Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Bibirnya Sangat Menggoda


__ADS_3

" Ohh .. Begitu " Yaura mengalihkan pandangannya ke sembarang arah .


" Kenapa kau begitu tertarik membahas mereka ? " tanya Ken kembali .


" Semua akan tertarik membahas mereka " singkat Yaura .


Rumah Ken


Evelyn sedang bersantai di Kamar nya. Menselonjorkan kaki di tempat tidurnya yang begitu nyaman & empuk, ditemani dengan secangkir susu putih yang hangat . Ia meminumnya seraya menikmati tontonan televisi yang tepat berada di depan tempat tidurnya.


" Rasanya Aku sangat merindukan Vino, kapan Dia pulang yah ? " ucapnya seraya mengambil Ponsel yang tepat berada di hadapannya .


Ia pun segera mencari kontak Orang tersayangnya tersebut .


Vino , nama yang tertera pada screen ponsel dan segera memencet tombol hijau .


tutttt tutttt bunyi nada sambung


" Haloo Vin, maaf sudah mengganggumu " Evelyn tersipu malu saat mengucapkannya.


" Halo Sayangku, kenapa meminta maaf ? mengganggu apalagi .. Aku malah senang kau menelfonku , " jawab Vino dari balik telfon .


" Kau kapan pulang ? Apa kau tidak ingin mengucapkan selamat pernikahan kepada Kakak ? " tanya Evelyn


" Aku akan segera pulang , Tunggu aku "


" Hanya keluar kota saja lama sekali " gumam Evelyn seraya memandangi kuku cantiknya.


" Sebanyak itu kah kau merindukanku ?. Baiklah Evelyn aku harus bekerja lagi , kututup telfonnya " Vino pun mengakhiri pembicaraan.


" Tentu Aku sangat merindukanmu Vin, sangat merindukanmu .. Tetapi, Aku lebih penasaran dengan ekspresi yang kau tunjukkan saat melihat Yaura kekasih gelapmu itu menikah dengan Kakak-ku , dan Yaura pasti akan begitu menyedihkan " Evelyn tersenyum sinis , memori tentang Vino & Yaura benar-benar tak bisa dihilangkan dari benaknya .


.......


Tak lama kemudian , mobil Ken memarkir di Halaman depan. Ia dan istrinya segera turun dari mobil .


Ken memanggil pengawal untuk membantu membawakan koper milik istrinya tersebut .


Ken melangkah menuju kamar Evelyn , sementara Yaura pergi ke kamar untuk merapikan baju miliknya.


Kamar Evelyn


Ken mengetuk pintu, setelah di izinkan masuk oleh adiknya ia pun langsung masuk ke dalam .


" Kau sudah menghubunginya ? Kapan Vino akan pulang ? " tanya Ken seraya merebahkan tubuh kekarnya di Ranjang .


" Kakak ... Jangan rebahan disini ! Merusak suasana saja " protes Evelyn seraya menarik selimut yang tidak sengaja tertindih oleh Kakak tunggalnya .


" Jawab dulu pertanyaan Kakak " Ken sejenak memejamkan matanya .


" Kakak ini .. Punya kamar sendiri selalu saja rebahan di kamar ku . Vino tidak memberitahu kapan tepatnya Dia pulang, Aku sudah menelfonnya tadi " Evelyn mengerucutkan bibirnya .


" Ada orang lain di Kamarku , dan membuatnya menjadi tidak nyaman . Kapan Kakak akan mengakhiri semuanya " Ken membuka mata dan menatap ke Arah Evelyn .


" Astaga .. Baru kemarin menikah , melontarkan pertanyaan seperti itu, Kakak ini sungguh konyol. Nikmatin saja dulu hari-hari Kakak dengan Yaura, lagipula Istri Kakak itu sangat cantik menurutku , tidak rugi sebenarnya Aku menikahkan Kakak dengan nya " Evelyn tersenyum usil .


" Apa maksudmu tidak rugi ? Dia sama sekali bukan tipe-Ku " Tukas Ken .


" Lalu seperti Apa tipe Kakak ? seperti Angelina Jolie ? Taylor Swift ? atau Kim Kadarshian ? " Evelyn tertawa seraya mencubit Pipi Kakaknya.


" Kenapa tidak sekalian Nicki Minaj ? " Ken melirik kesal .


" Kakak .. Evelyn sangat menyayangi Kakak, Aku janji setelah semuanya membaik, Aku akan memisahkan Kakak dengannya . Setelah itu, Aku juga berdoa semoga Kakak menemukan cinta Kakak yang sesungguhnya " Evelyn memegang tangan Ken ,


Tanpa menjawab Doa adiknya, Ken hanya membalasnya dengan senyuman . Kakak & Adik itupun kini sibuk mengobrol


Kamar Ken


Seraya merapikan bajunya di lemari, Yaura dibuat terheran oleh pernyataan suaminya tadi .


" Penghormatan ? Menyimpan kenangan Kami ?"


" Mereka membangun Gita Hotel atas dasar Bisnis, lagipula mereka sudah membeli sahamnya, untuk apa tetap menggunakan Kami sebagai Identitasnya ? Biasanya seorang musuh atau pesaing benar-benar akan menghanguskan semuanya , tetapi kenapa Keluarga Ini ( Keluarga Ken ) memilih tetap menjaganya ? "


" Atau jangan-jangan Keluarga Ini tidak terlibat dalam pembunuhan Ayahku, melainkan pemegang saham Louis yang pertamalah ( dulu ) yang terlibat " Yaura sangat berfikir keras seraya merapikan baju-baju di lemarinya.


Ia terus berfikir keras dan benar-benar menganalisa keadaan .


" Tidak . Tidak .. Aku tidak akan mempercayai siapapun disini, sekalipun itu Ken . Bisa saja ini hanya sandiwara mereka " Yaura mencoba mensadarkan dirinya .


...................


19.30 malam


Setelah mengobrol dengan adiknya , Ken kembali ke Kamarnya . Ia segera membersihkan diri di Kamar Mandi.


setelah mandi, Ia pun memakai baju santai yang sudah Yaura siapkan sebelumnya . Menyadari sedari tadi tidak ada istrinya di Kamar ,


" Dimana Dia ? " Ken menyoroti sudut ruangan .


Menyadari dari arah Balkon ada seseorang , Ken pun melangkah ke arah Balkon kamarnya .


" Kau sedang apa ? " tanya Ken mengagetkan lamunan Yaura yang sedang berdiri melamun seraya menikmati desiran angin malam .


Ia pun membalikkan badannya dan memandang ke arah suaminya tersebut .


" Menikmati angin malam " singkatnya .


" Turunlah .. Kita akan malam dibawah " ajak Ken seraya melangkah pergi .


Tanpa menjawab pertanyaan suaminya , Yaura pun mengikuti Ken dibelakang.


Ruang Makan


Ayah Reino, Ibu Hilya dan Evelyn sudah menunggunya dibawah sana . Berbagai hidangan makan malam yang menggugah selera berjejer rapih di meja makan , serta beberapa Lilin yang menyala disela2nya membuat makan malam tersebut layaknya Candlelight Dinner.


Ken & Yaura pun kini duduk bersama mereka di meja makan . Meskipun dirinya terbiasa memasang wajah tanpa ekspresi , namun Ia juga ingin menjadi Menantu yang pada umumnya , Yaura pun sedikit menunjukkan rasa tidak enak hati pada Mertuanya tersebut karena terlebih dahulu menunggu ,


" Ayah, Ibu .. Aku minta maaf selalu membuat Ayah & Ibu menunggu " Yaura tersenyum paksa.


" Tidak papa Nak, Kami memahami Pengantin Baru seperti Kalian " balas Ayah Reino seraya memasang Wajah bahagia, Kedua matanya menatap bergantian ke arah Ken & Yaura .

__ADS_1


Mendengar pernyataan suaminya , membuat Ibu Hilya tersenyum2 sendiri , Yaura pun menjadi sedikit canggung . sementara Ken & Evelyn tidak bereaksi apapun.


Mereka pun kini menikmati makan malam .


Setelah menikmati makan malam , Ken hendak beranjak dari tempat duduknya , Namun


" Ayah Ingin berbicara denganmu & Istrimu Nak , tetaplah disini " Perintah Ayah Reino seraya meminum segelas Air Putih.


Ken pun menuruti perintah Ayahnya , sementara Evelyn yang merasa tidak berkepentingan pun pamit ke kamarnya.


" Sebelumnya, Ayah & Ibu mengucapkan permintaan maaf untuk Kalian , terutama Kau Yaura . Bulan Madu kalian tertunda, karena Ken harus mengurusi pembangunan Proyek Gita Hotel " Ayah Reino memasang Wajah kecewa .


" Tidak masalah Ayah, Kita bisa ber-Bulan Madu dilain waktu " tukas Ken yang hanya memasang wajah datar .


" Iyah Ayah, Itu bukanlah masalah besar " respon Yaura .


" Jelas ini masalah Besar Nak , Ibu ingin kalian segera memiliki momongan , dan Kami akan menjadi Nenek & Kakek, Nantinya Ibu yang akan menggendong cucu pertama Ibu " ucap Ibu Hilya dengan penuh harapan, tangannya memperagakan seakan sedang menggendong seorang Bayi .


Melihat Ibunya yang begitu antusias, membuat Ken menyerit Heran ,


" Apa Ibu lupa ini pernikahan sementara? " ucapnya , Kemudian Ia mengalihkan pandangan ke Istrinya .


Sementara Yaura hanya memasang ekpresi senyum terpaksa atas kelakuan Ibu Mertuanya .


" Baiklah, Ayah ke Intinya saja . Ken akan sangat sibuk akhir-akhir ini Yaura, jadi Ayah merasa tidak enak hati padamu, karena telah mengambil waktu berdua kalian . Kau juga harus tahu tentang Keluarga Kami , sekalipun itu tentang Bisnis. Gita Hotel adalah Proyek terbesar bagi perusahaan Kami sekaligus itu Proyek yang paling berharga . Setelah Mereka semua meninggal, Gedung itu menjadi sepi dan tidak berhuni, Saham mereka benar-benar jatuh , hingga Akhirnya Ayah memutuskan untuk membeli saham mereka . Ketika saham benar-benar Jatuh , otomatis Kita harus bekerja keras untuk membangkitkan lagi Bursa Saham nya, karena Ayah sudah mulai menua akhirnya Ayah memutuskan Suami-mu Lah yang menjadi Penanggung Jawab utamanya . Jadi intinya , Kau harus mengerti bahwa Ken akan sangat sibuk, Ayah takut Kau menjadi salah faham tentang Ken dan segala kesibukannya "


" Benar Nak Yaura, Ibu harap Kau bisa memahami tentang kesibukan suamimu " timpal Ibu Hilya .


" Dia pasti bisa Memahami, Ayah & Ibu tidak perlu khawatir soal itu " ucap Ken .


" Aku pasti akan memahaminya Ayah, Ibu " timpal Yaura .


" Ayah .. Ketika Kita memanggil & melihat Istri Anak kita, seketika itu juga Ibu terbayang Mendiang Nona Yaura " celetuk Ibu Hilya seraya memandang ke Arah menantunya.


Mendengar itu, Membuat Ayah Reino, Ken dan Yaura mendelik terkejut ke arah Ibu Hilya.


Kemudian , mengalihkan pandangannya ke arah Yaura .


" Kau benar , namanya saja sama . Ayah juga jadi teringat Nona Yaura " balas Ayah Reino .


" Jangan membahas orang yang sudah tiada , lagian Yaura sekarang dan Mendiang Nona Yaura sangatlah berbeda " ucap Ken dengan nada Dingin .


" Ibu rasa tidak berbeda , mereka sama-sama cantik . Mungkin jika Nona Yaura masih hidup, Dia juga sebesar Nak Yaura "


" Apa Kau tahu tentang Nona Yaura nak ? " tanya Ayah Reino seraya memandang ke arah Yaura yang sedari tadi diam terkejut .


" Aku tidak terlalu tahu tentangnya Ayah , dari kabar berita Dia adalah Anak dari G&D International Group " ucap Yaura yang mencoba tetap tenang dan menetralkan ekspresinya.


" Kau benar Nak, Dia adalah Anak dari Devano Malik, Dan Dia anak semata wayang mereka . Ketika meeting atau kegiatan Kantor apapun, Devano selalu membawa Nona Yaura yang waktu itu masih kecil . Dan Dia juga sangat disukai oleh Client atau Pegawainya karena sangat lucu dan menggemaskan " Ayah Reino flasback tentang Yaura Kecil .


" Tapi sayang sekali , Gadis Kecil lucu itu menjadi korban kebakaran di Rumahnya sendiri " Ibu Hilya memasang wajah sedih ..


" Kenapa menjadi membahas orang yang sudah Tiada, sudahlah Ayah & Ibu lebih baik beristirahat sekarang . Aku & Yaura juga akan beristirahat " protes Ken dengan wajah yang sedikit tak senang .


" Bilang saja kau ingin berduaan dengan Istrimu " Ayah Reino melirik usil ke arah Ken .


" Astaga Ayah ini .. " Ken mendengus kecil.


Yaura hanya membalasnya dengan senyuman tipis ,


Ayah Reino & Ibu Hilya pun kini beranjak dari tempat duduknya untuk beristirahat . Begitupun dengan Ken yang mulai beranjak, Disusul oleh Istrinya.


..........


Kamar Ken


Setelah masuk, Ken pun langsung mengunci pintu kamar dan mengambil Laptop yang ada di meja kecil sebelah Ranjang , kemudian mendudukkan tubuhnya di soffa seraya memangku Laptop .


Sementara Yaura pergi ke kamar mandi , Ia duduk di Toilet .


" Apa Ken akan tidur disini ? Ya Tuhan, Aku benar-benar tidak terbiasa tidur bersama Pria. Saat Karantina NIS atau Apartement Tim pun , Aku tidak bercampur dengan Pria " Wajahnya dipenuhi dengan was-was dan rasa canggung .


" Lagian Pertanyaan bodoh . Ini Kamarnya & Dia suamiku , pasti Dia akan tidur disini & juga bersamaku " Ia menjawab kebingungannya sendiri . Setelahnya Ia memutuskan untuk keluar .


Melihat Ken yang sedang fokus dengan Laptopnya membuat Yaura sedikit lega , karena Dia tidak perlu banyak bicara dengan suami dadakannya tersebut.


Seperti kebanyakan wanita pada umumnya, Yaura memilih untuk bercermin dan memakai Night Cream untuk menjaga kesehatan Wajahnya. Setelah memakai Night Cream , Pandangannya terarah pada leher indahnya .seketika itu juga Ia teringat akan Liontin .


Yaura berjalan mendekati suaminya tersebut .


" Ken , Boleh Aku berbicara denganmu sebentar ? "


Mendengar Istrinya berbicara , Ken pun mendongakkan wajah dan menatap Istrinya yang tepat berdiri dihadapannya .


" Apa Kau tidak bisa duduk saat berbicara ? " Tukas Ken dengan wajah dinginnya .


" Benar-benar tidak bisa ditebak. Terkadang Baik, terkadang sangat Jutek " gumam Yaura dalam hatinya . Ia pun menuruti perintah suaminya tersebut, dan duduk disebelahnya .


" Katakan . " singkat Ken tanpa memandang Wajah Yaura, perhatiannya fokus pada laptop .


" Waktu itu kau sudah berjanji Jika Aku telah menikah denganmu, Kau akan memberikan Liontinnya . Apa Aku boleh mengambilnya sekarang ? "


" Liontinnya Hilang . Aku lupa jatuh dimana " acuhnya .


Mendengar jawaban Suaminya membuat Yaura terkejut.


" Kau benar-benar menghilangkannya ? Ken , jangan becanda "


Ken tidak menghiraukan pertanyaan Istrinya .


" Kau menghilangkannya dimana ? Biar Aku yang mencarinya sendiri " tanya Yaura kembali .


Ken tetap diam tak bergeming , Ia hanya fokus pada laptopnya.


" Ken ..." Yaura mulai panik .


Melihat Ken tidak meresponnya membuat Yaura berani . Ia pun mengambil paksa Laptop dari pangkuan suaminya .


" Apa yang Kau lakukan ? Kembalikan laptopnya .." Lirih Ken seraya memandang ke arah istrinya .


" Tidak akan . Jawab dulu pertanyaan tadi " Yaura menyembunyikan laptop dibelakang punggungnya .

__ADS_1


" Kembalikan .. Jangan seperti Anak kecil " Ken mencoba meraih laptopnya.


Yaura tetap menjauhkan laptop dari jangkauan Ken .


" Kalau Kau tidak menjawab, Aku tidak memberikannya " ancam Yaura dengan ekspresi kesalnya .


Namun Ken tidak menghiraukan ancaman Yaura . Justru Ia semakin mendekat ke tubuh Istrinya , agar Ia mudah meraih Laptop yang tepat berada di belakang Istrinya tersebut .


Ken pun semakin menghimpit tubuh Istrinya . Tubuh mereka benar-benar hampir menyatu . membuat nafas mereka pun berbaur ,


Suasana pun menjadi sedikit Panas . Wajah keduanya benar-benar berhadapan , Bibir mereka pun hampir menyatu .


Ken menatap wajah Istrinya dengan penuh arti, sementara Yaura terdiam , dirinya seakan terhipnotis akan kehangatan tubuh suaminya tersebut ( Walaupun tidak berpelukan, tetapi kalo terlalu dekat kehangatan pasti akan terasa wkwkwk ) .


Lelaki tetaplah lelaki , yang memiliki Hasrat , itulah yang terjadi dengan Ken , apalagi yang ada di hadapannya sekarang adalah Istri SAH nya .


Pandangan Ken kini tertuju pada leher jenjang nan Indah milik Istrinya, rasanya Ia ingin sekali menggigitnya dan meninggalkan beberapa Stempel Kepemilikan disana . Ia pun semakin mencondongkan Wajahnya, dan mendekatkan Bibirnya disana .


Ken memandangi Bibir Istrinya yang sangat Sexy & Menggairahkan , rasanya Ia ingin sekali ******* Bibir Yaura yang ia rasa sangat menggoda .


Yaura pun hampir pasrah berhadapan dengannya, Namun Ia terus bergulat dengan Logika, meskipun Jiwanya merasa tenang saat berdekatan dengan Ken.


Ken hampir di Luar Kendali, Ia benar-benar sangat ingin mencumbu Istrinya .


brughhhhh Yaura menjatuhkan remot AC yang daritadi berada di sebelahnya .


Seketika , Lamunan Ken pun buyar dibuatnya .


Menyadari jaraknya sangat dekat dengan Istrinya, Ken pun segera menjauhkan tubuhnya kembali.


" Sial !.. Hampir saja " Ken menelan salivanya , Ia menatap ke sembarang arah .


Yaura pun sedikit canggung ,


" Ini Laptopnya . Maaf telah mengganggu pekerjaanmu " Yaura memberikan laptop tersebut , Ia mencoba untuk menetralkan suasana.


Ken beranjak dan menaruh laptopnya kembali di atas Meja . Kemudian Ia membuka sebuah laci, dan mengambil kotak kecil berwarna merah. Ia pun berjalan ke arah Yaura kembali .dan memberikan Kotak kecil itu kepada Istrinya .


" Apa Ini ? " Yaura menyerit heran .


" Itu Pizza " Ken mendengus kesal , Ia kembali mendudukkan tubuhnya di soffa.


Yaura melirik sinis .


" Sudah tahu itu Kotak perhiasan masih bertanya . Konyol . " gerutu Ken .


" Maksudku kenapa kau memberiku Perhiasan ini ? Aku tidak menuntutmu ganti rugi " jelas Yaura seraya memandangi kotak kecil itu.


" Banyak bertanya . Kau buka saja apa isinya . Benar-benar pertanyaan yang tidak perlu di jawab ." umpat Ken .


" Tadi Pertanyaan Penting Kau tidak menjawabnya , sekarang Pertanyaan tidak penting Kau menjawabnya. Aneh " gerutu Yaura .


Melihat Istrinya yang tidak mau kalah, Membuat Ken menatap tajam ke Arahnya .


Memahami Suaminya benar-benar marah, Yaura pun diam dan memilih membuka kotak kecil itu.


dannn ..


" Liontinku ... " Yaura tersenyum bahagia melihat Liontin kesayangannya . Ia pun segera mengambil Liontin dari wadahnya, dan menaruh kotak kecil itu di Meja. senyumnya benar-benar Manis ,


Melihat Yaura tersenyum , membuat Ken terkejut.


" Selama mengenalnya, Aku tidak pernah melihatnya tersenyum seperti Ini " Ken menatap sendu Yaura.


Tanpa banyak berkata, Yaura segera memasang kembali Liontin yang sempat tidak melingkar di leher indahnya .


Ia kesusahan mengaitkannya .


" Kenapa susah sekali mengaitkannya " gumamnya seraya terus berusaha memasang Liontin tersebut .


Ia pun beranjak dan mencoba bercermin.


" Bahkan di depan cermin pun tidak Bisa , menyebalkan " Yaura terus berusaha ,


Melihat Istrinya kesusahan mengaitkan Liontin , membuat Ken merasa risih . Ia pun ikut beranjak dan berjalan menghampiri Istrinya.


" Mengaitian Liontin saja tidak bisa , Kemarikan " Ken menadahkan tangannya .


Yaura melihat ke arah Ken dari Cermin .


" Tidak , terima kasih "


" Kemarikan .. Tenanglah, Aku tidak akan mencekik-Mu " timpal Ken .


" Kenapa Dia bisa tahu fikiranku ? " gumam Yaura dalam hatinya . Ia pun memberikan Liontin itu pada suaminya.


Tanpa banyak berkata, Ken pun menyibakkan Rambut istrinya .


Dari belakang, sangat nampak Leher indah Yaura . Ia pun mulai melingkarkan Liontinnya.


Dari cermin, Yaura melihat Ken yang kini sibuk melingkarkan Liontin ke lehernya , sentuhan tangan Ken yang terasa di Lehernya , membuatnya sedikit merinding .


Ken sangat berhati-hati mengaitkan Liontin Istrinya tersebut.


Dannn tradaa.. Liontin pun melingkar sempurna.


Ken pun memandang Yaura dari Cermin .


" Woww.. Sangat Cantik .."


Yaura mendelik ke Arahnya.


" LIONTINNYA " Timpal Ken kembali seraya tersenyum usil .


Yaura hanya menatap kesal suaminya tersebut.


..........


BUTUH SARAN & KRITIK .


MOHON MAAF SEMPAT HIATUS , KARENA SEGUDANG KESIBUKAN . AUTHOR BENAR-BENAR MINTA MAAF

__ADS_1


__ADS_2