
Pagi hari
Yaura sudah berdandan rapih dan siap untuk pergi bekerja, namun Ia melihat sang suami masih tertidur pulas .
" Sudah pukul 07.00 ,biasanya Dia sudah bangun " gumamnya , Ia pun melangkah keluar untuk pergi ke Dapur dan meminta tolong Robin membuatkan sarapan pagi untuk Ken . dan segera kembali Ke Kamar.
" Ken , bangunlah .. Ini sudah pukul 07.00 lebih " lirih Yaura yang kini berada tepat di samping Ranjang.
" Ken .. Bangunlah " Hendak menyentuh lengan Ken, namun Ia mengurungkan niatnya.
" Baiklah, Aku pergi dulu " pamitnya seraya melangkah keluar .
Di bawah, Ia tak sengaja berpapasan dengan Ibu mertua.
" Ibu .. " Sapa Yaura seraya tersenyum.
Ibu Hilya pun membalas senyuman menantunya, melihat menantunya Itu terlihat lebih rapih dari biasanya,
" Pagi-pagi begini Kau mau pergi kemana Nak ? " tanya Ibu Hilya seraya mengusap lembut kepala Yaura .
" Hari ini Aku sudah mulai bekerja lagi Bu, masa cuti ku sudah habis.. "
" Kau harusnya tidak perlu bekerja lagi Nak, cukup Suamimu saja yang bekerja " Ibu Hilya mencoba menasehati menantunya agar tetap diam dirumah .
" Tidak masalah Ibu, lagipula Aku sudah meminta izin Ken sebelumnya " balas Yaura.
Ibu Hilya sedikit kecewa karena melihat menantunya itu harus bekerja,
" Baiklah Nak, jaga dirimu baik-baik . Hubungi Suamimu nanti jika terjadi apa-apa . dan Ibu juga akan memberimu Pengawal untuk menjaga mu "
Mendengar, Yaura pun langsung menghalau niat Ibunya,
" Tidak .. Tidak Perlu Ibu, Yaura akan baik-baik saja, Aku akan menghubungi Ken nanti jika terjadi apa-apa " timpalnya.
" Kau ini .. Yasudah, ingat hati-hati . Ibu tidak ingin Kau kenapa-kenapa " Ibu Hilya kini memeluk menantunya. Yaura pun membalas pelukan tersebut.
" Baiklah Ibu, Aku pamit "
Ia pun segera bergegas keluar ke depan , disanaPak Tio selaku sopir sudah menunggunya.
DEPARTEMENT PEMERINTAH
Di Wilayah Perkantoran Pemerintahan ,
" Pak, Aku turun disini saja "
Dari Bahu jalan, Pak Tio mengamati sekitar, disana banyak sekali Gedung Pemerintahan .
" Kantor Nona dimana ? Biar Saya antar sampai kedepan " ujar Pak Tio seraya melihat ke arah Nona nya.
" Semuanya adalah Kantor-ku . Baiklah Pak, Aku pamit dulu dan terima kasih " Ia segera turun dari mobil.
Kantor NIS
Begitu banyak gedung perkantoran di wilayah tersebut , tapi langkah Yaura tertuju pada Gedung National Intelligent Service yang tidak bisa sembarang masuk . Di depan Gerbang masuk, Ia segera mengeluarkan ID Card NIS yang disembunyikan di dalam tasnya.
Ia pun kini mulai memasuki Kantor. Disana Ia disambut oleh senyuman Para Agent NIS.
Disana Yaura di cecar banyak pertanyaan seputar Pernikahannya Karena tidak mengundang siapapun dari mereka. Ia berdalih Resepsi belum diadakan .
Mempersingkat waktu , Ia bergegas melanjutkan langkahnya ke Ruangan MIT . Disana Ia bertemu rekan 1 Timnya.
" Selamat Pagi , " Yaura menunduk hormat.
" Wahh .. Pengantin Baru sudah kembali nih " sindir Henry yang merasa kesal karena tidak diundang olehnya.
Dengan santai, Yaura menjelaskan kepada mereka semua alasan . baru saja ingin mendudukkan tubuhnya,
toktokkktokk seseorang staff mengetuk pintu, dan menyuruh Yaura untuk menemui Pak Alfin .
Mendengarnya, Yaura langsung mengalihkan pandangannya ke Helena. Helena hanya mengedipkan matanya.
Yaura pun langsung bergegas menemui Pak Alfin .
Ruang Pemantauan
Yaura membuka pintu,
" Selamat Pagi Pak, " Yaura menunduk hormat .
Pak Alfin hanya membalasnya dengan tatapan dingin.
__ADS_1
" Ikuti semua Prosedur Perizinan cuti, jangan mendadak . Tugasmu terbengkalai " kritiknya, dan segera mengeluarkan sebuah Dokument Penandatanganan.
" Maafkan Aku Pak, sekali lagi Aku minta maaf "
Tiba-tiba Pak Alfin menatap Yaura,
" Selamat Atas Pernikahanmu " Pak Alfin menyodorkan tangan kanannya .
Merasa terkejut , Yaura pun sedikit terdiam.
" Terima kasih Pak," Yaura tersenyum tipis,seraya menjabat tangan Pak Alfin .
" Aku sudah menyetujui perubahan statusmu menjadi
Translator Perwakilan Diplomatik . Kau tanda tangani semuanya, dan 10 menit lagi Kita akan berlatih Simulasi BOM C5 " jelas Pak Alfin .
" Baik Pak ," Yaura pun segera menadatangi perubahan statusnya .
6 Jam Yaura dan beberapa TIM sibuk berlatih simulasi peledakan BOM , menembak dan pengaturan strategi.
Rumah Pak Agus.
Setelah menyelesaikan tugas Agent nya, Yaura langsung pergi ke rumah Pak Agus dan menemuinya.
Disana , Ia sudah disambut oleh Paman Arga.
Di dalam Ruangan, Pak Agus sedang sibuk meneliti semua dokument yang sudah hampir rusak & rapuh.
" Pak, Apa Helena sudah mengirimkan softcopy ? tadi malam Aku tidak mengangkat telefonnya "
" Mereka berbicara menggunakan Bahasa Spanyol & beberapa Kode Jam, Aku sudah menyuruh Helena untuk menyalin semua percakapan mereka dalam Hardcopy "
" Apa ? " Yaura menyerit heran . Dan segera menghampiri meja , pandangannya tertuju pada semua dokument sang Ayah.Ia mengamati begitu jeli barang2, dokument dan beberapa foto peninggalan .
" Ada Fakta terbesar , " Tatapan Pak Agus begitu menyorot, fikirannya pun memacu . Ia mengeluarkan sebuah foto berukuran sedang dari Balik Jasnya.
dan....
Foto Devano Malik dengan seseorang yang tak asing baginya, foto lawas berseragam militer saat mereka berdua masih muda .mereka saring merangkul satu sama lain, dan tersenyum.
Yaura menyipitkan kedua matanya, memfokuskan pandangan pada foto tersebut . Menyadari, Yaura segera mengambil foto tersebut dari tangan Pak Agus .
Matanya membulat sempurna,
" Ini Ayah dengan Ayah Reino " lirihnya .
Yaura terdiam, memorinya berputar.
" Jika mereka bersahabat, kenapa Aku tidak bisa mengingat Mereka ( Keluarga Ken ) dimasa Lalu" Yaura berusaha mengingat apakah ada moment dengan Reino Bachtiar di masa lampau.
" Ayah adalah mantan Perwira Tinggi Mayor Jendral Angkatan Darat, dan Ayah Reino .. "
" Letnan Kolonel . Mereka sama-sama mantan Tentara bersenjata " sambung Pak Agus.
" Lalu bagaimana Bisa mereka sekarang menjadi Pengusaha Terkenal ?" Paman Arga tampak bingung.
Yaura mengamati semua foto, dan memo tentang mereka,
" Aku tidak menyangka bahwa Dia adalah sahabat Baik Ayah . Aku fikir perkataan mereka waktu itu ( Reino & Hilya saat makan malam ) adalah Pencitraan belaka " .
triningg triningg bunyi ponsel Yaura, Ia pun segera mengangkatnya .
" Perkataannya sangat Rancau . kuncinya ada pada seseorang bernama Andi . Kau mengenalnya ?" Ucap Helena dari balik telefon.
" Iyah Aku mengenalnya . "
" Hanya Dia yang disebutkan dalam rekaman Ini . sisanya Aku masih memeriksa. Bahasa Spanyol yang mereka gunakan sangat ambigu "
" Baiklah Helena. Aku akan melihat Hardcopynya nanti " Yaura mematikan telefon .
Mata Yaura menatap Tajam .
" Bunuh Pak Andi sekarang ."
Pak Agus dan Paman Arga terkejut dibuatnya.
" A-apa ? "
" Nona .. "
" Bunuh Pak Andi sekarang . Aku ingin Dia lenyap " ucapnya kembali .
" Yaura, dengan membunuhnya masalah akan menjadi rumit dan mungkin ada yang curiga . Kau tenanglah .. " Pak Agus mencoba menangkan Yaura.
__ADS_1
" Aku ingin Publik mengenalnya sudah tiada . Kita bisa lebih mudah mengintrogasi Pak Andi . Dalam rekaman Itu, hanya Dia yang disebutkan " Yuara menatap Pak Agus.
" Kau Yakin ? " seakan mengerti maksud Yaura.
Yaura menganggukkan Kepalanya.Ia mengalihkan pandangannya kepada Paman Arga.
" Karena Paman Arga yang pertama kali memberitahunya tentang Stempel. Maka Aku ingin, Kau Yang membunuhnya "
Paman Arga gelagapan,
" Ba-bagaimana Jika Aku yang jadinya terbunuh Nona , Aku tidak sepandai Nona atau Agus " wajahnya menengang .
" Paman tenang saja . Tim Kita akan melindungimu " jawab Yaura dengan enteng .
" Dimana Kau ingin menghabisinya ? " Tanya Pak Agus.
Yaura sejenak terdiam.
" Rumah Lamaku . Dia akan mudah percaya Jika Stempel ada disana & sangat realistis "
" Bunuh Dia dengan Suntikan Beracun . Efeknya akan seperti Serangan Jantung, Orang lain tidak akan curiga bahwa Dia mati terbunuh " sambungnya Kembali.
" Astaga .. Nona sangat menyeramkan " celetuk Paman Arga.
Yaura mendelik ke Arahnya .
" Jika Kau berani menghianatiku lagi, nasibmu akan sama dengannya ." ancam Yaura.
Paman Arga menelan salivanya mendengar perkataan tersebut.
" Pak Andi pasti akan Di Otopsi oleh Badan Nasional Forensik . Setelah Surat Kematian sudah mereka keluarkan, Kita harus segera mungkin memberinya Penawar agar nyawa nya bisa di selamatkan . Reaksi Penawar itu membutuhkan Waktu, dan Akan Kita gunakan untuk menukar jenazahnya " Jelas Yaura.
" Kau menukarnya saat Kremasi ? " tanya Pak Agus ,
Yaura menganggukkan Kepalanya.
" Baiklah Nak, Aku akan menyuruh Bobby dan Helena untuk tugas Itu ".
Mendengar rencana tersebut, membuat Jantung Paman Arga copot , Ia memegangi Jantungnya.
" Astaga, mereka benar-benar mengerikan . Nona Yaura tumbuh menjadi Pelobby yang begitu menakutkan . Aku harus benar-benar mengabdi kepadanya, Kalau tidak .. Bisa saja Dia memenggal kepalaku " .
Melihat Paman Arga yang ketakutan, membuat Yaura tersenyum usil .
" Paman tenanglah . Ini bukan giliranmu ."
Mata Paman Arga pun kini jelalatan,
" Bagaimana Arga ? Senam Jantungmu sudah selesai ?" ledek Pak Agus.
RUMAH KEN
Ken pulang lebih Awal, Ia langsung menuju kamar. Melihat tidak ada Tas Yaura disana ,
" Dia Belum Pulang ? " gumam Ken seraya menaruh Tas Kerjanya .
Ia pun segera mengeluarkan Ponsel dari Saku Celananya ,
" Kau Dimana ? Kau tidak mengantarnya? "
" Saya Mengantarnya Tuan, dan sekarang saya sedang menunggu Nona Yaura " jawab Pak Tio dari balik telefon
" Tunggu Dia, jangan sampai meninggalkannya " perintah Ken, dan segera mematikan sambungan telefon.
" Dia berangkat lebih Awal, dan Pulang selambat ini? " lirihnya seraya melihat Arloji Mewah yang melingkar di pergelangan tangannya, Jam menunjukkan Pukul 17.15 .
" Sial. Aku Bahkan tidak mengetahui Nomer Ponselnya " umpatnya.
DEPARTEMENT PEMERINTAH
Dari Rumah Pak Agus, Ia kembali ke Wilayah Kantornya untuk mengelabui Keluarga Ken . dan segera menghampiri Mobil Pak Tio yang sedari tadi menunggunya ,
" Pak .. Aku minta maaf sedikit terlambat "
" Tidak apa-apa Nona, Tidak masalah " Pak Tio tersenyum kepadanya.
" Boleh Aku meminta Nomer Ponsel nya Pak ? Jam Kerjaku kadang terlalu cepat, kadang lambat . Aku tidak enak Hati telah membuat Pak Tio menunggu "
" Nona ..Jangan bilang seperti itu, ini sudah Tugas saya"
Pak Tio pun menyebutkan Nomer Ponselnya, sementara Yaura fokus mengetik di layar ponselnya.
.............
__ADS_1
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSS