
5 menit berciuman, Yaura lebih dulu melepaskan bibirnya.
" Jangan lama-lama.." ucap Yaura.
" Tapi Aku suka yang lama. " Ken tersenyum. jemarinya mengusap bibir Yaura yang basah karena ulahnyaa.
*
MALAM HARI
Pukul 19.00 Ken dan Yaura menikmati makan malam berdua di lantai bawah. Bayangkan, Rumah sebesar itu hanya ditempati oleh mereka.
" Kau kesepian? " tanya Ken sembari mengambil salad dengan garpu yang dipegangnya.
" Tidak sama sekali. Ada Kau, Pelayan, Pengawal dan lainnya mana mungkin Aku kesepian. " Yaura tersenyum sembari melirik ke arah Robin yang wajahnya terlihat kebingungan.
" Bilang saja karena ada Robin. " Ken memutar bola matanya karena Ia faham bahwa sedari dulu Istrinya itu sangat menyukai Robin karena lugu dan gampang di kelabuhi.
Benar saja, Yaura melebarkan senyumannya dan terkekeh.
" Ken,lihatlah ekpresi Robin. Aku rasa Dia sedang kebingungan. ".
" Bukan Robin namanya jika tidak kebingungan. " Ken pun ikut tersenyum melihat wajah Robin.
Sedang asik menyantap makanan sembari bercanda dengan Istrinya, tiba-tiba Dua Wanita yang berada diambang pintu utama membuat perhatiannya teralihkan.
" Ada Tamu Kehormatan. " Ken memberi kode kepada Istrinya untuk menoleh ke belakang.
Dan..
" Hai Kak Ken !! Yaura !! Aku merindukanmu !! " teriakan Lolly yang begitu cempreng memenuhi isi Rumah.
" Lolly, Kak Lee. " Yaura melukiskan senyum manis sembari menyambut mereka dengan pelukan hangat.
Walaupun setiap hari bertemu, tetapi mereka tetap bertingkah seperti tidak bertemu selama bertahun-tahun. Nona Lee menjelaskan kedatangannya adalah untuk memberikan file penting tentang G&D Hospital yang dikelolanya. Ia pun tak lupa menjelaskan kepada Yaura dan Ken selaku Atasannya di G&D tentang point penting yang harus segera mereka wujudkan. Untuk Lolly sendiri, Ia berkunjung hanya karena kesepian, karena di Rumah Ken tidak ada siapapun.
" Sudahlah jujur, Kau kesini untuk menemui Robin kan? " Ken menjahili Lolly yang Ia sudah anggap seperti Adik sendiri.
" Enak saja ! Tipe ku bukanlah Robin, tetapi seorang Pria yang baru saja mengantarku dan Nona Lee tadi, yaitu... Kapten David 😍 Oh Astaga, Kapten David itu sangatlah Tampan. " mata Lolly berbinar, mulutnya menganga mengingat ketampanan David.
" David mengantar Kalian? kenapa tidak mampir? " Ken menatap Lolly dan Nona Lee bergantian.
" Iyah,Ken. Kami tidak sengaja bertemu dengan Lolly di Restaurant, dan kebetulan Lolly juga ingin kemari. Jadi Aku fikir itu ide bagus. " Nona Lee melebarkan senyumannya yang begitu khas.
Mendengar kata ' Kami ' membuat Ken dan Yaura saling memandang dan tersenyum.
" Ekhemmm... jadi Kalian habis menghabiskan waktu berdua di Restaurant, lalu tidak mengajakku dan Yaura? " goda Ken yang terkejut bahwa diam-diam Nona Lee dan David sering bertemu dan menghabiskan waktu berdua.
Mendengarnya, membuat Pipi Nona Lee bersemu.
" Bukan seperti itu. Aku dan David hanya makan di Restaurant, itupun karena Kami tidak sengaja bertemu di Camp.Militer. " tutur Nona Lee yang masih tersipu.
" Kalian sangat Romantis. " Yaura pun ikut menggoda Lee dengan tatapannya yang membuat Nona Lee salah tingkah.
" Yah.. tidak ada harapan untukku bersama David ternyata, Dia sudah berkencan dengan Nona Lee. " Lolly perpura-pura memasang wajah lesu dan hilang harapan hingga membuat mereka yang melihatnya tertawa.
" Hei !!! Aku tidak berkencan dengannya. " tukas Nona Lee.
" SAD GIRL. " ( Gadis yang menyedihkan ) Ken menatap iba Lolly dengan penuh tatapan mengejek.
*
Setelah menyelesaikan makan malamnya, melihat Sang Istri dengan Nona Lee dan Lolly sedang mengobrol di Ruang Keluarga,
" Aku tahu Kalian Para Wanita sangat suka bergosip, Silahkan bergosiplah sepuasnya Kalian. Aku pamit ke Lantai atas. " Ken beranjak dari soffa yang sangat empuk, tangannya pun tak tinggal diam, Ia mengelus kepala Istrinya dengan lembut lalu melangkah pergi.
" Syukurlah Kak Ken sudah pergi. Mari Kita bergosip tentangnya. Ayo Yaura, ceritakan aib Kak Ken. " ajak Lolly dengan polosnya.
" Sepertinya sangat seru bergosip tentang Suamimu,Yaura. " celetuk Nona Lee dengan semangatnya.
" Iyah seru, saking serunya nanti Kita diajaknya baku hantam." Yaura tersenyum kecut, karena jujur Ia tidak berani menggosipi Suaminya.
" Bukan Kita yang diajak baku hantam lagian. Tapi KAU, yang akan diajaknya baku hantam di Kamar. " Nona Lee tertawa sembari menutupi mulutnya dengan tangan.
" Bikin Baby.. " timpal Lolly.
Lmaooooo Nona Lee dan Lolly tertawa terbahak-bahak.sementara Yaura kini mengerti perumpamaan itu akibat ajaran Ken, Ia pun tersipu.
*
Kamar
Ken mendudukkan dirinya di tepi Ranjang sembari mengeluarkan ponselnya.
David
Tuttt bunyi nada sambung
" Halo,Ken. " jawab David yang baru saja turun dari mobil.
" Halo. Kenapa Kau tidak mampir? Aku tahu Kau baru saja mengantarkan Lee dan Lolly kesini. " tanya Ken to the point.
" Aku ada tugas,jadi buru-buru. Lain kali Aku akan mampir. " David tersenyum.
" Untuk apa bertugas?Aku sudah menghubungi Komandanmu dan Dia mengizinkanmu cuti 15 Hari. Cepat kesini, sekalian ajak Alfin ! " tutur Ken.
" Alfin ada penyelidikan dengan Lisya. Kau ini kenapa? seperti seorang Wanita yang sedang galau ingin dikunjungi oleh Kekasihnya. " David mengejek Ken diiringi tawa renyahnya.
" Tidak ada Para Pria disini, hanya ada Para Wanita yang sedang bergosip, tidak mungkin Aku bergabung dengan mereka ! " ketus Ken.
" Memangnya kemana Para CEO Muda? Ada Lolly, biasanya disitupun ada Alex. " David membuka pintu Rumahnya yang berdesain eropa.
" Kevin sedang keluar kota, Alex sibuk di Hotel, dan Vino bersama Adikku. " Jelas Ken.
" Baiklah, Aku mengerti. Karena Kau sedang bosan, jadi Aku sarankan, tontonlah 18 + ! " David terkekeh.
" Anj*ng ! untuk apa menontonnya, Aku sudah BERISTRI " Ken tertawa.
" Bukankah Istrimu sedang bergosip dengan Lolly dan Lee ? jadi yah tonton saja, tidak ada salahnya. " David tertawa kencang hingga menusuk telinga Ken.
__ADS_1
" Kau lebih cocok untuk menontonnya. Baiklah, Aku akhiri panggilannya, sungguh saran yang konyol ! " Ken mengakhiri panggilan telefon.
Setelah menelfon David, kini Ken berganti menelfon Alfin.
" Halo,Alfin. " ucap Ken.
" Iyah,Ken. apa sedang keadaan darurat? " Alfin sedang memegang sebuah pistol di sudut Basement.
" Kenapa Kau tidak kesini ? "tanya Ken.
Alfin mengerutkan dahinya dan terheran bukan main.
" Aku tidak enak bermain ke Rumah Kalian setiap hari, lagipula hari ini Aku sedang ada penyidikan. "
" Suruh Anak buahmu untuk penyidikan, dan datanglah ke sini untuk minum Anggur. " ajak Ken.
" Ini misi berat,tidak bisa dialihkan. Anggur? Baru semalam Aku meminumnya, dan kepalaku sangat pusing sekarang. " Alfin menyipitkan matanya dan memperhatikan target.
" Ken, Aku akhiri dulu panggilannya. Target terlihat. " Sambung Alfin lalu mematikan telefonnya begitu saja.
Sadar Alfin dan David tidak bisa datang, membuat Ken gusar.
" Kenapa harus malam ini mereka tidak bisa datang, Aku membutuhkan mereka untuk menjaga Yaura. " Ken menenangkan dirinya sebentar dan berfikir jernih.
Satu setengah Jam berlalu, di lantai bawah ternyata sudah ada Evelyn, Vino, Pak Agus dan Bibi Arum yang ikut bergabung.
Sedang menyimak lelucon Vino, ekor mata Yaura tidak sengaja menangkap Ken yang sedang menuruni anak tangga dengan pakaian formal berbalut Jas, terlihat Sang Suami melangkah memasuki Kantor Pribadi.
" Jas ? ini sudah malam,untuk apa Ken memakainya." lirih Yaura dalam hati.
Kantor Pribadi
Ken mendudukkan dirinya di kursi putar sembari memencet tombol ON pada earpiece yang baru saja Ia pakai.
" Kalian mendengarku? " tanya Ken pada Tim nya dan Goddes Of Death yang sedang berjaga.
" Kami mendengarnya,Big Boss. " ucap Tim serempak.
" Baiklah dengarkan baik-baik sekarang, selama Aku tidak ada di Rumah, perketat penjagaan Lima Lapisan. Gunakan senjata berat, dan Para Penembak Jitu untuk berjaga di dalam. Aku tidak ingin siapapun terluka, terutama Istriku,Yaura. Segores saja luka di tubuh Yaura, maka.. Kalian tahu sendiri akibatnya. Aku mempercayai Kalian, jadi jangan mengecewakanku ! " tegas Ken dari earpiece.
" Siap,Kami mengerti."
" Dan, Kau Albert, cepat kemari. " Perintah Ken lalu mematikan earpiecenya.
Albert yang sudah berada di Gerbang depan pun segera masuk, Ia menundukkan kepala kepada Yaura dan lainnya. Lalu menjelaskan kedatangan dirinya kesini,yaitu menemui Ken.
" Tuan Ken menyuruhku untuk menemuinya di Kantor Pribadi,Nona. Jadi Aku kemari.. " tutur Albert.
Yaura menganggukkan kepala dan mempersilahkan Albert untuk masuk ke dalam Kantornya.
" Albert? Jika ada Albert, pasti urusannya dengan senjata. Apa masih ada seseorang yang mengincarku? " gumam Yaura dalam hati.
Albert dan Ken kini berhadapan,
" Alfin, David, Kevin dan lainnya tidak ada sini, itu artinya tanggung jawabmu atas keselamatan Istriku semakin berat. Aku fikir malam ini ada Alfin dan David yang bisa dipercaya untuk menjaga Rumah, tetapi mereka tidak datang. Jadi, Aku menyerahkan semuanya kepadamu.. fokus kepada keselamatan Istriku, dan jangan biarkan Dia keluar dari Rumah satu sentipun. " tegas Ken.
" Jangan berkata apapun kepada Yaura, Aku yang akan menjelaskan semuanya agar Dia tidak curiga.Namun, Jika Yaura memaksamu untuk bercerita sejujurnya, maka katakan seperti apa yang Aku katakan tadi siang. " titah Ken kembali.
" Baiklah. " jawab Albert.
Kamar
Setelah memperingati semua Tim dan Albert, Ken memutuskan masuk ke Kamar untuk mengambil kunci mobil dan menemui Istrinya dibawah. Baru saja membuka pintu, Ia dibuat terkejut karena Yaura ternyata lebih dulu ada di dalam.
Kreekkkkk Ken mengunci pintu kamar
" Kau mengagetkanku.. " Ken memegangi jantungnya sembari menatap Sang Istri yang sebentar lagi Ia tinggalkan.
" Kau mau kemana? " tanya Yaura sambil menatap Ken dari ujung rambut hingga kaki yang sangat rapi nan formal.
Greppp Ken menarik Yaura lalu mendudukkannya di Ranjang.
" Aku baru saja ingin memberitahumu padahal. Baiklah, Aku malam ini harus menemui salah satu Sahabatku yang baru saja pulang dari Amerika. Dia akan membantu Kita untuk menganalisa proyek Jet Tempur Mendiang Ayah Devano. " tutur Ken seraya menatap bola mata Istrinya dengan tatapan dalam.
" Ini hampir pukul 21.00, mana ada pertemuan Bisnis di malam hari. Jangan membohongiku. " Yaura membuang pandangannya ke sembarang arah.
Menyadari bahwa Istrinya sangat kritis, penuh logika dan sulit di kelabuhi,
" Kau tahu sendiri bagaimana gaya hidup Amerika. Dia ingin bertemu di Bar, itu sebabnya Aku menemuinya sekarang. " Ken menggenggam tangan Istrinya karena Ia tahu bahwa Yaura nampak tidak mengizinkannya keluar.
" Hanya sebentar.. sekitar 2-3 Jam.. " lirih Ken kembali.
Yaura tetap diam dan tidak menjawabnya.
" Aku tidak mungkin mengajakmu ke Bar, yang ada malah mereka menjadikanmu sebagai tontonan, dan Aku tidak menginginkan hal itu." Ken terus membujuk Istrinya yang memang sedang mikir keras.
" Kenapa tidak bertemu di Rumah saja? Disini juga banyak Wine jika hanya untuk menikmatinya. " ucap Yaura yang secara tidak langsung mematahkan alibi Ken.
" Jika hanya Wine memang bisa, tapi apa disini ada banyak Wanita Sexy yang menonjolkan lekuk tubuhnya? tidak ada,Sayang. " Ken menarik tubuh Yaura lalu memeluknya dengan erat.
" Oh ,Aku mengerti. apa Kau juga ingin menikmati mereka begitu? lalu Kau pulang larut malam dengan keadaan mabuk? " Yaura melepaskan pelukan Ken lalu menatap Suaminya dengan dingin.
Mendengarnya membuat Ken tersenyum.
" Aku tidak bernafsu dengan mereka. " ucapnya sembari melirik ke jam tangan.
" Semakin cepat, semakin baik pula. Aku pergi dulu.. "
Ken beranjak, diikuti Yaura yang ikut berdiri.
" Selama Aku pergi, jaga dirimu.. Jangan pernah keluar atau apapun itu yang akan membahayakan nyawamu. Kau mengerti? " tutur Ken, jemarinya mengelus pipi Yaura dengan lembut.
Masih banyak pertanyaan,namun Yaura urungkan, karena benar juga, semakin bertanya maka semakin lama.
" Hati-hati.. " ucap Yaura.
Ken tersenyum, lalu meraih tengkuk Sang Istri dan
Cuppppppp Ia mendaratkan kecupan manis di kening Istrinya.
__ADS_1
" Jaga dirimu.. " lirih Ken lalu berbalik badan dan melangkah pergi.
" Apa yang Ken sembunyikan? " lirih Yaura dalam hati, perasaannya mendadak tidak tenang.
Dilantai bawah
Ken juga menemui Pak Agus dan meminta tolong untuk menjaga Yaura saat Ia pergi.
*
*
*
1 Jam perjalanan,
Ken melajukan mobil dengan cepat, fikirannya hanya berpacu kepada keselamatan Yaura. Demi Tuhan,setelah komanya Yaura dan hampir mati, itu membuat Ken menjadi sangat overprotektif. Walaupun Istrinya itu Wanita bersenjata, tetapi buktinya itu tidak menjamin nyawanya selamat. Itulah kenapa Ken sangat khawatir nan cemas jika jauh dari Istrinya.
Tittttttttt Ken menekan earpiece
" Sebentar lagi Aku sampai. Siapkan bahan peledak sekarang. " perintah Ken yang langsung dijawab oleh Timnya.
" Sampai kapanpun, Aku tidak akan bisa melupakan bagaimana mereka menghabisi nyawa Yaura. Kejahatan memang tidak pantas di balas dengan kejahatan, melainkan dengan kebaikan. Namun itu tidak berlaku untuk Para Iblis yang tega membakar nyawa yang masih bernafas. " Ken meradang, pacuan mobilnya semakin cepat. emosinya meluap-meluap ketika mengingat Tragedi tersebut.
RUMAH KOSONG
Ken memarkirkan mobilnya di Rumah Kosong yang jauh dari pemukiman. Rumah itu sangat tua nan angker.
Untuk mengelabui Yaura, Ken berpura-pura memakai Jas,padahal kini Ia menanggalkan semua pakaian formalnya di dalam mobil,lalu menggantinya dengan seragam anti Bom dan Peluru.
Ceklekkkk ceklekkkkk cekllekkk Ken memasukkan peluru kedalam pistol. Setelahnya Ia turun dari mobil dan masuk.
Didalam sana, Ia disambut dengan berbagai pilihan bahan peledak yang mengitari seorang Pria bertubuh tinggi yang sedang terkulai lemah.
*Tanpa basa-basi..
Dorrrrrrrr Ken menembak kaki Pria itu.
Degg Pria itu merintih kesakitan saat kakinya mengeluarkan darah segar*.
" Siapa Kau? " tanya Pria itu sembari menatap Ken yang menggunakan helm pelindung.
" RIAN FERDIAN. benar itu dirimu? ".
" Siapa Kau ! Lepaskan Aku ! " teriak Pria bernama Rian itu.
" Pembunuh ! Pembunuh Keluarga Devano Malik dan Kau bekerja untuk Reino Bachtiar ! "
" Selain Edward, ternyata Kau lah yang menjadi tangan kanan Reino dan Hilya ! Kau yang selama ini bermain kucing-kucingan denganku ! " Ken mencekik leher Rian dengan penuh amarah hingga membuatnya susah bernafas.
" Siapa Kau.. " tanya Rian kembali.
" Berurusan dengan Istriku, itu artinya Kau berurusan denganku ! " Ken melepaskan cekikannya.
" A-a-apa Kau Tuan Ken? " Rian seakan mengerti bahwa Istri yang dimaksud adalah Yaura,karena targetnya selama ini hanyalah Dia.
" Iyah,ini Aku, KEN !!! "
" Berbulan-berbulan Aku mencarimu, ternyata selama ini Kau bersembunyi di Timur Tengah. Cuihhhh tapi sayang, Kau tidak terlalu cerdas untuk bersembunyi. " Ken meludah tepat di depan Rian.
" Maafkan Aku,Tuan Ken. Maafkan aku.. " rengek Rian seraya memegangi kaki Ken.
" Beruntung, Yaura tidak tahu bahwa Kau masih hidup. Jika Dia tahu, maka Kau sedari dulu tidak akan bisa bernafas. Tapi Sayang, Aku sangat mengincar dan berambisi denganmu ! Lihatlah Aku sekarang.. " Ken menarik sudut bibirnya.
" Tadinya Aku ingin nitip salam kepada Mertuaku yaitu Ayah Devano Malik dan Ibu Yanuar di Surga.. tetapi Aku lupa, KAU PERGINYA KE NERAKA ! " Ken berkata dengan sangat arrogant dan mengancam hingga membuat Rian memucat dan hilang harapan.
" Tuan Ken,Aku mohon maafkan Aku... Aku juga minta maaf kepada Yaura, Tuan Ken.. " Rian bersujud di kaki Ken, namun..
Sregggg Ken menyingkirkannya dan bediri
" Ingat baik-baik kejadian ini di NERAKA. " umpat Ken,dan..
" Aku menghadiahkan nyawamu untuk Istriku yang sedang menunggu di Rumah.Jadi, SELAMAT TINGGAL BAJI*GAN !! "
dan..
BOMMMMMMMMMM Ken melempar sebuah bahan peledak,hingga membuat gedung itu terbakar,begitupun dengan Rian yang ada di dalamnya.
" Aaaargghhh Panasss !!!! Panasss !!! Tolongg !!! " teriak Rian yang begitu sensara, seluruh tubuhnya dilahap di jago merah. Bau bahan beracun sangat mengganggu pernafasan,hingga membuat nafasnya tersenggal-senggal. Jantungnya pun melemah, kulitnya mulai terbakar.
" Nyawa haruslah dibalas dengan nyawa. Tidak ada tawar menawar ! Kelak, Aku pun akan melakukan ini kepada Para Iblis . " Ken melangkah keluar gedung dengan penuh amarah. Ia bahkan tidak takut dengan ledakan yang semakin besar ( Ngga takut lah, kan pake baju anti api ♥️ ).
*************
Jangan lupa vote dan likenya yah beb😘♥️
Jangan lupa saran dan kritiknya juga😘😘😘
Sabar yah yang nunggu Bulan Madu🤣😂 Yauranya lagi datang bulan gaysss🤣🤣
Spoiler
Pukul 00.10, Ken masuk ke dalam kamar dengan Jas yang lengkap. Ia mendramatisir keadaan dengan bau Wine agar Istrinya percaya. Melihat Yaura terbaring di Ranjang,
" Kau belum tidur ? " Ken memeluk Yaura dari samping dengan sangat erat.
" Katanya sebentar.. " lirih Yaura yang membuat Ken tersenyum.
" Kenapa? Kau merindukanku? " Goda Ken yang kini mulai menindih Istrinya.
" Tidak.. Aku hanya mengantuk menunggumu pulang. " Yaura mencari alasan untuk tidak digoda Suaminya.
" Untuk apa menungguku? Lagipula Aku tidak dapat jatah malam ini, Kau seharusnya tidur pulas. " Tangan Ken mulai nakal, dan memang akan selalu nakal jika di Ranjang. Ia mer*mas Gunung Kembar Istrinya yang sangat kenyal.
__ADS_1