Kau bisa memberikannya untukku? " jawab Edward sambil merengkuh Yaura.
" Jangan menyentuhnya ! Atau.. " Ken geram ,
Cklkkkkkkkk Edward menodongkan pistol ke Kepala Yaura.
" Atau Istrimu akan mati ! " tawa Edward.
Dorrrrrrrr Ken menembak pistol yang menghujam kepala Istrinya,hingga membuat pistol yang dipakai Edward terjatuh.
" APA KAU BODOH ?! " umpat Edward yang merasa kesal karena Ken berani menembakkan peluru kepadanya.
" Sesuai yang Kau lihat. " smirk Ken.
"Jangan menyentuh dan menyakiti Istriku !. yang harus Kau hadapi adalah Aku. Kau faham?! " sambung Ken yang terus mengarahkan pistol kepada Edward.
" Sudah cukup bicaranya?! Sekarang bersiap-siaplah mati ! " ucap Edward seraya mengambil pistolnya yang terjatuh.
" Sinar Merah yang berada di leher sebelah kiri sandera,itu menjadi Pusat. Tembakan peluru kearahnya Big Boss ! Kami akan membantumu dari sini. "
Ken mengalihkan pandangannya ke leher Yaura dan melihat Sinar Merah menyala.Ia pun mengalihkan pandangannya dan menatap Istrinya.
" Aku sungguh minta maaf karena datang terlambat.. " lirih Ken.
" Diamlah ditempat dan jangan bergerak sedikitpun.. " sambungnya.
Mendengar ini membuat Edward bingung dan tidak mengerti.Ia malah menyoroti keadaan luar yang disangka akan menyerangnya.
" Aku akan melakukan tembakan. " ucap Ken .
dan..
Dorrrrrrrrr peluru melesat tepat mengenai leher Yaura dan menggoresnya.Sinar Merah berhasil mati, yang artinya denator tidak akan berfungsi meskipun di tekan.
Dorrrr dorrrr dorrr Penembak Jitu yang berasal dari Luar menembaki Tim Edward.
Dorrrr dorrr Ken menembaki Edward,begitupun sebaliknya.
Yaura segera berlari mendekati Suaminya.Dengan sigap Ia menarik Yaura dan melindunginya.
Lengah sedikit.
" Big Boss merunduk !!! " teriak Tim dari earpiece yang mengamati bahwa Edward sedang mengarahkan pistol ke jantungnya.
Ken dengan sigap mendekap Istrinya dan menjatuhkan diri ke lantai.
Mengetahui denator sudah tidak berfungsi, Edward menggerayangi Tombol Darurat untuk meledakkan BOM.
" Sial dimana Tombol itu ! " tangannya yang berdarah karena peluru Ken terus mencari tombol itu dan sesekali mengarahkan tembakan kepada musuhnya.
Menyadari hal yang akan terjadi, Ken memeluk Yaura dan mendekapnya dengan begitu erat.
" Anggap Kau tidak pernah melihat ini.. " lirihnya.
dan dorrrrr doorrr dorrrr dorrr Ken menembaki Edward dan Timnya dengan begitu brutal dan bringas.
Peluru tersebut berhasil melukai Tangan dan Kaki Edward ,sementara Timnya tewas terbunuh.
Menyadari Ken semakin brutal.Edward merangkak dan pergi.
" F*CKKK !!! Aku mengira Ken tidak sebrutal ini ! Bisa-bisa Aku lenyap ditangannya ! ".
Dirasa tidak ada serangan,
__ADS_1
" Yaura.. Ayo Kita keluar .. " Ken berdiri, diikuti oleh Sang Istrinya.
Melihat Kaki Yaura yang tidak memakai alas kaki dan tampak berdarah karena serpihan kaca yang menancap di kakinya, membuat mata Ken berkaca-kaca dan memerah, Ia tidak menyangka bahwa Yaura akan mengalami hal ini. Bayangkan,lelaki mana yang tega melihat seorang Wanita terluka,terlebih lagi itu Istrinya.
Dannn grepppppp Ken membopong tubuh Istrinya dan menggendongnya menuruni anak tangga.
" Ken, tubuhku sangat berat.. Aku masih bisa berjalan,Sungguh. " lirih Yaura,tangannya melingkar sempurna di leher Suaminya.
Ken hanya menatap Yaura dan tidak mengatakan apapun,Ia sadar timer BOM masih berjalan.
Dengan langkah cepat Ken menuruni anak tangga seraya menggendong tubuh Istrinya yang berceceran darah.
Sepanjang itu pula, Yaura mengamati wajah Suaminya yang nampak khawatir dan cemas.
" Kenapa Kau selalu berkorban untukku.. padahal Aku tidak sebaik Apa yang Kau kira.. " lirihnya dalam hati, dan begitu terenyuh saat Sang Suami begitu gigih untuk menyelamatkannya.
Ken sekarang berada di Halaman Luar dengan jarak agak jauh dari Gedung, Ia mendudukkan Istrinya ditanah. Seseorang bernama Albert datang untuk menjinakkan BOM.
" Ya Tuhan , 40 Detik lagi.. " lirih Ken dalam hati dan memandang Istrinya.
Yaura mengamati rakitan BOM,
" Ini BOM C4, 40 Detik itu tidak cukup. Artinya.. ini akan tetap meledak. " lirihnya dalam hati. meskipun Ia seorang NIS dengan berbagai gelar,tapi ada beberapa Bagian dan kelemahan yang Ia punya. NIS juga manusia, kelemahannya adalah tidak bisa menjinakkan BOM dalam waktu cepat karena harus memahami beberapa rangkaian dan arus,apalagi C4 yang merupakan BOM berbahaya dengan ledakan yang dahsyat.
" Ken.. pergilah dari sini sekarang.30 detik lagi, Kau masih punya kesempatan untuk berlari.. " Yaura menatap Ken dan memegang tangan Suaminya.
" Jika membiarkanmu mati, untuk apa Aku susah payah menyelamatkamu.. tenanglah.. " Ken mengelus lembut pipi Istrinya.
" Aku tidak bercanda Ken. Pergilah dari sini sekarang.. Aku mohon selamat dirimu jangan memperdulikanku.. " lirih Yaura, Ia sadar Ken sudah banyak berkorban untuknya.
dan ..
Hugggghhh Ken memeluk Yaura dan memberikannya pelukan yang begitu menghangatkan.
" Jangan cemas ataupun khawatir, tenanglah. Aku disini untukmu .. " lirih Ken seraya mengelus lembut kepala Istrinya.
Terlihat Albert sedang mengotak-atik rangkaian BOM yang menempel di punggung Yaura.
" Tapi Ken... " lirih Yaura.
" Percayalah kepadaku,Yaura. Aku berjanji akan menyelamatkanmu.. " balas Ken seraya tersenyum tipis, detak jantungnya semakin cepat karena sadar Waktu akan habis dan ledakkan akan terjadi.
5 detik lagi..
Tkkkkk Albert berhasil mematahkan rangkaian BOM tersebut.
" Big Boss , lepaskan rakitannya cepat. " Perintah Albert.
Ken segera melepaskan pelukannya,dan melepas rakitan BOM tersebut dari tubuh Sang Istri dengan terburu-buru .
Helicopter nampak mendarat.
Tiba-tiba dorrrrr mereka kembali mendapat serangan senjata dari berbagai arah.
Dengan sigap Ken membopong tubuh Istrinya dan menaiki helicopter, sementara Para Tim masih membackup serangan musuh di belakang.
" Masuklah ! Kita akan mengurusnya nanti " perintah Ken kepada Tim.
Tim pun menaiki helicopter yang siap membawa mereka pulang ke Rumah. Sadar Istrinya bersimbah darah, Ia meminta kotak P3K untuk mengurangi resiko pendarahan .
Kepala,Leher,Tangan, Kaki ,Lutut semuanya terluka.
" Yaura.. Aku minta maaf " lirih Ken seraya membersihkan luka Istrinya.
" Aku baik-baik saja. Aku yang seharusnya minta maaf karena banyak merepotkanmu.." jawab Yaura.
Tiba-tiba HT Pilot NIS yang dikirim oleh Alpha berbunyi dan meminta untuk berbicara kepada Ken.
" Big Boss. Ini Pak Diyo " ucap Tim Ken sambil memberikan HT tersebut.
Mendengar Pak Diyo, membuat Yaura membelakkan kedua matanya, Ia mengamati Helicopter dan mencari tipenya.
" Ya Tuhan, ini Helicopter yang dipakai Kak Alfin.. Pak Diyo? Direktur Besar ? " wajah Yaura memucat saat mengetahui fakta bahwa Ia mendapat bantuan dari NIS.
" Itu berarti Ken sudah tahu bahwa Aku NIS? " batinnya.
" Hormat. Ini Ken " ucap Ken.
" Hormat. Bagaimana? " tanya Pak Diyo dari HT.
" Sandera selamat, dan penyandera terluka. " jawab Ken.
" Baiklah, Kami akan menyelidiki semuanya sesuai perintah Kau dan Ayahmu. Hormat." Pak Diyo mematikan HT.
RUMAH KAK ALFIN
Sebuah senjata tertodong di kepala Kak Alfin lengkap dengan penembak yang siap melesatkan pelurunya.
Alfin nampak pasrah dan menunduk,
" Jika sampai Kau membuat perintah gegabah seperti ini lagi.. Aku tidak akan segan-segan melepas Seragam Kehormatanmu ini ! " Tegas Pak Diyo selaku Direktur Besar NIS.
" Aku siap melepas seragam ku saat ini juga bila memang itu yang Pak Direktur inginkan. Dan Jika bisa membela diri, Aku membuat keputusan ini sesuai dengan aturan keadaan darurat yang tersirat dalam NIS " jawab Kak Alfin.
cklkkkkkkkkk Pak Diyo hendak menarik pelatuknya.
" Jangan pernah berurusan dengan Louis ! Jika Kita bertentangan dengan mereka... Kau tahu akibatnya bukan? " Tegas Pak Diyo.
" Tentu Aku tahu. "
Pak Diyo menurunkan senjatanya dan melangkah pergi beserta dengan Tim nya.
Kak Alfin menatap Sang Direktur yang mulai menjauh dari pandangannya.
" Aku tidak faham kenapa Kau tidak menolong sandera, apa karena ini perintah dari Louis? Hingga Kau tidak bisa berbuat apa-apa, padahal sebelumnya Kau tidak pernah melakukan ini, Pak Diyo. " batin Kak Alfin, Ia terus meneliti dan menganalisa keadaan.
" Juga Yaura.. Aku tahu betul bagaimana Wanita itu, jika Aku saja bisa dikalahkan dengan mudah olehnya,lalu bagaimana bisa Dia tertangkap? " Kak Alfin flashback saat Yaura mengalahkannya dalam medan tempur di Camp Militer.
" Sepertinya ada sesuatu yang janggal terhadap mereka semua. Kendrick,Yaura, Louis , dan Pak Diyo. Aku harus menyelidiki semuanya.. " sambungnya.
RUMAH KEN
Ken membopong tubuh Sang Istri dan membawanya ke Kamar. Semuanya nampak khawatir dan menunggu kabar Yaura,kecuali Evelyn yang tertidur pulas di Kamarnya.
" Ken .. Apa Yaura baik-baik saja? " tanya Vino dan Alex.
" Cepat panggil Dokter ! " Jawab Ken seraya menaiki anak tangga.
Kevin dengan sigap memanggil Dokter yang letaknya tidak jauh dari Rumah Ken, Ia pergi dengan Pak Tio.
Lolly dan Anin nampak cemas melihat keadaan Yaura,
" Kak Yaura sepertinya luka parah. Ya Tuhan,selamatkan Dia " Lolly mengatupkan kedua tangannya dan berdoa.
" Ayo Kita ke atas Lolly.. Aku juga sangat khawatir.. " Anin menarik tangan adiknya dan menyusul Ken ke atas.
Kamar
Ken membaringkan tubuh Istrinya di Ranjang. Karena tidak minum atau makan sedari kemarin,
" Ken.. Aku haus.. " lirih Yaura.
Tiba-tiba Lolly datang dan menghampiri mereka berdua.
" Kak Ken .. apa Kak Yaura baik-baik saja? "
" Lolly tolong ambilkan Air Putih.. " ucap Ken.
Lolly dengan sigap mengambilkan segelas Air Putih yang ada di meja.
" Ini Kak.. " Lolly menyodorkan segelas air putih.
" Minumlah.. " Ken memberikan minum kepada Yaura dengan tangannya.
" Terima kasih.. " lirih Yaura,wajahnya mulai memucat.
" Kak Ken.. sepertinya Yaura kehilangan banyak darah wajahnya sangat pucat.. " panik Anin.
Ken mengamati wajah Istrinya dengan cemas dan khawatir,
" Dokter segera datang,bertahanlah.." ucapnya.
" Aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil,kalian tidak perlu khawatir.. " jawab Yaura dengan entengnya.
" Setiap luka pasti Kau menganggapnya luka kecil. " ujar Ken yang merasa kesal karena Istrinya menyepelekan sesuatu.
Tak berselang lama.. Dokter datang dan segera mengobati Luka Yaura.
" Luka dikepalanya sangat dalam, kenapa bisa seperti ini? " tanya Dokter dan membalutkan perban di Kepala Yaura.
" Aku tidak sengaja menabrak Istriku sendiri.. " jawab Ken yang menutupi kejadian sebenarnya.
" Sungguh Laknat dirimu Tuan Ken. " celetuk Sang Dokter Wanita tersebut.
Dokter membalut perban di bagian tubuh yang terluka, dan mengobatinya.
" Beristirahatlah yang cukup Nyonya Rafandra , tubuhmu sangat lemah saat ini.. " ucap Dokter.
Mendengar dirinya di panggil Nyonya Rafandra,membuatnya mendelik.
Dokter pun pamit setelah mengobati Yaura.
" Terima kasih Dok.. " ucap Ken dan Yaura.
Setelah Dokter pergi,
" Ganti bajumu dan beristirahatlah.. "lirih Ken dengan lembut.
Tak menjawab ,Yaura melamun dan menatap wajah Suaminya.
" Apa perlu Aku yang memakaikannya? " celetuk Ken yang membuat Yaura tersadar.
" TIDAK ! " tolaknya mentah-mentah.
" Kenapa tidak? " Ken tersenyum nakal, Ia memandangi Istrinya tanpa henti.
" Karena nanti keberuntungan hanya akan berpihak kepadamu.. tidak untukku. " jawab Yaura.
Ken tersenyum manis saat Sang Istri mengatakan hal itu, Ia tidak menyangka bahwa ada Wanita yang menolaknya, padahal di Luar Sana banyak wanita yang tergila-gila terhadap Ketampanan, Kesexy-an , dan Kekayaan dirinya.
" Berani-beraninya Kau menolakku. Lihat saja, penyesalan selalu datang di akhir cerita.. " Ken terus tersenyum dan berdiri ,kemudian melepas Jaket Hitam yang Ia kenakan.
" Itu tidak berlaku untukku .. " jawab Yaura seraya memandangi Ken yang sibuk melepas pakaiannya satu persatu. ( kolor sama dalemannya tidak ikut terlepas yah gengss wkwkw )
" Aku mandi dulu.. " Ken melangkah ke kamar mandi.
Yaura terus memandangi Ken tanpa henti, Ia menundukkan pandangannya dan meremas kedua tangannya.
" Jangan terlalu baik terhadapku Ken.. Aku takut Kau akan menyesalinya di kemudian hari setelah mengetahui semuanya.. " lirih Yaura.
Di Kamar Mandi
Ken mengguyur dirinya di bawah shower.Ia kembali mengingat penyanderaan tadi ,
" Edward ! Kau baru saja membangunkan singa yang tertidur. Persetan dengan kemanusiaan, Aku akan membunuhmu .. " decak Ken.
" Dia datang secara tiba-tiba di Villa, dan melakukan penyanderaan di saat yang sama . Sebelum ini, Dia tidak pernah menampakkan batang hidupnya dan terus bersembunyi dariku.. tetapi sekarang muncul dan melakukan penyanderaan, Itu berarti ... Ada Orang lain yang mengendalikannya .. " Ken mengepalkan kedua tangannya, Ia tidak membunuh Edward tadi karena ingin mencari tahu alasan penyanderaan dan Siapa yang terlibat dengannya.
Pukul 01.15
Yaura sudah berganti baju dan makan saat Suaminya sedang mandi. Ia duduk di merenung di tepi Ranjang,
" Aku harus segera menemui Kapten Immanuel dan pergi ke Dubai. Setelah semuanya selesai dan terpecahkan... " lirihnya dalam hati, Ia mengingat kembali kesalahan terbesarnya yaitu membunuh Ken yang selama ini selalu menyelamatkan dan melindunginya.
" Aku harus pergi dan menghilang dari kehidupan Ken.. " Yaura menundukkan pandangannya.
tak berselang lama, Ken datang lalu berjalan ke arahnya dengan bertelanjang dada, Ia hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi Auratnya 🤣
" Kau baik-baik saja? " tanya Ken saat melihat Sang Istri menunduk dan tak menyadari keberadaan dirinya.
Yaura mendongakkan kepalanya dan..
" Kenapa hanya memakai handuk? cepat pakai baju ! " omel Yaura dan memalingkan pandangannya.
__ADS_1
" Berlebihan. Ini hal biasa untuk Pria, Dasar Lebay Kau Markonah ! " Ken tersenyum dan nampak mengambil sesuatu dari Laci Meja.
Mendengar ' Markonah ' , Yaura kembali memandang wajah Suaminya.
" Aku Yaura ! Bukan Markonah ! " ucap Yaura dengan sangat imut, dan mengerucutkan bibirnya.
Mendengar dan melihat ini membuat Ken merasa gemas. Ia pun mendudukkan dirinya di sebelah Sang Istri,
" Kau lebih pantas dipanggil Markonah daripada Yaura. Itu sangat cocok untukmu. " Usil Ken seraya mengedipkan sebelah matanya.
" Tidak ! Terima kasih atas sarannya. " jawab Yaura .
Ken terus tersenyum dan memandangi Istrinya,
" Tidak bersama Yaura semalam saja, Aku uring-uringan dan kacau. Tetapi saat bersamanya sekarang, Aku begitu tenang dan ingin selalu dekat dengannya.. " lirihnya dalam hati.
" Tidurlah.. ini sudah larut malam. Kau harus Istirahat dan memulihkan keadaanmu.. " tutur Ken dan beranjak untuk memakai baju.
Tak berselang lama, Yaura berdiri dan membawa selimut hendak tidur di soffa seperti biasa.
" Heiii hei heii !! Kau mau kemana? Tidurlah disini.. " Ken menggendong tubuh Istrinya dan membaringkannya di Ranjang.
" Jangan membantah ! " ancamnya.
Lelah dan lemas, Yaura menuruti perintah Sang Suami.
Ken menarik selimut dengan maksud agar Istrinya tidak kedinginan.Setelah itu,Ia merebahkan diri disebelahnya.
Yaura menoleh ke arah Suaminya.
" Ken.... "
" Hummmmmm? " saut Ken dan memandangnya.
" Terima kasih... " lirih Yaura dengan lembut.
Mereka saling berhadapan dan memandang satu sama lain.
" Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah kewajibanku.. " jawab Ken.
Yaura tersenyum tipis.
" Apa Kau semalam tetap menginap di Villa? " tanyanya.
" Tidak..Aku pergi ke suatu tempat. " jawab Ken.
" Kemana? .. " tanya Yaura.
Ken tersenyum dan menyerit heran.
" Tumben sekali Kau bertanya seperti ini..Kenapa memangnya? " Ia semakin mendekatkan tubuhnya.
" Apa salahnya Aku bertanya,bukankah Kau pernah bilang agar Aku terbuka denganmu.. " jawab Yaura.
" Terbuka?Baiklah.. Ayo saling terbuka sekarang.. " Ken semakin tersenyum lebar dan hendak membuka bajunya.
Dengan sigap Yaura menahan tangan Sang Suami yang hendak membuka bajunya.
" Bukan itu maksudku.. Dasar mesum ! ".
Ken tersenyum dan ..
Huggggggg
Ken menarik tubuh Yaura dan mendekapnya.
" Tidurlah seperti ini.. semalam Aku tidak berhenti memikirkan dan mengkhawatirkanmu.. " lirih Ken dan melingkarkan tangan diperut Istrinya.
Yaura hanya diam dan tidak menolak,Ia mulai menerima perlakuan Ken yang memang adalah Hak nya.
" Benarkah? tetapi Kau belum menjawab pertanyaanku tadi..Kau tidur dimana? " tanya Yaura kembali,ntah sadar atau tidak, Ia tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang tidak penting.
" Yang pasti.. Aku tidur dengan wanita cantik ." Celetuk Ken dan berbisik di telinga Istrinya.
Mendengar ini.
" Menjauhlah ! " Yaura mendorong tubuh Suaminya.
" Tidak akan. " Ken kembali memeluk Istrinya dan tersenyum.
" Apa ini kehidupan Pria Kaya sepertimu? Tidur dengan Wanita cantik. " ucap Yaura tanpa sadar, wajahnya terlihat kesal.
" Tentu. Tidak ada Wanita yang akan menolakku,kecuali Markonah seperti dirimu ini ! " Ken tersenyum dan tak henti-hentinya menggoda Sang Istri.
" Dasar Lelaki Mata Keranjang. Dan berhenti memanggilku Markonah ! " Yaura menggerutu tidak jelas.
" Kenapa memangnya jika Aku tidur dengan mereka? Kau cemburu? " tanya Ken dan semakin mengeratkan pelukannya.
" Cemburu? untuk apa Aku cemburu!. Sama sekali tidak. " jawab Yaura dan semakin kesal tidak jelas.
" Aku semalam tidak tidur dengan siapapun.. Aku pergi ke XXX untuk mencari tahu dimana keberadaanmu.. " lirih Ken dan tersenyum.
Mendengar ini,membuat Yaura tersentuh dan menoleh ke arahnya.
" Jadi Kau tidak tidur semalam? " tanyanya.
Ken menganggukkan kepalanya.
" Aku minta maaf telat menyelamatkanmu tadi.. " lirihnya.
" Tidak apa-apa,lagipula Aku sudah selamat sekarang. " jawab Yaura.
" Ken... " sambungnya.
" Kenapa? " tanya Ken dan menyerit heran kenapa Yaura selalu mengajaknya mengobrol ,padahal sebelumnya hanya diam dan tidak banyak omong.
" Apa Aku boleh meminta sesuatu kepadamu? " tanya Yaura dan menatap Suaminya dengan tatapan dalam.
" Katakan.. ".
" Aku ingin jalan-jalan.. " ucapnya.
" Jalan-jalan? " Ken tersenyum dan sumpah Demi Tuhan,Ia melihat Yaura seperti bukan Yaura yang biasanya.
Yaura menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba tangan Ken memegang dahi Sang Istri,
" Yaura apa Kau ingat Siapa nama panjangku? "tanya Ken.
" Kendrick Rafandra Bachtiar. Kenapa Kau melontarkan pertanyaan bodoh. " gerutu Yaura dan menyerit heran.
" Apa Kau ingat nama-nama Sahabatku? " tanya Ken kembali.
" Alex,Kevin , dan Vino. " jawab Yaura.
" Syukurlah Kau ingat. Aku kira sebagian ingatanmu hilang karena luka dikepala. " Ken kembali meraih pinggang Sang Istri dan memeluknya.
Yaura memutar bola matanya saat Ken berkata konyol.
" Kau mau jalan-jalan kemana?katakan. "tanya Ken kembali.
" Kau janji akan menepatinya ? " tanya Yaura untuk menyakinkan.
" Hummmmm " .
" Aku ingin jalan-jalan ke Dubai. " ucap Yaura yang membuat Ken terkejut olehnya.
" Kenapa Dubai ? Banyak tempat lain yang lebih indah.. " ujar Ken.
" Aku ingin melihat Burj Khalifah .. " ucap Yaura kembali.
" Kita pergi ke Maldevis , Santorini ,atau lainnya.. Bila perlu Aku akan membelikan Pulau Pribadi untukmu.. " Ken tersenyum mengisyaratkan banyak arti.
Tau deh Ken, Lu mau Honey Moon kan?wkwkwwkwkw🤣
" Tetapi Aku ingin ke Dubai. Disana banyak Gedung Tinggi dan pemandangan Kota yang indah.. " lirih Yaura dengan lembut.
" Kenapa memangnya kalau banyak Gedung Tinggi? ". tanya Ken .
" Aku ingin melompat dari Gedung Tinggi . Pertanyaan konyol ! " gerutu Yaura yang merasa kesal dengan pertanyaan Suaminya.
Ken diam sejenak.
" Baiklah..Kita akan sekalian mengunjungi Hotel Ayah disana ".
Mendengar ini, membuat Yaura tersenyum dan menatapnya.
" Benarkah? ".
" Iyah... Tetapi nanti setelah Kau pulih dan keadaan aman. Jujur,Aku masih takut kejadian ini terulang lagi.. " tutur Ken dengan lembut.
Yaura tiba-tiba meraih tangan Sang Suami yang melingkar di perutnya.
" Jika Kau mengingkari janjimu. Maka Aku jalan-jalan sendiri ke sana .. ".
" Aku tidak akan membiarkanmu sendirian.. " Ken tersenyum dan mengalihkannya pandangannya ke Bibir Sang Istri.
Perlahan Ken mendekatkan wajahnya dan menatap Istrinya dengan tatapan dalam.
Dannn
Cuppppppp
Ia mel*mat lembut bibir manis Sang Istri dan memejamkan kedua matanya.
Wanita tetaplah wanita yang jika mendapat perlakuan semanis ini, akan tetap terbuai Olehnya.
Yaura menerima perlakuan Sang Suami dan membuka mulutnya agar bisa mengaksesnya dengan bebas. Ia kemudian memejamkan kedua matanya.
Ken menciumnya dengan begitu passionate dan penuh kelembutan,Bukan dengan nafsu atau birahi yang membumbung tinggi. Mungkin Ken masih bisa menahan Nafsunya karena Sadar, Yaura masih belum mengizinkannya untuk melakukan lebih. Meskipun Status Dia sebagai Suami,tetapi apa daya jika Istrinya sendiri belum memberi sinyal hijau kepadanya.Terlepas dari semua itu, Ken merasa bersyukur karena Yaura tidak marah jika Ia menciumnya.
Ia terus menghisap dan mel*mat bibir Sang Istri, hingga Yaura meremas lembut lengan bajunya dan membuat dirinya semakin tidak ingin melepaskan ciuman basah yang terlanjur Ia lakukan.
Tak berselang lama..
Ken melepaskan ciumannya dan beradu pandang. Nafas mereka saling berbaur.
" Tidurlah... selamat malam.. " lirih Ken dan melukiskan senyum dibibir Sexy nya.
Yaura menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
Tiba-tiba..
Cupppppppp Ken mencium keningnya.
Yaura Hendak terenyuh, tetapi..
" Sweet Dream, Markonah. " usil Ken dan tersenyum lebar.
" Ken ! Berhenti memanggilku Markonah ! " Yaura kesal dan memainkan Bibir Sang Suami dengan jarinya.
Melihat Jari Sang Istri memainkan bibirnya,
" Kenapa memainkan bibirku? Kau masih menginginkannya? " Ken tersenyum nakal.
" Tidak. Maksudku.. Mulutmu ini harus berhenti memanggilku Markonah." jawab Yaura.
" Alibi . " ucap Ken.
dan..
Cupppppp
Ia kembali mengecup bibir Istrinya.
" Aku sangat mengantuk dan lelah.. Tidurlah.. " Lirih Ken dan kembali ke posisinya semula. Ia memeluk Istrinya dengan erat.
Yaura tersenyum tipis saat Ken memperlakukannya dengan manis. Ditambah, pelukan hangat yang diberikannya sekarang, Ia melirik sejenak ke arah Sang Suami yang sudah memejamkan matanya.
" Selamat Malam .. Ken. " lirihnya dalam hati. Ia pun ikut memejamkan kedua matanya.
...............
**JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAH GAESSSS
__ADS_1
BTW MAAF KALO UP NYA LAMA.
BUTUH SARAN DAN KRITIKANNYA JUGA ♥️♥️**