Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Bertemu.


__ADS_3

DUBAI


Hari demi hari terlewati,


Meskipun berada di Dubai, Yaura membuat kekacauan di Negaranya sendiri. Ia terus menyebarkan berita tentang kematian Ayahnya dan mengirimkan satu persatu bukti yang menyudutkan Louis,Ritz Carlton dan Dynamic kepada Media dan membocorkan kepada Publik. Yaura semakin berani dan membabi buta, Ia terus mengusik ketenangan Para Petinggi Perusahaan,NIS bahkan Hakim Ketua yang terlibat. Kegigihan dan Dendam yang mendarah daging membuat pemikirannya begitu maju dan pantang menyerah. Ia baru saja menemui Kelompok Bersenjata Kelas Atas yang paling brutal dan terkenal membunuh tanpa ampun, mereka adalah THE RED.


Yaura sengaja tidak memakai Tim Goddess Of Death , karena sangat beresiko untuk tumbang. Ia memakai Goddess Of Death untuk penjagaan dan pengawasan Internal saja.


Saat The Red mengetahui bahwa Yaura adalah Anak Tunggal Devano Malik yang masih hidup, maka 100 % mereka akan takluk dan melakukan apa yang Ia katakan. Hal ini bukan tanpa alasan, Devano Malik adalah Warga Asli Dubai yang merintis Perusahaan di Tanah Air. Devano begitu disegani oleh Para Pengusaha,Militer Internal ataupun Eksternal , juga Dubai yang merupakan negara asalnya. Entah bagaimana ceritanya, yang pasti Devano Malik adalah mantan Militer yang meraih kesuksesan besar saat Ia memutuskan menjadi seorang Pengusaha.


The Red


Di sebuah Markas Tersembunyi pinggir pantai, Yaura berbincang dan bernegosiasi dengan mereka.


dan...


" Kau bisa meminta Berlian berapapun yang Kau mau.. asalkan , Ikuti semua perintahku dan lakukan yang Aku mau.. " ucap Yaura dengan nada begitu elegant dan tanpa rasa takut sama sekali, Ia menyodorkan sebuah Kantung Kecil berisi Berlian kepada Pimpinan Utama The Red.


Melihat Berlian yang begitu banyak, mereka sangat curiga dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Wanita Muda yang mampu membayarnya dengan Nilai Fantastis.


Tak perlu banyak omong, Yaura hanya perlu menunjukkan sebuah Stempel Perusahaannya.


" Aku Yaura Gita Devmalik, Anak Devano Malik.. " ucap Yaura dan tersenyum tipis.


DEGGGGGGG semua orang yang ada disitu begitu tercengang dan syok mendengarnya.


Mereka tidak habis fikir ternyata Nona Yaura masih hidup.


" Aku mendengar, Kalian adalah Orang Kepercayaan Ayah dulu, jadi Aku datang kemari karena percaya Kalian.. " ucap Yaura dan menjelaskan dengan detail keinginannya.


The Red pun menyimak dengan baik apa yang direncanakan olehnya.


30 menit kemudian


" Deal . Kami senang bisa bertemu denganmu lagi Nona Kecil .. " ucap Pimpinan seraya mengulurkan tangannya.


" DEAL . " jawab Yaura dan menyambut uluran tangan pimpinan The Red.


Setelah itu,Yaura memilih kembali ke Hotel.


Saat di Lobby,Ia tidak sengaja melihat Kapten Immanuel dari kejauhan dan sedang menelfon seseorang.


" Sudah 5 Hari Aku mencarinya, tetapi tidak bisa menemukan Yaura, Dia sama sekali tidak terdaftar di Burj Al-Arab . " ucap Kapten Immanuel dari balik telefon,wajahnya begitu stress dan frustasi.


Alfin yang sedang berada di Kantor NIS berdecak kesal dan mendengus kasar.


" Ini semua salahmu ! Harusnya Kau ikut dengan Yaura dan berpura-pura membantunya. Wanita itu sangat nekad dan akan melakukan apapun yang Dia mau ! Aku takut... Aku takut terjadi apa-apa dengannya ! Aku tidak mau tahu David, Kau mempunyai kendali atas Wilayah Dubai, Tolong temukan Dia secepatnya ! " Sentak Alfin , Ia meremas selembar berkas yang ada di tangannya.


Kapten Immanuel diam sejenak dan merasa bersalah karena kehilangan jejak dengan Yaura.


" Bersabarlah ! Kau fikir Aku tidak berusaha keras mencarinya?! Aku hampir memasuki setiap Hotel yang ada di Dubai ! Tapi Kau.... !! " belum menyelesaikan perkataannya, Alfin memutus sambungan telefon.


" Sial ! " umpat Kapten Immanuel, rahangnya mengeras.


Melihat ini, Yaura kembali bersembunyi dan tidak ingin menemui Kapten Immanuel.Karena Ia yakin, Kapten Immanuel akan menentang keras daripada membantu.


******************


KANTOR NIS


Pak Agus yang sedang beradaù Di Ruang Kepala menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat NIS kalang kabut dan was-was karena kebusukannya terbongkar. Begitupun dengan berita Televisi yang terus menanyangkan berita buruk tentang Louis dan lainnya.


Tiba-tiba Alfin datang dengan wajah yang dipenuhi guratan amarah.Ia masuk ke dalam tanpa permisi dan segera mengunci pintunya.


" Aku menemuimu sebagai Alfin ,bukan Alpha. Dan Kau adalah Pak Agus bukan Kepala NIS. tolong Pak, beritahu Aku dimana Yaura ? " ucap Alfin dan menatap Pak Agus, sudutnya matanya memerah.


Pak Agus membelakkan kedua matanya, dan menjawab bahwa Ia tidak mengetahui dimana keberadaan Yaura. Alfin tidak percaya dan terus mendesak Pak Agus untuk berkata jujur.


" Yaura masih punya tugas yang belum diselesaikan denganku. Dan sekarang,Dia menghilang tanpa jejak. Sebenarnya Aku yakin Dia pergi ke Dubai dan melakukan pemberontakan, akhir-akhir ini Yaura begitu mencurigakan dan melakukan banyak kesalahan. Tolong Pak, hentikan Dia... jika tidak ,maka Yaura akan dihukum mati.. " ucap Alfin dan hampir putus asa. Ia tidak bisa pergi sendiri ke Dubai karena Direktur Besar Menentang dan Mengancamnya.


" Meskipun Yaura adalah Anak Didikku. tetapi sebenarnya, Aku dan Yaura tidak begitu dekat. Jadi berhenti bertanya tentang Yaura kepadaku. " tegas Pak Agus dan berlalu pergi begitu saja.


Alfin mengepalkan kedua tangannya,


" Baiklah, Aku terpaksa melakukan ini.. "lirihnya dalam hati. Ia pun mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan kepada seorang Wanita.


************


LOUIS


Proyek Gita Hotel dihentikan, Saham menurun, Investor mengundurkan diri dan Citra Louis yang semakin hari semakin buruk. Ayah Reino dan Ibu Hilya semakin hancur dibuatnya, ditambah dengan Ken yang entah beberapa hari terakhir Ia tidak fokus dan menyepelekan soal perusahaan.


Ibu Hilya nampak duduk di Kursi Direktur Utama,wajahnya terlihat begitu cemas memikirkan Perusahaan dan Fakta G&D.


Ayah Reino mengeraskan rahangnya,


" Edward bilang bahwa Goddess Of Death lah yang menjadi dalang dari semuanya. Jadi.. Tembak Evelyn ! " ucapnya kepada seseorang dari balik telefon.


DEGGGGG Mata Ibu Hilya melotot dan segera beranjak, Ia merampas ponsel Sang Suami.


" Apa Kau Gila ?! Tembak Evelyn? Dia itu Anak Kita ! " teriak Ibu Hilya , matanya berkaca-kaca.


" Tenanglah.. dengarkan apa yang Aku bicarakan. Kita tidak bisa melawan Goddess Of Death dengan tangan kosong,sekalipun itu Edward,tapi nyatanya Edward kalah oleh Ken. itu artinya Kita harus menggunakan anak Kita,yaitu Ken untuk melawan Goddess Of Death di Dubai. Cara membangunkan Singa yang sedang tidur adalah .. menyakiti orang yang Dia sayangi,Yaitu Evelyn.... " tutur Ayah Reino, matanya memerah.


Ibu Hilya meneteskan airmata saat mendengar rencana busuk Suaminya.


" Kita selama ini aman dan bisa berpura-pura kepada Publik. tetapi Kali ini,sepertinya Keluarga Devano melakukan pembalasan dan menjatuhkan Kita. Tolong mengertilah ,Hilya.. " sambung Ayah Reino seraya memegang pundak Istrinya.


Ibu Hilya diam dan tidak mengizinkan Ayah Reino melakukannya.


" Aku hanya menembak anak Kita dibagian lengannya, dan memfitnah bahwa Goddess Of Death lah yang melakukan penembakan terhadap Evelyn. Dengan cara itu, Ken akan marah besar dan mau ikut denganku ke Dubai. Keahlian bersenjata Ken itu bahkan lebih baik dari Agent Mata-Mata sekalipun,dengan adanya Ken disisiku .. Aku jamin Kami berdua bisa membunuh Goddess Of Death agar tidak membongkar masa lalu Kita.. Ken akan datang 5 Menit lagi.." tutur Ayah Reino.


" Pergilah ke atas Gedung sekarang, dan tembakkan Peluru ke Lenganku. Aku tidak bisa membiarkan Anak-anakku terluka, baik itu Evelyn ataupun Ken. Ini sama saja bukan? Ken akan marah besar jika mengetahui Aku tertembak.. " lirih Ibu Hilya dan meneteskan air mata.


Ayah Reino terkejut dengan rencana Istrinya, namun karena waktu semakin mepet , Ia pun melakukan apa yang Istrinya katakan.


5 Menit kemudian


Ken datang dan mendudukkan tubuhnya di Kursi tepat didepan Sang Ibunda. wajahnya tanpa ekspresi dan datar setelah mengetahui bahwa Alfin masih belum bisa menemukan Istrinya.


" Jujurlah Ibu.. Apa benar Louis terlibat dengan kematian Tuan Devano? " tanya Ken tiba-tiba dan menatap kedua manik mata Ibundanya.



Ibu Hilya membulatkan kedua matanya ,namun berusaha tetap tenang.


" Tidak Nak. Itu hanya fitnah.. Jangan percaya berita seperti itu. " jawab Ibu Hilya.



Ken terus menatap Ibunya dengan tatapan dalam, Ia bisa melihat kecemasan Sang Ibunda saat mendapat pertanyaan seperti itu.


" Aku baru saja memeriksa R&J News dan ...


Semua Bukti yang mereka tunjukkan itu benar dan mengarah kepada Kita.. " tutur Ken .



Ibu Hilya diam membatu dan tidak bisa berkata apapun . Ken merasa lelah dan muak dengan urusan Perusahaan yang begitu berbelit-belit dan rumit , Ia pun memutuskan untuk meninggalkan Ruangan.


Hendak melangkah keluar..



Dorrrrrrrrrrrrrrrrr sebuah peluru menembus kaca,dan menancap sempurna di Lengan Hilya.


Brughhhhhhh tubuh Ibu Hilya terjatuh ke Lantai.


" IBU !!! " teriak Ken dan segera mendekap Ibunya yang bersimbah darah. Darah terus mengalir deras dari lengannya.


Sudut mata Ken memerah dan rahangnya mengeras, Ia segera menoleh ke arah Gedung Depan yang merupakan sumber tembakan.


" Ibu bertahanlah !... " ucap Ken dan segera menggendongnya keluar menuju Rumah Sakit.


Para Staff Hotel syok melihat Ibu Negaranya tertembak.


RUMAH SAKIT


Ibu Hilya menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang terperangkap di tubuhnya. Evelyn datang dengan Lolly , disusul oleh Alex dan Vino yang ikut melihat keadaan Ibu Hilya meskipun perusahaan mereka sedang mengalami kritis.


" Kakak.. Ibu kenapa ? Hiksssss " Evelyn memeluk tubuh Kakaknya dan menangis kedalam pelukannya.


" Tenanglah, Ibu akan baik-baik saja Evelyn.. " lirih Ken seraya mengelus kepala Adiknya.


Tangisan Evelyn menjadi-jadi setelah melihat bekas darah di Kameja Putih yang Kakaknya kenakan. Ia membayangkan bahwa Sang Ibu akan pergi ke Tuhan karena mengalami luka tembak.


Ken terus menenangkan adiknya.


Tak berselang lama , Ayah Reino datang dan mengajak Ken berbicara empat mata.


Sudut Rumah Sakit


Ayah Reino memberitahu bahwa Goddess Of Death lah yang menembak Ibunya. Fitnah dan Berita Hoax yang memojokkan Louis juga ulah Mereka .


" Pak Diyo berkata bahwa Goddess Of Death berada di Dubai. Ayah tidak terima atas fitnah ini Nak , Ayah ingin... " belum menyelesaikan perkatannya.


" Aku sendiri yang akan membunuh Mereka. Kelompok Brengsek seperti mereka harus lenyap dari Dunia ini ! " Ken mengeraskan rahang dan mengepalkan kedua tangannya.


" Baiklah Nak.. pergilah nanti malam, Ayah akan menyusulmu nanti. Soal Perusahaan Kau tidak perlu khawatir,yang terpenting adalah Balaskan Dendam Kepada Goddess Of Death. Lenyapkan mereka semua,sebelum mereka melenyapkan Evelyn, Lolly , Anin bahkan bisa jadi Ayah dan Dirimu yang akan lenyap." tutur Ayah Reino yang terus memanas-manasi Ken dan mengobarkan api amarahnya.


Ken kembali mendekati Evelyn dan lainnya.


" Evelyn , Kakak akan ke Dubai. Untuk sementara Waktu, Vino yang akan menjagamu. Lolly ataupun Anin biarkan Alex dan Kevin yang menjaganya. " tutur Ken seraya menatap Vino dan Alex bergantian.


" Apa Kau kehilangan akal? Yaura sampai sekarang belum ditemukan. Kenapa Kau memilih liburan ke Dubai? " Protes Vino yang merasa tidak terima atas kehilangan Yaura.


Mendengar nama Yaura kembali disebut, wajah Ken tiba-tiba berubah.


" Jangan lagi menyebut namanya, Dia sudah pergi. " ucap Ken dan berlalu pergi begitu saja.


Tak berselang lama, Evelyn mengetik pesan kepada Bianca.


" Kakak akan pergi ke Dubai sendirian. Ini kesempatan untukmu, Ikuti Kakak dan buatkan Keponakan untukku. " ~ Evelyn.


Di lain tempat, Bianca yang sedang berada di sebuah Klinik Kecantikan pun tersenyum puas saat melihat pesan yang dikirimkan Oleh Sahabatnya tersebut.


" Edward dan Ken sama-sama berada di Dubai nanti. Aku akan rutin bermain ranjang dengan Edward ,tetapi yang akan Aku jebak untuk bertanggung jawab atas anakku adalah Ken. Ini kesempatan yang bagus untukku, Yaura sudah menghilang dan pergi dari hidupnya dan membuatnya terpuruk. Aku akan datang ke Kamar dan mengobati lukanya... Oh Ya Tuhan,Aku tidak bisa membayangkan jika bermain bersama Ken. Dia sangat Tampan, Mempesona dan Begitu Sexy . Kaya Raya dan Muda.. Siapun tidak akan bisa menolak dirinya.. " Bianca tersenyum puas.


Tak berselang lama, Ia segera memesan tiket keberangkatan Dubai. Meskipun sedang mengalami kesulitan untuk pergi kesana karena Skandal Kematian Devano, tapi kenyatannya Bianca dan Ken mendapat izin dan lolos pemeriksaan.


**************************


KANTOR NIS


Alfin berada disebelah Pak Diyo yang sedang berlatih menembak ,tatapannya begitu kosong dan wajahnya datar.



tlkkkkkkkkkkk sebuah senjata kini tertodong dikepalanya.


" Tarik berkas pengajuanmu Alfin ! Kau tahu apa dampak atas tindakanmu ini hah?! " teriak Pak Diyo yang memakai seragam anti peluru dan menatapnya begitu tajam.


Perlu diketahui, Alfin ternyata mengajukan berkas kepada Pengadilan agar membuka kembali kasus kematian Devano Malik. Bukan tanpa alasan Ia melakukan Hal itu, NIS dan Dirinya mendapat tekanan yang bertubi-tubi karena terus dicecar pertanyaan Media dan diduga NIS menerima suap bersama dengan Hakim Pengadilan.


Disisi lain, Yaura juga menghilang ke Dubai dan belum ditemukan. Ini kesempatan emas untuknya agar bisa menemui Yaura dan mencegah Ide Gilanya tersebut. meskipun Alfin belum mengetahui bahwa Yaura adalah Anak Devano ,tetapi yang pasti bagi Alfin adalah Yaura segalanya dan harus selamat.


Pak Diyo marah besar dengan tindakan Alfin yang akan mengancam kehormatannya dan membongkar kebusukannya.


" Jangan membuatku hilang kesabaran Alfin ! Hubungi Pihak Pengadilan dan Tarik Pengajuanmu ! " Ancam Pak Diyo kembali.


" Kenapa Bapak Begitu takut? tenanglah Pak... Aku hanya pergi ke Dubai untuk sementara waktu dan menyelesaikan Kasus Devano dengan caraku sendiri." Tegas Alfin tanpa rasa takut.


Meradang !!!!!


Dorrrrrrrrrrr Pak Diyo menembakkan peluru dan melukai Pipi Alfin.


" Apa ada menyuruhmu melakukan ini?! " tanya Pak Diyo yang kini mengarahkan pelatuk senjatanya ke Jantung Alfin.


" Ini ide e Ku sendiri. Kehormatanku juga dipertaruhkan, jadi Aku bertekad untuk membuka kembali kasus Devano dan membersihkan nama NIS dari tuduhan media. " ucap Alfin dan berlalu pergi begitu saja.


Pak Diyo berdecak kesal dan mendengus kasar


Brughhhhhhh Ia melemparkan pistol ke lantai.


" Sialan ! Sepertinya Aku salah mendidik Alfin.. Dia menjadi boomerang untukku ! " Teriak Pak Diyo.


Koridor


Alfin nampak mengetik pesan kepada seseorang,


" Bisakah Kita bertemu di Hotel nanti malam? Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Tolong jangan menolakku kali ini, Aku sudah lama memendam perasaan ini. " ~ Alfin.


Setelah itu, Ia kembali melanjutkan langkahnya.


" Maaf Yaura, Aku terpaksa melakukan ini. " lirihnya dalam hati.


*********************


Malam semakin larut, dan tiba waktunya Alfin melancarkan aksi.


LOUIS


Seorang wanita nampak sudah menunggu di Kamar Hotel Nomor 352, Ia nampak gugup dan grogi.

__ADS_1


" Kenapa Alfin tiba-tiba mengatakan itu? Apa Dia tahu kalau selama ini Aku menyukainya? " tutur Wanita itu seraya meremas tangannya yang basah.


Tak berselang lama,


Trininggg bunyi Bell. Wanita itu pun semakin gugup dan gemetar, kakinya mulai melangkah dan membukakan pintu.


Dannnn tradaaa


Alfin yang begitu tampan dengan balutan Jas Biru nampak berdiri di depan pintu.


Mereka berdua melangkah masuk, dan mengunci pintu.



Alfin terus menatap Wanita itu dengan tatapan dalam,


" Lisya... " lirihnya dengan lembut.


" Ada Apa? Katakan sekarang Alfin.. " jawab Lisya sambil menundukkan pandangannya ( Lisya ini pernah muncul dan ketemu sama Ken juga Yaura ).


" Terima kasih sudah mencintaiku selama ini.. Aku baru menyadari semuanya.. " lirih Alfin yang membuat Lisya Syok dan tercengang,tatapannya semakin dalam.


" Lupakan saja, Aku sudah melupakanmu Alfin. Aku tahu , Kau sangat mencintai Yaura .. " jawab Lisya.


" Benarkah Kau sudah melupakanku? " tutur Alfin dan melangkah mendekatinya.


Lisya melangkah mundur namun Alfin menarik tubuhnya.


" Mari Kita lihat... " ucap Alfin dan..



Meraih tengkuk Lisya , lalu


Cupppppppppppp Ia mel*mat bibir Lisya dengan begitu lembut dan pelan.



Lisya membulatkan kedua matanya dan begitu terkejut, namun karena sentuhan Alfin begitu menghipnotis dirinya,Ia pun membalas ciuman Alfin dalam waktu yang sedikit lama.



Mereka saling menghisap bibir satu sama lain, Alfin tidak bermain lidah atau mengaksesnya berlebihan. Karena Ia masih tahu batasan..


tiba-tiba....


Brughhhhhhhhhh tubuh Lisya terkulai lemas dan pingsan kedalam pelukannya.


Alfin menelan salivanya dan menenangkan diri , Ia segera menggendong tubuh Lisya keluar Hotel dan memasukkannya ke Mobil.


Didalam mobil , Alfin langsung memeriksa Tas Lisya dan mencari sesuatu didalamnya.


Sebuah kunci dan ID Card Rahasia NIS milik Lisya sudah berada di tangannya sekarang.


" Maafkan Aku Lisya.. " lirihnya dalam hati sambil memandangi wajah Lisya. Obat tidur yang baru saja Ia masukkan melalui ciumannya tadi begitu mujarab.


KANTOR NIS


Ruang Rahasia NIS


Alfin menyelusup kedalam Ruang Rahasia untuk melakukan sesuatu yang begitu membahayakan dirinya. Ia menggunakan ID Card Lisya untuk membuka pintunya.


Sebuah Ruangan Gelap yang penuh dengan Komputer Rahasia kini terpampang di hadapannya. Hanya Lisya yang boleh masuk kedalam Ruang itu karena memang tugasnya adalah menjaga Data Rahasia Anggota. Orang lain tidak boleh masuk,termasuk Alfin ataupun Pak Agus.


Alfin segera memasukkan flasdisk ke komputer tersebut. Dengan terburu-buru dan Waspada , Alfin mengotak-atik komputer dengan cepat.


dan..


YAURA GITA DEVMALIK


DOB


ORANG TUA


PENDIDIKAN


Alfin membulatkan kedua matanya,


" YAURA GITA DEVMALIK.... Jadi.... jadi...selama ini Yaura adalah Anaknya Devano Malik? " ucap Alfin terbatah dan gemetar. Ia merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dilihat.


" Ya Tuhan.. berarti Dia pergi ke Dubai untuk membalas dendam ? " ucap Alfin ,Ia masih diam ditempat,tubuhnya melemas saat mengetahui Fakta Besar tersebut.


***************************


Singkat cerita


DUBAI


Ken, Alfin, Bianca , Ayah Reino dan Edward kini telah sampai di Dubai.


Ken, Bianca dan Ayah Reino menginap di Burj Al Arab.


Sementara Alfin memilih menemui Kapten Immanuel di Camp.Militer Dubai .


BURJ AL ARAB


Hendak masuk ke Kamar , Bianca memegang lengannya.


" Ken.. Aku tidak terlalu mengetahui tentang Dubai. Jika Aku membutuhkan sesuatu, Apa Kau mau menemaniku?" tanya Bianca dan menatapnya.


" Lepaskan... Aku kesini untuk menemui seseorang bukan menjadi Pemandu Wisata. " Cetus Ken dan melepaskan tangan Bianca, Ia kemudian masuk dan mengunci kamarnya.


Bianca memutar bola matanya dan kesal,


" Menyebalkan. Ken sangat naif, Aku yakin jika Aku memancingnya.. Dia juga akan menerkamku dan berlutut kepadaku agar mau melakukannya lagi. " lirihnya dalam hati. Bianca kemudian masuk Kamar dan langsung merebahkan dirinya ke Kasur Empuk.


" Oh Astaga.. Hotel ini sangat mewah, tetapi... Kenapa Ken tidak menginap di Hotelnya sendiri? Louis juga mempunyai Hotel di Dubai padahal , sungguh Aneh.. " lirihnya dalam hati. Bianca bertingkah seperti Wanita Norak yang baru merasakan Hotel Mewah Kelas Bintang Tujuh.


Kamar



Ken mendudukkan dirinya disoffa , dan memikirkan sesuatu.


" Waktu itu Kau bilang ingin pergi ke Dubai.. sekarang Aku sudah ada di Dubai, Apa Kau tidak ingin menemuiku sama sekali? " lirih Ken seraya menatap kosong. Bayang-bayang Yaura sama sekali tidak bisa terlepas dari fikirannya.


Ia ingin sekali mendatangi Hotel yang ada di Dubai untuk mencari Istrinya,karena siapa tahu Yaura kabur dan bersembunyi disini.


" Tetapi percuma saja.. mungkin Dia tersiksa bersamaku.. " sambungnya.


*********************


Kamar Pak Andi


Yaura mendekati Pak Andi yang sedang duduk di soffa dalam keadaan terborgol. Ini pertama kalinya Ia tidak memakai masker di hadapan Pak Andi.


" Selamat Malam Nona " ucap Tim Sniper kepercayaan Yaura.


Yaura menganggukkan kepala lalu berjalan dengan begitu elegant nan arrogant.


Pak Andi membelakkan kedua matanya saat melihat Wanita Cantik dan Muda dengan tatapan yang dingin sedang menodongkan senjata ke arahnya. Ia mengamati Nona itu..


" Ka-ka-kau sangat mirip dengan Nona Yaura... " ucap Pak Andi terbatah, Yaura kecil berumur 12 Tahun masih teringat di kepalanya.


" Aku bukan Yaura ! Sudah berapa kali Aku mengatakannya.. atau Kau mau menyusul Yaura ke Tuhan? " ucap Yaura seraya menakut-nakutin Pak Andi dengan senjata.


" Maafkan Aku Nona.. " ucap Pak Andi dan menundukkan pandangannya.


Yaura menurunkan senjata sambil mengeluarkan Ponsel yang berada di sakunya.


" Katakan kepada Edward bahwa Kau ingin bertemu dengannya nanti besok.. Jika tidak datang, Maka bersiap-siaplah mati.. " ucap Yaura.


Tuttttt bunyi nada sambung ponsel Edward.


" Halo.. " ucap Edward yang sedang duduk bersama Ayah Reino di Kamar Hotel.


" Bisakah Kita bertemu besok? Jika tidak.. maka Kau akan mati ! " ucap Pak Andi.


Ayah Reino mengeraskan rahangnya saat mendengar ancaman Pak Andi.begitupun dengan Edward yang merasa di remehkan kemampuannya.


" Sebelum Aku mati ! Kau lebih dulu yang akan Aku lenyapkan ! " Sentak Edward.


" Jangan berani mengancamku ! sebelum Tiga Perusahaan Bejad yang membayarmu itu Akan Aku hancurkan secara Global ! G&D dengan Louis , Ritz Carlton dan Dynamic tidak akan pernah sebanding." Ancam Pak Andi dan mematikan telefonnya.


Ayah Reino yang mendengar percakapan itu pun semakin meradang.


" Sial ! Siapa sebenarnya orang itu? Apa mungkin Devano masih hidup? Suaranya mirip dengan Devano.. Jika benar, maka... Louis akan hancur .. " lirihnya dalam hati.


Setelahnya, Ayah Reino pun menyusun strategi bersama Edward. Ken tidak tahu bahwa Edward berada di Dubai dan menginap di Hotel yang sama.


Yaura segera mematikan telefon dan mencabut SIM Card nya agar siapapun tidak bisa mendeteksi sinyal ponsel tersebut. Ia mengambil sebuah Tab dan melacak posisi Edward melalui Ponselnya.


dann tittttttttttttttttttt


Bunyi notif yang menandakan sinyal itu berada di radius paling dekat , 500 m.


Yaura tersenyum puas


" Edward menginap disini,itu artinya... Kemungkinan besar Dia bersama Abraham " ucapnya.


Ia pun segera menyuruh seseorang untuk mengecek Kamar Hotel Edward dan mencari Abraham.


1 Jam kemudian


Seseorang itu telah kembali dan berkata bahwa Edward baru saja Keluar dan tidak menginap di Hotel ini lagi. Yaura mengecek sinyal ponsel dan memang benar , sinyal itu sudah tidak bisa terdeteksi artinya SIM Card Edward sudah dimatikan.


***************


Pagi Hari


Ken mendapat perintah dari Ayahnya bahwa Goddess Of Death mengajaknya bertemu di Gurun.


Karena Sang Ibu tertembak oleh Goddess Of Death dan Ken sakit hati, Ia pun mengiyakan perintah Ayahnya.


Gym


Ken memulai pemanasan di sebuah Gym yang disediakan oleh Burj Al Arab. Ia berolahraga pagi dan menghasilkan begitu banyak keringat. Tubuhnya begitu Atletis dan Gagah, Perutnya yang Six Pack membuat siapapun akan terhipnotis oleh kesexyan tubuhnya .






Setelah cukup berolahraga, Ken mendudukkan tubuhnya di sebuah Kursi.


" Kenapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini.. " lirihnya dalam hati.


****************************


Yaura berada di sebuah Markas The Red yang terletak tidak jauh dari Gurun. Drone sudah disiapkan untuk memantau musuh, titik Tim juga sudah ditentukan sesuai rencana . Senjata kelas berat siap digunakan untuk Kencan Spesial kali ini.



Yaura bersiap dengan make-up dan senjatanya, Ia nampak seperti Badasss Girl bukan Goddess lagi. Sorot matanya terpancar begitu banyak kebencian.




Ia menggunakan Black Dress yang mengekspose sebagian tubuhnya. Sebuah Simbol Goddess Of Death terpampang jelas di tubuhnya, simbolnya mirip dengan Bunga Mawar yang berwarna hitam.


Setelah itu, Ia memilih masuk kedalam mobil mewah yang di kemudikan oleh The Red lengkap dengan Pemandunya. Terdapat banyak Bir dan Minuman berakohol di dalamnya,


" Hai Nona ! Kau seorang Pelobby atau Pemberontak Negara? " tanya Tim seraya tertawa.


" Dua-duanya. " singkat Yaura dan tersenyum tipis.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju tempat yang ditentukan.


*************


Ayah Reino berada di Hotel dan tidak ikut ke medan perang. Ia sangat cerdik ,tidak turun lapangan sebelum mengetahui Siapa Orang yang mengaku sebagai Keluarga Devano Malik.


Ia mengamati keadaan menggunakan drone seperti yang dilakukan oleh Yaura. Monitor berukuran besar terpampang di depannya ,tak lupa earpiece yang menyambungkannya dengan Edward dan Ken.


Ken sudah bersiap dengan posisinya, Ia memegang senjata kelas berat dengan jarak 1,5 Mil. Artinya jarak tembak peluru tersebut tidak main-main.


Ia terus meneropong target melalui lensa senjata.


Tak berselang lama, sebuah mobil datang dari kejauhan.


" Ken . Target mulai terlihat ." ucap Ayah Reino dari earpiece.


" Iyah Aku sudah membidiknya. " jawab Ken yang sedang mengarahkan bidikannya.


" Edward . Tembakkan ke arah Kepala Target. " ucap Ayah Reino kepada Edward , percakapan ini tidak bisa didengar oleh Ken.


Ken menajamkan matanya dan..


Dorrrrrrrrrrrr Ia menembakkan peluru ke arah Ban Mobil Target. Mobil pun berhenti dan tidak bisa jalan.

__ADS_1


" Sepertinya ada suara tembakan? periksa Ban Mobilnya . " ucap Yaura seraya mengamati sekitar.


Tim pun memeriksa Ban Mobil, diikuti oleh Yaura yang ikut turun.


Ken melihat seorang Wanita berkerudung hitam dan wajahnya tertutup,


" Aku siap menembak Targetnya. Wanita berkerudung hitam . " ucap Ken kepada Ayahnya.


" Dia Pimpinan Goddess Of Death. Tembak kepalanya Ken. Cepat !" ucap Ayah Reino yang juga sedang melihat seorang Wanita berkerudung hitam.


Edward sedang mengarahkan senjatanya ke arah Jantung Wanita itu,karena Ken yang membidik kepalanya.


Yaura sedang mengamati drone yang melintas di kepalanya, dan..


Dorrrrrrrrrrr Yaura mengeluarkan tembakan pertamanya yang membuat Drone tersebut rusak dan tidak berfungsi.


Seketika ppttttttttttttt Layar Monitor Ayah Reino pun tidak berfungsi karena dronenya mati.


Ken Terkejut saat melihat Wanita itu menembakkan peluru dengan jarak yang begitu jauh dan menjulang ke atas.


" Dia sangat lihai.. " lirih Ken dalam hati.



" Tembak targetnya Ken ! Cepat ! " teriak Ayah Reino yang merasa was-was karena Sang Anak belum mengeluarkan pelurunya sama sekali.


" Aku akan melakukan tembakan .. " lirih Ken, bidikannya tepat mengenai kepala Yaura, hendak menarik pelatuk..



Tiba-tibaa kerudung yang dikenakan Wanita itu terhempas oleh angin dan menampakkan wajahnya.


Tlkkkkkkkk peluru hendak ditembakkan, dan...



Mata Ken membelak sempurna , sudut matanya memerah dan berkaca-kaca saat mengetahui Targetnya adalah,


" Yaura.... " lirihnya , tangannya gemetar, tubuhnya melemas.


Ken melihat wajah Sang Istri yang begitu jelas dari lensa senjatanya.


" Ken Tembak sekarang ! Apa yang Kau tunggu ! Tembak ! " teriak Ayah Reino.



Ken masih mematung dan syok bukan main, matanya terus berkaca-kaca. Bidikan senjatanya masih mengarah ke Kepala Istrinya.


" Apa ini benar-benar Kau? " ucap Ken dengan terbatah,bibirnya gemetar.


Berbeda dengan Ken yang bisa melihat Wajah Yaura, Edward nampak samar dan tidak bisa melihat Wajah Yaura dengan jelas karena masalah Angle.


" Ken tidak menembaknya. Aku yang akan melakukan tembakan . " ucap Edward dan menarik pelatuknya..


dorrrrrrr peluru Edward melesat mengenai kaca mobil Yaura. melihat berbagai serangan, Yaura segera masuk kedalam mobil Putih yang baru saja tiba.



Ken menurunkan senjatanya dan mematung.


Dorrr Edward terus menembaki Yaura


" Apa yang Kau lakukan Ken ! Kenapa tidak menembaknya ?! " Sentak Ayah Reino dari earpiece.


Tak menjawab, Ken justru melepas earpiece yang mencantel di telinganya dengan kasar.


Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat,


" Jadi ... selama ini yang berusaha membunuhku adalah Istriku sendiri? " lirih Ken dan menundukkan pandangannya.


************************


Mobil


Yaura menganalisa keadaan.


" Tidak ada yang berani muncul dihadapanku.. itu artinya mereka ingin beradu senjata dengan cara yang licik. Baiklah, Aku akan mengikuti permainan Kalian." Yaura menarik sudut bibirnya.


" Nona , Bagaimana? Mereka hanya berani bersembunyi dan tidak berani menghadapi Kita. " tanya seorang Tim The Red.


" Culik Edward . Ini fotonya.. " ucap Yaura seraya memberikan foto Edward kepada mereka.


" Baiklah Nona.. " .


" Ini hanya permulaan. Pertarungan sesungguhnya belum dimula.. " lirih Yaura dalam hati.


Ia sekarang menuju ke Hotel lain,bukan Burj Al Arab lagi.


Mobil


Ken memukul stir mobilnya tanpa henti , matanya terus berkaca-kaca


" Kau penipu Yaura ! Kau munafik ! " lirih Ken seraya mengusap kepalanya dengan kasar.


" Jadi selama ini... Dia adalah Wanita bersenjata .. " sambungnya.


Masih merasa sakit karena ditinggalkan Sang Istri begitu saja, kini datang lagi rasa sakit yang tidak bisa diungkapkan. Bagaimana rasanya jika seorang Wanita yang terlihat polos dan dingin sebenarnya adalah Seorang Pembunuh , terlebih lagi yang Ia bunuh adalah Suaminya sendiri.


" Kau Penipu Yaura ! " teriak Ken, Ia begitu kecewa dan sakit mengetahui kebenarannya.


Tak berselang lama, Ia memacu kecepatan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berusaha mengejar mobil Istrinya.


****************************


Ken tidak berhasil mengejar Sang Istri, namun ponselnya mendadak berdering.


" Aku menemukan Yaura. Dia di Hotel Caesars Palace Bluewaters, Sinyal Kapten Immanuel berhasil menyadap drone yang digunakan oleh Istrimu 20 menit lalu " tutur Alfin dengan nafas yang begitu ngos-ngosan.


" Kau mendapat serangan? Aku akan mengirim Tim untukmu. " ucap Ken.


" Kami dikepung oleh NIS dan Tentara Lokal. Baiklah jangan banyak bertanya dan temui Yaura. " ucap Alfin dan mematikan telefonnya.


Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia kini hanya memakai Jaket Hitam. fikirannya begitu kacau, Ia sangat marah dan kecewa dengan Istrinya.


40 menit kemudian


HOTEL CAESARS PALACE BLUEWATERS


Ken memarkirkan mobilnya di basement, dan memesan sebuah Kamar untuk ditempati.Itu adalah cara Ken agar bisa masuk kedalam Hotel dan mencari Istrinya yang seperti belut licin.


Jam menunjukkan pukul 12.00 Siang


Yaura sedang berada di dalam kamar dan memakan Apple.


tiba-tiba.. triningggg bunyi ponselnya berdering


" Tunjukkan dimana kamarmu ! atau ... Tangan Kananmu ini akan mati ! " Sentak Ken yang begitu menusuk telinga Yaura.


Mendengarnya, brugghhhhhh Apple yang Ia pegang pun terjatuh ke lantai.


" Ken... Kenapa Dia menangkap Timku? " lirihnya dalam hati. Yaura tetap diam dan tidak menyauti perkataan Suaminya.


Dorrrrrrrrr sebuah tembakan nampak melesat dan membunuh Timnya.


Yaura tersentak saat mendengar Ken benar - benar membunuh Timnya.


" Kau fikir Aku main-main?! Cepat katakan dimana ! atau Aku akan memaksa menerobos masuk dan membunuh Kalian semua ! " Ancam Ken kembali, Ia benar-benar marah besar.


Yaura mematikan sambungan telefon dan mengambil sebuah senjata dan peluru,lalu segera keluar dari sana sebelum Ken menangkapnya.


Diluar dan sepanjang koridor


Ken membabi buta, Ia memukuli setiap orang yang menghalanginya tanpa ampun. tidak peduli Pihak Dubai menodongnya dengan senjata sekalipun, Ia malah menghabisi semua orang yang dihadapannya.



Kekecewaan , Kesedihan yang dibalas penghianatan, ketulusan yang dibalas sandiwara belaka membuatnya begitu muak dan meradang.


Benar yang dikatakan oleh Ayah Reino, kehebatan Beladiri dan Adu senjata yang dikuasi Ken adalah yang terbaik ,dan mengalahkan Agent NIS sekalipun.


Daya pukul yang begitu kuat,tendangan mematikan,dan peluru yang siap Ia tembakan ke siapapun ,membuatnya layak mendapat julukan Dengerous Man.


***************


Setelah bersusah payah melawan orang satu persatu, kini orang yang Ia cari mulai terlihat dari kejauhan. Yaura nampak mengenakan Jas Hitam dan berlari ke tangga darurat.


Dengan sigap Ken menyusulnya dan ...


Grkkkkkkkhggg Ken menarik tangan Istrinya.


Namun Brughhhhhhh Yaura yang memakai masker menendang tubuh Ken hingga tersungkur ke bawah.


Yaura terus berlari dan menaiki anak tangga dengan begitu cepat.


Ken bangun dan mengejarnya .


Dorrrrrr Ia menembakkan peluru ke arah Istrinya.


Yaura berhasil menghindar dan semakin takut berhadapan dengan Suaminya yang nampak begitu marah besar.


Sorot mata Ken semakin menajam , Ia mengeluarkan sebuah tali dari sakunya dan..


Grkkkkkkkkkkk Ia mencekik leher Yaura


" Menyerahlah ! sebelum Aku semakin menggila ! " Ancam Ken .


Yaura nampak kesakitan dan kalah tenaga, namun dengan teknik beladiri taekwondo Ia berhasil lolos dari cekikan Suaminya, Ia malah membanting tubuh Ken ke lantai.


Mereka terus berkejar-kejaran di Tangga Hotel hingga akhirnya berada di Rooftop Gedung yang begitu tinggi menjulang.


Rooftop


Ken memperlambat langkahnya saat tahu bahwa Sang Istri sudah terperangkap. Ia terus menatap Yaura dengan tatapan penuh kekecewaan.


" Kenapa Kau tidak berlari lagi dariku? Larilah.. Atau Kau ingin melompat darisini? Ayo Lompatlah... bukankah beberapa waktu lalu Kau ingin melompat dari Gedung Tinggi? " Lirih Ken , rahangnya mengeras, tatapannya begitu menakutkan.


Yaura sejak tadi hanya diam, dan...


Tlkkkkkkkkk Ia menodongkan senjata ke Suaminya, dan masker pun Ia buka.




" Berhenti mengikutiku, jika tidak.. Aku akan benar-benar menembakmu ! " ucap Yaura dengan nada penuh penekanan.


Meskipun baru beberapa hari tidak melihat Wajah Sang Istri, namun rasanya Ken begitu merindukannya. Ia menatap Yaura dengan tatapan dalam.


Mereka berdua pun sejenak beradu pandang.Ken semakin mendekat ,


" Jadi selama ini Kaulah yang berusaha untuk membunuhku? Kau yang meledakkan BOM waktu itu ? Aishhhhhhhhh Aku tidak percaya ini.. " Ken tersenyum getir dan membuang pandangannya ke sembarang arah.


Menutupi rasa menyesal, Yaura berusaha kuat dan bersikap tanpa dosa. Ia hanya bisa menodongkan senjata ke Suaminya.


Ken semakin mendekat, hingga membuat tubuh Yaura terpentok dinding. Jarak mereka hanya 20 cm.


" Kau berpura-pura polos.. padahal.. Ya Tuhan, Sungguh Aku masih tidak percaya bahwa Kau adalah seorang Wanita yang begitu licik. " ucap Ken yang terdengar jelas di telinga Yaura.


Yaura hanya diam dan tidak bisa berkutik,Ia tidak ingin banyak omong atau menjelaskan sesuatu.


" Tembak Aku sekarang.. Kau ingin Aku mati kan? daripada Kau menembak Ibuku, lebih baik akhiri semuanya sekarang . Tembak Aku ! " ucap Ken kembali.


Difitnah,


" Aku tidak menembak Bibi Hilya. Minggirlah ! " ucap Yaura.


" Tidak menembak? Dusta ! Katakan saja Jika Kau masih dendam denganku karena menikihamu . Bukan seperti ini caranya Yaura ! " teriak Ken di telinga Yaura.


Degggg !!!! Hati Yaura mendadak tersayat dan sakit.


" Kenapa Kau harus repot-repot menyusun rencana dan mengatur Strategi untuk membunuhku. Katakan saja 'Ken, Aku tidak ingin hidup denganmu ' selesai.. " sambung Ken, matanya berkaca-kaca dan berusaha tersenyum getir.


Yaura menundukkan pandangannya.


" Yang lebih munafiknya lagi.. Aku mati-matian melindungimu Waktu itu, dan ternyata.. Kau bisa menggunakan senjata namun tetap membuatku terluka .. untuk apa Kau menutupi Jati dirimu?! Jawab Aku Yaura ?! Untuk apa Kau menutupi jati dirimu? " sentak Ken .


Mereka berdua sama-sama merasakan sakit yang tak berujung.


" Bukankah Aku sudah memperingatkanmu ? Jangan banyak berkorban untukku,karena Aku tidak sebanding dengan Apa yang Kau korbankan . " ucap Yaura.


Ken terdiam dan ,


" Kau juga yang memfitnah Louis sebagai Dalang Kematian Devano? Tahu apa Kau tentang mereka ?... Bukan hanya Louis yang Kau hancurkan ,Ritz Carlton dan Dynamic juga ikut menjadi korban berita Hoax yang Kau sebarkan. " ucap Ken.


Deggg !!!! Yaura tersentak dan berkaca-kaca,namun hanya diam.


" Kenapa Kau diam?! Tidak perlu berpura-pura lemah lembut lagi. " sambung Ken, tangannya hendak merebut pistol yang ada di tangan Yaura.


Brughhhh Yaura mendorong tubuh Ken dan berlari. Saat berlari.


Dorrrrrrrrrrrrrr Ken melesatkan peluru ke arahnya. Dan......


***********************

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Votenya yah kaak♥️♥️


Kalian pasti cape yah 😭😭😭tegang teyusss


__ADS_2