
" I-iyah .. " Ucap Yaura terbatah.
Mendengar jawaban tersebut, membuat Evelyn dan Wanita itu tersenyum sinis .
" Yaura mengizinkannya , Kita bertemu di Hotel " ucap Wanita itu kembali .
" Baiklah ,Aku akan menemuimu " ucap Ken ..
..........
Malam pun mulai tiba ..
Rumah mulai sepi karena sudah tidak di padati oleh Tamu Undangan .
Setelah yang dikatakan sebelumnya, Yaura menemui Helena di Halaman Depan ( Halaman depan bebas dari Penyadap Suara , oleh karena itu Helena mengajak Yaura menemuinya di Halaman depan Rumah Ken )
" Helena .. Aku mengucapkan banyak terima kasih kepadamu " senyum Yaura .
" Ayo , kita masuk , kau bilang ingin berbicara denganku " sambung Yaura seraya menarik tangan Helena.
Namun Helena melepaskan tangannya .
" Aku sudah mengetahui semuanya " ucap Helena .
" A-apa maksudmu ? " Yaura terbatah mendengar penolakan Helena.
" Kau selama ini adalah Nona Yaura , Kau putri Tuan Devano Malik . Kau kehilangan Identitasmu hingga Kau dimasukkan pada pelatihan National Intelligent Service. Pak Kepala ( Agus ) sudah memberitahuku tentang semuanya .. Kenapa Kau tidak memberitahuku Yaura ? Apa kau tidak menganggapku sebagai Sahabatmu ? Aku menganggapmu lebih dari Sahabat , melainkan seperti saudaraku sendiri .. " Hellena meneteskan air mata .
Yaura yang melihat Helena seperti itu pun terenyuh hatinya .
" Helena .. bukan itu maksudku , Kau tenanglah . Aku tidak memberitahumu soal ini, karena Aku tidak ingin membahayakan dirimu . Aku juga menganggapmu seperti saudaraku sendiri , Kita dari dulu selalu bersama , Saat Pelatihan kau lah yang selalu menyemangati diriku " mata Yaura berkaca-kaca saat Ia tahu bahwa ada orang yang peduli dengannya selain Pak Agus .
Helena masih tidak bisa berkata-kata mengetahui kenyataan tentang Kehidupan sahabat-nya Yaura . Ia terus mengeluarkan Air mata , mengingat Pak Agus menjelaskan semuanya.
flashback:
Saat mendapat undangan pernikahan Yaura , Helena benar-benar terkejut bukan main . Akhirnya dia mendatangi Rumah Pak Agus . Ia menolak menghadiri pernikahan, Karena ada sesuatu yang tidak beres dengan Yaura . Helena faham bagaimana Yaura dan sifatnya, pernikahan tiba-tiba bukanlah hal yang Wajar . Pak Agus terus mengelak dan enggan menjawab semua pertanyaan Helena , tetapi Helena terus mendesak Pak Agus untuk menjelaskan semuanya . Hingga akhirnya , Pak Bobby ( Rekan 1 Tim Yaura di NIS ) datang, dan membujuk Pak Agus untuk memberitahu Helena juga . Pak Bobby percaya kepada Helena , dan Pak Bobby Yakin Helena bisa membantu Yaura nantinya . Pak Bobby yang sudah mengetahui tentang Jati Diri Yaura dan sudah bergabung dengan Misi Yaura sejak awal pun akhirnya bisa membujuk Pak Agus untuk menceritakan semuanya pada Hellena.
" Aku akan bergabung dan membantumu " ucap Helena seraya menatap mata Yaura .
" Ini berbahaya . Jangan gegabah Helena " ujar Yaura.
" Aku akan bergabung denganmu . Pernikahanmu adalah Awal dari segalanya " ucap Helena kembali .
Terenyuh , Yaura pun segera memeluk Helena.
" Terima kasih ,Helena "
........
Kamar Ken
Setelah Pernikahan selesai, Ken masuk ke kamar . Ia langsung melepas Jas , Kameja dan Jam tangan miliknya . dan Langsung membersihkan diri ke kamar mandi .
Setelahnya , Ia langsung bersiap kembali untuk menemui Wanita Tadi .
Yaura kini naik ke Lantai Atas , Ia hendak masuk ke Kamar Sebelah .. Namun , Ibu Hilya melarangnya . Dan menyuruh Yaura tidur di Kamar Ken sekarang, karena mereka sudah SAH menjadi Suami Istri . Ia pun menuruti permintaan mertuanya tersebut
Tokkk took tokk Yaura mengetuk pintu kamar Ken .
" Masuklah " ucap Ken seraya memakai Kameja didepan cermin .
Ragu-ragu , Yaura pun memberanikan diri masuk ke Kamar Ken .
Yaura sedikit tercengang, melihat dekorasi kamar Pengantin yang begitu indah .
Kamar yang wangi dipenuhi Bunga Mawar Merah, Putih dan Pink , Lilin dan Lampu Hias .
Ia melihat ke arah Ranjang yang dipenuhi taburan bunga mawar merah dan sekilas berbentuk LOVE .
Ken melihat pantulan Yaura dari cermin .
" Kenapa hobi sekali bediri di depan pintu ? Masuk dan tutup pintunya . " tegas Ken seraya menutup kancing kamejanya .
Yaura pun masuk dan masih mengenakan Gaun Pengantin .
2 Kancing lagi, Ken menghentikan aktifitasnya dan segera berjalan ke Arah Yaura .
Ia menarik tangan istrinya tersebut .
Brugghhhh
__ADS_1
Ia membaringkan tubuh Yaura dan menindihnya di Ranjang . seketika taburan Bunga mawar pun berhampuran dan menghujani kedua pengantin Baru tersebut.
Ken menyingkirkan helaian bunga mawar yang menutupi wajah Yaura. seketika itu juga , Jantung Yaura berdetak kencang .
" Kau adalah istriku sekarang. dan ini adalah malam pertama untuk kita " ucap Ken seraya menatap wajah Yaura.
" Sekarang dengarkan Aku baik-baik " Ken memegang pipi Yaura .
Yaura Hendak menyingkirkan tangan Ken dari pipinya .
" Jangan pernah membantah semua Perintahku , " ucap Ken dengan nada penuh peringatan .
Yaura pun mengurungkan niatnya , Ia hanya fokus dan mendengarkan kata-kata suaminya .
" Meskipun sekarang kita adalah suami istri , tapi kita tetaplah Ken & Yaura . Pernikahan kita hanya status "
" Penuhi kewajibanmu sebagaimana layaknya seorang Istri " sambung Ken seraya melihat ke arah Bibir merah merekah istrinya .
Mendengar ucapan Ken tadi membuat Yaura berkeringat dingin , Ia berfikir yang tidak-tidak .
" Jaga batasanmu , sebagaimana seorang suami membatasi istrinya "
" Aku punya hak atas dirimu .. Tapi ... "
" KAU TIDAK PUNYA HAK ATAS DIRIKU ." ucap Ken dengan penuh penegasan dan segera beranjak dari Ranjang .
Yaura masih terbaring dan terngiang2 mendengar ucapan Ken . Namun , ia segera tersadar dan beranjak .
" Orang bilang, Malam Pertama adalah sesuatu yang indah . Tapi, bagiku ini adalah malam yang buruk " Ken memandang Yaura seraya menutup kembali kancing kamejanya .
Setelahnya, Ia langsung mengambil kunci mobil .
" Aku pergi dulu " Ken membuka pintu seraya melangkah pergi .
Sedari tadi , Yaura hanya diam tanpa respon . Setelah Ken pergi, Ia pun kembali mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang .
" Aku sedikit lega Ken tidak menyentuhku, tetapi Kepalaku rasanya benar-benar ingin meledak jika mendengar semua yang dia katakan " rintih Yaura seraya memegang Kepalanya yang rasanya ingin pecah .
Ia tiba-tiba teringat Wanita tadi .
" Ken pergi kemana, Apa dia benar-benar menemui Wanita tadi ? " gumamnya dalam hati.
" Lalu siapa Wanita Itu ? temannya ? "
.......
Ken mengambil ponselnya, dan menelfon Kevin .
" Kau dimana ? "
" Bar " jawab singkat Kevin dari balik sambungan telfon .
" Aku kesana Nanti " ucap Ken dan segera mematikan sambungan telfonnya .
Memenuhi janji sebelumnya, Ia menemui seorang Wanita di hotel .
Ritz Carlton .
Setelah memarkirkan mobilnya , Ken segera masuk kedalam hotel . dan mengeluarkan ponselnya kembali .
" Kau dimana ? " tanya Ken .
" Kamar 43 , Ken . " ucap Wanita itu .
" Aku tidak akan menemuimu di Kamar, Keluarlah . Aku di lobby " ucap Ken kembali, kakinya terus melangkah .
" Baiklah.. tunggulah di Cafe, Aku akan kesana " ucap Wanita itu seraya membuka handle pintu dan melangkah keluar .
Ken pun mematikan sambungan telfon.
Cafe Hotel.
Mereka berdua pun kini duduk di Cafe .
" Ada apa ? cepat katakan " Ken to the point .
" Ken .. Kau sudah menikah , Apa kau akan benar-benar menjaga jarak denganku nantinya ? " ucap Wanita itu seraya memandang wajah Ken .
Ken membuang muka .
" Bukankah Aku sudah menjaga jarak dengamu sejak lama ? "
__ADS_1
" Maksudku , bukankah ini hanya pernikahan sementara ? , Waktu itu kau sudah berjanji untuk memaafkanku jika Aku berhasil membujuk Ibumu untuk membatalkan Pernikahan denganku " Lirih Bianca .
Dan yah .. wanita itu adalah Bianca, mantan Tunangan Ken .
" Aku menemuimu berarti sudah memaafkanmu . Apa yang ingin kau katakan ? jangan terlalu banyak kode " tukas Ken .
" Apa kau benar-benar menganggap pernikahanmu adalah pernikahan sungguhan ? Jangan lupa Ken, Ayahmu meminta Kau menikah denganku nantinya, Bukan Yaura " Bianca memandang Ken dengan penuh harap .
" Aku tidak akan pernah menikah denganmu . " tegas Ken .
" Aku pergi dulu " ia beranjak dan segera meninggalkan Bianca.
Mendengar perkataan tersebut, membuat Bianca terbelak.
" Jawaban yang masih sama. Berarti benar kata Evelyn, Aku harus menarik ulur hati Ken , berkata seperti ini terus tidak akan ada hasilnya . Aku harus bertingkah lembut kepada Ken, Dia akan memaafkanku sepenuhnya dan menikahiku " Bianca tersenyum puas.
BAR
Ken langsung masuk Bar dan menemui Kevin dan Alex yang lebih dulu ada disana.
" Kau disini Ken ? Harusnya Kau sibuk di Kamar dengan Yaura " ucap usil Alex seraya menengguk segelas Wine .
Ken pun menuangkan Wine kedalam gelasnya .
" Dia kelelahan " bantah Ken .
" Ken .. Kelelahan atau tidak, Kau harusnya menikmati malam pertama dengannya " Kevin menggoda Ken .
Tak meladeni ocehan teman2nya , Ken sibuk menenggak Wine yang ada di gelasnya .
" Istrimu sangat cantik Ken " celoteh Alex
" Cantikan mereka ( Pemandu Bar ) " Ken tersenyum tipis.
" Kau terlihat tidak bahagia Ken , " Alex mengamati wajah Ken .
" Kau ini bagaimana Lex ? , jelas Dia tidak bahagia karena tidak Malam Pertama dengan istrinya " Kevin mencoba menghalau pertanyaan Alex .
" Sial ! " Ken menggigit bibir bawahnya .
Mereka pun kini tertawa bersama dan sibuk menikmati Wine . Ken sejenak melepas semua kekesalannya terhadap apa yang menimpanya kini . Ia menengguk 1 botol Wine , hingga kepalnya benar2 pusing .
Ken pun memegangi kepalanya.
" Ken .. pulanglah ! Kau ini kenapa, tumben 1 botol kau sudah merasa pusing " Alex menyerit heran .
" Ntahlah .. " Ken terus memegangi kepalanya.
" Baiklah Ken , Aku akan mengantarmu pulang " sambung Kevin.
" Tidak usah .. Aku akan pulang sendiri " bantah Ken .
" Kau sedang pusing dan ini berbahaya jika kau pulang sendiri " Alex mencoba memaksa Ken .
Namun Ken tetap menolaknya . Alex & Kevin menyerah untuk membujuk Ken .
Ken pun mulai beranjak dan keluar Bar , Ia kemudian masuk ke dalam mobil, dan menuju pulang ke Rumah .
RUMAH KEN
Tengah malam pukul 02.00 Yaura masih belum tidur , Ia hanya berbaring di soffa yang cukup luas untuk ia tiduri .
Tiba-tiba suara langkah kaki berjalan ke arah kamarnya .
" Apa itu Ken ? " batin Yaura , Ia pun segera berpura-pura memejamkan kedua matanya .
Ken membuka pintu dan berjalan sempoyongan .
Ia melihat ke arah Ranjang, namun tidak ada Yaura disana .Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah soffa .
Yaura sedang tertidur disana.
" Kenapa dia tidur di soffa ? " Batin Ken .
Merasa kepalanya sudah benar-benar berat , Ken pun mengunci Pintu dan langsung berbaring di Ranjang . Ia segera memejamkan kedua matanya .
Melihat Ken sudah tertidur , Yaura pun membuka matanya kembali .
" Apa Dia habis minum ? " gumam Yaura dalam hatinya saat melirik ke arah Ken tadi yang berjalan sempoyongan.
" Dengan Wanita itu ?"
__ADS_1
...........
Butuh saran dan kritik