Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Tertangkap.


__ADS_3

PENGADILAN



Baik Alfin atau Yaura, mereka sama-sama memiliki Hak Khusus untuk bebas memilih Pekerjaan Resmi untuk ditunjukkan kepada Publik. NIS adalah Agent mata-mata yang terselubung dan tersembunyi, jika mereka ditanya oleh Orang Lain tentang pekerjaannya, maka yang mereka jawab adalah Pekerjaan Cadangan. Yaura menguasai banyak bahasa asing, seperti Inggris, Spanyol, Korea , Jepang , China dan negara Ayahnya, yaitu Bahasa Arab. Karena kemampuannya lah Yaura diizinkan untuk menyandang Status Diplomatik sebagai Penerjemah Bahasa. Begitupula dengan Alfin, sikapnya yang Tegas , Angkuh , dan Pintar membolak-balikkan fakta membuatnya menyandang Status Jaksa. Selain sebagai Ketua NIS , Dia juga sudah terbiasa menangani kasus pengadilan yang berkaitan dengan narkoba atau senjata.



Alfin terlihat sedang menyiapkan beberapa berkas yang akan Dia ajukan.


Sebelum itu, Ia sudah menghubungi Pak Agus tentang rencana besarnya.


" Aku sudah menyuruh Pihak Pengadilan untuk mendengarkan rekaman ulang, dan berharap mereka cepat memutuskan sebelum Sniper menembak Yaura." tutur Alfin dari balik telefon.


" Aku dan Andi akan muncul saat Konferensi Pers. Tenanglah, jangan gugup . " ujar Pak Agus yang sedang berada di dalam mobil.


Alfin pun mematikan sambungan telefon dan melanjutkan pekerjaannya. Ia terlihat sangat gugup dan was-was.


*********************


Ken telah mendatangi Camp.Militer untuk meminta bantuan keamanan kepada Mereka. Di suap oleh Uang dan fakta bahwa anak mereka yaitu Yaura, Pihak Militer pun mau mencampuri urusan Sniper.


" Sebenarnya ini bukan tugas Kami,Tuan. tetapi karena Kau yang meminta, maka Kami akan mengirim pasukan AD dan AU. " tutur seorang Jendral Militer.


Tak banyak membuang waktu, Ken segera pergi darisana dan melajukan mobilnya menuju Kantor NIS karena Yaura akan mengadakan Konferensi Pers ditempat asalnya yaitu NIS.



David telah siap siaga di Lapangan Eksekusi yang letaknya tidak jauh dari NIS, Ia memeriksa kondisi senjata dan mengamati setiap Sniper yang dianggap mencurigakan. Berseragam Tentara Lengkap berwarna Hijau membuatnya terlihat gagah , David nampak berbincang dengan Kepala Sniper berseragam Hitam Berbaret Merah.


KANTOR NIS


Di Aula yang begitu mewah dan luas kini sudah dipenuhi banyak Kamera serta Wartawan yang siap meliput Konferensi Pers Yaura. Bukan tanpa alasan mereka begitu antusias, Yaura adalah Putri Mahkota yang lama dianggap tiada kembali muncul, hal ini menjadi Ladang Rezeki untuk mereka dan menjadikannya Topik Utama.


Di depan Kantor, terlihat Empat Mobil Hitam mewah yang baru saja memarkir, dan mereka lah..


Ayah Reino, Edward , Pak Diyo , Ibu Hilya , Bianca dan Helena baru saja turun dari mobil . Pakaian formal menambah kesan Orang Terpandang dan Terhormat, juga beberapa Pengawal yang mengawal mereka dibelakang menambah Image 'Orang Kaya'.


Mereka mulai melangkah masuk dan menyoroti keadaan sekitar,


" Aku tidak sabar melihat Yaura menangis dan merengek minta dibebaskan. " ujar Bianca, senyum jahat terlukis dibibir laknatnya.


" Yaura tidak akan menangis, Aku sangat faham bagaimana sifatnya. tetapi mungkin Dia akan mencari belas kasih dan merasa paling terdzolimi. " imbuh Helena, Ia melipatkan kedua tangannya ke perut.


Bianca menoleh dan menatapnya sinis,


" Tentu Kau sangat faham, Kau kan sahabat sejatinya. " nyinyir Bianca.


" Tutup mulutmu ! Aku tidak sudi menganggapnya sahabat. " sentak Helena dan menatap tajam Wanita Lacur yang kini menjadi temannya.


Edward yang mendengar cekcok dan berada diantara mereka pun mendengus kasar sambil memutar kedua bola matanya.


" Diam ! Kalian membuat telingaku panas. " bentak Edward.


Mereka pun diam dan memilih mengamati keadaan.


Ayah Reino dan Ibu Hilya kini terlihat sedikit cemas, terlihat dari raut wajahnya.


" Ken mengancam akan berbuat sesuatu jika Kita tidak membebaskan Yaura. tetapi saat ini, Kita belum tahu apa yang direncanakan anak Kita.. " lirih Ibu Hilya sambil meremas Jas Suaminya.


" Dia bilang akan membocorkan Penggelapan Pajak yang Louis lakukan. tetapi Aku tidak yakin Ken tega melakukan itu kepada Kita, lagipula jika Kita bermasalah.. maka Ken juga akan ikut tertangkap .. " tutur Ayah Reino dan berusaha berfikir positif.


" Kau sudah membuat perjanjian dengan Sniper bayaran Kita? " sambung Ayah Reino dan menoleh ke Pak Diyo yang ada di sebelahnya.


" Kau tenang saja, Kita pasti akan menang dan membuat Yaura lenyap. Sniper menerima Uang Suap Kita." ujar Pak Diyo.


Mendengar ini,membuat Ayah Reino dan Hilya tersenyum puas.


Ruang Isolasi


Karena hari ini akan di Eksekusi Mati, maka Yaura tidak bisa ditemui oleh siapapun termasuk Ken. Dia hanya bisa ditemui oleh Saksi dan Jaksa yang menangani kasusnya.


Oleh sebab itulah Pak Agus dan Pak Andi bisa berada bersamanya saat ini. Yaura duduk disebuah Kursi sambil meletakkan tangannya dimeja, Pak Agus dan Pak Andi pun duduk di hadapannya.


" Jika Ken berhianat setelah mendapatkan Stempelmu bagaimana? " tanya Pak Agus, Ia masih tidak mengerti kenapa Yaura dengan mudahnya menyerahkan Stempel itu kepada Ken, lelaki yang baru saja Ia kenal, ditambah Dia merupakan Anak Keluarga Bachtiar.


" Aku sengaja mengujinya. Ken sangat baik dan selalu menolongku dalam masalah, tapi disisi lain.. Ada rasa ragu dan khawatir, Aku menjadi takut mempercayai seseorang setelah Sahabat Karibku,Helena menghianatiku dengan teganya. " tutur Yaura, Ia masih tidak menyangka bahwa Helena sejahat itu.


Pak Andi yang tidak memiliki kekuatan apa-apa, hanya diam dan menguping pembicaraan mereka. Yaura menatapnya tajam,


" Tidak ada yang menghormatimu setelah Kau tidak memiliki apa-apa, Istrimu juga berselingkuh . Jadi, jangan mencari masalah denganku. bersaksilah dengan jujur ! maka Kau akan selamat.. Aku akan menebusmu untuk keluar Penjara nantinya. " Ancam Yaura.


Setelah mengetahui bahwa Wanita yang selama ini adalah Yaura Gita Devmalik, saat itulah Pak Andi memutuskan untuk memihak pada Yaura, dengan harapan Ia mendapat sebagian kekayaan darinya, lalu kembali hidup enak.


" Aku akan menuruti perintahmu,Nona. " lirih Pak Andi seraya menundukkan kepalanya. Ia sangat ingat, dahulu ketika Yaura Kecil lewat bersama Ayahnya di Perusahaan atau Hotel, maka Semua Orang akan menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan kepada Orang Terkaya saat itu.


Yaura tersenyum,


" Baguslah, jika Kau tidak bersaksi. maka.. Anakmu akan mati ! " Ancam Yaura kembali.


" Aku sudah lelah menjadi Orang Jahat dan kecewa pada Istriku sendiri. Jadi beri Aku kesempatan untuk menebus dosaku dimasa lalu.. " lirih Pak Andi, pandangannya hanya tertunduk.


" Penghianat tetaplah Penghianat. mana mungkin secepat itu bertobat.. " sinis Yaura dalam hati dan menoleh ke arah Pak Agus. Pak Agus yang mengertipun hanya memberikan senyuman sinis sebagai jawaban.


Aula



Susah payah untuk menemui Sang Istri namun tidak bisa, akhirnya Ken memutuskan untuk menunggu di Aula. Ia berdiri di sebelah David yang baru saja datang dari Lapangan Eksekusi yang letaknya tidak jauh.


" Kau tidak menemui Yaura ? " tanya David.


" Hanya Alfin yang bisa masuk.. " jawab Ken, Ia mengamati seragam militer yang dipakai David, terlihat lambang International yang melekat disana.



" Kau ditugaskan di Luar Negeri? " sambung Ken yang faham atas Lambang Militer.


" Iyah Aku menjaga wilayah Dubai, Yaura waktu itu menghubungiku jadi Aku kembali ke sini.. " jawab David.


Mendengar nama Istrinya disebut, membuat Ken tersentak.


" Sepertinya Kalian berdua sangat akrab.. " ujar Ken sambil tersenyum kecut.


" Jangan salah pengertian, Kami hanya sebatas Teman Militer.. " ucap David yang seakan mengerti respon Ken.


Tak berselang lama, Pihak NIS dan Polisi pun memulai Konferensi Pers. Seorang Wanita NIS terlihat sedang memandu acara, dan menjelaskan semua akar permasalahan serta memberitahu kepada Publik bahwa Pemberontak Kelas Kakap akan segera di Eksekusi. Ia juga memperingatkan kepada Semua Abdi Negara dan Agent Mata-mata agar tidak melakukan Pemberontakan serta melawan Negara karena akibatnya seperti Yaura Gita Devmalik. Setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya Sang Tahanan pun ditunjukkan kepada Publik serta dituntut memberikan ucapan maaf kepada Negara dan Instansi terkait. dan..


Yaura muncul dengan tangan diborgol, rompi Tahanan serta Papan Hitam kini menyantel di tubuhnya.


Yang ditunggu akhirnya datang, Para Wartawan pun sontak memotret dan meliput Yaura tanpa henti. Ia bak selebriti Kelas Dunia Kylie Jenner yang tak luput dari Paparazzi. Wajah Yaura hanya datar seperti biasa, tidak ada kekhawatiran atau kesedihan diwajah cantiknya. Yaura mendudukkan dirinya disebuah Kursi yang telah disediakan.


Ken terus menatap Istrinya tanpa henti, tatapannya begitu dalam nan sendu. Ingatan saat Yaura berdoa dihadapan Mendiang Devano dan Yanuar membuat Ken merutuki dirinya sendiri, kenapa Ia tidak sadar bahwa Peti tersebut adalah Peti Mertuanya.


" Saat Kau bilang tidak punya Keluarga sama sekali kenapa Aku baru menyadarinya sekarang,bahwa itu sebuah Isyarat Kau sedang berjuang sendirian .. " lirih Ken dalam hati.


*******


Yaura dituntut untuk melontarkan permintaan maaf sebelum Eksekusi.


Deg !!!


Deg !!


Deg !!!


Keadaan menjadi hening seketika saat Yaura hendak bicara , dan..


" AKU MINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT KARENA MEMBUAT KEGADUHAN. TETAPI, AKU TIDAK AKAN MINTA MAAF KEPADA PARA PETINGGI NEGARA ! " TEGAS YAURA DARI MICROPHONE.


Mendengar ini,membuat semua orang membelakkan kedua matanya, Yaura benar-benar melawan Pemerintah secara terbuka.


" Dia sangat arrogant.. " ucap Pak Diyo, tangannya terkepal.


Wartawan dan lainnya mulai ricuh. sementara Yaura nampak mencari seseorang. dan..


" Itu Dia.. " lirih Yaura saat melihat Ayah Reino dan lainnya berdiri dibelakang Komandan Tentara.


" Nona Yaura, Anda adalah Anak Tunggal dari Devano Malik yang merupakan Orang Paling Disegani karena Kedermawanan dan Ketaatannya kepada Negara. Tetapi kenapa Nona bersikap seperti ini dan memberontak? Apakah ini ada hubungannya dengan Kematian Keluarga Devano sehingga membuat Anda bersembunyi dan melawan Negara? " tanya Seorang Reporter dengan suara lantang.


Mendengar pertanyaan Reporter yang memancing kebenaran membuat Kubu Reino ketar-ketir.


Yaura yang mendengarnya pun tersenyum tipis,


" Iyah, tentu ada hubungannya dengan Ayahku. Dan.. asal Kalian tahu, bahwa Keadilan sedang membohongi Kalian dan memutar balikkan fakta. Aku adalah Korban, namun menjadi tersangka karena ulah Ular Berbisa seperti mereka yang berdiri di belakang Komandan Gilbert. Pak Komandan, Hormat ! " Yaura menundukkan kepalanya saat melihat Sang Komandan.


Para Wartawan pun menoleh ke belakang dan melihat siapakah yang ada di belakang Komandan. Dan mereka lah, Louis dan NIS. Kubu Reino nampak mengeraskan rahangnya saat Yaura menyebut mereka.


Sang Komandan yang bernama Pak Gilbert pun tersenyum dan membalas penghormatan Yaura.


Yaura menyipitkan kedua matanya dan,


" HAI DIYO ! AKU SENANG MELIHATMU TETAPI MAAF.. AKU TIDAK AKAN MENUNDUKKAN KEPALAKU KEPADAMU ! " Yaura menarik sudut bibirnya.


DEGGGG !!!! Rahang Pak Diyo mengeras saat Yaura menghinanya di Publik. Ingin maju kedepan, namun ditahan oleh Helena.


" Jangan gegabah. Yaura hanya memancing keributan " ucap Helena.


" SETELAH MENERIMA SUAP SEBESAR 20,57 MILYAR DARI REINO BACHTIAR UNTUK MENUTUP KASUS KU, APAKAH KAU MASIH KEKURANGAN UANG ? SEHINGGA BERANI MENGGELAPKAN ANGGARAN NIS DAN TERLIBAT PERDAGANGAN SENJATA GELAP SERTA NARKOBA DENGAN CALIFORNIA? " UJAR YAURA TANPA RASA TAKUT.


Ken begitu terkejut melihat Yaura melakukan Hal diluar dugaannya,


" Bagus Yaura, Kau sangat cerdas.. " puji Ken dan tersenyum.



Wartawan fokus meliput dan tidak ingin menyiakan-nyiakan pernyataan ini.


Pak Diyo mengepalkan tangannya, wajahnya memerah saat Yaura ternyata mengetahui kebusukannya.


" Tutup Mulutmu Yaura ! Sniper! bawa Dia ke lapangan ! Dia akan terus membuat kegaduhan ! " teriak Diyo dengan lantang.


Yaura tersenyum sinis,


" Agent NIS ,cepat hubungi Pihak BNN dan KPK. Supaya Direktur Utama NIS yang paling terhormat ini akan menunjukkan Sikap Aslinya. " ucap Yaura.


" Oopssss.. Aku lupa , Kalian tidak akan berani melawan Direktur Utama NIS yang sangat kotor ini. Kalian kalah yah? " sambung Yaura, tutur katanya begitu arrogant.


" Hei Diyo ! Berapa Juta Kau membayar Agent NIS untuk menuruti Perintahmu? Ayolah.. Beritahu Aku, karena Aku akan memberikan mereka nominal yang lebih tinggi. " Yaura menyindir keras Pak Diyo dihadapan Publik serta Agent NIS yang gampang menerima suap.


DAMN ! SAVAGE PARAH NIH YAURA, NYINDIR NIS DI DEPAN ORANGNYA😘🤗


Pak Diyo meradang dan mengeluarkan senjata,


" Ini penghinaan dan fitnah, Keparat ! " decak Diyo.


" Media sedang meliputmu ! Tenanglah ! " sentak Reino dan mengambil alih senjata yang dipegang oleh Diyo.


" Kenapa Kau diam? karena Wartawan? Dasar Pengecut ! Kau jago kandang dan seperti Bayi yang berlindung di ketek Ibunya. " Yaura menghina habis-habisan Dirut NIS, suaranya terdengar jelas dari Microphone.


Sadar waktu semakin mepet, target Yaura sekarang adalah Reino.


" Selamat Pagi Ayah dan Ibu Mertua .. " ucap Yaura.


Degg !!!! Wartawan begitu terkejut saat Yaura menyebutnya mertua.


" Apa Kau sudah menikah Nona? Dengan Siapa? " tanya seorang Reporter.


" Kalian pasti akan mengenalnya. Aku menikah dengan Keluarga Bachtiar. " jawab Yaura.


" Maksud Nona adalah Tuan Kendrick Rafandra Bachtiar ? " tanya Reporter kembali.


" Iyah. Hai Ayah Reino dan Ibu Hilya ? Apa Kau tidak ingin membebaskan Menantumu ini? " Yaura menarik sudut bibirnya.


Menjadi target setelah Diyo, membuat Reino dan Hilya meradang.


" Brengsek ! Yaura benar-benar diluar dugaan ! " Reino berdecak kesal.


" Ayo Kita keluar dari sini dan menunggu di Lapangan . " ajak Ibu Hilya sambil menarik tangan Suaminya.


Hendak berbalik badan dan melangkah keluar,


" Kenapa pergi? Kalian takut denganku? Ayolah Mertua , Menantumu ini sedang berbicara denganmu, tolong jangan pergi .. " sindir Yaura.


Reino pun mengurungkan niatnya dan menatap tajam.


" Apa yang akan Dia katakan?! " gumamnya dalam hati.


" Aku ingin memberi Kalian kejutan.. " ucap Yaura,dan..


" Kesayanganku.. keluarlah.. " sambungnya.


Deg !!


Deg !!


Deg !!


Jantung mereka berdetak kencang saat melihat Tiga Orang nampak keluar dan menuju Konferensi Pers.

__ADS_1


Dan..


Pak Agus ,Pak Andi dan Hakim Suap nampak Keluar dan duduk di sebelah Yaura.


BRAKKKK SEMUA ORANG TERKEJUT SAAT MELIHAT ANDI YANG TERNYATA MASIH HIDUP, WARTAWAN TIDAK BISA BERKATA-KATA LAGI. HAL BESAR DAN TERSELUBUNG MULAI DINAMPAKKAN HARI INI.


Ayah Reino dan Ibu Hilya membuka mulutnya lebar-lebar dan begitu syok saat melihat Andi dan Agus masih hidup. Rahangnya mengeras , matanya memerah dan wajahnya murka.


" BRENGSEK KAU YAURA !!! " teriak Ayah Reino dalam hati, Ia tidak berani berteriak karena menjaga Image nya di publik.


" YAURA SANGAT LICIK ! KITA BISA KALAH ! CEPAT SURUH DIYO UNTUK MEMBAWA YAURA KE LAPANGAN SEBELUM PENGADILAN MEMBELA MEREKA ! " Teriak kecil Ibu Hilya, bibirnya bergetar , seluruh tubuhnya gemetar dan panas dingin.


" KEPARAT ! " umpat Ayah Reino, Ia menatap tajam Pak Diyo.


" Suruh NIS untuk membawa Yaura ke lapangan dan tembak mati Dia ! Sebelum Pihak Pengadilan datang ! cepat ! " Ancam Ayah Reino, suaranya tertahan agar tidak didengar oleh Wartawan.


Pak Diyo akhirnya maju ke depan dan menghadapi Anaknya,Yaura.


" Berhenti bersikap Arrogant ! sebelum Aku menembak kepalamu disini ! " ancam Pak Diyo di telinga Yaura.


" Kalian dengar ? Diyo mengancamku agar tidak berbicara lagi. Sungguh memalukan, dimana harga dirimu sebagai Direktur Utama NIS? Dan.. bersikap Sopanlah kepadaku ! Aku Putri Devano Malik yang mampu membeli Harga Dirimu ! " Tutur Yaura di microphone, demi Tuhan, sikapnya hari ini begitu arrogant dan berkelas.


Hal ini membuat Pak Diyo kehabisan kata-kata. matanya menyoroti Ruangan, dan sadar bahwa Reporter akan menjadikannya sebagai Deadline utama. Ia berdiri di belakang Yaura, tangannya terkepal dan menahan amarah.



Kembali menatap Reino, pandangan Yaura kini menajam.


" Kau akan kalah di Pengadilan dan menjadi Tersangka Utama Pembunuhan Keluargaku ! Bersiap-siaplah ! " ketus Yaura.


" Juga... Dengarkan Aku baik-baik Para Reporter.. " sambung Yaura, senyum licik tersirat dibibir sexynya.


Ayah Reino merasa was-was dan mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak bisa menebak apa yang diucapkan oleh musuhnya.


" Sayang... Dia benar-benar tidak ada takutnya kepada Kita.. " mata Ibu Hilya berkaca dan khawatir bukan kepayang.


Bianca,Helena dan Edward menyimak.


" LOUIS TERLIBAT PENGGELAPAN PAJAK SEBESAR 1,4 TRILIUN. BIANCA DAN EDWARD JUGA TERLIBAT DENGAN... PROSTITUSI KELAS INTERNASIONAL . " UJAR YAURA DENGAN LANTANG. IA TERSENYUM PUAS.


DEGGG !!!!! KUBU REINO MEMBELAKKAN KEDUA MATANYA SAAT MENDENGAR UCAPAN YAURA. MEREKA GERAM DAN MERADANG.


Ayah Reino maju kedepan dan menatap tajam Yaura.


" Kau akan menyesali ini Yaura ! " Ancam Reino di depan wajah Yaura, Ia tidak berani berteriak.


Hendak berkata lagi, namun Pihak Konferensi Pers melarangnya karena keadaan ricuh dan fakta besar mulai menceruak.


Pak Agus melebarkan senyum kepada Ayah Reino.


" Salam Hormat Tuan Reino. " ucapnya, Ia memandang Reino dengan ejekan.


" BRENGSEK KAU AGUS ! " Ujar Reino, rahangnya mengeras.


Yaura, Andi dan Hakim pun kembali diamankan di Ruang Isolasi. sementara Pak Agus ditanyai oleh Pihak Wartawan, karena Jabatan Pak Agus adalah Kepala NIS dan kenapa bisa menjadi saksi dalam Kasus Devano Malik.


" Saya dulunya adalah Pengawal Devano Malik dan menyaksikan semua kejadian. Berpihak pada kebenaran, jadi Saya putuskan untuk membela Yaura yang juga merupakan Anakku di NIS. terima kasih " tutur Pak Agus di microphone, Ia kemudian beranjak dan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


Nafas Ayah Reino memburu dan marah tak tertahan.


" Aku bersumpah akan menghabisi Anak Tengik itu ! " sumpahnya dalam Hati.


Dan..


Seseorang nampak menghampirinya, Ayah Reino mendongakkan kepalanya, dan langsung menyeret Pria itu menghindari wartawan.


Dipojok ruangan, dan..


Plllaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk Ayah Reino mendaratkan tamparan keras.


" KETERLALUAN KAU ! BERANI-BERANINYA MEMPERMALUKAN AYAHMU SENDIRI ! " teriak Ayah Reino.


Ken memegangi pipinya yang memerah, jemarinya menyeka sudut bibirnya yang berdarah.


" Cepatlah sadar Ayah ! sebelum terlambat. Membantai Keluarga Devano dan sekarang menyerang Anaknya adalah tindakan paling keji di Dunia ! " Tegas Ken.


" Ayah yang melatihmu dengan keras dan terdidik ! Jika Kau pada akhirnya melawan Ayah ! maka Aku sendiri yang akan melawan dan melumpuhkanmu Ken ! " Ancam Ayah Reino dan menarik kera kameja anaknya.



Tatapan keduanya begitu sengit dan tajam.


" Lawan Aku ! jangan beraninya menyerang seorang Wanita yang tidak sebanding ! " ketus Ken dan menghempaskan tangan Ayahnya dengan kasar. Ia kembali membereskan kemeja dan berlalu pergi begitu saja.


Kekecewaan terpancar dari wajah Ayah Reino, matanya berkaca.


" Yaura telah mencuci otaknya. " lirihnya dalam hati.


Tak berselang lama, Ibu Hilya dan antek-anteknya datang.


" Yaura akan segera dibawa ke lapangan. segera suruh Sniper untuk menembak, sebelum petugas Pajak menangkap Kita ! " teriak Ibu Hilya, Ia begitu frustasi setelah mendengar Yaura mengungkapkan fakta terbesarnya.


Bianca dan Edward pun was-was karena Aib mereka juga terbongkar.


" Wanita Sialan ! Dia mempermalukanku di Publik. Aku jadi terjerat kasus Prostitusi ! " umpat Bianca, Ia menatap Edward dengan tajam dan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.


" Sudah Aku duga , Yaura bukan Wanita yang bisa Kita lawan dengan mudah ! " ucap Edward.


Mereka kini melangkah keluar dan segera masuk ke dalam mobil untuk menuju ke Lapangan Eksekusi.


" Dimana Helena?! Wanita tengik itu juga seorang Penghianat . Dia tidak bilang bahwa Andi dan Agus masih hidup ! Aku juga harus membunuhnya ! Sialan Helena ! " Teriak Ayah Reino didalam mobil yang membuat telinga siapapun akan tersentak.


" Tembak saja Dia bersama Sahabatnya,Yaura ! " imbuh Ibu Hilya.


**********


LAPANGAN EKSEKUSI


Jam eksekusi Yaura sudah tiba, semua Sniper tampak bersiap pada titiknya. seperti yang dikatakan David, 90 Sniper sudah disiapkan.




David yang sampai lebih dahulu nampak menghampiri Ken yang baru saja turun dari mobil.


" Berapa menit lagi Alfin datang ? Ini sangat darurat . " ucap David , sudut matanya memerah.


" 20 menit lagi Dia akan datang bersama KPK dan Densus . " jawab Ken yang tidak kalah cemas.


Mereka berdua berlari menuju Lapangan karena Yaura akan segera dibawa ke tengah.


" YAURA GITA DEVMALIK, DEVISI NIS PENEMBAK JITU. AKAN DI EKSEKUSI PUKUL 09.25 , SEGERA BAWA DIA KE LAPANGAN ! " teriak Kepala SWATT.


DEGG !!! MATA KEN DAN DAVID BERKACA-KACA SAAT MENDENGARNYA.


Tak berselang lama, Kubu Reino tiba dan segera menyelonong ke depan.


Melihat banyak warga sipil yang datang dan diluar Prosedur, membuat Kepala SWATT terheran. Eksekusi tidak boleh disaksikan oleh warga sipil dan menjadikannya tontonan.karena ada Tentara AD yang sudah disiapkan oleh David, membuat Kepala SWAT memberikan perintah kepada Tentara untuk melarang Warga Sipil berada di area Eksekusi.


" Kami sudah melarangnya sejak awal ! tetapi Pihak NIS yaitu Pak Diyo yang memberikan mereka izin. " Saut David dari earpiece yang terhubung dengan Kepala SWATT.


" Baiklah jika NIS yang mengizinkannya. " ucap Kepala SWAT.


Dan...


Yaura yang berganti seragam menjadi seragam Eksekusi nampak dibawa oleh segerombol SWAT dan menyeretnya ke lapangan. Pandangan Yaura hanya tertunduk, dengan tangan yang tidak lepas dari borgol.


Meskipun ada harapan, namun hati Ken merasa hancur saat melihat Istrinya dibawa ke tengah lapangan. Mengingat perkataan Yaura bahwa Dia tidak akan bisa selamat jika sudah berada disana.


" Yaura... " lirih Ken dalam hati, tubuh dan lututnya mendadak lemas.


Dan....



Kini Yaura nampak terikat disana, borgol terlepas namun peluru Sniper siap menyerangnya.


Degg !!!! Mata Ken berkaca-kaca melihat Istrinya sudah terikat dan siap tertembak. Ia kemudian mengeluarkan ponsel dan menghubungi Alfin.


Berkali-kali dihubungi, Alfin tidak memberikan jawab sama sekali. Ken melihat Alroji yang melingkar ditangannya, waktu tersisa menunjukkan 10 menit lagi.Ken menelan salivanya dan khawatir yang amat sangat, jantungnya berdetak kencang.


" Sial ! 10 menit lagi, dimana Alfin ! " Ken berdecak dan mengepalkan kedua tangannya.


Terikat di tiang, membuatnya lebur sudah. Mata Yaura berkaca-kaca, matanya menyapu bersih deretan Sniper yang akan menembaknya.


" Haruskah Aku mati dengan cara mengenaskan seperti ini? " lirihnya dalam hati. walaupun sudah mengulur waktu dan melakukan yang Ken katakan, tetapi nyatanya Alfin tak kunjung datang.


" Sepertinya Kak Alfin gagal membawa KPK kesini.. " sambung Yaura, matanya yang sayu dan berkaca mengisyaratkan betapa Ia membutuhkan pertolongan saat ini.


Yaura menyipitkan mata dan melihat Sang Suami yang sedang menatapnya sendu.


Dari kejauhan mereka terus beradu pandang.


" Yaura.... " Ken tak henti-hentinya memanggil Sang Istri.


" Ken.. " lirih Yaura dalam hati, setelahnya Ia langsung mengakhiri pandangan dan menunduk meratapi nasib naas nya.



Yaura kembali mengingat perjuangannya selama sepuluh tahun ini, keadilan tak berpihak, justru nyawa dirinya sendiri yang harus dikorbankan. Ia memang sudah siap menanggung resiko, tetapi apakah kebahagiaan atau keberuntungan sama-sekali tidak akan datang pada kehidupannya ? Hanya Tuhan yang tau.


Yaura mengingat pernikahannya dengan Ken dan membuat sedikit warna dalam hidupnya. Ia menjadi faham pentingnya berbagi beban, membuang sikap tertutup dan acuh terhadap pasangan. Dari Ken, Ia bisa merasakan sebuah pelukan yang selalu menghangatkannya disaat kedinginan, menenangkan nya disaat terpuruk dan depresi, di pundak Sang Suami pula Ia menumpahkan semua air mata kesedihan yang selama ini dipendam . Dari Ken, Ia merasakan sebuah ciuman yang begitu menenangkan hati dan fikirannya, sikap lembut nan manis Sang Suami yang selalu Ia dapatkan. namun..


Tuhan selalu mematahkan kebahagiannya, saat Ia merasakan ketenangan dan kenyamanan dengan Suaminya. tiba-tiba Ia diperlihatkan dengan kenyataan bahwa Ken adalah Putra dari Pembunuh Ayahnya.


" Ini jawaban atas Doa ku kepadamu. Kematian mungkin pilihan yang terbaik untukku.. " lirihnya dalam hati. Yaura menarik nafasnya dalam-dalam dan menerima takdir.


Waktu habis, namun Alfin tak kunjung datang.


" BERSIAP !!!! " TERIAK KEPALA SWAT.


Degg !!!! Ken dan David mengepalkan kedua tangannya. matanya berkaca-kaca.


" Jangan... Aku mohon Tuhan.. " lirih Ken dalam hati.


Seorang wanita berseragam putih nampak mendekati Yaura membawa kain hitam untuk menutup mata.


" Jangan... " Ken menggelengkan kepalanya, Ia menoleh ke arah Sang Ayah dan berlari ke arah mereka.


Mata Yaura kini tertutup oleh kain hitam.


Ken memegang tangan Ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Ayah Aku mohon.. perintahkan mereka untuk membatalkan Eksekusi .. Aku mohon Ayah.. " lirih Ken , Ia begitu memelas kepada Ayahnya.


Ibu Hilya tidak tega melihat Anaknya sedih seperti itu, namun disisi lain kematian Yaura adalah hal yang wajib bagi mereka.


" Dia adalah musuh Ayah,Ken ! " tegas Ayah Reino dan melepaskan tangannya.


" Apa Ayah tidak puas melihatnya menderita selama ini? apa Ayah belum puas membuatnya terluka dan berdarah?! Apa itu belum puas Ayah ! " teriak Ken, dan menatap kedua bola mata Ayahnya.


Ayah Reino diam, Ibu Hilya nampak membuang pandangannya ke sembarang arah. Ken pun mendekati Sang Ibunda,


" Ibu yang menyuruhku untuk menikahinya.. Ibu yang menjadi saksi pernikahan suci Kami... Ibu juga seorang Wanita , lalu bagaimana Ibu setega itu padanya? " Ken menatap Ibu nya sendu.


" Yaura selama ini mengidap Depresi dan Trauma berat yang Ia alami.. tidak ada seorang Ibu, tempat Dia berbagi dan mengadu.. tidak ada seorang Ayah yang melindunginya dari peluru Kalian.. Dia menghadapinya sendiri tanpa Orang Tua disisinya.. Dia hanya ingin mendapat keadilan Bu.. tidak lebih .. tapi kenapa Kalian setega ini padanya? " lirih Ken, air mata nampak menetes dari matanya.


Deggg !!! Ibu Hilya tersentuh dengan perkataan Anaknya, matanya berkaca-kaca.


" Pergilah dari hadapan Ibu ! " ketus Ibu Hilya, Ia sama sekali tidak ingin memandang Ken.


" PELURU SIAP !!!!!!!!! " teriak Kepala SWATT.


Mendengar ini, membuat Yaura memejamkan matanya, Ini adalah kode bahwa Ia siap ditembak.


David mengepalkan kedua tangannya dan menyesakkan hati.


Dan...


Brughhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Ken bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya.


" Ibu Aku mohon.. Aku mohon Bu... " lirih Ken dan memegang kaki Ibunya.


Melihat Sang Anak bersujud membuat Hilya dan Reino luluh, namun mereka kembali menyangkal.


" BANGUNLAH ! " teriak Ayah Reino.


Tiba-tiba


Dorrrrrrr Tembakan peluru peringatan Eksekusi dimulai.


Yaura meneteskan air mata saat mendengarnya.


" Ayah.. Ibu.. Yaura akan menyusul Kalian.. " lirihnya.


Dan..

__ADS_1


Huggggggggggggggg


Ken memeluknya dengan erat, Ia membenamkan wajah Yaura ke dadanya.


Mata diikat, tetapi batin yang berbicara. Yaura sangat hafal pelukan Suaminya.


" Ken... " lirih Yaura dengan lembut.


Ken diam dan tidak menjawab, matanya memerah.


" Menjauhlah Ken ! Kau bisa mati ! " ucap Yaura, Ia ingin melepaskan diri dari Suaminya.


" Tidak masalah.. biar Kita mati bersama.. " lirih Ken, Ia semakin memeluk Istrinya.


Melihat ini, membuat semuanya terkejut.


" WARGA SIPIL MENJAUHLAH ! " teriak Kepala SWATT.


Ayah Reino tidak habis fikir dengan tindakan anaknya.


" Menjauhlah Ken ! Atau Ayah akan menembak Kalian berdua ! " teriak Ayah Reino.


Tlkkkkk tlkkk tlkkkk bunyi pelatuk yang hendak ditarik itu begitu terdengar ditelinga Yaura.


" Ken pergilah ! Apa Kau bodoh ! pergilah ! " teriak Yaura, air mata menetes dari manik matanya.


" Aku akan tetap bersamamu.. " lirih Ken, yang tidak akan mau melepaskan pelukannya sampai kapanpun.


" 1 " teriak Kepala SWATT.


David gemetar, dan khawatir.


" Ken Kau bisa tertembak ! " teriak David.


" Sial ! Apa Aku harus memerintahkan Tentara untuk melindungi mereka? tetapi.. Kami akan mengalami baku tembak, dan mereka rawan tertembak.. Sial ! " umpat David.


Ibu Hilya nampak berlari dan menarik Anaknya.


" Apa Kau mau mati konyol?! " Ibu Hilya melepaskan Ken dari pelukan Istrinya.


Ken meradang dan menatap Ibu nya tajam.


" Siapa Kau? Ibu? Aku tidak memiliki Ibu seperti Iblis . " ucap Ken.


Degg !! Ibu Hilya menangis saat mendengarnya.


" Tega sekali Kau mengatakan itu pada Ibu ! " isaknya.


tiba-tiba


" Turuti permintaan Ibumu Ken, Kau beruntung masih memiliki seorang Ibu yang selalu melindungi dan membuatmu aman.. " lirih Yaura dengan lembut.


Mendengar itu membuat Ken semakin tersayat dan sedih yang amat sangat, Ia faham bahwa Sang Istri merindukan sosok Ibu dalam hidupnya. Ken kembali memeluk Istrinya.


" Yakinlah Kau akan selamat.. " lirih Ken.


Melihat ini,membuat Ibu Hilya melangkah dan meninggalkan mereka.


" 2 " teriak Kepala SWATT.


" Ken.. Aku mohon biarkan Aku pergi dengan tenang.. menjauhlah Ken ! menjauhlah ! mereka tidak berbohong tentang penembakan !!! " teriak Yaura dan mengisak.


" Ti.. "


Dan..


Dorrrrrrrrrr


ALFIN DATANG DAN MENEMBAKKAN PELURU KE ATAS.


" Tangkap Mereka ! " teriak Ketua KPK.


Alfin dan gerombolannya pun berlari menuju Kubu Reino.


Sadar akan ditangkap, Reino berlari ke arah Kepala SWATT.


" Tembak Yaura dari belakang cepat ! Cepatlah ! " ancamnya.


" JANGAN MENEMBAK YAURA ! PENGADILAN MENERIMA KASUSNYA DAN AKAN MEMERIKSANYA SEBAGAI KORBAN ! " TERIAK ALFIN DENGAN LANTANG.


Degg !!!! Kubu Reino terkejut saat mendengarnya.


" Sial ! Yaura berhasil menyandang Status Korban ! " umpatnya.


Ken segera melepas Ikatan tali yang menjerat Yaura.


Sadar bahwa Kepala SWATT tidak akan mau menembaknya, maka Ayah Reino pun menggunakan rencana cadangannya. Ia mendekati seorang SWAT bayaran,


" Tembak Yaura ! jangan melukai Anakku ! " ujar Ayah Reino.


Mata Yaura dan David sangat tajam . Melihat ada seseorang yang hendak menembaknya.


David segera berlari,


" LINDUNGI MEREKA ! " teriak David kepada Tentara.


Dan...


" Ken... " lirih Yaura, dan...


Dorrrrrrrr dorrr dorrr dorrrr tembakan peluru SWATT bayaran.


Brughhhhhhh Yaura menjatuhkan tubuh mereka ke tanah agar merunduk.



" MELINGKAR !!!! " teriak David, Ia segera mengambil formasi lingkaran untuk melindungi Ken dan Yaura.



Dan benar saja, SWATT yang lain pun ikut menembakkan senjatanya ke arah depan.


Dorrrr dorrr dorr dorrr dorrr



" JANGAN MELAKUKAN BAKU TEMBAK ! HENTIKAN ! " TERIAK KEPALA SWATT, NAMUN TIDAK DI DENGARKAN OLEH ANGGOTANYA.HAL INI DISEBABKAN OLEH PELEPASAN PELURU YANG DIANGGAP SEBAGAI PERINTAH MENYERANG.



Tentara dan SWATT pun akhirnya saling menyerang.


Sambil terbaring, Ken mengeluarkan senjata dan ikut menyerang SWATT di depannya. Ia mendekap dan melindungi Sang Istri sepenuhnya.


Dorrr dorrr dorrrr dorrr Ken menembaki kaki SWATT tanpa henti, Ia berharap bisa melukai salah satu dari mereka.walaupun Ia sadar bahwa SWAT pasti menggunakan anti peluru.



Alfin tak tinggal diam, Ia langsung memborgol tangan Reino dan Ibu Hilya. Sementara Bianca dan Edward nampak sudah tidak ada ditempat,yaitu Kabur. Pak Diyo pun sudah tertangkap oleh Pak Bobby dan Henry.


" HENTIKAN ! KAMI TIDAK INGIN MEMBUAT KERICUHAN ! " teriak David kepada SWAT. Senjata api terus diluncurkan dan takut akan berbuntut masalah panjang.


Setelah memborgol kedua iblis, Alfin mendekati Kepala SWATT dan mengambil alih Pengeras Suara.


" HENTIKAN BAKU TEMBAK ! YAURA TERBEBAS DARI EKSEKUSI DAN MENYANDANG STATUS KORBAN ! " teriak Alfin dengan lantang dan keras.


Mendengar suara yang begitu kencang,ditambah Alfin yang memberikan perintah,membuat SWAT menurunkan senjatanya. Hanya NIS yang bisa mengendalikan SWAT.


Tak membuang waktu, Ken segera membangunkan Yaura dan memegang tangannya.


David menoleh keromantisan mereka berdua, dan sangat tersentuh dengan sikap Ken.



" Pergilah.. Aku akan melindungi Kalian berdua.. " lirih David.


Ken menganggukkan kepala , dan menarik tangan Istrinya.


Takut terkena peluru bayaran, Ken siap di garda terdepan, sementara David nampak mengikuti Yaura dari belakang.


Alfin membawa Ayah Reino dan Hilya dengan mobil KPK.


" Sial ! Hampir saja Aku terlambat ." umpat Alfin dalam hati.Ia masih memakai baju jaksa lengkap.Sekilas Alfin melirik ke arah Yaura yang mulai memasuki mobil bersama Suaminya.


" Aku senang, Kau selamat.. " lirih Alfin dalam hati dan tersenyum tipis.


Walaupun sudah menyandang Status Korban,tetapi Yaura masih menjadi Tahanan sampai Pihak Pengadilan mencabut Status Tahanannya. David duduk dibelakang, sementara Yaura dan Ken duduk di depan.


Ken menyuruh David untuk menelfon Alfin, sampai kapan Yaura akan bebas tahanan.


David pun menelfon Alfin dan menanyakannya,


" Semalam lagi . Besok Yaura akan bebas dan menjadi saksi Ayahnya di Pengadilan.. " jawab David seraya memasukkan ponselnya kembali.


Dari kursi belakang, David mengamati Yaura yang hanya diam sedari tadi. sementara Ken, nampak mengamati David dari spion.


Dan Yaura, Ia tersentuh dengan Pria Bertiga yang selalu ada melindunginya. Rekaman Ken, Alfin dan David baku tembak lalu berkelahi demi melindungi dirinya membuatnya begitu tersentuh. Yaura menyenderkan kepalanya di jendela,


" Terima kasih, Kalian sudah sangat baik kepadaku.. " lirih Yaura dalam hati.


******************


PENJARA


Yaura kembali masuk sel ditemani Sang Suami.sementara David nampak mengurus sesuatu di Kantor Penjara.



Yaura mendudukkan dirinya di sebuah kursi, tangannya kembali di borgol. antara senang bercampur sedih, pandangannya terus menunduk ke bawah.


" Nyawa Ken hampir melayang, jika Alfin tidak datang.Juga David, Nyawa dan Kehormatannya dipertaruhkan karena melawan SWAT. Dan Alfin, Dia pasti mendapat malah di NIS.. kenapa Aku membahayakan semua orang? " lirihnya dalam hati.


Ken berjongkok dan menggenggam tangan Istrinya,


" Jangan pernah berkata tidak baik lagi seperti tadi. Yakinlah bahwa Kau akan selamat.. " lirih Ken, Ia tahu bahwa Yaura sangat syok.


Yaura memandang Suaminya,


" Ken.. terima kasih. Kau sudah berusaha keras untukku, sampaikan juga kepada David dan Alfin. " tutur Yaura.


" Aku akan menyampaikannya.. tenanglah.. " jawab Ken, jemarinya menyeka lembut pipi Sang Istri.


Mereka sejenak beradu pandang. Baik Yaura ataupun Ken kini mereka sama-sama diam, selamat dari maut adalah suatu Mukjizat.


Tiba-tiba..


Alfin datang bersama Polisi,


" Kau akan dimintai keterangan tentang Pajak. "


Degg !!!! Yaura menatap Ken dengan sendu.


" Ken.. " lirih Yaura.


" Tenanglah.. hanya sebentar.. " lirih Ken, dan.


Grekkkkkkkk Alfin memborgol tangan Ken.Lalu mendekatkan wajahnya,


" Persingkat waktunya, Aku takut Ayahmu akan melakukan sesuatu kepada Istrimu. Edward masih belum tertangkap.. " lirih Alfin di telinga Ken.


Mendengar ini, Ken mengalihkan pandangan ke Sang Istri lalu mendekatkan wajahnya.


" Jaga dirimu.. " lirih Ken, dan berlalu pergi bersama beberapa Polisi.


Yaura mengamati tubuh Sang Suami yang mulai menjauh, sedangkan Alfin masih mematung dan membatu.



" "Apa yang terluka? bertahanlah untuk semalam.. Besok Kau akan bebas .." ujar Alfin.


" Aku baik-baik saja. Kak.. terima kasih banyak.. " lirih Yaura, wajahnya terlihat sangat lesu dan lemas.


" Jangan khawatir, Aku akan membantu Ken keluar dari masalah ini.. Aku pergi dulu.. " tutur Alfin yang sangat faham bahwa Yaura pasti mengkhawatirkan Suaminya. Ia pun melangkah pergi, hatinya kini merasa plong setelah Yaura berhasil selamat.


Sel


Karena belum di periksa , Ken kini dimasukkan ke dalam jeruji besi karena Louis terlibat penggelapan pajak.



Ken mengeraskan rahangnya saat mengingat kekejaman Kedua Orang Tuanya, Ia mengepalkan tangannya .


" Aku bersumpah tidak akan membebaskan Kalian dari jeruji besi ! " Sumpah Ken.


*******************


Butuh Saran dan Kritik


Jangan lupa Vote dan Likenya yah ♥️♥️♥️♥️♥️♥️MOHON MAAF BANYAK KEKURANGAN

__ADS_1



__ADS_2