
Ken mengamati wajah Istrinya,
" Tidak akan ada yang bisa menolakku,termasuk.. " lirihnya di tengkuk Sang Istri.
Hembusan nafas Ken yang semakin memburu di Lehernya,membuat sekujur tubuh Yaura berdesir dan melemah, tangannya meremas seprei dengan sekuat tenaga,ingin menolak dan meronta tapi entah kenapa tubuhnya begitu menerima dan pasrah.
Mata mereka terus beradu pandang, Ken pun semakin menindih tubuhnya dengan tatapan Devil yang begitu menghipnotis ,dan dengan senyuman Damage membuat siapapun yang berhadapan dengannya diatas ranjang tidak akan mampu menolak.
" Dirimu,Yaura... Aku tidak tahu sampai kapan Kau bisa menolak dan menghindariku,tetapi Aku jamin.. sekarang Kau tidak akan bisa menolakku.. " lirih Ken dengan lembut,pandangannya terarah pada Buah Dada Istrinya yang begitu menggoda.
Tangan Ken mulai meraba pinggang Sang Istri dan menyelusup kedalam hingga membuat tangannya menyentuh perut Yaura yang begitu kenyal dan rata. Ia terus mengelus lembut perut Istrinya,
" Kau adalah Istriku. Dan Aku ingin ... Kau memenuhi kewajiban itu sekarang.. " sambung Ken,tatapannya semakin nakal dan menggoda,tangan kirinya mengusap lembut Bibir Bawah Yaura yang begitu sexy dan merona.
Tak kalah dari Suaminya,nafas Yaura kini semakin cepat dan tubuhnya semakin panas,kedua tangan lentiknya terus meremas seprei hingga membuat Ken menyunggingkan bibirnya.
" Semakin Kau naif,maka semakin itu pula Kau akan tersiksa.. " bisiknya di Leher jenjang Sang Istri.
Yaura memejamkan kedua mata seraya menggigit bibir bawahnya.
" Calm Down Ken ! Calm Downnnn !!!! Kenapa Kau menjadi liar seperti ini ! " umpatnya dalam hati, nafsu kini membuat otaknya beku dan tidak bisa berfikir jernih. Ia menciumi Leher Yaura yang begitu bersih dan putih, lalu menghirup wangi parfum favorit Istrinya yang semakin membuatnya gila.
Ciuman lembut Ken di leher,membuat tubuh Yaura menggeliat tak karuan, geli bercampur desiran yang aneh saat Bibir Sang Suami yang begitu kenyal begitu terasa di lehernya.
Melihat tubuh Sang Istri yang menggeliat,membuat gairahnya menjadi-jadi.
" Arrrggghhhhh shit ! Aku sudah tidak tahan ! " umpat Ken dan...
Slurrrrppppppppppppppp Ia mencium Bibir Yaura dengan begitu kasar dan buas. tangannya meremas pay*dara Istrinya yang begitu sintal meskipun masih terbalut bra didalamnya.
Ken melu*mat Bibir Sang Istri tanpa ampun,begitupun Yaura tangannya meremas rambut Suaminya dengan lembut.
Ken semakin menggila dibuatnya, ciumannya semakin panas ,tangannya mulai menyelusup kedalam Kameja yang Istrinya kenakan.
Ken meremas Kedua Buah Dada Istrinya bergantian,remasannya begitu lembut.
" Arrrghhhhhhhh Sayang , Kau membuatku menggila .. " erang Ken dengan suara parau dan nafas memberat.
" Mppphhhhhhhhhh.... " desah Yaura dengan suara tertahan,tubuhnya terus menggeliat.
Mendengar desahan,membuatnya semakin bersemangat. Ken beranjak dan melepas kancing bajunya dengan kasar dan menghempaskannya begitu saja.Lalu kembali menindih tubuh Istrinya,
" Jujur.. Aku tidak bisa menahannya lagi.. " lirih Ken dengan suara serak dan nafas yang semakin cepat.
Slurrppppppp Ia mel*mat bibir Yaura kembali dengan begitu kasar dan tak terkendalikan, lidahnya mulai bergerilya didalam sana bergulat dengan lidah Istrinya.
Tangannya sibuk melepas kancing kameja Yaura dengan tergesa-gesa,mungkin Ia ingin segera menerkam isi didalamnya.
Kameja pun berhasil terlepas dan menunjukkan isi didalamnya, Bra berwarna hitam pekat berhias renda dengan Merk Ternama Victoria Secret berhasil membuat Ken terpaku. Hendak membuka Bra..
Brughhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
" AWWW !! " pekik Yaura dengan suara melengking.
Mendengar ini,membuat Ken menjengit dan bengong.
" Kemana Yaura? " lirihnya, Ia mencari Sang Istri yang sudah tidak ada di Ranjang.
" Bukankah Dia sedang bercumbu denganku tadi? " Ken menyerit heran, Ia sangat ingat Yaura ada bersamanya tadi.
Dan...
Ken membelakkan kedua matanya saat melihat Istrinya tergeletak di lantai.
" Yaura ! Ke-ke-kenapa Kau ada disitu?" tanya Ken terbatah.
Yaura diam tidak menjawab dan memegangi pinggangnya yang terasa sakit.
Bukannya menolong,Ken malah masih bengong diatas Ranjang dengan posisi tengkurep. Ia malah sibuk mikir seraya memperhatikan tangannya,
" Aku tadi meremasnya dan menciumnya dengan begitu panas,lalu... " gumamnya dalam hati. matanya hanya sibuk menatap Yaura yang tergeletak dilantai.
" Kenapa Kamejanya tidak terbuka? " batin Ken dan mengamati Kameja Istrinya yang masih rapi dan utuh.
Dan...
" ASTAGAAAA ini hanya imajinasi. SIAL !!! " umpat Ken dalam hati saat menyadari dirinya juga masih memakai pakaian tidur lengkap.
Yaura melirik Ken dengan tatapan kesal.
Sadar Istrinya kesal, Ken segera turun dan membopong tubuh Istrinya.
" Kenapa Kau bisa jatuh? " ucap Ken tanpa dosa dan melebarkan senyumannya yang begitu manis.
" Tidak perlu bertanya! " sentak Yaura.
Ken tersenyum malu dan menggigit bibir bawahnya.
" Maaf.. " lirihnya dengan lembut dan membaringkan tubuh Istrinya di Ranjang.
" Maaf apanya. Dibilang jangan mendekat,Kau semakin mendekat ! " ketus Yaura dan mengerucutkan bibirnya.
Iyah sebenarnya Ken tidak menyentuh atau menciumnya, saat Sang Suami semakin mendekat,Yaura berusaha menjauh sampai akhirnya Ia terjatuh dari Ranjang karena Ken yang terus berusaha mendekatinya.
Ken yang duduk disebelahnya pun menunduk malu.
" Anj*ng ! kenapa Aku bisa berimajinasi seliar itu dengannya " umpatnya dan tersenyum manis,walaupun hanya sebatas hayalan entah kenapa harus cepat berakhir padahal Ia masih ingin berbuat lebih.
" Mungkin suatu saat nanti Aku akan menerkammu di Dunia nyata .." lirih Ken dalam hati dan melirik ke arah Istrinya.
" Kau sudah mengantuk? " tanya Ken,tatapan matanya begitu lembut dan dalam hingga membuat Yaura mengalihkan pandangannya.
" Iyah.. " .
" Baiklah,tidurlah .. " lirih Ken dan mengelus kepala Istrinya.
Ia beranjak dan mengambil beberapa bantal dari Ranjang,hendak melangkah..
" Ken,Kau mau kemana ? " tanya Yaura dan memandang ke arah Suaminya.
" Ke Hotel, Kau mau ikut? Aku ingin berkencan dengan Wanita Cantik ! " celetuk Ken.
" Aku serius ! " ujar Yaura dan menatapnya dengan tajam.
" Aku juga serius ! Aku akan ke Hotel dan tidur dengan mereka. Baiklah Aku permisi dulu.. " jawab Ken dan hendak membuka pintu.
" Iyah selamat bersenang-senang. " ketus Yaura dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya.
Melihat ini, membuat Ken tersenyum puas. Ia berbalik badan,kemudian melangkah ke soffa lalu menaruh bantal disana dan mendudukkan tubuhnya.
Ken mengelus lehernya dan memandangi Yaura yang sedang terbaring disana.
" Tidak mau Aku sentuh,tetapi sebenarnya Kau ingin selalu dekat denganku. " Ken tersenyum manis dan mengingat Yaura yang mulai menginginkan dirinya.
" Walaupun begitu, Aku sudah cukup senang atas kehadiranmu dalam kehidupanku dan membuat warna didalamnya.. ".
RUMAH ALFIN
Disebuah Ruangan yang berukuran cukup luas dan dipenuhi banyak foto Pelantikan NIS dan Berbagai Seragam yang pernah Ia pakai dan capai menjadi Bukti bahwa Alfin adalah Sosok yang begitu jenius dan tangguh. Namun salah satu foto Wanita Berseragam SMA mencuri perhatian Asisten Pribadinya,
" Tuan Alfin kenapa Kau selalu memajang foto Gadis ini ? Bukankah katamu Dia sudah menikah? " tanya seorang Asisten Pria tersebut seraya menunjuk sebuah foto di dinding.
Alfin yang sedang duduk di kursi putar pun beranjak dan mengambil foto tersebut.
" Dia memang sudah menikah sekarang, Aku harap pernikahannya bahagia." lirih Alfin dan memegang bingkai foto Gadis berseragam SMA tersebut.
" Kenapa Kau tidak berusaha merebut hatinya sedari dulu Tuan? " tanyanya kembali.
Mendengar ini membuat Kak Alfin tersenyum kecut dan mengingat kembali pertemuannya dengan Gadis itu.
" Dia sangat misterius, ambisius , judes namun begitu Cantik. Saat Aku pertama kali melihat dirinya, Dia sudah mampu membuat ku jatuh cinta. Aku bertemu dengannya saat Dia duduk di bangku SMA Kelas 3, dan masuk pelatihan NIS. Gadis itu menjadi Idola Para Pria di NIS baik dari Level Bawah hingga Atas, Kecantikan yang begitu natural,mata yang jernih dan berbinar,tatapan yang begitu mematikan dan juga senyuman yang begitu manis membuat Dia dijuluki sebagai NATION FIRST LOVE, artinya Cinta Pertama Bangsa, saat pertama kali Kau melihatnya ,saat itu pula Kau jatuh cinta kepadanya."
" Tetapi entah kenapa Aku tidak suka Dia masuk NIS dengan Level Tertinggi.entah karena Cinta atau bukan, yang jelas Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk saat Dia berlatih menembak. Sejak saat itu,Aku selalu berusaha menyingkirkan dirinya agar tereleminasi dan membuatnya gagal dalam segala rintangan. sampai akhirnya.... " tutur Alfin dan mengingat kembali pertemuannya dengan Gadis itu.
Flashback
*Saat Alfin sedang pulang ke Rumah,seorang Gadis SMA berambut panjang menghadangnya ,
" Berhenti ! " teriak Gadis Itu.
Alfin pun menghentikan langkahnya,
" Kau? " tanya Alfin.
" Iyah ini Aku. Kau yang menggagalkanku saat Pelatihan Menembak kan? Kau mencurangiku ! " teriak Gadis itu kembali,tatapannya sangat tajam.
" Aku tidak mencurangimu sama sekali. " Ketus Alfin dan hendak melanjutkan langkahnya. namun..
" Hentikan ! " teriak Gadis itu kembali.
Alfin berbalik badan dan menatapnya.
Dan*...
Gadis itu melangkah dan melompat setinggi mungkin.
Alfin terkejut dan membelakkan kedua matanya saat melihat Gadis itu melompat dengan sangat tinggi bahkan hampir seperti terbang.
" A-a-apan ini? " lirihnya dalam hati.
Dengan tatapan tajam Gadis itu mendarat di hadapan Alfin.
" Kakak Senior ! Jika Kau tidak mau meloloskanku ke Babak selanjutnya, Maka Aku akan mencekikmu ! " tutur Gadis itu.
" Kau memang tidak Lolos ! " ketus Alfin dan hendak melepaskan cekikan tangan Gadis itu.
" Aku itu lolos ! Kau sengaja membuatku tidak lolos ! Kau lihat tadi ? Aku bisa melompat dengan begitu tinggi dan taekwondo sabuk hitam ! Mustahil jika Aku tidak lolos Babak Menembak ! " protes Gadis itu.
Alfin tersenyum geli saat mengingat kejadian lampau,
" Hanya Dia yang berani mengancam seorang senior NIS ditempatnya ,dan hanya Dia juga yang akan selalu protes dan tidak terima jika tidak lolos ... ".
" Apa Dia tidak mengenalmu waktu itu? " tanya Asisten Pria.
" Dia tidak mengetahui namaku atau mengenalku lebih dekat. Tetapi Aku selalu mengenalnya dan berusaha ingin dekat dengannya. Namun semakin Dia besar dan tumbuh,semakin sulit Aku menumbangkan dan mengalahkan kemampuannya, kecerdasan dan kecerdikannya hampir menyamai NIS Tingkat Tinggi. Hal itu membuatku tidak bisa menyatakan Cinta kepadanya, Aku hanya bisa memandangnya setiap hari ,tetapi tidak akan bisa memilikinya. entah Ini Cinta atau hanya sekedar suka tetapi yang jelas Dia adalah sesuatu yang berharga untukku. Kami sesama NIS dilarang menjalin kasih atau hubungan yang akan membuat misi dan tanggung jawab Kami terganggu." Alfin menundukkan kepalanya dan mengingat kebersamannya dengan Gadis itu.
" Sungguh malang Kisah Cintamu Tuan.. " saut Pria itu.
__ADS_1
" Memang malang,sudah tidak bisa bersatu, Kami juga saling bertengkar dan berbeda pendapat.Hingga akhirnya Dia tidak menyukaiku karena berfikir Aku selalu menyingkirkannya dan menendangnya dari Tim,padahal itu hanya karena Aku tidak ingin Dia terluka dalam menghadapi Dunia NIS yang begitu kejam dan mempertaruhkan nyawanya sendiri . " sambung Alfin,Ia merasa hatinya begitu sesak. Cinta yang tidak pernah diungkapkan,dibenci oleh Gadis itu sendiri,juga sekarang Gadis yang dicintainya itu sudah menikah dengan Pria lain.
" Jika Aku tidak merasa sakit, itu bohong. Pria mana yang tidak sakit melihat Gadis yang selama ini didambakan berujung dinikahi orang lain, memang ini salahku sendiri kenapa tidak pernah mengungkapkannya. Tetapi disisi lain,Aku merasa bahagia Dia mendapat Suami yang bisa melindunginya." lirih Alfin, Ia memegangi dadanya.
" Suatu hari nanti mungkin Kau akan mendapatkan Gadis yang lebih baik darinya. " tutur Asisten Pria seraya memegang pundak Tuannya.
" Aku tidak akan mencintai yang lain.begitu sulit melupakan Cinta Pertama,terlebih lagi saat Kau terus bertemu dengannya setiap hari. Juga tidak akan ada Gadis yang bisa menyamainya, Kelembutan yang dibalut dengan tatapan tajam,kecerdasan yang dibalut dengan tembakan mematikan,pola pikir yang tidak akan bisa ditebak dan Kecantikan Paripurna yang dibalut dengan Dewi Kematian, dialah YAURA. " tutur Alfin saat melihat Agent NIS yang begitu cantik namun mematikan untuk semua orang.
RUMAH KEN
Melihat Sang Suami yang duduk di soffa,membuat Yaura beranjak dan mendekatinya.
" Kenapa Kau tidur disitu? tidurlah di Ranjang. " tuturnya.
" Tidak masalah... " Saut Ken.
Yaura duduk di sebelah Istrinya,
" Biarkan Aku yang tidur disini,Ken.. " lirihnya.
" Jangan membantah ! " Ken melototkan kedua matanya.
Yaura terdiam dan berfikir.
" Kau mau bermain gunting batu kertas? Jika menang tidur di Ranjang, jika tidak maka tidur di soffa. " Yaura menatap Suaminya dan tersenyum tipis.
" Gunting batu kertas? " tanya Ken dan mengingat sesuatu.
Yaura menganggukan kepala.
Ken diam sejenak,
" Baiklah.. " lirihnya.
Mendengar ini membuat Yaura mengulurkan tangannya,
" Ayo bermain.. ".
" Gunting batu kertas ! " ucap mereka dengan kompak.
Sepanjang permainan Yaura tersenyum manis,namun tidak dengan Ken yang tersenyum paksa. Pikirannya teringat sesuatu yang begitu mengganggu sekaligus membuat hatinya begitu sesak.
" Terakhir kali Aku bermain ini dengannya.. " lirihnya dalam hati seraya mengingat gadis kecil yang bermain bersamanya dimasa lampau,senyuman gadis itu begitu cantik dan manis.
Setelah itu,Ia mengalihkan pandangan ke Wajah Sang Istri yang sedang tersenyum manis.
Ken terus menatap Yaura dengan tatapan sendu dan dalam.
" Ken , Aku kalah .. " teriak Yaura dan tersenyum puas ( tumben nih anak ngga protes kalau kalah,malah seneng 🤣 )
Mendengar teriakan Istrinya,membuat Ken tersadar.
" Tidak akan ada yang kalah ataupun menang. Kita akan tidur bersama.. " lirih Ken dengan lembut.
Dan....
Hugggggggggggggggg
Ia memeluk Yaura dengan begitu erat. Wajah Yaura terbenam di dada bidangnya.
" Tidak mau ! Nanti Kau membuatku jatuh lagi." tolak Yaura dengan suara imut.
" Jangan membuatku semakin gemas,berhenti berbicara imut seperti itu. Tenanglah,Aku tidak akan menyentuhmu,bukankah Aku sudah berjanji? " jawab Ken seraya mengelus lembut kepala Istrinya.
Mendengar ini membuat Yaura tersenyum tipis.
dan ..
Huggggggggggggg
Yaura membalas pelukan Suaminya,tangannya melingkar sempurna dipinggang Ken.
" Terima Kasih,Ken. Maaf .. Aku tidak bisa menjadi Istri yang baik untukmu.. " Lirih Yaura tanpa disadari, yang Ia ingat hanya Tujuan Utama Misi dan perkataan Ken tentang Wanita berharga membuatnya terngiang-ngiang ( Wanita pembawa bunga ).
Melihat Sang Istri memeluknya,membuat hati Ken manjadi tenang.
" Tidak masalah.. Kita sama-sama sadar tentang itu. Kau tidak perlu merasa bersalah.. " jawab Ken, Ia tidak berani menyentuh Yaura lebih jauh karena menganggap Ia akan melakukan kesalahan lagi seperti kesalapahaman pertama yang membuat mereka menikah.
Sedang berpelukan.
Tiba-tiba..
Ceklekkkkkkk seseorang membuka pintu tanpa permisi.
" Apa Kau tidak punya sopan santun membuka pintu tanpa permisi? " Ken berdecak kesal.
Dann..
" Maaf Ken,Aku tidak sengaja. " ucap Bianca, pandangannya terarah pada Ken dan Yaura sedang berpelukan.
Melihat ada orang lain,Yaura pun segera melepaskan pelukannya. sementara Ken beranjak dan berdecak kesal.
" Kau sering melakukan ini. Sudah berapa kali Aku peringatkan ! Jangan membuka pintu orang sembarangan ! " Ketus Ken.
Bianca terdiam dan menundukkan kepalanya. Melihat ini,
" Katakan ada apa?.. " sambung Ken dengan suara lebih rendah.
" Aku ingin meminta maaf kepadamu dan Yaura tentang masalah kemarin. Sungguh Aku menyesali perbuatanku,Ken.. " lirih Bianca dengan lembut.
" Apa Aku boleh masuk? " tanya Bianca.
Ken menganggukkan kepala.
Bianca menghampiri Yaura yang sedang berdiri di dekat soffa.
Dan...
Huggggggggggggg
Ia memeluk Yaura,
" Yaura maafkan Aku karena sudah berburuk sangka dan menamparmu. Sungguh Aku minta maaf dan menyesali semuanya, bagaimanapun Aku adalah mantan tunangan Ken dan tidak mau jika Dia menikah dengan Wanita Rendahan. Itu alasan kenapa Aku sangat membencimu ... tetapi setelah semuanya terselesaikan, Aku sadar bahwa Kau adalah Wanita baik-baik." lirih Bianca dengan lembut,matanya berkaca-kaca.
Yaura diam dan berfikir kenapa Bianca berubah.
" Iyah Bianca,tidak apa-apa. Aku juga minta maaf atas semuanya.. " jawab Yaura dengan santai.
" Benarkah Kau sudah memaafkanku? " tanya Bianca dan melepaskan pelukannya, air matanya menetes.
" Iyah..hapus airmatamu,Kau tidak bersalah. " jawab Yaura dan tersenyum tipis.
" Terima kasih Yaura,Kau sudah memaafkanku.. " ujar Bianca dan menghapus airmatanya.
Ken melihat airmata yang menetes dari mata Bianca,seketika Ia mengingat Evelyn.
" Aku harap,Evelyn bisa melakukan hal yang sama. " gumamnya dalam hati.
" Yaura.. apa Kita sekarang sudah bisa berteman? " tanya Bianca kembali.
Yaura diam sejenak dan menatap Suaminya.
" Jika Kau mau,itu tidak masalah." jawab Yaura.
Bianca tersenyum dan memeluk Yaura kembali.
" Baiklah Yaura,cepat pulih dan sembuh. Aku ingin Kita berjalan-jalan atau makan bersama.. ".
" Terima kasih." singkatnya.
Tak berselang lama, Bianca keluar dari kamar.
Kamar Evelyn
Evelyn sedang mengotak-atik Laptop yang ada di meja, terlihat Bianca masuk seraya tersenyum manis.
" Hai Sayangku ! Aku punya kabar baik untukmu." ucapnya.
" Tumben Kau tersenyum seperti itu? "Evelyn terheran.
Bianca mendudukkan tubuh Sexy nya di tepi Ranjang dan tersenyum sinis.
" Aku sudah meminta maaf kepada Yaura. Jadi tinggal menyelesaikan urusan dengan Ken agar bisa dekat lagi dengannya.. " tuturnya.
" Wow ! Aktingmu sangat bagus. Tetapi Aku rasa,Kak Ken akan sulit mempercayaimu lagi.. " timpal Evelyn.
" Aku tahu Ken sulit percaya kepadaku.tetapi Yaura bisa membuat Kami berdua kembali dekat.. " ucap Bianca.
" Maksudmu? ".
" Kau akan segera melihatnya nanti. " Bianca menarik sudut bibirnya dan merencanakan sesuatu.
Kamar
Yaura terdiam,
" Wanita seperti itu biasanya bermuka dua. Apa yang akan Dia rencanakan? Apa Dia menganggapku sebodoh itu? Cihhh ! Dia tidak selevel denganku." gumamnya dalam hati dan menarik sudut bibirnya.
" Kemarilah... " Ken menarik tangan Sang Istri dan membawanya ke Balkon.
Mereka berdua berdiri di Balkon dan menatap langit yang bertaburan bintang ditambah rembulan yang menyala begitu sempurna.
Angin malam menerjang,hingga hawa dingin begitu menusuk di tubuh keduanya.
" Kenapa Kau membawaku kesini? " tanya Yaura seraya mengamati bintang.
" Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menunjukkanmu Bintang yang bersinar dan Bulan yang menerangi kegelapan. " tutur Ken dengan lembut,ntah apa maksud perkataannya.
Angin yang cukup kencang membuat Rambut Panjang Yaura yang terurai sempurna seketika terhempas olehnya.
" Tetapi itu tidak berlaku untukku.. " lirihnya.
Mendengar ini,membuat Ken menoleh kearahnya. Rambut Yaura yang terhempas angin dan menampakkan Leher Jenjangnya membuatnya tidak bisa berkedip.
" Apa Maksudmu?.. " tanya Ken dan segera menatap Istrinya.
" Disaat Ayah dan Ibu telah pergi,hidupku menjadi gelap tidak ada warna. Juga, semua orang perlahan meninggalkan dan membiarkanku sendirian. Kau bilang langit gelap dihiasi dengan Bulan,tetapi kenapa itu tidak berlaku untuk kehidupanku. Aku tetap terjebak dalam kegelapan,tidak ada cahaya disana... " tutur Yaura, Ia mulai mengungkapkan isi hatinya.
Mendengar ini,membuat hati Ken terenyuh dan merasa sesak.
" Itulah alasan mengapa Kau menggunakan simbol itu? ".
Mendengar 'Simbol' membuat Yaura membelakkan kedua matanya dan terkejut.
" Simbol ? Kau mengetahui Siapa Aku? ".
Ken mendekat dan menatap Istrinya dengan dalam,
" Tentu Aku tahu siapa dirimu.. " lirih Ken.
Yaura membatu saat mendengarnya.
__ADS_1
Dan.. Ken meraih tangan Istrinya dan membuka Jam Tangan.
" Jangan pernah menyerah atau mengakhiri hidupmu,Yaura. " lirih Ken dan berusaha menghapus Simbol itu.
Pandangan mata Yaura terarah pada pergelangan tangannya,sudut matanya memerah.
" Se-sejak kapan Kau tahu? ".
Ken terus berusaha menghapus tetapi sia-sia,Ia pun memegang lengan Istrinya.
" Kau tidak perlu tahu tentang itu. Yang terpenting adalah berhenti berfikiran buruk dan menyerah dengan hidup. Cobalah bercerita tentang masalahmu kepada Orang Lain agar Kau tidak memendamnya sendiri, dan berakibat fatal pada kesehatan mentalmu.. " Lirih Ken dan menatap sendu.
" Aku tidak mempercayai orang lain,siapapun itu. " jawab Yaura dan berusaha menahan air matanya.
" Sekalipun itu Aku? " tanya Ken.
Deggggggg !!!!
Mendengar ini,membuat hati Yaura terenyuh. Ia sadar bahwa Ken sebenarnya begitu peduli.
" Iyah sekalipun itu Kau. Kepercayaan biasanya berakhir dengan penghianatan." tutur Yaura dan menatap Suaminya.
Ken mengamati tatapan Yaura yang mengandung Isyarat, Rambut yang terhempas angin membuat suasana semakin Romantis bercampur misterius.
" Kau punya dendam terhadap seseorang? Sorot matamu tersirat banyak kebencian dan kemarahan. " lirih Ken.
Yaura segera menunduk dan mengalihkan pandangannya.
" Aku dendam pada Tuhan karena memisahkanku dengan Ayah dan Ibu.. " jawab Yaura.
Sadar Ia mengungkit luka Yaura atas kehilangan Ayah dan Ibunya sehingga membuatnya bersedih,Ken mencoba mencairkan suasana.
" Aku mengira Kau dendam pada Tuhan karena menikah denganku. " celetuk Ken dan tersenyum.
Yaura mendongakkan kepala dan tersenyum tipis.
" Itu juga termasuk.. ".
" Hei ! Apa Kau tidak bersyukur ? Banyak Wanita diluar sana yang berusaha untuk dekat dan menikah denganku tetapi semuanya Aku tolak. Harusnya Kau bersyukur ! " Ken melototkan kedua matanya dan mencubit lembut pipi Istrinya.
" Apa Aku boleh bertanya sesuatu padamu? " tanya Yaura.
" Katakan.. ".
" Bukankah Kau menikahiku untuk melindungi Evelyn. Semuanya sudah berakhir dan terselesaikan, Apa Kau akan menceraikanku secepatnya? " tanya Yaura dan menatap Suaminya.
DEGGGGGG !!!!! Ken terguncang saat mendengar pertanyaan itu.
Mereka berdua beradu pandang sesaat, Ken kesusahan menelan salivanya.
" Kenapa Kau bertanya seperti itu?" ucap Ken rahangnya mengeras.
" Bianca adalah Tunanganmu,bukankah cepat atau lambat Dia akan kembali padamu? "
" Dia memang tunanganku,tetapi Aku sama sekali tidak mencintainya,Yaura." tegas Ken dan menatap kedua manik mata Istrinya.
" Ayah Reino juga merestui hubungan Kalian. Bianca juga pernah bilang bahwa Kau sendiri yang mengatakan akan segera menceraikanku secepatnya. " lirih Yaura.
" Iyah Ayah memang merestui hubunganku dengan Bianca,tetapi Aku sama sekali tidak menginginkan hubungan itu. " tegas Ken dan berusaha membuat Istrinya percaya.
Pikiran Yaura tiba-tiba terngiang,
" Ken menyentuhku di Kamar Ini. Dia sudah menyentuhku dan Aku memiliki Ken sepenuhnya" Bianca.
" Terkadang Aku merasa heran kenapa pasangan yang berkencan begitu mudahnya meninggalkan. " lirih Yaura.
" Aku memang pernah berkencan dengannya,tetapi bukan karena kehendak hati,Yaura." jawab Ken dan memegang pundak Istrinya.
Yaura menatap Ken,
" Sudah pernah berkencan dan menyentuh sama lain,tetapi begitu mudahnya meninggalkan Bianca. Apa lelaki memang sebrengsek ini? " tanyanya dalam hati. Yaura berfikir bahwa berkencan artinya sudah saling menyentuh dan berhubungan badan ( inget kan di Episode sebelumnya ).
" Kau tidak percaya kepadaku? " tanya Ken kembali.
Yaura menganggukkan kepalanya.
" Aku dipaksa bertunangan dengan Bianca itu karena Ayah. Aku pernah terlibat Skandal besar 8 Tahun yang lalu, seseorang telah memfitnahku dan menjebakku di Hotel bersama Bianca. Wartawan memotret Kami dan menyebarkan berita yang tidak benar.untuk menutupi kasus itu Ayah memaksaku untuk menikahi Bianca,tetapi Aku menolak menikahinya karena memang Aku sama sekali tidak menyentuhnya.... " tutur Ken dengan jelas sebagaimana Pria Bucin yang berusaha membuat Wanita yang dicintainya percaya.
Tiba-tiba Ia membopong tubuh Yaura dan merebahkannya di Ranjang karena udara malam di Balkon semakin dingin.
" Aku dan Bianca memang saling mengenal sejak dulu,tetapi Aku sama sekali tidak tertarik dengannya. " sambung Ken seraya menggenggam lembut tangan Istrinya.
Yaura mencerna dan menangkap semua cerita Istrinya.
" Bianca itu sangat Cantik dan Sexy kenapa Kau tidak tertarik dengannya? " tanya Yaura dan tersenyum tipis.
" Jika hanya untuk Cantik dan Sexy Aku masih mampu membayar Wanita diluar sana yang lebih dari Bianca untuk menemaniku. Yang terpenting adalah kenyamanan hati, Kau tidak akan bahagia jika bukan bersama orang yang Kau cintai. Secantik atau sesexy apapun Wanita itu,jika membuat hatiku tidak nyaman,itu sama sekali tidak ada gunanya. " tutur Ken dan menatap sendu Wajah Istrinya.
Yaura terbungkam dengan jawaban Suaminya.
" Lalu.... Siapa yang Kau cintai? " tanya Yaura.
Mendengar ini,membuat Ken mendelik dan semakin meremas lembut tangan Istrinya.
" Kau akan segera mengetahuinya nanti.. " lirih Ken dan menundukkan pandangannya, Ia kemudian beranjak dan merebahkan dirinya di samping Sang Istri.
" Tidurlah.. ini sudah malam.. " sambung Ken dan menatap langit-langit.
" Apa Wanita yang mirip denganku itu yang Kau cintai? " tanya Yaura kembali.
Mendengar ini,membuat Ken memejamkan kedua matanya sejenak.
" Sudah bicaranya. Sekarang tidur. " tegas Ken.
Dan...
Hugggggggg Ia meraih pinggang Sang Istri dan memeluknya.
Mungkin mulai sekarang berpelukan adalah Hal Wajib untuk keduanya,akhir-akhir ini Ken sering memeluk Istrinya. Juga Yaura yang mulai tidak menolak.
" Temui Wanita itu Ken.bukankah tadi bilang,hidupmu tidak akan bahagia jika bukan bersama Orang yang Kau cintai. Jujur, Aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu.. " lirih Yaura dan menggenggam tangan Suaminya.
Melihat Sang Istri menggenggam tangannya,membuat Ken luluh dan terenyuh. entah Kenapa setiap perkataan yang keluar dari mulut Yaura bak hipnotis agar selalu meladeninya.
" Jika Aku bertemu dengannya, apa Kau siap untuk dimadu? " Ken tersenyum usil.
Plakkkkkkkkkk Yaura mendaratkan tamparan lembut di wajah Suaminya.
" Dasar Serakah ! Enak saja Kau menikahi Dua Wanita ! ceraikan Aku nantinya. " ucap Yaura.
" Aku tidak akan mencerikanmu... " lirih Ken dengan lembut, Ia semakin membenamkan Wajah Sang Istri kedalam pelukannya.
" Juga.. jangan pernah membahas Wanita yang mirip denganmu lagi, Aku tidak suka membahasnya.Kau mengerti? " sambung Ken dan mengelus lembut pipi Istrinya.
Yaura merasa aneh dengan dirinya sendiri,entah kenapa Ia begitu nyaman dan menyukai perlakuan manis yang Ken berikan kepadanya,perlahan Ia pun melingkarkan tangannya di pinggang Sang Suami.
" Iyah Aku mengerti.. " lirih Yaura dengan lembut, aroma tubuh Ken begitu candu dan memabukkan untuknya, matanya pun mulai terpejam.
Ken melirik ke arah Istrinya yang mulai terpejam dan tersenyum tipis.
Saat terpejam, pikiran Yaura tiba-tiba terngiang atas perkataan Pak Andi tentang Edward.
" Ken.. " .
" Hummmm ? " jawab Ken .
" Siapa yang memfitnahmu hingga Kau terlibat Skandal besar? " tanya Yaura dengan begitu lembut seakan menggoda Ken agar terus meladeni pembicaraannya.
" Edward." ucap Ken tanpa rasa curiga.
DEGGGGG !!! Yaura membuka kedua matanya dan terkejut.
" Berarti benar yang dikatakan Pak Andi.Edward bermasalah dengan Ken." lirihnya dalam hati.
" Ohhh. tetapi bukankah waktu itu Edward menyebutmu sebagai sahabat,kenapa Dia tega melakukan itu kepadamu? " tanya Yaura.
Ken terdiam dan sibuk menghirup aroma rambut Istrinya yang begitu wangi.
" Namanya juga Sahabat Brengsek.Brengsek tetaplah Brengsek,Dia yang menculikmu waktu itu,jadi berhati-hatilah. " lirih Ken sambil mengelus lembut pipi Istrinya.
" Kenapa Kau tidak mau memaafkannya? bukankah kejadiannya sudah lama? " tanya Yaura yang terus mengulik informasi.
" Aku sudah memaafkannya waktu itu,tetapi tak berselang lama Edward kembali berulah, Dia dengan Bianca tertangkap sedang berhu... " Ken tidak meneruskan perkataannya.
" Sedang apa Ken? " tanya Yaura dan mendongak menatap Suaminya.
" Sudah tidur ! sedari tadi Kau terus mengoceh ." Ken tersenyum gemas saat melihat Yaura yang banyak bertanya.
" Aku tidak akan tidur sebelum Kau mengatakannya. Ayo katakan.. ".
" Ini berkaitan dengan Privasi dan Kehormatannya,tidak baik jika membuka aib seseorang. " lirih Ken seraya mengelus lembut bibir Istrinya agar berhenti bicara.
Yaura terdiam dan nampak mengerti bahwa itu aib,
" Mulai sekarang,Bianca masuk dalam daftar hitam misiku. Aku akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentang Dia dan Edward. Edward berkaitan dengan Abraham,itu berarti Bianca sepertinya mengetahui tentang Abraham. " lirihnya dalam hati.
" Baiklah.. selamat tidur .." Yaura hendak memejamkan kedua matanya.
" Kau tidak ingin menciumku terlebih dahulu? " usil Ken dan menggigit bibir bawahnya.
" Tidak ! " tolak Yaura.
Ken semakin menggigit bibir bawahnya dan menatapnya dengan tatapan menggoda.
Mengetahui akan menciumnya,Yaura segera nyungseb ke Dada Bidang Sang Suami dan membenamkan wajahnya disana hingga Ken tidak bisa menciumnya.
" Kau fikir dengan ini Kau bisa menghindari ciuman dariku? " goda Ken dan menjauhkan Yaura dari tubuhnya.
" Tidakkk .. tidak.. " Yaura tersenyum dan malah menarik tubuh Sang Suami dan memeluknya dengan erat.
Ken terus menjahili Sang Istri dan menjauhkan tubuhnya.
" Ken , diammmmmmm ! atau Aku akan marah ! ".
" Marah saja Aku tidak peduli ! " ujar Ken dan terkekeh.
Yaura bangun dan menajamkan kedua matanya.
" Berhenti menatapku seperti itu ! atau Aku akan benar-benar menerkammu disini ! " ancam Ken.
Dalam sekerjap Yaura mengganti ekspresi wajahnya dengan senyuman yang begitu manis dan mata yang berbinar.
" Sudah ah,Aku lelah. selamat tidur. " lirihnya dan merebahkan dirinya kembali.
Melihat sikap asli Yaura, membuat Ken tersenyum manis.
" Markonah.. " lirihnya dalam hati.
Pasangan Suami Istri ini pun terlelap dan saling memeluk satu sama lain.
******************
Butuh Saran dan Kritik
Jangan Lupa Vote dan Likenya.
VISUAL KEN SUDAH DIGANTI MENJADI JI CHANG WOOK DAN ITU SUDAH PATEN. ALFIN MENJADI LEE JONG SUK DAN SUDAH PATEN.SILAHKAN PERBAIKI KEHALUAN KALIAN DENGAN MEMBAYANGKAN JI CHANG WOOK ALIAS KEN 🤣🤣🤣♥️♥️ YA TUHAN AKU BARU SADAR KETAMPANAN JI CHANG WOOK ALIAS KEN😭
__ADS_1