Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Salah Culik


__ADS_3

" Aku sudah memaksanya untuk menikah denganku dan merebut kebebasannya. Juga.. Hinaan yang terus Dia alami itu semua karena Ku.. " lirih Ken dalam hati seraya memandangi Yaura dari belakang dengan tatapan sayu dan bersalah.


Ia melangkahkan kakinya dengan terbata.


Menyadari langkah kaki seseorang,


" Aku tidak boleh menangis ataupun sedih di depan mereka, Kuatlah Yaura ! Kau sudah terbiasa dengan hal menyakitkan, sejak kapan Kau menjadi lemah seperti ini.. Ingatlah ! Kau datang kedalam kehidupan mereka adalah untuk membalaskan kematian Ayah , sampai Kau menemukan Abraham dan mengumpulkan bukti untuk menjeratnya, tetaplah Kuat dan jangan Melemah ! " Yaura menguatkan dirinya sendiri dan berusaha untuk melawan rasa sakit hati yang baru saja Ia terima.


Ken kini tepat berada di sebelah Sang Istri dan menoleh memandanginya.


" Yaura.. " Ken nampak tidak mampu berbicara dengan Istrinya karena merasa sangat bersalah selama ini.


Mengetahui bahwa itu Ken, Yaura sama sekali tidak menoleh ke arah Suaminya.


" Aku menjadi lemah saat memiliki hati seperti mereka dan juga mudah menangis akhir-akhir ini.. Aku tidak boleh rapuh, lagipula sekalipun hatiku merasa sakit apa mereka akan peduli? Aku rasa tidak.. Rasa Penyesalan dan Permintaan Maaf mereka hanya sebuah muslihat belaka. memang benar, semakin Kau memiliki hati dan perasaan, saat itu pula Kau akan lemah lalu hancur !. " lirihnya dalam hati, Ia mengingat kembali pertemuan pertama dan moment bersama Suaminya.


Tak ada jawaban dari Wanita yang baru saja disakiti, mata Ken sayu dan tubuhnya melemah,


" Sial ! Aku tidak menyangka bahwa diriku bisa sebodoh ini menilai seseorang dan mengambil keputusan ! Yaura tidak menghancurkan Evelyn sama sekali, tetapi justru Aku yang menghancurkannya perlahan. " Ken mengusap kepalanya dengan kasar dan mengutuk dirinya sendiri. Ia menyesal telah mengambil keputusan pernikahan sepihak ,lalu memandang Istrinya sebagai wanita rendahan.


Memberanikan diri,


" Yaura.. Aku minta maaf .. " lirih Ken seraya memegang lengan Istrinya, tatapan matanya begitu sendu dan mensiratkan banyak penyesalan.


Yaura menoleh dan mereka pun beradu pandang.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, tatapan pun semakin dalam.


" Untuk apa Kau minta maaf? Kau tidak bersalah sama sekali.. " ucap Yaura.


Ken terdiam saat melihat manik mata Istrinya,


" Matamu menjadi jawaban kenapa Aku harus meminta maaf.. " jawab Ken lalu menundukkan pandangannya. Ia mengingat saat Yaura dihina habis-habisan, tamparan Bianca dan Evelyn yang terus melukai pipi ranumnya, juga berbagai serangan senjata yang hampir membunuh Istrinya.


Teringat saat Yaura melemparkan pisau ke Edward saat menghinanya.


tiba-tiba


cklllkkkkkkkkk Ken mengeluarkan senjata dan meraih tangan Istrinya.


" Mungkin ini tidak akan sebanding dengan sakit yang Kau rasakan selama ini, Aku yang dengan sengaja menjebakmu untuk menikah denganku ,juga Evelyn yang salah faham tentang dirimu.. Aku sadar ini tidak akan mampu menghapus semua luka yang menyayat hatimu.. " Lirih Ken sudut matanya memerah.


Yaura terkejut dengan apa yang Suaminya lakukan, sebuah senjata kini Ia genggam dengan peluru yang siap menembus kepala .


" Tarik pelatuknya sekarang. " pinta Ken sambil menuntun tangan Yaura untuk menarik pelatuk pistol yang siap menembus kepalanya.


Pandangan Yaura bergantian menatap pelatuk pistol dan mata Suaminya.


" Ka-kau ingin Aku menembakmu begitu? " tanyanya terbatah.


" Lakukan sekarang !.. " lirih Ken seraya terus menuntun jari Yaura untuk menarik pelatuknya.


Dan... brughhhhhh Yaura menepis tangan Sang Suami dan melemparkan senjatanya ke sembarang arah.


" Apa Kau kehilangan akal? nyawamu bisa melayang hanya karena permintaan maaf konyolmu itu. " protes Yaura yang seakan bertingkah baik-baik saja.


" Lebih baik Aku kehilangan nyawa daripada melihat semua kebodohanku yang telah membuatmu sakit.. " Ken membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Aku tidak merasa sakit. Tenanglah, tidak perlu berlebihan seperti ini.. " Yaura mendekati Suaminya.


" Tidak merasa sakit ? benarkah Kau tidak merasakannya ? atau hanya pura-pura untuk menutupi semua rasa sakitmu? " tanya Ken dan menatapnya.


" Sekalipun Aku merasa sakit , Aku tidak peduli dengan itu. " ujar Yaura.


" Kehormatanmu yang dilecehkan, Kau tidak merasa sakit? Aku juga mempunyai Evelyn yang jika dilecehkan Aku akan marah dan sakit hati. Dan Kau bilang bahwa itu tidak sakit? Itu sangat menyakitkan, Yaura... " Ken masih tidak percaya dengan statement yang Istrinya lontarkan.


" Jika Aku membela diri dan kehormatanku , dan berkata bahwa Aku masih suci dan tidak tersentuh.. apakah Kau akan percaya begitu saja? tidak,Ken . Kau butuh bukti untuk semuanya. Begitupun dengan pandangan orang lain, yang tidak bisa Aku ubah. Kotor atau sucinya seseorang itu tidak ada yang tahu kecuali Tuhan dan... " Yaura tidak melanjutkan perkataannya, Ia menatap Suaminya.


" Dan apa ? Katakan.. " tanya Ken yang seakan mengerti.


" Dan seorang Suami yang menyentuh Istrinya.. " jawab Yaura sambil meremas kedua tangannya yang basah.


Ken terdiam saat mendengar jawaban Istrinya, dan faham apa yang dimaksud, menyadari sesuatu..


" Kenapa Aku tidak sadar sejak awal.. " lirih Ken seraya kembali mengingat moment dimana Ia mencium Yaura di Ranjang dan memberinya beberapa kissmark,


" Bahkan ketika Aku memberikannya sentuhan yang begitu lembut, Yaura tetap tidak mengizinkanku untuk menyentuhnya. itu berarti Dia benar-benar murni ? " lirihnya dalam hati, Ia sangat ingat bagaimana Yaura menghindarinya dalam urusan ranjang. juga cara berpakaian Istrinya baik siang ataupun malam tidak menggunakan baju terbuka.


" Dia juga tidak berusaha untuk menggodaku.. " sambungnya.


Tiba-tiba..


Huggggg


Ken menarik tubuh Sang Istri dan memeluknya.


" Maafkan Aku Yaura.. Aku benar-benar minta maaf.. " lirih Ken dengan lembut dan mengeratkan pelukannya, Ia merasa sangat bersalah.


Yaura tidak membalas pelukan,Ia justru teringat perkataan Suaminya.


Flashback :


" Jika Kau tidak menganggapku sebagai Suamimu, setidaknya Izinkan Aku untuk menjadi temanmu. Aku ingin menjadi temanmu,Yaura. " ucap Ken.


" Aku tidak ingin menjadi temanmu. bukankah teman bisa berhianat? Ntah Kau yang menghianatiku,atau Aku yang menghianatimu..yang pasti Aku tidak ingin merasakan kekecewaan. Itulah alasan kenapa Aku tidak memberikan izin kepadamu untuk menjadi temanku.. " tutur Yaura dalam hatinya.


" Apa Kau merasa kasihan denganku? sehingga Kau memelukku seperti ini, Kau pasti berfikir bahwa Aku ini sangat menyedihkan karena tidak punya siapa-siapa dan dihina sana-sini. Perlu Kau tahu, Aku tidak suka dikasihani. " ucap Yaura.


" Aku sama sekali tidak merasa kasihan denganmu, ini kemauan hatiku sendiri.. " ujar Ken tanpa Ia sadari apa yang telah diucapkan.


********


Villa Nomor 12


Di sebuah Kamar dengan ranjang yang berukuran King Size , Edward yang terluka nampak mengobati dirinya di sebuah soffa.


" Yaura ...Wanita itu sangat cantik, dan Istri Ken? bagaimana bisa Bianca mengizinkan wanita lain menduduki posisinya? " lirihnya, wajah Yaura yang begitu dingin namun kharismatik masih terngiang-ngiang di Kepalanya.


Tiba-tiba seseorang masuk dan mengunci pintu.


" Apa Kau bodoh?! Ken dan Vino memukuli mu tapi Kau diam saja. dan juga Wanita Murahan itu berani-beraninya Dia melukaimu! " decak Bianca yang langsung membantu mengobati luka Edward.


" Aku memang sengaja membiarkan Ken dan Vino melukaiku. Tetapi.. Kenapa Kau tidak cerita bahwa Yaura adalah Istri Ken? Bagaimana bisa Kau membiarkannya? " tanya Edward yang begitu penasaran.


Bianca bercerita panjang lebar kenapa Yaura bisa menjadi Istri Ken dan membatalkan pernikahan dengan dirinya.


Mendengar ini, membuat Edward menarik sudut bibirnya.


" Drama yang begitu menarik. " pujinya.

__ADS_1


" Tetapi sepertinya, Ken mulai memiliki rasa dengan Yaura. Dan ini sangat berbahaya.. " ujar Bianca wajahnya memucat.


Tiba-tiba Edward melucuti satu-persatu kancing bajunya,


" Aku ingin membuat sesuatu yang lebih berbahaya sekarang ".


" Kau menyuruhku untuk menghina Istri Ken dan Aku sudah melakukannya, sekarang Kau harus membayarnya.. " sambung Edward .


dannn


" Mmmmmphhhhhh.. " Bianca terkejut saat Edward mencium bibirnya dengan buas dan mel*matnya dengan kasar.


Edward terus menyelusuri rongga mulut Bianca dan mereka pun bermain lidah disana.


Awal menolak, kini Bianca merespon semua perlakuan Edward. Ia duduk di pangkuan Edward sambil terus menggerayangi satu sama lain.


" Sudah lama Kita tidak melakukan ini.. Aku sudah tidak tahan Sayang... " ucap Edward suaranya memberat,tangannya terus meremas payu*ara Bianca yang tampak menyembul dengan sempurna.


Bianca sejenak terdiam,


" Aku sangat mencintai Ken, tetapi Dia tidak pernah membalasnya. Dan sekarang, Ia lebih peduli dengan Yaura " lirihnya dalam hati.


" Jika dengan perasaan Aku tidak bisa mendapatkannya,mungkin dengan cara yang lebih licik ini Ken bisa menjadi milikku seutuhnya. " sambungnya.


Nafsu Edward menggebu-gebu dan segera menggendong Bianca ke Ranjang. Mereka saling melucuti pakaian satu sama lain hingga tidak tersisa sehelai benang pun.


Tangan Edward terus memainkan gunung kembar yang berada di depannya,


" Saat Aku tidak ada di Tanah Air, apa selama ini Kau melayani Ken? ".


" Jika bisa, Aku melayaninya. Tetapi sayang sekali, Aku tidak pernah mendapatkannya. " lirih Bianca yang nampak keenakan.


" Ayo Sayang.. Aku sudah tidak sabar lagi.. Dan juga Aku akan membuat Ken bertanggung jawab atas benihmu ini.. " sambung Bianca dan menarik tubuh Edward hingga jatuh menindihnya.


" Sayang.. malam ini adalah malam Kita. Ahhhhhhhhh Aku tidak sabar, Sayang " Edward meracau dan menjilati semua lekuk tubuh Bianca.



Edward memasukkan miliknya kedalam itu, nampak tidak ada halangan dan berjalan lancar. Mereka bermain dengan sangat panas dan bercucur keringat, erangan dan desahan mereka terdengar sangat jelas dan begitu kencang.


*******


Ken masih memeluk Yaura dan nampak enggan untuk melepaskannya.


Tiba-tiba sebuah laser merah tertuju pada punggung Suaminya.


" Ken awas !.. " Yaura langsung mendorong tubuh Sang Suami dan dirinya terjatuh ke lantai.


Dorrrrrrrr tembakan peluru


Dengan sigap Ken langsung merunduk dan berjalan mengambil senjata yang sempat dibuang oleh Yaura dan menggenggam tangan Istrinya.


" Sial ! Apa ini ulah Wanita itu lagi? " umpat Ken sambil menyoroti keadaan sekitar.


Deggggg


Yaura mendelik saat Ken menyebutnya.


" Aku ada disini, kenapa malah menuduhku?" jawabnya dalam hati.


Ken segera mengeluarkan ponsel miliknya dan menelfon pengawal untuk berjaga-jaga.


Mereka berdua menuruni Rooftop dan menuju Ruang Utama.


Ruang Utama


Mendengar suara tembakan, membuat yang lain waspada. Terlihat Kevin,Alex dan Vino memegang senjata dan melindungi Para Wanita,kecuali Bianca. Evelyn melihat Yaura dengan tatapan tajam,


" Walaupun Aku sudah tahu kebenarannya, tetapi tetap jika ada Wanita itu, maka bahaya akan selalu datang " gumam Evelyn dalam hati.


" Cepat Keluar dari sini ! " teriak Ken dengan wajah cemas.


Hendak keluar, Yaura menyadari keanehan saat berada di ambang pintu, melihat CCTV depan pintu yang nampak pecah karena senjata.


" Ken berhenti ! Lihatlah.. " ucap Yaura seraya menunjuk CCTV yang rusak.


" Itu berarti, Villa ini sudah dikepung.. " lirih Ken yang mulai khawatir.


Tak berselang lama..


Pria komplotan senjata yang berbalut Jas Hitam datang dari arah Barat , Timur dan Selatan.


" SHIT !!!! Sepertinya ini sudah direncanakan ! Mundurlah ! " teriak Ken dan semuanya pun melangkah mundur lalu kembali masuk ke dalam Ruangan Utama .


" Ken dimana pengawal Kita? Kenapa tidak ada yang kesini sama sekali ! " Teriak Kevin yang terus menodongkan senjatanya ke depan.


" Ini bukan pertama kalinya Pengawal tidak melindungi Kita sama sekali, sepertinya ini disengaja." jawab Ken yang terus melindungi Para Wanita dan waspada.


Vino hendak menelfon Densus dan Polisi, namun


" Buang Ponselnya ! Atau Kalian semua akan mati ! " Pria Komplotan mulai masuk dan melangkah mendekat, mereka menodongkan senjata tanpa laser.


Sadar banyak Wanita yang harus dilindungi, Vino mengurungkan niatnya.


" Siapa Kalian ?! " bentak Vino.


Dorr dorrr dorrr Pria Komplotan menembakkan peluru ke arah mereka.


Ken dengan sigap memasang badan untuk melindungi Yaura dan Lolly yang tepat berada di belakangnya.


Dorrr dorrdorrr Ia menembakkan peluru balasan ke arah mereka.


Diikuti oleh Peluru Vino , Alex dan Kevin yang ditembakkan tanpa henti.


Mencekam,


" Yaura, bawa mereka ke Rooftop. Disana ada pintu darurat yang terletak di sebelah kanan dan sembunyilah disana. Jangan pergi kemanapun sebelum Aku datang, bersembunyilah di Ruangan Kecil yang ada di dekat tangga " ucap Ken dan menatap Istrinya.


Yaura mengalihkan pandangannya kepada Pria Komplotan, rasanya Ia ingin sekali menembaki mereka namun apa daya , Ia tidak bisa melakukannya sekarang.


" Berhati-hatilah,Ken. Jangan sampai terluka.. " lirih Yaura dengan lembut dan memegang lengan Suaminya.


Hati Ken merasa tersentuh saat Yaura mengkhawatirkannya,


" Tenanglah.. jaga dirimu.. " lirih Ken dan kembali memfokuskan pandangannya ke Pria Komplotan.


Dorrrr ddorrr dorrr dorrr dorrrr dorrr Mereka kembali baku tembak.


Yaura membawa Para Wanita untuk menaiki Rooftop dan bersembunyi, tetapi Evelyn bersikeras untuk tetap tinggal dan melindungi Vino.

__ADS_1


Tak ingin membahayakan banyak nyawa, Yaura menyuruh Lolly dan Anin terlebih dahulu untuk bersembunyi. Tanpa perlawanan dan Penolakan, Anin dan Lolly langsung menaiki Lift, sedangkan Evelyn masih bersikeras untuk tetap di Ruang Utama.


Mengetahui ini,


" Evelyn pergilah ! Jangan membantah ! " teriak Ken yang terus berusaha keras untuk melawan Pria Komplotan yang dikirim oleh Edward.


" Jangan membahayakan banyak nyawa ! Pergilah Evelyn ! " Timpal Vino yang nampak ngos-ngosan melawan Pria Komplotan.


Dorrr dorrrr dorrr mereka terus baku tembak dan saling berkelahi satu sama lain.


Tiba-tiba


Lampu Padam


Semuanya khawatir.


Empat Pria Komplotan tampak mendekati Yaura dan Evelyn yang sedang berada di depan lift.


" Lampunya padam, yang past Wanita Yang Berambut Panjang adalah Evelyn. Target kita adalah Dia " ucap seseorang seraya membawa suntikan bius dosis berat yang siap disuntikkan kepada Evelyn.


" Baik Bos. " jawab Pria yang membawa sebuah kain hitam yang digunakan untuk menutup Wajah Evelyn.


Menyadari , Ken segera berlari ke arah Yaura dan Evelyn meskipun dalam keadaan gelap ,Ia tidak bisa menembaki peluru karena senjata yang digunakan bukan jenis laser merah atau mode malam yang bisa digunakan dalam keadaan gelap, apalagi disaat sekarang meskipun Ia bisa menembak dengan tepat tetapi takut salah sasaran.


Brughhhh Ia menendangi Empat Komplotan itu tanpa henti.


" Evelyn Ayo Kita pergi lewat sana.. ini berbahaya " Yaura menarik tangan Evelyn dan berusaha mencari tangga darurat untuk menaiki Rooftop.


" Lepaskan ! Aku tidak mau ! " tolak Evelyn mentah-mentah.


" Evelyn Ayo ! " Yaura menarik paksa tangan adik Iparnya.


Evelyn diam dan menyadari seseorang hendak melukai dirinya.


Tiba-tiba


Ia menarik tubuh Yaura untuk melindunginya. dan JLEBBBBBBBB suntikan bius itu pun langsung menancap di lengannya.


Tak butuh waktu lama,


Brughhhh Yaura pingsan dan seseorang dengan sigap membawanya keluar Ruangan.


Ken sibuk melawan musuh dan tidak menyadari ada orang yang telah diculik oleh mereka.


Evelyn yang mengetahui ini bukannya melapor,Ia malah diam dan sibuk dengan ketakutannya sendiri.


Sadar Target sudah tertangkap, Pria Komplotan mulai melangkah mundur dan dengan sigap berlari keluar.


Dorrrr dorrr dorrr dorrr Ken ,Vino, Alex dan Kevin terus menembaki mereka tanpa henti.


Tak berselang lama, Lampu kembali dinyalakan.


Tampak Evelyn yang berdiri mematung dan segera berlari ke Pelukan Vino karena ketakutan.


" Vin.. Aku sangat takut.. " tubuh Evelyn gemetar.


" Kau tidak perlu takut.. " lirih Vino seraya mengatur nafasnya yang naik turun.


Ken yang nampak kelelahan,baru menyadari bahwa Yaura tidak ada.


" Dimana Yaura? Bukankah tadi ada disini ? " tanya Ken dan mendekati adiknya.


Evelyn diam dan ketakutan.


" Aku tidak tahu ! ".


" Apa maksudmu tidak tahu,Evelyn ! Tadi Aku melihatmu dengannya, tidak mungkin Yaura naik ke atas sedangkan lift tidak berfungsi tadi ! " Ken menarik Evelyn dari pelukan Vino dan menatapnya.


" Aku tidak tahu Kak ! hikksss ! " Teriak Evelyn dan menangis.


Pandangan Alex terarah pada sebuah kalung yang tergeletak di lantai, Ia pun segera mengambilnya.


" Ken .. apa ini milik Istrimu? " Alex menunjukkan kalung itu kepada sahabatnya.


Y


Ken membelakkan kedua matanya saat melihat kalung Yaura terlepas. Ia pun menatap adiknya,


" Sekali lagi Kau tidak menjawabnya.. Aku akan benar-benar menamparmu Evelyn ! " ancam Ken yang habis kesabaran.


" Seseorang telah membawanya Kak , Aku tidak tahu Dia dibawa kemana hikkssss " jawab Evelyn yang tidak berhenti menangis..


DEGGGG !!!


Tubuh dan lutut Ken seketika melemas saat mendengar Istrinya telah diculik.


Tak membuang waktu lama, Ken segera berlari keluar dan menemui keamanan CCTV.


Di Ruangan CCTV nampak Para Petugas yang tergeletak pingsan.


" Ini konspirasi dan disengaja.. Siapa yang melakukan semuanya? " batin Ken seraya mengotak-atik monitor CCTV guna mencari rekaman basement dan mencari Plat Mobil yang membawa Istrinya.


Wajah Ken dipenuhi kekhawatiran dan cemas yang amat sangat. Jujur, hidupnya akhir-akhir ini dipenuhi banyak masalah dan percobaan pembunuhan yang menimpanya.


" Yaura Kau dimana... " lirih Ken dalam hati, Ia tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar melindungi Istrinya.


Tidak menemukan Rekaman yang menunjukkan penculikan, Ken justru menemukan rekaman yang berada di Lapangan Golf Villa yang menampakkan..


" Helicopter ?! Mereka membawanya dengan Helicopter ?! "


Brughhhh Ken menjatuhkan senjata api miliknya dan syok bak disambar petir.


Ken terus mengzoom rekaman dan menemukan sebuah tulisan Bahasa Arab dalam Helicopter tersebut.


" Ini milik Luar Negeri.. Dubai? " ucap Ken, matanya berkaca-kaca karena Ia begitu mengkhawatirkan Istrinya.


" Sial ! Siapa yang melakukan ini sebenarnya! Kenapa Dia membawa Yaura... Aissssssssh ! " Ken membanting semua monitor yang ada di meja, Ia terus memukul-mukul meja itu hingga tangannya nampak berdarah.



Tak berselang lama, Ia menelfon seseorang.


" Cari Istriku sekarang ! Cepat Suruh semua Tim untuk datang kesini ! dan menyelidiki kemana mereka membawa Istriku ! " decak Ken dan mendengus kasar.


.........................


**Jangan Lupa Like dan Votenya


Butuh Saran dan Kritik

__ADS_1


Yang nunggu wikwik sabar yah Beb😭😭😭😭😭**


__ADS_2